International Studies Centre

International Studies Centre

Share

DP 100 Jt Rp ditransfer ke :
Bank : BCA,KCP PI
A/n : Dr.Dharmayuwati Pane,
No Rek: 2371-381-921.

Int.Studies Centre (ISC) memberikan jasa pelayanan pengiriman anak lulusan SMA/SMK/S1 untuk melanjutkan studi di kota pilihan di Jerman Barat & kursus bahasa Jerman dengan harga paket
. Melayani jasa konsultasi pendidikan, pengiriman lulusan SMA/SMK/S1 melanjutkan studi di Jerman dengan sistem biaya paket 300 Jt Rp sudah termasuk semuanya dari pembukaan rekening deposito uang jaminan di Deutsche

Photos 22/06/2017

Yuuuk buruan daftar Paket Studi di Jerman bersama International Studies Center (ISC) Cibubur dekat Mall Cibubur Junction, dan persiapan kursus intensif bhs Jerman awal Juli, berangkat September 2017..Telp 021-8716894 atau WA :0816-952606..

Yuuuuk segera daftar paket "Studi di Jerman" melalui International Studies Center (ISC), Telp. 021-8716894/8704964 (Mr.Awal) atau di WA :0816-952606 (Ms Wati).

Dharmayuwati Pane, Dharmayuwati Pane Kedua

Photos 13/06/2017

Lulus SMA sedang cari Perguruan Tinggi dan belum tahu lanjut kemana dan yang lulus S1 mau lanjut S2 dan S 3?? Yuuk Studi di LN, ikutan paket 'Studi di Jerman" melalui Paket Studi di International Studies Centre (ISC) dengan harga paket 300 Jt all in untuk tahun pertama yng sdh termsk jaminan deposito 130 Jt a/n siswa tuk hidup setahun penuh, dan tahun selanjutnya hanya biaya hidup setahun yng sebesar 130 Jt yang sdh ditetapkn Pemerintah Jerman yang disimpan di Bank Jerman sebagai persyaratan mendptkn ijin tinggl tiap tahun..Biaya ini bisa ditutup dengan bekerja sambilan paruh waktu selama kuliah dan penuh waktu di masa liburan musim panas 3 bln.TIDAK ADA BIAYA KULIAH ALIAS GRATIS..Tunggu apalagi,kursus bhs Jerman intensif sdh termsk dlm paket di ISC Cibubur dimulai awal Juli ini dan rencana berangkat bln September.. Yuuk buruan daftar dn hub 021-8716894 atau WA : 0816-952606 atau HP:0822-97704724 (Ms.Wati Pane)..

Yuuuuk segera daftar paket "Studi di Jerman" melalui International Studies Center (ISC), Telp. 021-8716894/8704964 (Mr.Awal) atau di WA :0816-952606 (Ms Wati).

Dharmayuwati Pane, Dharmayuwati Pane Kedua

Photos 03/05/2017

Yuuuuk segera daftar paket "Studi di Jerman" melalui International Studies Center (ISC), Telp. 021-8716894/8704964 (Mr.Awal) atau di WA :0816-952606 (Ms Wati).

Dharmayuwati Pane, Dharmayuwati Pane Kedua

Photos 03/05/2017

Perkenalkan Saya Siswa Persiapan “Studi di Jerman” di International Studies Center (ISC) di Cibubur

Oleh Kya Maldini Hill

Siapa sih yang tidak ingin KULIAH GRATIS di Luar Negeri (LN) tanpa harus mendapatkan beasiswa terlebih dahulu dan hanya biaya hidup sehari-hari saja??. Apalagi di Perguruan Tinggi (PT)/Universitas di Jerman? Impian saya sejak bangku SMP adalah Studi di Luar Negeri, dan pilihan saya jatuh pada negara Jerman. Inilah beberapa alassan saya kenapa memilih negara Jerman sebagai tempat studi setelah lulus SMA nanti.

Pemerintah Jerman memang telah mensubsidi penuh semua Universitas /Perguruan Tinggi (PT) negeri secara keseluruhan. Hal ini dilakukan agar orang–orang di Jerman memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan warga miskin dapat menikmati bangku kuliah. Dengan begitu, mereka dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Dan tentunya akan berdampak pada kesejahteraan rakyatnya. Mahasiswa asing di Jerman dapat menikmati hal yang sama, karena nantinya akan terbentuk jaringan alumni Jerman yang akan tetap memelihara hubungan dengan almamater di Jerman, karena telah menikmati pendidikan berkualitas, “Made in Germany” dan akan mempromosikan industri Jerman di negaranya masing-masing..

Saya, Kya Maldina Hill atau yang biasa dipanggil Kya ingin membuktikan bahwa kuliah di Jerman memang GRATIS. Saya nantinya hanya akan membayar paket semester saja, jumlahnya sangat minim . Dan paket biaya admin tersebut sudah berupa tiket kereta, kemana-mana gratis dan membayar organisasi kampus yang diikuti. Jadi, sebenarnya semuanya benar–benar gratis karena pembayaran tersebut nantinya akan digunakan untuk diri sendiri.

