19/01/2019
*HASIL RESUME KAJIAN AL-HIKAM ALUMNI PONPES AL HIKMAH BERSAMA KH. LABIB SHODIQ SUHAIMI*.
Di Masjid Al-Ikhlas, Ciputat. Tangsel, Sabtu, 12 Januari 2019
*"Hikmah ke -13 Kitab Al Hikam"*
1. Kaifa yasyruqu qolbun shuwarul akwaan munthobi'athun fii mir'aatihi "Bagaimana bisa, hati menjadi terang, jikalau potret sesuatu selain Allah masih melekat dalam cermin hatinya"?
2. Am kaifa yarhalu ilaallahi wa huwa mukabbalun bisyahawaatihi
"Lantas bagaimana bisa berjalan menuju Allah, sementara ia masih terbelenggu oleh syahwatnya?
Tidak akan sempurna amal ibadah seseorang selama masih saja menuruti hawa nafsunya.
3. Am kaifa yathma'u an yadkhula hadrotaallahi wa huwa lam yatathohhar min janaabati ghofalaatihi
" Bagaimana ia bisa mengharap untuk bisa masuk ke hadirat Allah, sementara ia belum bersuci dari janabat kelalaiannya?
Kelalaian dari mengingat Allah itu diumpamakan seperti orang yg junub, dan orang yang junub itu diharamkan masuk masjid. Begitu p**a orang yang lalai mengingat Allah juga tercegah masuk ke hadirat Allah, mendekat diri kepada-Nya.
4. Am kaifa yarjuu an yafhama daqooiqol asroor wa huwa lam yatub min hafawaatihi
"Atau bagaimana ia berharap bisa memahami berbagai macam rahasia yang samar, sementara ia belum bertaubat dari kekeliruannya kepada Allah".
5. Abah mengingatkan kami para santri agar kiranya dalam setiap hari ada ilmu yg didapat. Tentu saja Abah menukil beberapa ayat, hadis, dan qaul Ulama utk meneguhkan pesannya.
Salah satunya Abah menukil ayat pertama dalam surat Al-'Ashr (ุงูุนุตุฑ). Abah ngandika, bahwa paling tidak ada 3 makna ุงูุนุตุฑ.
a. Al-Ashr dimaknai sebagai waktu, saat, masa, dll.
b. Al-Ashr juga dimaknai dengan umur atau usia. ุงูุนู
ุฑ ุฑุฃุณ ูู ุดูุก.
c. Al-'Ashr oleh para penempuh jalan tasawuf dimaknai sebagai "memeras dosa". Artian "memeras" diambil dari akar kata: ุนุตุฑ ูุนุตุฑ. Utk menyebut jus, orang Arab menyebutnya ุนุตูุฑ alias perasan (buah).
Dengan demikian, selaku santri kami dipesankan agar sadar sepenuhnya bahwa setiap saat, adalah umur yg Allah berikan kepada kita yg sudah semestinya kita gunakan untuk memeras dosa-dosa yg menghinggapi diri kita.
Dengan demikian, dosa akan semakin berkurang dan pada saatnya nanti hati kita akan selalu terpaut dan bahkan "isyroq" karena telah dekat dg Gusti Allah.
6. Berkumpulnya dua hal yang berlawanan dalam satu tempat dan masa adalah mustahil, sebagaimana berkumpulnya antara diam dengan gerak, antara terang dan gelap. Demikian p**a nur iman berlawanan dengan kegelapan yang ditimbulkan karena selalu berharap/bersandar kepada selain Allah.
7. Di pengajian kemarin, Abah menukilkan beberapa riwayat jalan hidup para salaf salih, antara lain: Syeikh Abul Uyun al-Mishri (Guru Abuya Sayyid Muhammad Alawi, Makkah), Imam Asy-Sya'roni, Hb. Umar Malaysia, dan seorang ulama besar alam Jin.
Mari kita memulai dari Syeikh Abul Uyun al-Mishri
Beliau ditakdirkan Allah swt sejak lahir memiliki mripat tdk dapat melihat. Tentu saja beliau dianugerahi Allah mata batin yg sangat bening.
