Solusi Mendidik Anak

Solusi Mendidik Anak Cara Mendidik Anak, Konsultasi Cara Belajar, Cara Belajar Tanpa Stres, Belajar Menyenangkan, Bermain Sambil Belajar, Solusi Belajar Dengan Otak Kanan

Solusi Mendidik Anak Supaya Pintar :)Tidak heran kalau Eyang Habibie sangat JENIUS. Salah satunya berawal dari membaca B...
16/10/2015

Solusi Mendidik Anak Supaya Pintar :)

Tidak heran kalau Eyang Habibie sangat JENIUS. Salah satunya berawal dari membaca BUKU aktivasi otak kanan. Ini inspirasi dan motivasi buat kita smile emotikon
Temen" gmn sudahkah baca BUKU aktivasi Otak??
Buku RAHASIA MENINGKATKAN DAYA INGAT !!! Untuk Pemesanan SMS 082216697546 PIN BB 2A7B2C04

Kenapa buku ini WAJIB teman" miliki??& Terima kasih yg sudah pesan :) :)Manfaat BUKU :1.) Anda akan mudah menghafal & me...
02/10/2015

Kenapa buku ini WAJIB teman" miliki??
& Terima kasih yg sudah pesan :) :)
Manfaat BUKU :
1.) Anda akan mudah menghafal & mengingat pelajaran
2.) Anda akan mudah menghafal 50 Vocabulary dalam 5 menit
3.) Bisa Bahasa Asing Tanpa Harus KURSUS
4.) Anda akan semakin mudah dalam menghafal rumus" MATEMATIKA, FISIKA, & KIMIA
5.) Anda tidak akan sulit menghitung
6.) Anda akan dibuat penasaran dengan jurus yang luar biasa lain nya
7.) Anda akan lebih cerdas dr rekan rekan anda.

Tebal 100 Halaman
AYO.. RUBAH CARA BELAJAR LAMA DENGAN YANG BARU YANG LEBIH MENYENANGKAN…!!

DENGAN BUKU "FLASH MEMORY" INI AKAN MENDAPATKAN Optimasi OTAK KANAN dan Meningkatkan Daya Ingat Dan Konsentrasi Dengan Otak Kanan 10.000 %

Untuk Pemesanan
Info invite pin bb ajaib ini yah :)
2a7b2c04
SMS: 082216697546

Dengan Ebook Mengahafal dan Mengingat Cepat ini dijamin anda akan terbantu mengoptimalkan Otak anda dalam hal mengingat,...
29/08/2015

Dengan Ebook Mengahafal dan Mengingat Cepat ini dijamin anda akan terbantu mengoptimalkan Otak anda dalam hal mengingat, salah satu buktinya nanti anda akan dapat mengingat 50 Kosakata dalam waktu 10 Menit,.. bayangkan saja jika dalam waktu 5 menit anda menghafal 50 Vocab.. coba di kalikan sejam.. berapa Vocab yag akan anda hafal…???, selain itu anda akan di pandu bagaimana mengingat rumus-rumus dengan mudah, matematika, kimia fisika dan apapun yang ingin anda ingat menjadi semakin mudah dan ingatanya bersifat jangka panjang.

AYO RUBAH CARA BELAJAR LAMA DENGAN YANG BARU YANG LEBIH MENYENANGKAN…!! :) :)
DENGAN EBOOK INI ANDA AKAN MENDAPATKAN Optimasi OTAK KANAN Meningkatkan Daya Ingat Dan Konsentrasi Dengan Otak Kanan 10.000 %

Invite Pin BB 2a7b2c04
SMS 082216697546

" Dvd Cara Belajar Tanpa Stres"Untuk Pemasanan Bisa HubWA :082216697546
24/06/2015

" Dvd Cara Belajar Tanpa Stres"

Untuk Pemasanan Bisa Hub
WA :082216697546

Tips Ajarkan dan Tanamkan Nilai Ketegasan Terhadap AnakDiusia yang masih begitu belia, anak-anak masih belum mengerti da...
22/06/2015

Tips Ajarkan dan Tanamkan Nilai Ketegasan Terhadap Anak

Diusia yang masih begitu belia, anak-anak masih belum mengerti dan belum dapat membedakan hal yang baik untuk mereka lakukan dan hal tidak baik serta tidak diperbolehkan mereka lakukan. Pada umumnya anak-anak hanya mengerti bahwa orangtua adalah orang yang bisa mengabulkan segala keinginannya.