Saya adalah siswa kelahiran Jakarta, namun sekarang ini tinggal di Citra Grand Cibubur masuk wilayah Bogor, akan studi ke Jerman pada bulan Juli 2018 nanti. Saat ini baru naik ke kelas XII dan sedang mempersiapkan diri kursus Bahaasa Jerman di International Studeis Center (ISC) Cibubur 3 x seminggu, selama 4 x 45 menit per sesinya. Karena untuk bisa kuliah di Universitas di Jerman, saya menggunakan jasa International Studies Center (ISC) Cibubur dan membayar harga paket.Lihat website ISC di FB: www.facebook.com/Dr.D.Pane. atau hub WA:0816-952606 (Ms.Wati). . Sebuah jasa yang menawarkan untuk mempermudah mencari Universitas/PT di Jerman , harga paket sudah termasuk semuanya dari mulai melegalisir/menerjemahkan dokumen, urus visa, tiket pesawat, biaya kursus bahasa Jerman sampai level minimal B1 , kalau bisa B2, booking sekolah bahasa lanjutan di Jerman selama 3 bulan pertama , sewa aprtemen 3 bulan pertama,jaminan hidup setahun dideposito di Bank Jerman a/n siswa, daftar ulang, tiket makan dan transportasi, asuransi kesehatan, ijin tinggal setahun, ujian masuk Studienkolleg dll. Dengan paket Studi di Jerman melalui ISC, saya sudah tidak perlu repot –repot lagi, tinggal berangkat ke Jerman dan langsung belajar disana. Selain itu saya tidak sendirian, karena ketika berangkat nanti ke Jerman, ada beberapa teman juga yang akan berangkat, karena mereka juga telah mengambil paket ISC. Mengingat banyaknya fasilitas yang ditawarkan oleh ISC yang sangat mempermudah persiapan ke Jerman, maka budget yang harus dipersiapkan pada tahun pertama lumayan besar, namun sebuah investasi yang sangat berguna dan sebagian besar dana untuk dideposito di Buku tabungan siswa di bank Jerman untuk persyaratan jaminan hidup selama setahun yang telah ditetapkan besarannya oleh pemerintah Jerman. Karena waktu perisapan yang panjang, maka biaya paket studi bisa dicicil 6 x dan penguasan bahasa Jerman bisa sangat baik. Pada tahun kedua nanti di Jerman, siswa sudah bisa mandiri secara finansial dengan bekerja paruh waktu selama kuliah dan penuh waktu ketika liburan panjang di Musim Panas.. Jadi investasi pada tahun pertama yang dibayarkan ke ISC akan cepat kembali.Link kerja akan diberikan oleh ISC.

Kalau sudah di Jerman, sebelum masuk ke Universitas/PT harus melewati Studienkolleg dulu, karena sekolah di Jerman lamanya 13 tahun, bukan 12 tahun. Program ini sama seperti SMA hanya diajarkan dalam bahasa Jerman, jadi berbeda bahasa saja dan hanya diajarkan 5 mata pelajaran saja. Di Studienkolleg sendiri terdiri dari kelas-kelas disesuaikan jurusan yang akan diambil nantinya di Universitas yaitu M -Kurs untuk Kedokteran , W-Kurs untuk anak IPS, dan T-Kurs. untuk anak Tehnik dan S-Kurs untuk anak jurusan Bahasa asing .

Untuk saya sendiri karena melalui paket lengkap ISC natinya bila sudah berada di Jerman hanya tinggal mengikuti ujian penempatan di Studienkolleg saja dan belajar bahasa Jerman. Jadi saya sudah membayar administrasi Studienkolleg tsb melalui organisasi ISC Cibubur. Dan saya akan diberikan waktu satu tahun untuk belajar di Studienkolleg tsb dan bila lulus ujian,atau hanya satu semester, bila penguasaan bahasa Jerman sudah sangta baik, baru bisa mulai dengan jurusan studi yang dipilih di Universitas/PT Jerman.

Sebelum ke Jerman, saya harus mempersiapkan diri dengan baik dan belajar tekun bahasa Jerman di ISC dan semua biaya sudah termasuk dalam harga paket “Studi di Jerman” dari ISC di Cibubur. Untuk mencari apartemen/asrama di Universitas Jerman tidaklah mudah karena sesui dengan waiting list. Jadi, kita harus menunggu ada yang keluar baru bisa mendapatkan kamar/apartemen di asrama mahasiswa yang harganya lebih murah. Karena sudah membayar harga paket di ISC, maka saya sudah dicarikan apartemen di dekat Studienkolleg/kampus di Jerman selama 3 bulan pertama. Untuk makan setiap hari, bisa pergi ke restoran mahasiswa yang namanya Mensa dan dengan harga murah bisa membeli tiket makan dan tiket transportasi, ini semua sudah diinfokan dari ISC.

