03/05/2017
Perkenalkan Saya Siswa Persiapan “Studi di Jerman” di International Studies Center (ISC) di Cibubur
Oleh Kya Maldini Hill
Siapa sih yang tidak ingin KULIAH GRATIS di Luar Negeri (LN) tanpa harus mendapatkan beasiswa terlebih dahulu dan hanya biaya hidup sehari-hari saja??. Apalagi di Perguruan Tinggi (PT)/Universitas di Jerman? Impian saya sejak bangku SMP adalah Studi di Luar Negeri, dan pilihan saya jatuh pada negara Jerman. Inilah beberapa alassan saya kenapa memilih negara Jerman sebagai tempat studi setelah lulus SMA nanti.
Pemerintah Jerman memang telah mensubsidi penuh semua Universitas /Perguruan Tinggi (PT) negeri secara keseluruhan. Hal ini dilakukan agar orang–orang di Jerman memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan warga miskin dapat menikmati bangku kuliah. Dengan begitu, mereka dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Dan tentunya akan berdampak pada kesejahteraan rakyatnya. Mahasiswa asing di Jerman dapat menikmati hal yang sama, karena nantinya akan terbentuk jaringan alumni Jerman yang akan tetap memelihara hubungan dengan almamater di Jerman, karena telah menikmati pendidikan berkualitas, “Made in Germany” dan akan mempromosikan industri Jerman di negaranya masing-masing..
Saya, Kya Maldina Hill atau yang biasa dipanggil Kya ingin membuktikan bahwa kuliah di Jerman memang GRATIS. Saya nantinya hanya akan membayar paket semester saja, jumlahnya sangat minim . Dan paket biaya admin tersebut sudah berupa tiket kereta, kemana-mana gratis dan membayar organisasi kampus yang diikuti. Jadi, sebenarnya semuanya benar–benar gratis karena pembayaran tersebut nantinya akan digunakan untuk diri sendiri.
Saya adalah siswa kelahiran Jakarta, namun sekarang ini tinggal di Citra Grand Cibubur masuk wilayah Bogor, akan studi ke Jerman pada bulan Juli 2018 nanti. Saat ini baru naik ke kelas XII dan sedang mempersiapkan diri kursus Bahaasa Jerman di International Studeis Center (ISC) Cibubur 3 x seminggu, selama 4 x 45 menit per sesinya. Karena untuk bisa kuliah di Universitas di Jerman, saya menggunakan jasa International Studies Center (ISC) Cibubur dan membayar harga paket.Lihat website ISC di FB: www.facebook.com/Dr.D.Pane. atau hub WA:0816-952606 (Ms.Wati). . Sebuah jasa yang menawarkan untuk mempermudah mencari Universitas/PT di Jerman , harga paket sudah termasuk semuanya dari mulai melegalisir/menerjemahkan dokumen, urus visa, tiket pesawat, biaya kursus bahasa Jerman sampai level minimal B1 , kalau bisa B2, booking sekolah bahasa lanjutan di Jerman selama 3 bulan pertama , sewa aprtemen 3 bulan pertama,jaminan hidup setahun dideposito di Bank Jerman a/n siswa, daftar ulang, tiket makan dan transportasi, asuransi kesehatan, ijin tinggal setahun, ujian masuk Studienkolleg dll. Dengan paket Studi di Jerman melalui ISC, saya sudah tidak perlu repot –repot lagi, tinggal berangkat ke Jerman dan langsung belajar disana. Selain itu saya tidak sendirian, karena ketika berangkat nanti ke Jerman, ada beberapa teman juga yang akan berangkat, karena mereka juga telah mengambil paket ISC. Mengingat banyaknya fasilitas yang ditawarkan oleh ISC yang sangat mempermudah persiapan ke Jerman, maka budget yang harus dipersiapkan pada tahun pertama lumayan besar, namun sebuah investasi yang sangat berguna dan sebagian besar dana untuk dideposito di Buku tabungan siswa di bank Jerman untuk persyaratan jaminan hidup selama setahun yang telah ditetapkan besarannya oleh pemerintah Jerman. Karena waktu perisapan yang panjang, maka biaya paket studi bisa dicicil 6 x dan penguasan bahasa Jerman bisa sangat baik. Pada tahun kedua nanti di Jerman, siswa sudah bisa mandiri secara finansial dengan bekerja paruh waktu selama kuliah dan penuh waktu ketika liburan panjang di Musim Panas.. Jadi investasi pada tahun pertama yang dibayarkan ke ISC akan cepat kembali.Link kerja akan diberikan oleh ISC.
Kalau sudah di Jerman, sebelum masuk ke Universitas/PT harus melewati Studienkolleg dulu, karena sekolah di Jerman lamanya 13 tahun, bukan 12 tahun. Program ini sama seperti SMA hanya diajarkan dalam bahasa Jerman, jadi berbeda bahasa saja dan hanya diajarkan 5 mata pelajaran saja. Di Studienkolleg sendiri terdiri dari kelas-kelas disesuaikan jurusan yang akan diambil nantinya di Universitas yaitu M -Kurs untuk Kedokteran , W-Kurs untuk anak IPS, dan T-Kurs. untuk anak Tehnik dan S-Kurs untuk anak jurusan Bahasa asing .