Anak-anak hanya tau meminta tanpa mengetahui dampak apa yang bisa ditimbulkan dari keinginannya tersebut, jika kita tidak dapat mengabulkan keinginannya, maka seringkali anak-anak akan merengek atau bahkan meronta agar keinginanya tersebut dapat di kabulkan. Hanya saja, sebagai orangtua kita tentu menginginkan hal yang terbaik untuk anak tanpa adanya ancaman atau bahaya yang mengancam jiwa anak, untuk itu sebagai orangtua kita dituntut untuk tegas terhadap anak, agar keselamatan mereka senantiasa terjaga dengan baik.

Namun ternyata, nilai ketegasan ini juga tidak hanya perlu dimiliki oleh orangtua saja, dalam diri anakpun nilai dan sikap ketegasan perlu dibangun sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang konsisten dan teguh pada pendiriannya. Berikan dorongan anak-anak anda agar memiliki sikap ketegasan dalam dirinya. Tegas dan tahu dalam menentukan apa yang diingankannya dan tidak diinginkannya.

Tegas dalam menjalankan kebenaran yang diyakininya serta tegas salam mengambil keputusan dan menerima dengan lapang dada segala resikonya.

Ketegasan merupakan salah satu nilai penting yang dibutuhkan oleh seorang anak. Ketegasan akan diperlukan anak dalam bergaul serta dalam hal memutuskan antara hal yang benar dan hal yang salah. Ketegasan akan membuat seorang anak menjadi lebih percaya diri dan lebih menghargai dirinya sendiri. Anak yang tegas umumnya memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang kurang memiliki ketegasan dalam dirinya.

Selain itu, manfaat baik dari menanamkan ketegasan dalam diri anak sejak dini akan membuat seorang anak menjadi pribadi yang pintar dalam menyelesaikan masalah dalam hidupnya, mencari solusi terbaik dan pandai memilih prioritas mana yang harus ia dahulukan. Menanamkan nilai ketegasan dapat ditanamkan pada setiap anak, tak peduli anak dengan karakter apapun, baik ia pemalu, pendiam, pemberani atau karakter lainnya, ketegasan bisa ditanamkan dalam diri anak. Hanya, saja umumnya anak yang pemberani akan membutuhkan waktu yang lebih cepat dalam mempelajari nilai ketegasan.

Nah, dibawah ini kita simak hal yang bisa dilakukan orangtua dalam mengajarkan dan menanamkan ketegasan terhadap anak.
Berikan ruang dan kesempatan pada anak untuk berekspresi dan bereaksi mengenai hal yang dis**ainya dan hal yang tidak diinginkannya. Meskipun demikian, ajarkan p**a pada anak tentang menghargai perasaan oranglain dan pendapat oranglain.

Berikan ruang pada anak untuk mengekspersikan hal yag dis**ainya dan mengungkapkan pendapatnya. Hal ini akan mengajarkan pada anak bahwa pendapatnya adalah sesuatu yang penting untuk dikemukaan.
Ajarkan pada anak mengenai hal yang buruk dan hal yang baik, dan latih anak untuk berani menolak terhdap hal-hal yang buruk atau hal yang tidak baik untuknya.

Jadilah contoh yang baik untuk anak. Mengajarkan teori ketegasan saja tidak akan cukup membuat anak anda belajar cepat dan memiliki nilai ketegasan dalam dirinya. Untuk itu, jadilah contoh yang baik untuk anak. Ketika anda menyuruhnya untuk tidur tidak larut malam, maka tegaslah dalam menegakan aturan tersebut meski anak sering merengek.