Meskipun saya beragama Islam dan berjilbab, nantinya saya tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari teman sesama Muslim dari berbagai negara dan mesjid juga biasanya terletak dekat kampus, hanya perlu berjalan kaki saja. Juga Kya tidak akan mengalami masalah untuk beribadah pada jam-jam kuliah bersama anak Indonesia dan asing yang beragama Islam..

Soal keramahan, orang Jerman semuanya sama saja seperti di negara manapun, tergantung pada pribadi masing –masing. Namun gaya bicara orang Jerman adalah spontan. Jadi, jika mereka bilang itu jelek ya jelek, kalau bilang bagus ya bagus. Mereka juga jarang untuk bercanda atau sekedar basa basi seperti orang Indonesia. Sifat mereka sangat individual seperti bekerja sendiri, jarang mereka untuk mengajak belajar berkelompok. Mereka jarang mau memulai percakapan terlebih dahulu, jadi kita yang harus lebih pro-aktif menegur atau minta tolong terlebih dahulu. Orang Jerman bila diminta bantuannya akan menolong dengan senang hati, bila sudah kenal, bisa menjadi teman baik kita seumur hidup.

Alasan lain mengapa saya memilih kuliah di Jerman, selain gratis, adalah sistem pendidikannya yang sangat bagus. Saya nantinya ingin masuk jurusan Jurnalistik, Politik atau Hubungan Internasional. Sudah rahasia umum pendidikan di Bidang apapun di Universitas Jerman sangat berkualitas.Menurut info orang-orang Jerman kebanyakan sangat kreatif dan kompeten, para Dosennya minimal berlatar pendidikan Strata 3. Ditambah lagi dengan pengalaman mengajar bertahun-tahun.. Bukan hanya teori yang akan dipelajari para mahasiswa di Universitas Jerman , namun kreativitas, inovasi dan logika mereka juga dirangsang dengan baik. Ketika mendapat tugas mereka tidak ingin hanya mendapatkan dari apa yang Dosen sampaikan, tetapi juga keingintahuan yang lebih melalui membaca buku, atau browsing internet.Semua Universitas Jerman dilengkapi dengan fasilitas IT dan Internet lengkap dan GRATIS.

Saya nantinya akan bisa belajar berbagai bahasa dari teman–temannya. Semakin ingin bersaing dengan mereka. Motivasi, inovasi dan kreativitasnya sangat terpacu karena tidak ingin tertinggal dari temannya. Selain itu Kya bisa berbagi ilmu dan mempelajarinya. Saya juga akan memiliki teman dari berbagai negara yang berwawasan luas dan internasional dan yang akan berdampak baik pada kehidupan ke depannya di dunia kerja. Selain itu saya pastinya bisa meminta bantuan atau informasi mengenai pekerjaan di sana, banyak tersedia organisasi dan Institusi lokal maupun internasional yang dengan senang hati membantu, berkariri itu bisa dimana saja dan kapan saja, tidak terbatas waktu dan ruang. Beasiswa untuk program S2 dan S3 berlimpah dari berbagi Institusi. Pesan saya untuk siswa baru di ISC, harus ingat budaya Eropa, khususnya Jerman dengan Indonesia sangat berbeda. Karena itu jangan setengah- setengah bila ingin kuliah di Jerman. Jangan sampai kuliah berhenti ditengah jalan nantinya, pastikan untuk mempersiapkan diri, mental dan mind-set serta belajar bahasa Jerman dengan sebaik mungkin. terutama siapkan mental dengan kuat dan ikuti pelatihan di ISC, karena untuk mendapat nilai "LULUS" di Universitas Jerman nantinya tidak mudah, apalagi Dosen di Jerman bicaranya langsung dan s**a mengeritik kita.. Jadikan hal itu motivasi untuk terus bertahan dan belajar giat,berdisiplin tinggi, ulet, dan kerja keras, agar bisa Lulus dan sukses studi dan hidup di Jerman.(ISC Cibubur, 3 Mei 2017).

di FB dengan nama sama : Kya Maldini Hill

Photos from International Studies Centre's post 02/05/2017

Ingin Sekali Bisa “Studi di Jerman”GRATIS UANG KULIAH, dan Caranya??
Ditulis oleh DR.Dharmayuwati Pane

