10 PERINGATAN ALLAH DALAM ALQURAN
Alquran telah memberi peringatan tentang berbagai hal yang mesti dihindari setiap Muslim. Jika tidak dihindari dan larut di dalamnya, bisa mencelakakan kehidupan seorang Muslim.
Melalui peringatan tersebut, Alquran menunjukkan bahwa ada perbuatan yang dapat menyebabkan seorang Muslim terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan sehingga lalai dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT.
1. MENGIKUTI HAWA NAFSU
Allah SWT melarang hamba-Nya untuk mengikuti hawa nafsu dan menghalalkan segala cara yang membawa kepada selain jalan Allah SWT. Karena itu, Allah SWT memperingatkan bahwa ada azab yang pedih di Hari Kiamat kelak bagi orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah SWT.
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al Qashash: 50)
2. JANGAN MEMILIKI PRASANGKA BURUK
Kata 'Dzan' dan turunannya disebutkan sebanyak 50 kali dalam Alquran. Kebanyakan di antaranya memuat tentang prasangka buruk terhadap Allah SWT dan pengingkaran.
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّووْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصصِيرًا
Mereka yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali." (QS Al Fath ayat 6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa." (QS Al Hujurat ayat 12)
Ayat-ayat tersebut merupakan larangan Allah SWT sekaligus peringatan agar tidak berprasangka buruk. Sebab sebagiannya adalah maksiat, sebagian lagi adalah akidah yang sesat. Prasangka buruk juga mengarah pada dosa lain yaitu: Tahassus dan Tajassus. Tahassus adalah mencari-cari kejelekan orang lain, sedangkan Tajassus adalah memata-matai orang lain.
3. JAUHI IRI DAN DENGKI,
Iri hati atau dengki adalah sesuatu yang tertanam dalam diri orang-orang kafir dan bertentangan dengan kebenaran. Allah SWT pun mengutuk orang-orang kafir karena kedengkian mereka.
Dari dengki, muncul permusuhan. Dengki merupakan penyebab terjadinya perpecahan, putusnya tali silaturahim antarkerabat, rusaknya persahabatan, dan berbagai hal lain yang merugikan dan menyengsarakan banyak orang.
Iri hati atau dengki, ibarat benih kejahatan yang terjadi pada umat manusia. Iri hati adalah dosa yang pertama kali ada di langit, dan kemaksiatan pertama di muka bumi.
4. JANGAN IKIR
Kikir disebut dengan dua lafadz dalam Alquran, yaitu 'Al Bakhl' dan 'Asy-Syuh'. Lafadz 'Bakhl' disebut 12 kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman:
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ ۖ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَككُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini." (QS Muhammad ayat 38)
Adapun Asy-Syuh, disebut tiga kali dalam Alquran. Salah satunya ada dalam Surat An Nisa 128
Dan Nabi Muhammad SAW juga telah memperingatkan tentang bahaya pelit. Karena sifat ini telah menghancurkan orang-orang terdahulu sehingga terjadi pertumpahan darah. Sifat pelit mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan demi mencapai tujuan dalam jiwa yang telah diperbudak oleh keserakahan.
5. Jangan berbuat zalim
Lafadz 'adz-dzulm' yang berarti zalim, disebut sebanyak 12 kali dalam Alquran. Sebagaimana dalam Surat Ali Imran ayat 192 berikut ini:
رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun." (QS Ali Imran ayat 192)
6. Jangan sombong
Lafadz 'al-kibr' muncul 11 kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ ۙ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا ها هُمْ بِبَالِغِيهِ ۚ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Mahamendengar lagi
7. Jangan berbohong
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ ببِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُانُوا يَكْذِبُونَ
"Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta."
Larangan dan peringatan terhadap sifat tercela ini juga disebutkan oleh Rasulullah SAW. Beliau SAW menyampaikan bahwa berbohong adalah perbuatan yang mengarah pada maksiat dan maksiat membawa ke neraka. Orang yang berdusta maka akan ditulis di sisi Allah SWT sebagai pendusta.