Demikian beberapa hal yang bisa ibu ajarkan pada anak untuk membangun dan menanamkan nilai ketegasan dalam diri anak.

silahkan share :) Salam Jawara Academy

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal” | “Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.“Kamu itu memang anak nakal”, kata seora...
16/06/2015

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal” | “Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.

“Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak.

Kalimat itu sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal, padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya.

Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk p**a. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya.

Akibatnya, si anak merasa divonis.

Hindari Sebutan Nakal

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut.

Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua atau lingkungannya!
Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.

Banyak kisah tentang anak-anak kecil yang cacat atau meninggal di tangan orang tuanya sendiri. Cara-cara kekerasan yang dipakai untuk menanggulangi kenakalan anak seringkali tidak tepat. Watak anak sebenarnya lemah dan bahkan lembut.

Mereka tak s**a pada kekerasan. Jika disuruh memilih antara punya bapak yang galak atau yang penyabar lagi penyayang, tentu mereka akan memilih tipe kedua. Artinya, hendaknya orang tua berpikiran “tua” dalam mendidik anak-anaknya, agar tidak salah dalam mengambil langkah.

Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.

Cara Pandang Positif

Hendaknya orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal.

“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.

“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan anaknya bolos sekolah.

Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.

Silahkan Share Mudah"an Bermanfaat
Salam Jawara Academy :) :)

[ Tips Mengatasi Anak yang S**a Bolos Sekolah ]Perilaku membolos saat tengah marak terjadi dikalangan pelajar mulai dari...
16/06/2015

[ Tips Mengatasi Anak yang S**a Bolos Sekolah ]

Perilaku membolos saat tengah marak terjadi dikalangan pelajar mulai dari sekolah dasar hingga tingkat menengah atas seringkali ditemukan kasus dimana satu atau lebih dari siswanya seringkali tidak hadir saat waktu belajar mengajar tiba. Mirisnya, bukan hanya siswa putera yang berani melakukan hal ini, namun juga hal yang sama juga dilakukan oleh siswa puteri. Ada yang melakukannya secara pribadi dan adap**a yang berkelompok.

[ Tips Pintar Mengatasi Anak yang Susah Diatur ]Sewaktu bayi, sikecil adalah terlihat begitu menggemaskan, menginjak usi...
15/06/2015

[ Tips Pintar Mengatasi Anak yang Susah Diatur ]

Sewaktu bayi, sikecil adalah terlihat begitu menggemaskan, menginjak usia batita dikisaran usia 2-3 tahun mereka tumbuh menjadi pribadi yang begitu mengagumkan, memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar yang mana perilakunya ini tak jarang membuat ayah dan bundanya tertawa gemas. Seiring bertambahnya usia, sikecil menjadi pribadi unik yang memiliki harapan dan keinginan tersendiri dan bahkan keinginannya ini bisa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ayah dan bunda.

Pada beberapa kasus, ayah dan bunda menemukan anaknya yang periang dan penurut tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang mudah meledak, sentimentil, pembangkang, hiperaktif, agresif cengeng dan beberapa sifat yang kurang disenangi lainnya. Disinilah peran dan kesabaran ayah dan bunda sebagai orang tua tengah diuji.

Namun tak perlu cemas, kita perlu memahami bahwa sifat-sifat diatas adalah hal yang normal terjadi pada anak-anak. Sebagaimana orang dewasa yang tidak selalu sempurna, sikecil juga terkadang bisa berperilaku tidak menyenangkan dan dianggap menjengkelkan. Namun hal yang terpenting adalah mengajarkan batas-batas kewajaran pada sikecil adalah tugas wajib bagi seorang orang tua.
Penyebab Anak Susah Diatur