Sejak paket program “Studi di Jerman” dipromosikan via Internet dan website di FB serta status-status saya di Medsos, maka banyak teman yang masuk ke Inbox saya dengan berbagai pertanyaan terkait proses apa saja yang harus dilalui sampai bisa mewujudkan impian melanjutkan “Studi di Jerman yang GRATIS dan biaya hidupnya jauh lebih murah daripada di negara Anglo Saxon. Nah berikut ini adalah point-point penting tentang kuliah di Jerman berdasarkan pengalaman saya ditulis secara komprehensif:
1. Kualitas Universitas di Jerman itu relatif sama bagusnya untuk berbagai jurusan. Jadi, pertanyaan Universitas mana yang paling bagus atau terbaik itu adalah pertanyaan yang TIDAK relevan.Memang tetap ada perbedaan kualitas antara jurusan A di Universitas X dengan jurusan A di Universitas Y, tapi itu bukan faktor yang penting untuk dipertimbangkan secara serius, karena perbedaan kualitasnya tetap relatif kecil. Semua Perguruan Tinggi (PT)/Universitas di Jerman , baik yang di kota besar maupun di kota kecil sama bagus,fasilitasnya sama lengkap, dan para Dosen minimal S3, karena disubsidi penuh oleh Pemerintah Jerman.
2. Yang terpenting kuliah di Jerman itu adalah siswa DITERIMA studi, terserah di Universitas manapun dan kemudian MAMPU lulus. Ingat ini yang terpenting: diterima dan mampu lulus, jadi tidak penting di kota mana kuliahnya! Yang terpenting kuliah di Jerman itu harus tekun dan rajin, dan jangan anggap remeh masalah pasti akan lulus kuliah di Jerman. Pendidikan di Jerman itu amat baik dan standar nya tinggi. Untuk bisa lulus ujian mahasiswa dituntut harus memenuhi standar kelulusan yaitu bisa menjawab 65% dari soal! Artinya, skor mahasiswa dalam ujian harus 65% baru diluluskan oleh Professor nya. Jika mahasiswa 3 kali tidak lulus pada mata kuliah yang sama maka dia bisa dipastikan akan di-D.O tanpa ampun!..Mengulang hanya bisa di Universitas di negara bagian yang berbeda.
3. Mahasiswa Indonesia sangat dianjurkan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mahasiswa itu sendiri dan ilmunya itu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia serta bisa dimanfaatkan saat nanti kembali ke Tanah Air. Jangan pilih jurusan yang terlalu canggih yang kemudian ketika kembali ke Indonesia belum diperlukan, kecuali, memang punya tujuan untuk berkarir di Eropa.
4. Yang penting lainnya adalah mahasiswa harus tahu terlebih dahulu apakah ingin menjadi Praktisi atau Akademisi. Jika sangat ingin jadi Praktisi maka pilih lah FH (Fachhochschule). Kuliah di FH bisa sampai jenjang S2 tetapi akan sulit lanjutkan ke S3, harus melamar ke Universitas dulu. Hanya industri biasanya lebih s**a lulusan FH yang banyak prakteknya dari pada lulusan Perguruan Tinggi (PT)/Universitas yang lebih banyak teorinya.
Oleh karena itu bagi lulusan FH yang ingin jadi akademisi sampai S3 maka dianjurkan ambillah program S3 tsb di Universitas. Untuk menjadi akademisi sebaiknya tidak ambil FH karena lulusan FH akan sulit lanjutkan studi sampai jenjang S3, karena adanya persyaratan tambahan. Khusus untuk bidang Teknik maka pilihan yang paling ideal buat para mahasiswa, baik yang ingin jadi Praktisi ataupun Akademisi, untuk daftrakan diri ke TU (Technische Universität). Kuliah di TU ini menekankan pada keduanya, di bidang praktisi dan juga kuat di akademisi.

