20/04/2020
Mutiara Nasehat Dari Para Ulama
Edisi Nasehat dan Renungan dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailany rahimahullah
Syaikh Abdul Qadir al-Jailany rahimahullah berkata :
Bersabarlah Dalam Ujian
"Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui segala macam bentuk musibah yang diderita orang yang bersabar demi diri-Nya. Karena itu, bersabarlah bersama-Nya sesaat saja, maka kalian akan mendapati kelembutan-Nya dan karunia-Nya selama beberapa tahun."
Ingatlah Allah dan Jangan lupakan
"Janganlah kalian melupakan Allah, dan jangan kalian melalaikan-Nya kecuali setelah kematian datang menjemput kalian. Sebab mengingat-Nya setelah waktu itu, tidak lagi bermanfaat bagi kalian. Ingatlah diri-Nya sebelum kalian bertemu dengan-Nya. Ingatlah diri-Nya sebelum kalian di ingatkan oleh penderitaan yang menimpa kalian, lalu kalian menyesal pada saat penyesalan itu sendiri tidak berguna lagi bagi kalian."
Memperbaiki Hati
"Perbaikilah hati kalian. Sebab ketika hati menjadi baik. Maka baiklah semua hal yang berkaitan dengan diri kalian."
Cara Memperbaiki Hati
"Hati menjadi baik dengan bertakwa dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mentauhidkan-Nya, dan beramal hanya kepada-Nya. Sebaliknya, hati menjadi rusak dengan tidak adanya semua hal tersebut."
Hanya karena Allah
"Wahai orang - orang yang beriman, jadikanlah diri kalian untuk Allah Ta'ala sebagaimana orang - orang shaleh, menjadikan diri mereka hanya untuk-Nya. Sehingga kalian memperoleh apa yang mereka juga peroleh. Jika kalian ingin Allah memperhatikan kalian, maka sibukkanlah diri kalian dengan berbuat ketaatan kepada-Nya, bersabar karena-Nya, dan ridha dengan takdir-Nya pada kalian dan orang lain."
Nasehatilah Dirimu Sendiri
"Wahai saudara ku, nasehatilah dirimu sendiri terlebih dahulu. Setelah itu, baru kamu menasehati orang lain. Khususkan nasehat itu kepada dirimu terlebih dahulu, dan jangan beralih kepada orang lain, padahal pada dirimu sendiri masih ada sesuatu yang harus kamu perbaiki."
Zuhud Terhadap Dunia
"Hendaklah orang yang beriman bersikap zuhud terhadap dunia dan mengambil bagian dunia mereka dengan takwa dan wara'. Kemudian mereka mencari akhirat dan beramal dengan amalannya. Hendaklah mereka melawan diri mereka sendiri dalam mentaati Rabb mereka."
Pembimbing Manusia
"Orang yang dapat mengembalikan manusia kepada Allah Ta'ala hanyalah orang - orang yang mengenal-Nya (dengan baik). Sebab, bagaimana mungkin orang yang tidak mengenal-Nya bisa memberi petunjuk kepada orang lain tentang bagaimana cara kembali kepada-Nya?"
Ketahuilah bahwa yang dapat membimbing manusia hanyalah orang yang bisa melihat kondisi (bijak), dan yang dapat menyelamatkan orang dari lautan yang dalam hanyalah perenang yang baik."
Jujurlah dalam keimanan
"Celakalah kamu,. Kamu mengaku sebagai hamba Allah, tetapi kamu taat kepada selain-Nya. Lisan mu mengaku bertakwa, tetapi hati mu berbuat dosa. Lisan mu mengucapkan syukur, hati mu melakukan kekufuran.
Andaikan kamu benar - benar hamba-Nya, pasti kamu akan menjauhkan diri dari selain-Nya dan berpaling dari selain-Nya.
Orang yang benar benar beriman tidak akan mentaati jiwanya, syaithan dan hawa nafsunya. Ia tidak kenal syaithan, apalagi mentaati syaithan. Ia juga tidak peduli dengan dunia, ia mencari akhirat. Jika ia mendapat dunia, maka ia meninggalkan nya dan berpaling kepada Allah Ta'ala, beribadah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan sepanjang waktu. Wahai pencari sesuatu selain Allah, gunakanlah akalmu. Apakah ada sesuatu yang diluar kekuasaan-Nya?"