Apabila ayah bunda menemukan sikecil yang tiba-tiba menjadi pemarah, memiliki karakter negatif dan susah diatur, sebelum memarahinya dengan membabi buta, ada baiknya ayah dan bunda introspeksi terlebih dahulu, adakah karakter yang membuat sikecil merasa kurang diperhatikan, frustasi ataupun tertekan. Karena pada dasarnya, anak yang kurang diperhatikan akan melakukan hal apa saja agar ia mendapatkan perhatian orang tuanya dan orang-orang disekelilingnya. Jadi jangan heran ketika berada dikeramaian, kemudian tiba-tiba sikecil menjadi susah diatur dan cenderung pembangkang. Selain itu, alasan lainnya adalah karena anak tersebut mengalami permasalahan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Atau bisa jadi ia adalah tipikal orang yang cenderung anti sosial yang menarik dirinya dari lingkungan.

Saat menghadapi anak yang sulit diatur, memarahinya bukanlah solusi cerdas untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, membiarkan anak terus berlaku seperti demikian, karena ayah dan bunda sudah lelah dengan perilakunya, juga bukanlah tindakan yang bijaksana. Sebagai orang tua, mendidik anak sudahlah menjadi kewajiban. Agar ayah dan bunda bisa mengatasi anak yang susah diatur.
Berikut tips pintar untuk mengatasinya :

1. Lakukan Pendekatan

Ketika anak rewel dan susah diatur, menanggapinya dengan keras dan panas tidaklah menyelesaikan masalah, sebaliknya anak malah akan semakin rewel dan sulit diatur. Ketika hal ini terjadi didean umum, maka ayah dan bunda akan sedikit kerepotan. Untuk itu, lakukan pendekatan secara halus dan mulai berikan ia nasihat yang bijak, buat ia mengerti apa yang diinginkannya bukanlah hal yang baik. jagalah kekonsistenan ayah dan bunda, seperti misalkan ketika ia menginginkan es krim, setelah ayah dan bunda melarangnya dengan mengatakan tidak, maka pertahankan hingga sikecil menurut. Dengan begitu nantinya anak akan mulai terbiasa dan menurut dengan perkataan ayah bunda.

2. Menunjukan Tekad yang Kuat

Selain konsitensi yang perlu dijaga, tekad yang kuat juga perlu ditunjukan. Saat dihadapkan pada pertengkaran yang sulit dnegan sikecil, orang tua harus senantiasa menunjukan tekad yang kuat. Hal ini penting, karena ketika kita mneyerah, meski tidak mengatakannya, anak-anak akan dapat mengetahui apakah mereka bisa menang atau tidak. Dengan tekad yang kuat anda harus memiliki kekuatan secara internal untuk menjauhkan sikecil dari hal-hal yang buruk untuknya. Anak-anak harus dapat melihat tekad dan kekuatan dari dalam diri orangtua untuk meluruskan ketika mereka salah serta mengetahui bahwa anda melakukannya atas dasar rasa sayang.

3. Buat Peraturan Khusus

Tips pintar lainnya yang bisa ayah dan bunda lakukan adalah dengan membuat peraturan khusus yang telah dibicarakan terlebih dahulu dengan sikecil. Peraturan ini tentunya memiliki konsekwensi agar anak berusaha menghindari perbuatan nakal tersebut. Semakin ayah dan bunda sabar maka anak-anak akan semakin mudah dikendalikan. Dan jangan lupa untuk memberlakukan peraturan yang telah dibuat agar sikecil tetap mengingat batasan-batasannya. Selain itu, selalu berikan ia penghargaan ketika ia melakukan hal-hal baik yakni dengan memberikannya pujian.

Silahkan Share, Semoga Bermanfaat :)

Salam Jawara Academy ^_^

Tips Agar Anak Gemar MembacaOrang tua akan merasa senang sekali bila memiliki Anak gemar membaca. Karena kebanyakan anak...
15/06/2015

Tips Agar Anak Gemar Membaca

Orang tua akan merasa senang sekali bila memiliki Anak gemar membaca. Karena kebanyakan anak cenderung memilih kegiatan lain yang menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan membaca, padahal membaca adalah kegiatan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan anak yang dapat mengantarkannya menjadi insan yang berilmu dan bertaqwa.