5. Kuliah di Jerman untuk yang NEGERI semuanya relatif gratis. Apalagi untuk perkuliahan dalam Bahasa Jerman maka hampir semuanya GRATIS , baik yang dari program S1 sampai dengan S3. Untuk yang kuliahnya dalam Bahasa Inggris pun untuk level S1 hampir semuanya gratis. Hanya saja program bahasa Inggris ditawarkan tidak di semua kota. Perguruan Tinggi (PT)/Universitas SWASTA sedikit sekali jumlahnya dan biasaya berbayar. Untuk level S2 dalam Bahasa Inggris di PT/Universitas Negeri pun ada kuliah yang berbayar terutama jika mahasiswa ambil program MBA kelas Internasional, tetapi untuk jurusan lainnya selain MBA kebanyakan program studinya gratis pada level S2 meskipun itu dilakukan dalam Bahasa Inggris. Kalaupun dikenai biaya, sangat minim.. Pada berbagai jenjang studi dan berbagai jurusan juga ditawarkan program dalam Bahasa. Inggris maupun Bahasa. Jerman . Tentu saja jurusan yang ditawarkan dalam Bahasa Jerman jauh lebih banyak dari pada program internasional, kebanyakan dalam Bidang Manajemen dan dikenai biaya administrasi per semester, tidak mahal.. Hanya saja untuk Program S3 biasanya menggunakan Bahasa Inggris dan bahasa Jerman sekaligus.
6. Beasiswa level S1 untuk kuliah di Jerman relatif TIDAK ada dikarenakan kuliahnya sudah GRATIS.. Sementara untuk level S2 dan S3 beasiswa atau kerja sebagai peneliti tersedia berlimpah dari berbagai Institusi dan Organisasi. Beasiswa studi di Jerman untuk S3 misalnya sekitar 1200 Euro (tanpa keluarga) sampai dengan 1.400++ Euro (dengan keluarga). Jika mahasiswa kerja dengan Professor penuh waktu maka biasanya bisa berpenghasilan antara 2000 sampai dengan 2.400 Euro per bulan.
7. Biaya hidup di Jerman untuk seorang mahasiswa berkisar antara: 600-750 Euro per bulan minimalnya. Ini sudah mencakup biaya hidup, makan, akomodasi, serta juga biaya transportasi dan kebanyakan mahasiswa dapat “Semester Tiket” sehingga mereka bisa gratis menggunakan fasilitas transportasi publik yang begitu bagus selama studinya. Selain itu juga biaya diatas sudah mencakup biaya asuransi kesehatan yang fasilitasnya sangat bagus. Mahasiswa WAJIB memiliki asuransi dan biasanya dengan kartu mahasiswa iuran nya tidak mahal dan itu berlaku juga sebagai kartu diskon untuk berbagai fasilitas olahraga dan hiburan di luar Universitas.
8. Jika seorang mahasiswa memilih kuliah dalam Bahasa Jerman maka level Bahasa Jerman nya minimal harus lulus ujian C1, untuk yang berijazahkan S1 dan minimal B1/B2 untuk yang berijazahkan SMA/SMK.. Jika mahasiswa mengambil kuliah dalam Bahasa. Inggris maka selain TOEFL standar 550, dia juga harus lulus level Bahasa Jerman level B1 paling minimal. Urutan level Bahasa Jerman dari yang terendah ke yang paling tinggi adalah: A1, A2, B1, B2, C1, C2, persiapan bisa saja di ISC, karena sudah termasuk dalm harga paket dan ujiannya bisa dilakukan di Goethe Institut Jakarta.Untuk belajar Bahasa . Jerman wajib dilakukan sampai level minimal B1 dan itu di lakukan di ISC, Cibubur-Indonesia. Hal ini adalah cara yang terbaik untuk mempelajari Bahasa Asing termasuk Bahasa Jerman maka tingkat dasarnya belajar di Indonesia dulu dan diajari oleh Guru Bahasanya orang Indonesia dan yang berkualitas serta berpengalaman serta diajarkan dalam Bahasa. Indonesia sehingga akan lebih mudah memahaminya. Baru setelah lulus B1 atau B2 kemahiran berbahasa Jerman dilanjutkan 3 bulan di Jerman, sudah termasuk dalam harga paket penawaran “Studi di Jerman” dari ISC,Cibubur yang bisa dihubungi di No Telp:021-8716894/ 8704964 dan WA di: 0816-952606 (Ms.Wati)..
9. Mahasiswa dimungkinkan kuliah sambil kerja di Jerman. mahasiswa punya kesempatan kerja Full Time selama 90 hari saat liburan Summer dan bisa berpenghasilan 1.500-2.000 Euro per bulan jika sedang nasib baik dapat kerja full time di musim liburan panas. Mahasiswa bisa memilih opsi kerja paruh waktu dimana hak bisa kerja setiap mahasiswa dalam setahun itu selama 180 hari kerja paruh waktu Opsi lainnya mahasiswa bisa kerja sepanjang tahun asal per bulan penghasilannya tidak lebih dari 500 Euro/bulannya, diatas itu dikenai pajak .Dianjurkan untuk bisa membagi waktu antara kuliah dan bekerja, karena kuliah dalam bahasa Jerman yang bukan bahasa Ibu memerlukan ketekunan dan kerja keras.
10. Filosofis pendidikan di Jerman itu „link and match“ artinya keterikatan dengan industri itu kuat. Usahakan anda bisa ambil Praktikum, Apprenticeship atau mengerjakan Thesis yang bisa dikaitkan dengan perusahaan. Ini akan membuat mahasiswa punya 3 keuntungan:
(1) Mahasiswa dapat pengalaman kerja nyata di Perusahaan
(2) Mahasiswa mendapatkan gaji, jika Praktikum sekitar 500-600 Euro per bulan, jika Apprenticeship atau sedang dalam rangka kerjakan Thesis bisa berpenghasilan lebih antara 600-1.000 Euro per bulan.
(3) Selain itu jika mahasiswa itu dianggap kerjanya bagus oleh perusahaan maka saat lulus langsung diminta untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Hanya syarat untuk bisa dapat tempat Praktikum, Apprenticeship atau Riset Thesis di perusahaan itu harus nilai bagus B plus dan biasanya diharuskan bisa berkomunikasi dalam Bahasa. Jerman dengan baik.
11. Jika mahaiswa Indonesia sudah berhasil lulus dari Universitas Jerman maka mahasiswa tsb bisa melakukan perpanjangan visa selama 1 tahun dengan tujuan untuk mencari kerja di Jerman. Jadi, mahasiswa Indonesia itu TIDAK langsung „dipulangkan“ oleh Pemerintah Jerman saat kelulusan, tetapi diberi kesempatan untuk memperpanjang visa selama 1 tahun untuk cari kerja. Apabila dapat kerja di Jerman maka sesuai dengan peraturan tenaga kerja Jerman, orang tsb akan bergaji MINIMAL (buat lulus fresh graduated) sekitar 40.000 Euro brutto per tahun dan akan dapat visa kerja di Jerman dengan syarat: (1) diterima di perusahaan yang bidang kerjanya sesuai dengan studi orang tsb serta (2) gajinya memenuhi standard minimal diatas yaitu sekitar 40.000 Euro/tahun.
12. Jika setelah lulus, orang Indonesia memutuskan langsung pulang ke Tanah Air ,maka dia bisa segera menghubungi Website ZAV. Dari website tersebut orang Indonesia yang lulus bisa dibantu dicarikan kerja oleh pemerintah Jerman sehingga saat pulang nanti ke Indonesia tidak perlu melamar kerja lagi. Jadi, orang tsb bisa langsung kerja di Indonesia bahkan tiket pulang ke Indonesia pun dijamin oleh Pemerintah Jerman. Di Indonesia orang tsb akan disubsidi oleh Pemerintah Jerman selama 2 tahun penuh yaitu sekitar 600-700 Euro per bulan plus oleh instansi/perusahaan di Indonesianya pun orang itu akan digaji sekitar 3-4 Juta Rp.. Total keseluruhan anda bisa bergaji antara 9-12 juta per bulan selama kontrak 2 tahun. Cukup lumayan buat lulusan baru tanpa pengalaman kerja dan lulus langsung bergaji 9-12 juta Rp di Indonesia dan tidak perlu susah-payah melamar kerja, bahkan jika mata uang Euro seperti hari ini maka gaji orang tsb bisa mencapai 15 juta Rp/bulan..