8. Larangan riba
Larangan memakan riba dan peringatannya disebutkan hingga lima kali dalam Alquran. Salah satunya di Surat Al Baqarah ayat 275, sebagai berikut:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ االَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemas**an syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
Riba dalam hukum Islam merupakan salah satu dosa besar. Islam telah mengharamkannya dan memberikan peringatan yang paling keras agar tidak berurusan dengan riba.
9. JANGAN MAKAN HARTA ORANG
Seorang Muslim diharamkan menggunakan harta orang lain secara batil. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ
"Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." (QS Al Baqarah ayat 188)
Islam juga melarang keras soal pengambilan harta anak yatim secara zalim. Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (QS An Nisa aya
10. Peringatan soal api neraka
Peringatan soal api neraka disebutkan dengan berbagai bentuk dalam Alquran. Misalnya dengan lafaz An Naar, Jahannam, Al Sa'iir, Saqr, dan Al Hariiq serta kata-kata lain yang sejenis.
Salah satu peringatan Alquran soal neraka, ada dalam Surat At Tahrim ayat 6, yaitu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim ayat 6)
Dalam Tafsir Imam Ath Thabari terhadap ayat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT mengingatkan dan menuntun kepada para hamba-Nya untuk menjaga diri dan keluarga kita, memeliharanya, dan melindunginya dari api neraka yang menyala-nyala, dengan meninggalkan dosa dan menjalankan ketaatan kepada-Nya.
"Kemudian Dia menggambarkan neraka dengan gambaran yang menakutkan dan tegas...," demikian penjelasan Imam ath-Thabari.
Ustadz Riyan Prayoga SH
- Mengupas Kajian Islami Berpotensi
- Mubaligh
- Seniman Sumatera Selatan
- Pesilat Kuntau
10/11/2023
CONTOH PIDATO WALIMATUN NIKAH (Bahasa Sunda)
Assalamualaikum wr, wb..
Puji anu jadi pangais ati, Puja anu jadi panghias rasa, Puji urang sungkeun ka Gusti nu maha suci nyaéta Alloh Robbul Izzati, puja urang sanggakeun kanu maha kawasa nyaéta Alloh Azza Wazalla, anu mana nitih wanci anu mustari ninggang dina mangsa anu lugina.
Taqdir teu tiasa dipungkir, Qadar teu tiasa di singular urang sadayana dina dinten ayeuna tiasa riung mungpulung patepung lawung paamprok jenghok, pateupang raray dina haflah mubarokah nu mudah-mudahan tina ieu riungan sing di janteunkeun ku Alloh, sing dicatetkeun dina hiji kasaéan engkin di yaumal Qiyamah. Amiin ya Alloh ya robbal ‘Alamin..
Teu hilap solawat sinareng salam ogé mugia sing dikocorkeun, dikucurkeun, di kécérkeun ka jungjunan urang sadayana anu pang nyongcolangna sa-alam dunya nyaéta Nabiyana Muhammad SAW. katut ka kulawargina, sohabatna tabi’in sareng tabi’atna tur dugi ka urang sadayana anu hadir dina ieu tempat mugi-mugi kenging syafa’atna engkin di yaumal Qiyamah. Amiin ya Alloh ya robbal ‘Alamin..
Para hadirin nu di Rahmatan ku Allah SWT..
Sateuacan simkuring ngabahas masalah anu aya patula-patali, pakuat-pakait dugika pajeujeutna jeng masalah nikah, mangga urang leuyeupan heula dauhan Alloh dina al-Qur’an anu unggelna :
وخلقنكم ازواجا
(Jeung geus nyiptakeun kami ka maranéh kabéh barina sa jodo-sajodo)
Tegésna mah aya langit aya bumi, aya beurang aya peuting, aya caang aya poék, aya jangkung aya pendék, aya mancung aya pésék, nya kitu deui aya lalaki aya awéwé. Intina mah Alloh nyiptakeun ka mahlukna téh pasang-pasangan, dua-duaan.
