Bagi Ilmu

Bagi Ilmu

Share

wabah virus corona

02/06/2020

Di bulan Januari, sebelum melakukan lock-down, ternyata pemerintah China sempat memborong APD yang diproduksi di seluruh penjuru dunia. Totalnya sekitar 250-an juta unit, termasuk APD yang diproduksi di Indonesia. Dan di awal-awal pandemi Covid-19 itu, WHO mengumumkan bahwa virus tidak mematikan & tidak menular dari manusia ke manusia; yang karena pernyataan ini seluruh negara tidak memiliki kesiapan. Baru setelah stok APD di seluruh dunia "mengendap" di Tiongkok, dunia sadar bahwa Corona itu mematikan dan menular dari manusia ke manusia. Kebutuhan APD jadi sangat-sangat urgent, dan seluruh negara harus membelinya kembali dari China dengan harga 10x lipat.. Wajar kalau ketika kita import APD dari China, di sana tertera label "Made In INDONESIA" dan "made in negara-negara lainnya". Atas kejadian ini, seluruh negara terutama Amerika Serikat marah kepada pemerintah China. Kemungkinan pemerintah Amerika (dan sepertinya akan diikuti banyak negara lain) akan mengajukan tuntutan hukum terhadap negara China di majelis pengadilan internasional. Bahkan belakangan ini Donald Trump telah membekukan aliran dana dari Amerika Serikat ke WHO. Tuduhan AS bahwa "bos" WH0 sudah main skandal dgn China sdh mulai masuk akal dan ada buktinya

18/03/2019

Ada lporan sejak musibah terorisme yg dilkukan oleh Fanatik Suprrmasi Kulit Putih Neo-Nazi di Selandia baru timbul fenomena baru. Pemerintah bersama warga Selandia baru justru gencar progandakan lagu dari John Lennon "Imagine". Lagu ini rutin di siarkan lewat radio dan media. Pdhl lagu trsebut justru mempromosikan sikap Humanisme Atheis.

Negara barat tdk menanamkan sikap cinta kasih sesama manusia malah berharap tdk ada agama. Apakah benar tanpa agama sikap Facism atau radikal sayap kanan itu pasti tdk ada.?

17/03/2019

https://www.facebook.com/867249233396692/posts/2129774180477518/?app=fbl

Gerhana Matahari (dan Bulan) merupakan peristiwa yang bisa diprediksi dengan sains, dan NASA telah merilis jadwalnya untuk 1.000 tahun ke depan.

Misalnya saja, Lembaga Antariksa Amerika Serikat tersebut saat ini telah tahu bahwa pada 30 Agustus 2649 mendatang, Indonesia tepatnya Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi akan dilalui jalur gerhana Matahari total.

Bagaimana NASA bisa tahu tanggal, hari, tahun dan bahkan jam yang begitu presisi untuk ratusan tahun ke masa depan? NASA sendiri sebenarnya telah membuat katalog sepanjang 5 milenium untuk seluruh gerhana, baik Matahari dan Bulan, yang telah dan akan terjadi sejak 1999 SM sampai tahun 3000 M.


"Selama periode 5000-tahun, yakni 1999 SM sampai 3000 M, Bumi akan mengalami 11.898 gerhana Matahari," kata NASA dalam situs resminya.



"Distribusi statistik jenis gerhana untuk interval ini adalah sebagai berikut: 4.200 gerhana parsial, 3956 gerhana cincin, 3173 gerhana total dan 569 gerhana hibrida."



Bagaimana NASA Bisa Begitu Yakin?

Secara umum, Bumi mengorbit Matahari, Bulan mengorbit Bumi, dan Bumi mengorbit pada porosnya sendiri tidak akan berubah dalam waktu dekat, bahkan dengan fakta bahwa Bulan semakin menjauh tidak ada pengaruhnya. Ini berarti ada tidak banyak variabel yang para ilmuwan harus hadapi ketika merancang jadwal gerhana.

Dengan pemikiran ini, para ilmuwan NASA dengan mudah membuat jadwal gerhana hingga 1.000 tahun dengan sesuatu yang dikenal sebagai siklus Saros, yang memprediksi bahwa setiap gerhana akan terulang setiap 8 tahun 11 hari 8 jam.

Siklus Saros adalah siklus gerhana yang memanfaatkan tiga periode siklus orbit Bulan: periode sinodis, periode anomalistik, dan periode drakonis. 223 periode sinodis ternyata sama dengan 239 periode anomalistik dan sama dengan 242 periode drakonis, yaitu kira-kira 18 tahun 11 bulan 8 jam tadi.

Periode 18 tahun 11 bulan 8 jam ini disebut Siklus Saros dan gerhana yang muncul setiap satu siklus saros punya karakteristik yang sama, seperti jalur lintasannya, tetapi bukan daerah Bumi yang dilintasinya.

Karena lamanya satu siklus Saros tidak sama dengan jumlah hari penuh (ada ekstra 8 jam), satu-satunya perbedaan karakteristik dua gerhana yang terpisah sejauh satu siklus saros adalah lokasinya bergeser 8 jam ke Barat, yaitu sekitar 120 derajat ke Barat. Setelah tiga siklus Saros, barulah pergeserannya 360 derajat dan kembali ke lokasi geografis semula.


Jadi setiap 3 siklus Saros (kurang lebih 54 tahun) akan terjadi gerhana Matahari di lokasi geografis yang kurang lebih sama. Dengan siklus inilah NASA membuat jadwal gerhana yang berlaku hingga 1.000 tahun ke depan.



Sumber: Info Astronomy

17/03/2019

LEV SHESTOV Philosophers Rusia mngatakan hidup manusia sebuah Irony. Dikatakan bebas tapi tdk mampu di luar sistem. Sejak manusia di lhirkan sdh di tempatkan dalam sistem yg di ciptakan manusia lain. Tdk peduli system sesuai atau tdk... Tetap di haruskan untuk menghidupinya. Moral sistem, pola pikir bahkan budaya dimana kita hidup tdk ada satupun hasil pikiran kebebasan kita sendiri...manusia harus berani menolak system, anti-system supaya mampu hidup untuk dirinya sendiri. Menjadi tuan atas diri sendiri. Semua dogma atau aturan adlh system yg di produksi orang lain di paksa untuk kita patuhi dan jalankan. Sebuah pemberontakan perlu di jalankan untuk melepas smua ikatan dri smua system mulai berfikir untuk menciptakan aturan baru untuk diri sendiri. Sebagai manusia bebas kita harus brani memulai menjadikan diri sbgai manusia yg berbeda.

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jakarta