Dengan demikian dari artikel ini bisa ditarik kesimpulan yaitu yang paling penting adalah:

(1) Penguasaan Bahasa Jerman yang sangat baik merupakan kunci sukses studi di Jerman. Usahakan setiap mahasiswa yang ingin studi di Universitas Jerman bisa Berbahasa Jerman minimal sampai level B 1 (bagi lulusan SMA/SMK) dan minimal B2 ditambah TOEFL Bahasa Inggris 550 (bagi lulusan S1). Jika ada waktu senggang selama kuliah maka mahasiswa Indonesia dianjurkan untuk lanjutkan kursus bahasa baik Bahasa Jerman maupun Iggris di Universitas tempat kuliah yang biasanya ditawarkan GRATIS.

(2) Fokuslah pada kuliah di jurusan yang dipilih untuk mencapai nilai tinggi sehingga bisa mudah mendapatkan tempat praktikum di perusahaan dan sangat mungkin setelah lulus akan langsung dapat kerja di perusahaan di Jerman dan berkarir di Jerman.

(3) Pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan di Tanah Air. Kuliah di Perguruan Tinggi (PT)/Universitas manapun di Jerman itu sama saja yang penting bisa lulus serta jika ingin pulang ke Indonesia, jangan lupa menghubungi ZAV agar bisa dicarikan tempat kerja di Indonesia terlebih dahulu dan ketiba tiba, bisa langsung bekerja di perusahaan di Tanah Air.

Untuk bisa dapatkan info lebih lanjut dan lengkap ,bisa datang langsung ke ISC di Perum Bukit Permai,Jl.Taroman Blok R 6, Cibubur, Jakarta Timur 13720 atau di No Telp:021-8716894/8704964 (Mr.Awal) atau ke HP/WA di: 0816-952606 (Ms Wati) dan lihat Website kami di FB: www.facebook.com/Dr.D.Pane

(ISC Jakarta, 2 Mei 2017)

Photos from International Studies Centre's post 30/04/2017

Alasan-Alasan Kenapa Sebaiknya Kuliah Di Jerman

Bukan karena saya lulusan Jerman, makanya saya anjurkan untuk kuliah di Jerman, tetapi memang kuliah di Jerman sangat berkualitas, selain juga tidak dipungut uang kuliah alias GRATIS, hanya butuh biaya hidup sehari-hari saja. Nah ketika banyak orang yang berpendapat bahwa studi di Jerman itu bagus, kira-kira apa sih alasan mereka? Apakah karena biaya terjangkau, kuliah di Jerman tidak dipungut biaya alias Gratis? Atau karena memang kualitas pendidikan di Universitasnya yang sangat berkualitas? Atau karena Universitas Jerman menawarkan kemudahan, fasilitas dan beasiswa bagi mahasiswa asing untuk lanjut kuliah di Jerman? Berikut ini saya akan merinci kelebihan yang bisa kita dapat, bila kita melanjutkan studi di Jerman berdasarkan pengalaman saya studi dan hidup di Jerman lebih dari 10 tahun.

