SKAP Training & Consultant

SKAP Training & Consultant

Share

Training Consultant

04/02/2026
04/02/2026
18/01/2026

CEOR Project Management Highlights

Pernah dengar soal Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR)? 👀

Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) adalah salah satu metoda pengambilan minyak bumi tahap ketiga – setelah tahap primary dan secondary recovery - yang mempunyai peran penting dalam usaha mencapai swasembada energi negara kita.

Melalui training series 003 ini, kita akan membahas CEOR Project Management Highlights. Peran yang sangat penting dalam project CEOR - meliputi Feasibility Study, Pilot, Development & Operations - akan membahas aspek Framework & Who Does What. Sesi ini juga akan membicarakan aspek Operations Readiness & Assurance untuk mempersiapkan tahap operasional CEOR agar bisa berlangsung safely, reliable & predictable outcomes.

Sesi ini akan dibawakan oleh bpk. Sadono, seorang praktisi dalam bidang Project Management, Operations & Maintenance dan LSS Continuous Improvement.

Catat tanggalnya ya!
🗓 Sabtu, 24 Januari 2026
⏰ 09.00 – 11.00 WIB
📍Zoom Meeting
Meeting ID: 810 5899 4574
Passcode: 31474

05/01/2026

Dear friends...
Data dibawah ini menarik dan saya bahas dalam diskusi webinar "Stress dan Cara Jitu Mengelolanya" kemaren Sabtu.
👇👇👇

STRES, DEPRESI, DAN RISIKO BUNUH DIRI
(Gambaran Singkat Berbasis Data – Bahan Penunjang Penjelasan)
1️⃣ Gambaran Umum (Fakta Inti)
Secara global, sekitar 725.000–800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. Artinya, hampir 2.000 orang per hari. WHO menempatkan bunuh diri sebagai salah satu penyebab kematian utama usia 15–29 tahun, yaitu usia sekolah, kuliah, dan usia kerja awal.
Lebih dari 75% kasus terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Ini menunjukkan bahwa tekanan hidup, ekonomi, dan sosial berperan besar.
Di Indonesia, WHO memperkirakan sekitar 3.000–3.500 kasus bunuh diri per tahun. Angka resmi yang tercatat lebih rendah (sekitar 1.200-an kasus pada 2023), namun para ahli sepakat bahwa kasus bunuh diri di Indonesia sangat underreported karena stigma, budaya diam, dan keterbatasan pencatatan.
Yang penting dicatat: 80–90% kasus bunuh diri berkaitan langsung dengan stres berat, depresi, kecemasan, dan gangguan mental lainnya.
2️⃣ Penekanan untuk Gen Z & Usia Muda
Kelompok usia 15–29 tahun adalah kelompok paling rentan. Tekanan akademik, tuntutan sosial, masalah identitas, ekonomi, dan perbandingan di media sosial membuat banyak anak muda:
merasa gagal,
merasa sendirian,
dan kehilangan harapan.
Bunuh diri hampir tidak pernah terjadi tiba-tiba. Biasanya diawali oleh stres yang lama, kelelahan mental, dan depresi yang tidak dibicarakan. Karena itu, ruang aman untuk bercerita dan meminta bantuan sangat menentukan.
3️⃣ Penekanan untuk Pekerja & Orang Dewasa
Pada usia kerja, stres paling sering dipicu oleh:
tekanan pekerjaan,
masalah ekonomi,
konflik keluarga,
dan rasa tidak berdaya.
Negara seperti Jepang dan Korea Selatan menunjukkan bahwa stres kerja kronis bisa berdampak fatal jika tidak dikelola. Indonesia memang angkanya terlihat lebih rendah, tetapi tren kasus meningkat dari tahun ke tahun, terutama setelah pandemi.
Pesannya jelas: mengelola stres bukan soal lemah atau kuat, tapi soal bertahan hidup secara sehat.
4️⃣ Penutup Empatik & Religius
Dalam perspektif kemanusiaan dan keimanan, hidup adalah amanah yang sangat berharga. Ketika seseorang berada dalam depresi berat, ia sering tidak butuh nasihat panjang, tetapi didengar, dipahami, dan ditemani.
Mencegah bunuh diri bukan hanya tugas tenaga medis, tapi tugas kita semua:
lebih peka, lebih peduli, dan berani membuka percakapan tentang stres dan kesehatan mental.
Karena satu kalimat empatik, satu telinga yang mau mendengar, bisa menjadi pembatas antara hidup dan keputusasaan.

ZR

04/01/2026

Reminder untuk Gen Z:

Apa yang terjadi kalau stress dibiarkan terlalu lama?
Karena stress itu pada dasarnya sinyal, bukan musuh. Tapi kalau sinyalnya diabaikan terus, tubuh dan pikiran kita mulai mengalami kerusakan pelan-pelan.

-Pertama, dampak fisik.
Stress yang berkepanjangan bisa membuat kita mudah sakit, sering pusing, tegang otot, gangguan tidur, bahkan masalah pencernaan.
Tubuh sebenarnya sedang berkata, ‘Aku capek, tolong istirahat.’

-Kedua, dampak mental dan emosional.
Ini yang sering tidak terlihat: perasaan kosong, kehilangan motivasi, mudah tersinggung, sulit merasa senang, dan sering overthinking.
Kalau dibiarkan, bisa berkembang menjadi kecemasan atau depresi.

-Ketiga, dampak perilaku dan produktivitas.
Kita jadi gampang menunda, sulit fokus, atau tidak bisa menyelesaikan hal sederhana yang biasanya mudah.
Ini bukan malas — ini tanda otak sedang overload.

Dan kalau semua ini berlangsung dalam waktu lama, muncullah kondisi yang disebut burnout.
Burnout bukan sekadar lelah. Burnout adalah kondisi ketika energi fisik, mental, dan emosional habis sekaligus, dan istirahat 8 jam pun tidak menyembuhkannya.

Karena itu penting sekali untuk mengenali tanda-tanda awal stress dan mengelolanya sebelum masuk ke fase yang lebih berat.”

Note: Ini bahagian dari materi training "Stress dan Tehnik Jitu Mengelolanya" oleh ZR

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Bintaro Selatan
Jakarta
12330