Dimana Letak Syukur mu
"Wahai Saudara ku, bersyukurlah kepada Allah Ta'ala atas segala nikmat-Nya kepada mu dan ketahuilah bahwa seluruh nikmat itu berasal dari-Nya.
Akan tetapi, dimanakah rasa syukur kalian?
Wahai para pencari nikmat-Nya,
Terkadang kalian menganggap nikmat-Nya berasal dari selain-Nya.
Terkadang kalian menganggap nikmat-Nya hanyalah sedikit, lalu kalian menunggu - nunggu sesuatu yang tidak diperuntukkan bagi diri kalian.
Dan terkadang kalian menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya.
Wahai saudara ku, kalian harus bertakwa kepada-Nya, mengikuti aturan aturan-Nya, menentang jiwa yang buruk, melawan hawa nafsu, syaithan dan teman yang buruk."
Melawan Nafsu, Tabi'at Buruk dan Syaithan
"Untuk mengatasi hawa nafsu, kamu harus menguasainya dan jangan biarkan di menguasai mu.
Sedangkan terhadap tabi'at buruk, kamu tidak boleh berteman dengannya sebab ia seperti anak kecil yang tidak berakal, jadi kenapa kamu harus belajar dari anak kecil dan kenapa kamu mau menerima perintahnya?
Adapun Syaitan, dia adalah musuh mu dan musuh bapak mu, Adam Alaihissalam.
Jadi mengapa kamu harus merasa tenang bersama nya dan menerima nya dengan tangan terbuka, padahal antara kamu dengan nya ada hutang darah dan permusuhan sejak dahulu kala?
Janganlah kamu merasa aman dari syaithan, sebab ia adalah pembunuh ayah dan ibu mu. Sebab jika kamu memberinya kesempatan kepadanya, ia akan membunuh mu, sebagaimana ia membunuh kedua orangtua mu dulu."
Nasehat Saat Sakit
"Wahai Saudara ku, jika kamu tertimpa suatu penyakit.
Maka terimalah ia dengan tangan kesabaran, dan tenanglah sampai obatnya datang.
Ketika obatnya datang, maka terimalah dengan tangan kesyukuran.
Jika kamu berada dalam kondisi seperti ini, berarti kamu berada dalam kehidupan yang ringan (mudah)."
Keridhaan Allah
"Wahai saudara ku, jangan sampai keinginan mu hanya tertuju pada apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu pakai, apa yang kamu nikahi, apa yang kamu tempati, dan apa yang kamu kumpulkan. Karena semua itu hanyalah keinginan hawa nafsu dan watak mu saja. Lalu dimanakah keinginan hati dan jiwa yang bentuknya adalah untuk mencari keridhaan Allah Ta'ala?"
Engkau Telah Berdusta
"Wahai pendusta, kamu mencinta Allah Ta'ala hanya pada saat kamu mendapatkan kenikmatan-Nya saja. Namun ketika cobaan datang kepada mu, kamu lari kepada selain-Nya seakan - akan Dia bukanlah kekasih mu.
Seorang hamba dapat diketahui, apakah ia benar mencintai-Nya atau tidak, ketika ia mengalami musibah.
Jika saat musibah dari-Nya datang dan kamu tetap kokoh pada kondisi semua, berarti kamu benar mencintai-Nya. Namun jika sikap mu berubah, maka jelaslah kedustaan mu dalam mencintai-Nya."
Disusun oleh
Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny
Desa Merlung, 20 April 2020 M
Disadur dari kitab al-Fath ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani, edisi terj Buku Petunjuk Bagi Orang - Orang yang Menginginkan Pertolongan dan Rahmat Allah, tema Jangan Menentang Takdir Allah. Pustaka Sahara, Cet 4 Thn 2013. Judul nasehat tambahan dari penyusun. Semoga bermanfaat.