Alasan yang paling utama kenapa kuliah di Jerman itu sangat menguntungkan adalah sbb:

1: Selain kuliah GRATIS, kualitas pendidikan yang ditawarkan sangat baik dan merata di seluruh bidang studi maupun seluruh Perguruan Tinggi (PT)/Universitas yang ada di Jerman. Sekitar 380 -an Universitas ada di Jerman dan semuanya sangat BERMUTU dengan standar internasional dan mendunia, selain itu tersebar secara MERATA di seluruh Jerman. Karena disubsidi Pemerintah secara penuh, maka tidak heran, kualitas program dan Dosennya sangat baik, minimal Dosen harus sudah S 3. Oleh karena itu pertanyaan yang diajukan mereka yang mau kuliah di Jerman: “Universitas mana di Jerman yang paling bagus?”, tidak lah relevan, karena semua PT/Universitas di Jerman sama bagus.Yang terpenting kita melamar ke Universitas yang terletak di kota-kota menengah dan jangan di kota-kota besar, karena akan susah mendapatkan tempat studi disana dan biaya hidup di kota besar mahal. Utamakan untuk dapat diterima di salah satu Fakultas yang kita lamar dan kemudian Lulus, karena pengakuannya nanti akan sama.!

2: Kuliah di Bidang Teknologi, dan Sains canggih banyak diminati dan difasilitasi dengan sangat lengkap.Selain itu Bidang Ekonomi lulusan Jerman juga sudah diakui dunia. Dan dalam Bidang Filsafat, Seni, Sosial Perguruan Tinggi (PT)/Universitas di Jerman termasuk yang terdepan. Nyaris tidak ada negara yang mampu mengimbang Jerman dalam Inovasi Sains dan Teknologi. Patut dicatat ada 5 pemikir Jerman Bidang Ilmu Sosial, hasil didikan tradisi pemikiran Jerman: Disini kita bisa sebutkan Martin Luther dalam Bidang Agama Kristen Protestan, kemudian ada Johann Wolfgang Goethe yang dijadikan nama Universitas di Frankfurt a.Main,ada Karl Marks yang dijadikan acuan kaum Sosialis, Frederick Nietzsche di Bidang Agnostik serta Rudolf Steiner di Bidang Ilmu Klenik. Negara Jerman memiliki banyak intelektual Bidang Sosial dan Politik.

Dalam dunia seni pun para komposer Jerman adalah yang terbaik di dunia: Wolfgang Amadeus Mozart (Catatan: Kerajaan Austria-Ungarn tempat Mozart lahir itu dulu adalah bagian dari Kekaisaran Jerman!), Ludwig van Beethoven atau pun Johann Sebastian Bach. Mana ada Negara di dunia ini yang bisa melahirkan begitu banyak komposer yang amat melegenda yang tidak pernah terlupakan oleh berjalannya waktu?

Di bidang Ekonomi pun, daya tahan ekonomi Jerman teruji oleh jaman. Bersama Jepang yang hancur total kalah dalam perang dunia II, negara Jerman bangkit sebagai kekuatan ekonomi dunia. Bedanya, Ekonomi Jerman tidak pernah mengenal krisis. Jepang dalam 2 dekade lebih ekonominya stagnan dalam krisis. Amerika dan Inggris serta Eropa lainnya sejak 2 tahun ini terjebak dalam krisis yang dalam. Jerman tampaknya masih tetap kuat untuk waktu-waktu mendatang.

3: Biaya kuliah untuk kualitas yang begitu bagus nyaris GRATIS! Meskipun ada beberapa Fakultas yang kita harus bayar terutama Program MBA Internasional, tetapi program lainnya biayanya GRATIS, karena disubsidi penuh oleh Pemerintah Jerman.Masih ada 2 negara bagian yang terapkan pembayaran uang semester di beberapa Universitasnya, namun biaya tsb relatif kecil yaitu sekitar 400 Euro per Semester, itu di negara bagian Bayern dan Baden Wurttemberg,di Selatan Jerman. Namun kuliah di negara-negara bagian lainnya adalah GRATIS. Bahkan untuk Program S-3 di Jerman malah kita akan mendapatkan bayaran dan bisa ikut melakukan penelitian dengan beasiswa penuh di Universitas.

4: Buat para lulusannya yang dari Indonesia , tersedia Program namanya ZAV yaitu kerja sama Pemerintah Jerman dengan Pemerintah Indonesia. Mereka yang lulus dicarikan kerja di tanah Air dan mendapatkan subsidi 600 Euro/bln slm 2 tahun selain imbalan bulanan yang Anda terima dari pemerintah Indonesia. Bayangkan bila Anda kembali ke Tanah Air, kependahannya akan dibiayai Pemerintah Jerman dan pekerjaan sudah siap menunggu. Syarat untuk ikuti Program ZAV ini adalah harus lulus kuliah minimal S 1. Lalu tinggal mendaftarkan diri akan pulang ke Tanah Air,maka tawaran kerja yang tersedia di website-nya. Setelah anda diterima dan prosedur administrasi dipenuhi maka sudah ada instansi di Indonesia yang siap terima Anda tanpa harus bawa-bawa map lamaran kerja dan cari kerja dulu setibanya di tanah Air. Kan gengsi lah masa lulusan Jerman kok jadi pengangguran dulu? Beda mungkin dengan lulusan PT/Universitas negara lain harus nganggur dulu sampai dapat kerja di Tanah Air,. tetapi lulusan Jerman dicarikan kerja dulu , baru lah kembali ke Tanah Air..