Untuk saya sendiri karena melalui paket lengkap ISC natinya bila sudah berada di Jerman hanya tinggal mengikuti ujian penempatan di Studienkolleg saja dan belajar bahasa Jerman. Jadi saya sudah membayar administrasi Studienkolleg tsb melalui organisasi ISC Cibubur. Dan saya akan diberikan waktu satu tahun untuk belajar di Studienkolleg tsb dan bila lulus ujian,atau hanya satu semester, bila penguasaan bahasa Jerman sudah sangta baik, baru bisa mulai dengan jurusan studi yang dipilih di Universitas/PT Jerman.
Sebelum ke Jerman, saya harus mempersiapkan diri dengan baik dan belajar tekun bahasa Jerman di ISC dan semua biaya sudah termasuk dalam harga paket “Studi di Jerman” dari ISC di Cibubur. Untuk mencari apartemen/asrama di Universitas Jerman tidaklah mudah karena sesui dengan waiting list. Jadi, kita harus menunggu ada yang keluar baru bisa mendapatkan kamar/apartemen di asrama mahasiswa yang harganya lebih murah. Karena sudah membayar harga paket di ISC, maka saya sudah dicarikan apartemen di dekat Studienkolleg/kampus di Jerman selama 3 bulan pertama. Untuk makan setiap hari, bisa pergi ke restoran mahasiswa yang namanya Mensa dan dengan harga murah bisa membeli tiket makan dan tiket transportasi, ini semua sudah diinfokan dari ISC.
Meskipun saya beragama Islam dan berjilbab, nantinya saya tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari teman sesama Muslim dari berbagai negara dan mesjid juga biasanya terletak dekat kampus, hanya perlu berjalan kaki saja. Juga Kya tidak akan mengalami masalah untuk beribadah pada jam-jam kuliah bersama anak Indonesia dan asing yang beragama Islam..
Soal keramahan, orang Jerman semuanya sama saja seperti di negara manapun, tergantung pada pribadi masing –masing. Namun gaya bicara orang Jerman adalah spontan. Jadi, jika mereka bilang itu jelek ya jelek, kalau bilang bagus ya bagus. Mereka juga jarang untuk bercanda atau sekedar basa basi seperti orang Indonesia. Sifat mereka sangat individual seperti bekerja sendiri, jarang mereka untuk mengajak belajar berkelompok. Mereka jarang mau memulai percakapan terlebih dahulu, jadi kita yang harus lebih pro-aktif menegur atau minta tolong terlebih dahulu. Orang Jerman bila diminta bantuannya akan menolong dengan senang hati, bila sudah kenal, bisa menjadi teman baik kita seumur hidup.
Alasan lain mengapa saya memilih kuliah di Jerman, selain gratis, adalah sistem pendidikannya yang sangat bagus. Saya nantinya ingin masuk jurusan Jurnalistik, Politik atau Hubungan Internasional. Sudah rahasia umum pendidikan di Bidang apapun di Universitas Jerman sangat berkualitas.Menurut info orang-orang Jerman kebanyakan sangat kreatif dan kompeten, para Dosennya minimal berlatar pendidikan Strata 3. Ditambah lagi dengan pengalaman mengajar bertahun-tahun.. Bukan hanya teori yang akan dipelajari para mahasiswa di Universitas Jerman , namun kreativitas, inovasi dan logika mereka juga dirangsang dengan baik. Ketika mendapat tugas mereka tidak ingin hanya mendapatkan dari apa yang Dosen sampaikan, tetapi juga keingintahuan yang lebih melalui membaca buku, atau browsing internet.Semua Universitas Jerman dilengkapi dengan fasilitas IT dan Internet lengkap dan GRATIS.
Saya nantinya akan bisa belajar berbagai bahasa dari teman–temannya. Semakin ingin bersaing dengan mereka. Motivasi, inovasi dan kreativitasnya sangat terpacu karena tidak ingin tertinggal dari temannya. Selain itu Kya bisa berbagi ilmu dan mempelajarinya. Saya juga akan memiliki teman dari berbagai negara yang berwawasan luas dan internasional dan yang akan berdampak baik pada kehidupan ke depannya di dunia kerja. Selain itu saya pastinya bisa meminta bantuan atau informasi mengenai pekerjaan di sana, banyak tersedia organisasi dan Institusi lokal maupun internasional yang dengan senang hati membantu, berkariri itu bisa dimana saja dan kapan saja, tidak terbatas waktu dan ruang. Beasiswa untuk program S2 dan S3 berlimpah dari berbagi Institusi. Pesan saya untuk siswa baru di ISC, harus ingat budaya Eropa, khususnya Jerman dengan Indonesia sangat berbeda. Karena itu jangan setengah- setengah bila ingin kuliah di Jerman. Jangan sampai kuliah berhenti ditengah jalan nantinya, pastikan untuk mempersiapkan diri, mental dan mind-set serta belajar bahasa Jerman dengan sebaik mungkin. terutama siapkan mental dengan kuat dan ikuti pelatihan di ISC, karena untuk mendapat nilai "LULUS" di Universitas Jerman nantinya tidak mudah, apalagi Dosen di Jerman bicaranya langsung dan s**a mengeritik kita.. Jadikan hal itu motivasi untuk terus bertahan dan belajar giat,berdisiplin tinggi, ulet, dan kerja keras, agar bisa Lulus dan sukses studi dan hidup di Jerman.(ISC Cibubur, 3 Mei 2017).
di FB dengan nama sama : Kya Maldini Hill