27/07/2026
Bayi itu diberi nama Nahlah Binti Abdul Azis
*Fajri Al Mughni
Di bawah ridha Allah SWT, Pondok Pesantren Kumpeh Daaru Tauhid (KDT) menapak hari penuh berkah pada 20 Juli 2026.
Angin pagi membawa harum bahagia, dedaunan menari malu-malu, ikan Lampam makin sibuk pamer kelincahan, ikan Patin pura-pura jaga wibawa, ikan Nila mengajak rombongan menyusuri tepian danau KDT, Ikan sapu-sapu kompak naik ke permukaan menyambut tamu jauh dari Mesir, negeri yang berkilau di bawah terik Gurun Sahara.
Prof. Dr. Nahla El Saidy, Penasihat Grand Syaikh Universitas Al-Azhar bidang pemberdayaan perempuan, datang sebagai utusan resmi. Beliau disambut kalungan bunga, silat Melayu Jambi menggelegar di laman pesantren, dan kato bejawab mengalir dari santri ke guru, kata-kata yang lahir dari hati, bagai sungai yang menyejukkan.
Tuan Guru Solahuddin tersenyum lega. Hari itu bukan hanya kunjungan biasa, tapi tamu resmi dari pusat ilmu dunia. Bahagia itu merambat ke Ustadz Abdul Azis; tepat hari itu, lahirlah anak perempuan beliau.
Bayi itu diberi nama Nahlah Binti Abdul Azis, nama yang penuh doa dan harapan, seperti benih yang ditanam di tanah subur, siap tumbuh menjadi pohon yang rindang untuk generasi mendatang.
Halaman KDT ikut merayakan. Burung hinggap, daun menari mengikuti gerak silat, bunga-bunga menunduk menyambut Langkah Dr. Nahlah. Setiap senyum, setiap doa, adalah tali persaudaraan yang mengikat bumi Melayu Jambi dengan tanah Mesir yang jauh.
Hari itu bukan sekadar catatan akademik. Ia adalah pertemuan ilmu dan kasih sayang, sejarah dan generasi baru, doa dan pengabdian. KDT berdiri lebih tegak, bukan sekadar lembaga, tapi rumah cahaya: tempat ilmu, iman, dan berkah berpadu.
Di tengah semua itu, hati para guru dan santri sadar satu hal: ilmu adalah pelita, persaudaraan adalah pohon berakar kuat, dan setiap nama, seperti Nahlah Binti Abdul Azis, adalah doa yang menumbuhkan harapan.
Hari itu berakhir dengan syukur dan doa: semoga ilmu, persaudaraan dan generasi yang lahir selalu di bawah lindungan Allah SWT, seperti mentari yang tak pernah lelah menyinari bumi Jambi.