Namun, agar anak gemar membacaorang tua bisa menstimulasinya dengan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan saat memulai kegiatan tersebut. Caranya adalah bacalah buku bersama-sama dengan anak.

Kegiatan membaca bersama anak merupakan kegiatan positif yang tak hanya dapat menjalin kedekatan anak dan orang tua tapi juga mampu meningkatkan minat baca anak. Karena orang tua adalah model yang paling cepat ditiru oleh anak.

Penulis buku anak Peter Corey memberikan 10 tips untuk para orang tua yang ingin meningkatkan minat baca Anak, yaitu:

1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya. Bila Anda tidak menemukan waktu yang tepat selama satu hari penuh, maka manfaatkanlah waktu sebelum tidur untuk membaca bersama buah hati Anda.

2. Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca saat si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan. Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca.

3. Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah ia mengerti isi buku yang ia baca.

4. Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti nikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut. Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar.

Like dan share bila bermanfaat :) :)

Belajar membaca dalam waktu singkat menyenangkan dan membuat anak ketagihan belajar membaca

Tips Berkomunikasi dengan AnakIbu dan ayah, berkomunikasi dengan anak usia dini berbeda dari berkomunikasi dengan remaja...
15/06/2015

Tips Berkomunikasi dengan Anak

Ibu dan ayah, berkomunikasi dengan anak usia dini berbeda dari berkomunikasi dengan remaja maupun orang dewasa. Pemikiran anak cenderung lebih sederhana, konkret (nyata), penuh khayal, kreatif, ekspresif2, aktif, dan selalu berkembang.

Untuk itu, ibu dan ayah harus dapat menyesuaikan cara berkomunikasinya dengan anak-anak (bukan anak-anak yang harus menyesuaikan dengan ibu dan ayahnya). Dalam bahasa lain, kita menerapkan komunikasi demokratis atau yang saling menghargai.

Untuk membuat anak usia dini merasa nyaman saat berkomunikasi dengan ibu dan ayah, upayakanlah menerapkan hal-hal berikut:

1. Dengarkan apa yang diceritakan ananda dan pancing untuk lebih banyak bercerita. Ia senang sekali menceritakan pengalaman-pengalaman yang baru dilaluinya dan ia akan bersemangat bercerita, jika ibu-ayah mendengarkan dan tertarik dengan apa yang diceritakannya.

2. Saat ananda sedang menceritakan sesuatu, fokuskan perhatian pada ceritanya. Hentikan sejenak kegiatan yang ibu-ayah lakukan, ajak ia mendekat dan dengarkan dengan saksama. Jika perlu, beri sedikit tanggapan.

3. Ulangi cerita ananda untuk menyamakan pengertian, karena mungkin bahasa anak berbeda dengan bahasa kita, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami cerita anak.

4. Bantu ananda mengungkapkan perasaannya dengan bertanya. Jika ananda masih bingung tentang apa yang dirasakannya, apa yang membuatnya sedih atau gembira, maka dengan meminta ia bercerita akan membuatnya merasa diperhatikan.

5. Bimbing ananda untuk memutuskan sesuatu yang tepat. Jelaskan akibat apa yang akan terjadi jika ia mengambil suatu keputusan, jelaskan sebab dan akibat dari keputusan itu secara sederhana agar mudah dimengerti olehnya.

6. Emosi ananda yang masih belum stabil membuat ia mudah marah. Tunggu sampai ia tenang, baru dekati dan tanyakan apa yang mengesalkan hatinya. Jangan sampai membuat ananda merasa sedang diabaikan atau tak diacuhkan.

7. Saat berkomunikasi dengan anak usia dini, ibu dan ayah tak perlu malu, misalnya harus berperan sebagai badut di depan anak, jika dengan cara itu anak akan lebih bisa memahami dan mengerti apa yang ibu-ayah maksudkan.