Malah mah lamun urang tela’ah, organ tubuh urang ogé namina téh dua-duaan. Anu pang handapna namina ku…ku.. naék kaluhur namina ping…ping, tatanggana ping-ping namina tit…tit naék deui ka luhur namina da…da…, tatanggana da-da namina su..su… luhureuna namina tak…tak… naék deui ka luhur namina pi…pi… tah ieu nu terahir (bari nunjuk kana tarang) namina nong…nong.. jadi atu tétéla pisan yén Alloh nyiptakeun makhlukna téh sajodo-sajodo, pasang-pasangan, dua-dua, dugi ka nami-namina.
Hadirin rohimakumulloh…!
Lamun urang ngabahas nikah minimalna bakal aya opat patarosan, nyaéta:
1. Naon ngaran nikah..?
2. Saha anu kudu nikah..?
3. Kasaha kudu nikah..?
4. Naon baé langkah-langkah saba’da nikah…?
Maka dina ieu pangaosan, ku simkuring dibagi jadi opat babak nu henteu bersambung..
Babak nu ka hiji : Naon ari ngaran nikah? jawab : Anu ngarana nikah téh mun ceuk bahasa santri mah ta’rif nikah mun ceuk nu sakola mah definisi nikah ieu di bagi dua :
1. Sacara Ethimologi (lughowi)
2. Sacara Terminologi (istilah)
Para hadirin sadayana.. Nikah sacara Lughowi tos ka uninga ku sadayana dina kitab-kitab fiqih nyaéta :
الاجتماع
(Kadar-kadar kumpul)
Ngaran nikah sacara istilah nyaéta : (فتح المعين : جلد ٣) Tapi saur pamuda mah nikah téh singkatan tina Nun (Ni’mat) Kaf (Karasa) Ha (Haneut). Jadi nikah téh singkatan tina ni’mat karasa haneut.
Tapi saur sepuhmah : Nun (Ni’mat)… kitu ogé ceunah… ceuk bapana budak. Da anu sing jarentul di dieu ogé hasilna tina nikmatna nikah, da niat mah lain nyieun anak tapi nyieun énak. Lereus teu?!”
Sakumaha ceuk Qo’idah :
نعمة الدنياثلاثة فلتعتبر * لمس وقبلة وادخال الذّكر
(Nikmat dunya sadayana aya tilu nyaéta, nyabak nyieun ngasupkeun anu ngabeuntelu “)
Tapi éta nikmat nikah téh ngan dua rebo, kadituna mah dedeieun. Saba’da ni’mat timbul nu kadua nyaéta Kaf (Karohah) hartosna pikangewaeun, pikasebeleun da ningali pamajikan reuseup sotéh keur pangantén anyar, ningali pamajikan téh jiga Shopia Laurent, jiga Lidia Kandau, jiga Krisdayanti.
Tapi lamun geus bereset budak tilu beulas mah, komo lamun ker gendut, ningali pamajikan jiga buntelan, keur pangantén anyar mah ningali pamajikan téh di teuteup ti hareup sieup, disawang titukang kenjang ditilik ti gigir leunggik, tapi geus bereset budak tilu belas mah béda deui bahasana.
Di teuteup ti hareup jiga keyeup, disawang ti tukang jiga hurang, ditilik ti gigir jiga langgir di ukur ti luhur jiga undur-undur, diragap tihandap jiga hap-hap, tah ieu anu disebut Karohah téh tegesna pikangewaeun.
Salajeungna timbul nu katilu nyaéta: (Ha) ieu mah aya dua alternatif. Lamun nyanghareupan Karohah lulus, maka (Ha) na téh hasanah teugeusna kaluarga anu Mawadah Warohmah tur Sakinah (keluarga anu didasaran ku cinta jeng kasih sayang).