5: Mendapatkan prestise terkait reputasi lulusannya sudah bisa dipastikan. Tidak ada tuh anak orang kaya, asal punya uang kuliah di Jerman bisa lulus! Kalau di negara lain yang universitasnya harus bayar mahal biasalah anak orang kaya akan mudah lulus asal bisa bayar tinggi. Kalau di Universitas Jerman hanya orang yang memenuhi standar kualitas akademik tradisi Jerman lah yang bisa lulus dan biaya kuliahnya pun GRATIS.Jadi harus tekun dan rajin.

Jika kita lulusan dari Amerika atau Australia maka kita harus menyebut dulu nama Universitas dimana kita lulus. Jika cuma hanya sebut lulusan Amerika atau Lulusan Australia yang Universitasnya tidak dikenal,maka orang akan berpikir lain.Namun bila kita lulusan dari salah satu PT/Universitas di Jerman, hanya cukup menjawab: Made in Germany!, semua orang sudah percaya kualitas lulusannya. Masyarakat dunia juga tahu itu jaminan dari tradisi pendidikan berkualitas di Jerman dan butuh dedikasi serta integritas tinggi untuk bisa lulus dari tradisi pendidikan seperti itu.

6: Kita berkesempatan bisa kerja di Jerman setelah lulus dari PT/Universitas di Jerman.Berbeda dengan Inggris yang sangat pelit memberi ijin visa kerja bagi para lulusannya. Lain dengan Jerman, apabila kita lulusan PT/Universitas Jerman dan punya kualitas baik maka kita punya kesempatan besar berkarir di Jerman dan mendapatkan bayaran sama. Sebagai lulusan PT/Universitas di Jerman , kita akan menjadi Pemain Dunia dalam Pertarungan Global, karena mampu memahami dan bekerja baik di perusahaan-perusahaan Multi National Jerman atau negara lain dan mengerti apa arti sebuah dedikasi kerja secara profesional dan berkualitas, sehingga perusahaan-perusahaan tsb bisa menghemat biaya training pekerja baru.!

7: Dengan kesejahteraan yang dimilikinya, Pemerintah Jerman menyediakan beasiswa bagi 5.000 (lima ribu) orang Indonesia (perhatian khusus diberikan untuk mahasiswa Indonesia) untuk studi Program S3 di Jerman. Program pendanaan ini berlangsung selama sekitar 3 tahun. Bisa dibayangkan betapa besarnya jaringan Jerman dalam 5 tahun mendatang dan seterusnya di Indonesia. Jika Program 5.000 doktor itu bisa mulus maka dalam beberapa tahun ke depan begitu banyak para intelektual Indonesia alumni Jerman yang mewarnai dan berkarya di Tanah Air kita, dengan bersinerji, maka sebuah jejaringan intelektual para alumni Jerman yang luar biasa akan terbentuk di Indonesia.

8. Masa kuliah sebagai mahasiswa di Jerman adalah masa terindah, karena Pemerintah Jerman yang kaya raya, benar-benar memanjakan mahasiswanya. Dari mulai pemilihan jurusan atau berbagai mata kuliah beragam dan Dosen minimal S3 yang paralel bisa kita tentukan sendiri sesuai jadwal yang dibuat mahasiswa, bila nanti sambil bekerja misalnya, ditambah adanya fasilitas mahasiswa lengkap dari Perpus dengan Internet sampai sarana berbagai macam olahraga di Kampus, kartu makan dn transportasi bersubsidi serta tersedianya asrama yang bagus dn sdh lengkap dengan perabotan dengan harga terjangkau.Luar biasa memang, hanya ada di Jerman..

Dengan demikian yang punya motivasi tinggi, dan intelektual memadai serta spirit untuk maju yang besar, maka melanjutkan “Studi di Jerman” merupakan pilihan yang tepat, investasi sangat berguna, dan merupakan berkah buat kita semua . Bila kita tidak menggunakan kesempatan ini, maka kita termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi kelak jika kita melepaskan “berkah” ini begitu saja.

Segera wujudkan impian dengan kuliah di Jerman! Hub International Studies Center (ISC) Cibubur, Jakarta Timur, di Perum Bukit Permai, Jl.Taroman Blok R No 6, Cibubur (dekat Mal Cibubur Junction) atau telp di No : :0218716894 atau 8704964/ di WA : 0816952606 segera..Lihat juga website kami di:www.facebook.com/DR.D.Pane

Jakarta, 24 April 2017

DR.Dharmayuwati Pane,MA

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


Bukit Permai, Jalan Taroman Blok R-6, Rt004/RW 011, Cibubur
Jakarta
13720