07/04/2026
*BAHAYA GHADAB DAN RIYA*
Sayyidinā Bayazid al-Bistami (q) mengatakan, “Sifat yang paling merusak yang mengotori hati adalah ghadab (kemarahan) dan riyā’ (pamer). Orang yang s**a pamer memiliki akhlak yang sangat buruk, sebagaimana buruknya sifat marah pada diri manusia. Orang yang paling memahami makna dan hakikat riya adalah orang-orang yang ikhlas.”
Salah satu pengikutnya berkata, “Wahai Tuanku! Bagaimana orang-orang yang ikhlas mengetahui tentang riya?”
Beliau menjawab, “Wahai anakku! Orang-orang yang ikhlas juga pernah melewati pengalaman itu, namun merekalah yang diselamatkan oleh Allah dengan melewati tahap tersebut dan kemudian dibawa menuju keselamatan di sisi yang lain.”
Riya adalah penghalang bagi manusia dan merupakan salah satu anak panah setan.
Para Awliyaullah menghabiskan waktu berjam-jam untuk berjuang menghilangkan anak-anak panah yang ditembakkan setan kepada mereka. Engkau tidak akan mencapai keikhlasan jika masih ada satu atom saja sifat pamer dalam dirimu. Pada zaman sekarang, jika seorang profesor, guru, atau penceramah diminta menulis sebuah makalah, ia mengerahkan seluruh kemampuan pikirannya untuk menghasilkan ceramah yang mengesankan agar terlihat bahwa ia mengetahui sesuatu.
Itulah sebabnya Allah berfirman, sebagaimana disebutkan dalam Israiliyat (kitab-kitab terdahulu):
*Qāla Allāhu ‘azza wa jalla: yā ibna Ādam, in futtuka futta kulla syay’.*
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, “Wahai anak Adam! Jika engkau kehilangan tujuan untuk mencapai-Ku, maka engkau telah kehilangan segalanya!” (Ibn Katsir, Tafsir Surat adz-Dzariyat, 5/696)
~Mawlana Shaykh Hisham Kabbani