Satu hari, beliau kedatangan seorang tamu dg membawa buah tangan berupa buah-buahan (sebut saja mangga). Melihat tamu dengan bawaannya, tetiba jari-jari tangannya bergerak-gerak, dan berucap: "buah mangga yg anda bawa haram!".
Tentu saja sang tamu kaget, salting, dan panas dingin seketika.
Akhirnya sang tamu ceritakan bahwa buah mangga yg dibawanya ia petik dari pohon mangga milik tetangganya, yg tumbuh di tanah tetangganya, namun salah satu cabangnya ada yg masuk ke dalam pagar areal rumahnya.
Note:
Masa itu, ada kanun dari pemerintah Mesir bahwa jika ada yang masuk ke dalam areal pribadi kita, maka ia automaticly menjadi milik kita. Tentu saja sang tamu merasa punya dalil atas tindakannya. Namun Syeikh Abul Uyun teguh bahwa buah yg dibawa tamunya adalah haram.
Demikian sekelumit ttg Syeikh Abul Uyun al-Mishri.
Jemari tangannya dianugerahi Allah swt dapat menangkap "signal" kehalalan dan atau keharaman apa yg ada di dekatnya, apalgi apa yg akan dikonsumsinya.
Apakah Anda miliki kekhususan spt beliau?
Kalo aaya tidak punya.
Andai saya punya khususiyah spt beliau, jangan-jangan jemari saya gerak-gerak terus tanpa henti.
#ุงูููู
ุงุบููุง ุจุญูุงูู ุนู ุญุฑุงู
ู
Selanjutnya, mari kita menilik suluk dari Imam Asy-Sya'roni
8. Imam Asy-Sya'roni
Selain Syeikh Abul Uyun al-Mishri (seorang kekasih Allah yg dianugerahi khususiyyah), Abah juga menukil riwayat mengenai sosok seorang kekasih Allah, Imam Asy-Sya'roni.
Imam Asy-Sya'roni adalah seorang faqiih, dan beliau menjabat sebagai qadhi al-qudhat (ringkesnya: Hakim Agung). Layaknya seorang hakim agung, selain alim allamah, beliau tentu memiliki pengaruh dan wibawa sangat tinggi dalam masyarakat.
Untuk menuju ke tempat tugasnya, dengan menunggangi "kendaraan" mewahnya, setiap hari beliau p**ang-pergi melewati pasar (kalo sekarang umum diaebit pasar tumpah atau pasar tradisional, yg umumnya kurang rapi dan kurang bersih dan tidak spt pasar modern yg tertata rapi).
Satu ketika, saat melewati pasar, beliau melihat seorang tua dg berpakaian lusuh dan "kumel", sedang menjajakan keset yg terbuat dari kain-kain bekas. Entah mengapa, melihat pak tua penjual keset tadi, tetiba beliau membatin: "bahwa tak mungkin seorang kekasih Allah berperforma spr itu".
Esok harinya, saat beliau melewati pasar yg sama, utk menuju "Mahkamah Agungnya", saat melihat pak tua penjual keset, batinan serupa muncul kembali.
Di keesokan harinya lagi, saat sang hakim ini kembali melewati pasar, dan kembali melihat pak tua itu, belum juga batinan (batinan=abstrack noun dari verb membatin) sperti kemarin muncul, secara mengejutkan, pak tua penjual keset justeru menunjuk sang hakim seraya berucap: "wahai orang yg dikusai kendaraan, kekasih Allah tidak mungkin di dalam hatinya ada takabbur!".
Sontak, sang hakim terjatuh dari kendaraannya (unta) sebab kaget, takut, gemetar, dan tentu saja merasa berdosa. Setelah terjatuh, sang hakim merangkak menuju pak tua tadi, dan dg penuh sesal sang hakim meminta ampun dan meminta agar diterima menjadi murid pak tua penjual keset tadi.
Tentu saja pak tua tidak dengan mudah menerima sang hakim menjadi santrinya.