Like dan Share bila bermanfaat :) :)

10 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik AnakMeskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tangg...
15/06/2015

10 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.
Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.

Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.
Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.
Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.

[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak s**a kepada anak yang s**a berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang s**a kemewahan, s**a bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.

[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.

[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada p**a yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik

[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.

[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka.

Silahkan Share atau Like jika merasa artikel ini bermanfaat... :) :)

[ 5 Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri ]Umur Berapa Anak Perlu Tidur Terpisah dari Orang Tuanya?Ketika Anak Tertarik S...
15/06/2015

[ 5 Cara Mendidik Anak Agar Bisa Mandiri ]

Umur Berapa Anak Perlu Tidur Terpisah dari Orang Tuanya?

Ketika Anak Tertarik Situs P***o, Bagaimana Orang Tua Meresponsnya?
*
Anak yang Puber Terlalu Cepat Penyebabnya Bisa karena Keturunan
*
Tak Hanya Orang Dewasa, Anak Juga Perlu Tes Laboratorium
Jakarta, Anak yang mandiri tentu sangat membanggakan orangtuanya. Selain tidak selalu mengandalkan orang tuanya, ia akan lebih bertanggung jawab pada kehidupannya.
Sikap mandiri tidak datang sendiri. Untuk menciptakannya dibutuhkan kerja sama antara Anda sebagai orang tua dan anak.
Dikutip dari Boldsky, Sabtu (4/5/2013) ini dia sikap-sikap yang dapat dilakukan untuk menciptakan kemandirian pada anak.

1. Berhentilah Melindungi Anak
Seringkali orang tua tidak ingin anaknya pergi keluar pada malam hari atau pergi sendiri ke sekolah sendiri karena ingin melindungi. Tetapi, untuk mengasuh anak dan menjadikan mereka mandiri, Anda perlu menahan sedikit naluri pelindung Anda, apalagi jika cenderung mengekang. Biarkan anak-anak menggunakan transportasi umum dan biarkan mereka berani keluar dan belajar mengambil risiko untuk diri sendiri.

2.Biarkan Mereka Melihat Kerasnya Kenyataan
Kerasnya kenyataan tidak melulu mengenai pemerkosaan, AIDS, prostitusi, pornografi dan masih banyak lagi. Namun, anak-anak Anda tidak bisa polos selamanya. Mungkinkan mereka untuk melihat berita yang berkaitan dengan topik ini sehingga mereka tahu apa yang terjadi di dunia.

3. Berikan Uang
Anda dapat memberikan anak Anda cukup uang untuk memulai sesuatu dari mereka sendiri. Tetapi, jangan beri mereka terlalu banyak yang membuat mereka terlalu puas. Pastikan bahwa mereka tidak kelaparan tetapi ajarkan juga bahwa anak harus bekerja keras untuk menghidupi kehidupannya.

4. Biarkan Mereka Membuat Kesalahan
Jangan terlalu takut ketika mengetahui anak akan didenda karena berkendara dengan cepat atau gagal ujian. Kebebasan itu mutlak. Tetapi, pastikan Anda mengambil tindakan hukuman yang tepat untuk itu. Jika anak gagal dalam ujian, kurangi uang sakunya. Jika mereka minum-minuman beralkohol dan mengemudi, jangan biarkan mereka berkendara. Hukuman harus relevan dan membuat jera ditempat yang tepat.

5. Dorong Mereka Untuk Mengeluarkan Pendapatnya
Pendapat anak mungkin sedikit berbeda dengan Anda tetapi penting sekali untuk bertanya pendapat mereka. Nah, oleh sebab itu dorong mereka untuk berbicara dan berdebat dengan Anda tentang beberapa hal.

Tetapi ingat, berdebatlah dengan sehat sebab berdebat itu baik. Inilah alasannya mengapa Anda harus membiarkan anak menjadi mandiri. Sudahkah Anda melakukannya? :) :)
sumber detikhealth

Address

Bandung
Jawa
40614

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Solusi Mendidik Anak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share