SDN 1 Jatiluhur

SDN 1 Jatiluhur Halaman Resmi Facebook SDN 1 Jatiluhur Kab. Purwakarta
Official page of SDN 1 Jatiluhur Kab

SDN I Jatiluhur mulai didirikan pada tahun 1975 dan mulai beroperasi pada tahun 1976 dengan nama SDN 2 Cilegong di Desa Cilegong. Pada tahun 2001 SDN 2 Cilegong mengalami rehab total (Bacis Education Project). Dikarenakan terjadi perubahan otonomi daerah pada tahun 2005, maka nama Desa Cilegong berubah menjadi Desa Jatiluhur Kecamatan Jatiluhur dan nama Sekolah Dasar Negeri 2 Cilegong berubah menjadi SDN 1 Jatiluhur karena disesuaikan dengan nama Desa.

13/06/2019
23/07/2015

Selamat Hari Anak Nasional!

01/07/2015

Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Kemdikbud Gedung C Kemdikbud Lt 4 Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270 Call center : 177

11/05/2015
02/03/2015
30/01/2015

SKHUN Akan Dibuat Lebih Informatif dan Deskriptif

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah sistem penilaian hasil Ujian Nasional 2015. Perubahan itu terdapat pada Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang akan dibuat lebih informatif dan deskriptif. Dengan begitu diharapkan SKHUN dapat lebih memberikan manfaat bagi siswa sebagai peserta ujian, orang tua, sekolah, maupun pengelola pendidikan di tingkat pusat, maupun daerah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengungkapkan SKHUN akan menggunakan angka capaian nilai siswa yang sudah mencapai standar kompetensi. "Tidak ada lulus, dan tidak lulus, tapi lebih kepada angka yang sudah mencapai standar kompetensi yang dicapai," ujar Mendikbud, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

SKHUN yang diterima siswa dan orang tua akan berbeda dengan SKHUN yang diterima sekolah dan pemerintah daerah. Untuk siswa dan orang tua, isi SKHUN akan berupa nilai tes, diagnostik untuk perbaikan, kategorisasi, dan deskripsi. Sedangkan untuk sekolah dan pemerintah daerah akan mendapatkan SKHUN yang berisi posisi sekolah atau daerah terhadap rerata siswa lain di sekolah lain, baik di daerahnya maupun di tingkat nasional. SKHUN untuk sekolah dan pemerintah daerah juga akan mencantumkan indeks parametrik yang mengukur perilaku siswa saat tes, dan perkembangan hasil dari tahun ke tahun.

Mendikbud juga mengatakan, penyerahan SKHUN kepada siswa maupun orang tua akan berbentuk dua lembar. Nantinya, SKHUN lembar pertama akan memuat nilai tes masing-masing siswa di tiap mata pelajaran yang diujikan. Tidak hanya itu, lembar ini pun akan memuat nilai UN rerata sekolah, nilai rerata UN secara nasional, dan deskripsi nilai siswa. Adapun deskripsi nilai mencakup empat kategorisasi, yaitu sangat baik, baik, cukup, dan kurang.

"Sehingga, disinilah siswa dapat melihat capaian nilai UN, dan dapat membandingkan dengan rerata nilai UN di tingkat sekolah, bahkan di tingkat nasional," jelas Mendikbud.

Pada lembar kedua, SKHUN akan memuat deskripsi kompetensi siswa terhadap komponen-kompen mata pelajaran yang diujikan. Maksudnya, deskripsi ini akan memberikan penjelasan dan makna lebih kepada siswa, orang tua, guru tentang angka yang didapat di setiap mata pelajaran UN yang diujikan.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mencontohkan, apabila terdapat siswa kelas XII yang mendapatkan nilai 6,5 dengan deskripsi nilai kategori baik untuk Bahasa Indonesia, dia bisa memahami pengertian level kompetensi baik tersebut. Bahkan siswa, orang tua, maupun pengelola pendidikan dapat menyimpulkan kekurangan dan kelebihan siswa pada komponen mata pelajaran itu.

"Misalkan nilainya 6,5. Anak itu bisa membaca koran, namun belum bisa memaknai bacaan tersebut. Itu masing-masing mata pelajaran akan ada deskripsinya," ujar Nizam.

Mendikbud berharap kehadiran SKHUN yang bukan sekedar angka ini dapat digunakan sekolah sebagai bahan untuk perbandingan antarwilayah dan bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Dengan ini, siswa bisa mengetahui apa yang diperlukan dalam proses belajar selanjutnya. Guru pun dapat merencanakan kegiatan mengajar, dan latihan apa yang dapat didukung oleh orang tua di rumah," ujar Mendikbud. (Gloria Gracia/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

(Purwakarta) – Biasanya nama sekolah identik dengan nama kabupaten atau kotanya. Yang membedakan hanya angka di depan na...
29/01/2015

(Purwakarta) – Biasanya nama sekolah identik dengan nama kabupaten atau kotanya. Yang membedakan hanya angka di depan nama kota/ kabupaten itu. Misalkan saja, SMAN 1 Jakarta atau SMAN 23 Yogyakarta. Namun tak demikian dengan di purwakarta. Kabupaten di jawa barat ini resmi mengambil nama tokoh Sunda dan pemimpin terdahulu di purwakarta dan di jawa barat untuk menamai seluruh sekolahnya mulai SD hingga SMA sederajat yang berjumlah 618 sekolah ini. Selengkapnya di http://goo.gl/Hw9u5s

(Purwakarta) – Biasanya nama sekolah identik dengan nama kabupaten atau kotanya. Yang membedakan hanya angka di depan nama kota/ kabupaten itu. Misalkan saja, SMAN 1 Jakarta atau SMAN 23 Yogyakarta. Namun tak demikian dengan di purwakarta. Kabupaten di jawa barat ini resmi mengambil nama tokoh Sunda…

Konsep mengajar secara modern berarti menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran.
28/11/2014

Konsep mengajar secara modern berarti menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran.

Mengajar secara modern tidak harus memakai teknologi canggih. Hal terpenting yaitu memusatkan pembelajaran pada keaktifan siswa.

Address

Jalan Ir. H. Djuanda RT. 014/004 Ds. Jatiluhur
Jatiluhur
41152

Opening Hours

Monday 06:00 - 14:00
Tuesday 06:00 - 14:00
Wednesday 06:00 - 14:00
Thursday 06:00 - 14:00
Friday 06:00 - 14:00

Telephone

+62264231878

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SDN 1 Jatiluhur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SDN 1 Jatiluhur:

Shortcuts

Share