Saking pinginnya, sang hakim meminta-minta sampe ke rumah pak tua tadi dan terusssss meminta.
Akhirnya, untuk dapat diterima menjadi muridnya, pak tua mengajukan syarat bahwa untuk menjadi muridnya, sang hakim harus lebih dulu membakar kitab-kitab karangannya.
Sebagai seorang hakim agung, tentu saja Asy-Sya'roni telah menashnif banyak kitab. Namun, dg penuh ketulusan semua karya tulisnya ia hanguskan. Akhirnya, jadilah seorang hakim agung menjadi santri pak tua tukang jual keset.
Setelah berproses, Imam Asy-Sya'roni menjadi seorang kekasih Allah.
Satu ketika, ketika ditanya kenapa kitab-kitab karyanya harus dihanguskan?
Pak tua itu menjawab: "Apa yg diharapkan dari karya seseorang yg di dalam hatinya ada kibr?", tidak ada, kecuali kerusakan!".
#ุงูููู
ุงุบูุฑ ููุง
9. Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Makki, tiap kali hendak "takhathub" dan "liqa" dengan Kanjeng Nabi Muhammad saw, beliau lebih dahulu sowan kepada al-Habib Ali Al-Idrus Malaysia.
Hb. Ali Al-Idrus adalah seorang kekasih Allah yg memilih jalan sunyi dalam laku hidupnya. Beliau memilih tinggal di rumah kontrakan kecil, walau sangat banyak orang yg hendak menghadiahi beliau rumah mewah.
Massage:
a. Jika kita sedang mengalami "kesulitan" dalam beribadah, kita bisa sowan kepada orang-orang salih.
b. Sederhana itu tidak sederhana.
10. Satu ketika, seseorang sedang buang hajat (qila: mencari rumput). Tetiba ada ular cukup besar, dan tentu saja mengagetkannya. Karena keberadaan ular tsb membahayakan dan menakutkan, maka oleh orang itu ular dibunuh. Jadilah ular mati!
Usut punya usut, ternyata ular yg dibunuh adalah jelmaan dari jin, dan repotnya keluarga dari jin yg menjelma ular itu protes, tidak terima, dan menuntut kematian bagi si pembunuhnya. Tentu saja dg dalil jiwa dibayar jiwa, tangan dibayar tangan, mata dibayar mata, dst.
Sebagai tindak lanjut protesnya, keluarga jin secara resmi mengajukan "berkas" tuntutan kepada pemimpin jin, tentu saja dg harapan si pembunuh dihukum mati. Dalam hal ini, pemimpin jin akan bertindak selaku dan atas nama hakim tingkat akhir (tak bisa banding dan kasasi). Sebagai pemimpin bangsa jin, tentu saja ybs sangat alim allamah.
Setelah laporan diajukan, dilakukanlah gelar perkara.
Saat gelar perkara, terjadi dialog panjang antara tim penuntut dan sang hakim. Namun secara ringkes, dialognya adalah sbb:
Hakim: "Siapa dan apa yg saudara tuntut?".
Penuntut: "Kami menuntut agar pembunuh keluarga kami dihukum mati".
H: "Bagaimana detil peristiwa pembunuhan itu terjadi?".
tiiiiittt....tuuuuuttt...tiiiiit...tuuuuuuutttt..
Setelah diceritakan panjang lebar, tibalah saatnya sang hakim utk memutus.
H: "dengan memerhatikan kronologi kejadian, dan dengan alat bukti yg ada, maka dengan senantiasa mengharap rahmat dan ridha Allah, pengadilan memutuskan bahwa tertuntut bebas atas segala tuntutan dan tuduhan".
Putusan ini didasarkan pada fakta bahwa dalam pendangan pembunuh, yg ia bunuh adalah ular, dan bukan jin. Sehingga jika ternyata yg dibunuh adalah jin, maka tidak dalam pengetahuannya dan oleh karenanya tidak dapat dipersalahkan.
Pengadilan selesai! Tertuntut bebas, dan penuntut pun sadar dan menerima.
#ููุง ุดูุก ููุงุชูู..