Tapi lamun nyanghareupan Karophah hanteu lulus, mangka Ha-na téh Hazanah (kaluarga nu awét rajét) anu didasaran kurasa egois jeung emosi. Mudah-mudahan ieu pangantén sing kalebeut keluwarga anu Mawadah Warohmah. Amiiin…!
Para hadirin, nu simkuring dipikahormat.. Babak anu kadua, nyaéta saha anu kudu nikah téh? Waléranana pidawuh rosul :
“wahai para pemuda …sing saha jalma anu geus sanggup di antara anjeun kabéh kana méré nafkah (dzohir batin) mangka pék geura nikah”
Dina ieu hadist, rosul masihan terang ka para pemuda, anu geus asup masa puber. Mun ceuk bahasa indiana mah beuger, éta mah rek si fery, si frengki, si jacky, kecuali aki-aki, anu geus sanggup nganafkahan dzohir jeng batin tegesna mah geus bisa maraban biwir luhur jeung handap mangka pék geura narikah.
Atuh pemuda anu ngan saukur boga buuk gondrong nu gawéna ukur nongkrong, bujal bodong nu hobi nampang tapi jajan ngahutang, éta mah teu acan ka leubeut hadist rosul anu bieu nya…?!
Babak katilu nyaéta: Ka saha kudu nikah téh? Walérannana nyaéta pidawuh Allah dina Al-Qur’an.
فانكحوا ماطاب اكم
(Mangka kudu narikah maranéh kabéh ka nu di pikacinta ku maranéh kabéh)
Dina ieu ayat, Alloh maréntah nikah téh kanu di pikacinta lain kanu geulis, lamun Alloh maréntah nikah kanu geulis, maka awéwé anu peunteun 3 satengah keur saha? jeung lamun Alloh maréntah nikah kudu kanu kasép simkuring saha layanna?
Tapi kudu ku urang terang, anu di maksud kanu geulis didieu téh lain geulis ceuk si Mamat, anu di ukur ku syahwat, tapi geulis mungguh agamana nyaéta anu dan.. din.. dun.. (pinteur dan-dan) din (alus agamana) dun (alus dunyana).
Jadi lain anu anu dat.. dit.. dut.. (goréng adat) dit (pedit) dut (siga badut samutut bari jeung hitut) ngan éta anu dan.. din.. dun.. téh langka pisan di jaman kiwari mah, tapi euweuh-euweuh teing mah teu kudu hésé, nu penting mah bageur, pinter, beunghar, keun baé geulis ogé!
Babak anu ka opat nyaéta: Naon baé langkah-langkah saba’da nikah? waléran nana dawuaha Alloh dina Al-Qur’an :
وعا سروهنّ بامعروف
(Perlakukeun istri-istri maranéh kabéh kalawan hadé)
Tegesna mah salaki kudu bisa memperlakukeun istrina kalawan alus, atuh salaki téh kudu apal kana hak jeung kawajiban nana, anu mana kawajibanna téh ngan aya opat :
1. Ngimahan sing pageuh
2. Makéan anu weuteuh
3. Maraban sing nepi ka seubeuh
4. Ngéndongan sing nepika reuneuh
Nya kitu deui, Istri sing apal kana hak jeung kawajibanna. Anu mana kawajibanana téh sami aya opat diantarana nyaéta masak, diwedak, nangkarak, ngadengkak.
Tah insya Alloh, upami duanana tiasa ngalaksanakeun kana tugas jeung kawajibana, bakal ka wujud kaluarga anu Mawadah Warohmah tur Sakinah nyaéta kaluarga anu bahagia, kaluarga anu didasaran ku cinta sareng kasih sayang.
Cindekna mah ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak, ka cai daraek ngaji, ka darat daraek sholat. Se-ia se-kata, se-iring sejalan, runtut raut sauyunan dugika paketrok iteuk, malahmah dugi ka poé Qiyamah.
Para hadirin sakantenan…
Supaya ieu dua mempelai téh tetep renggenek dina sakinah Mawadah Warohmah, sim kuring pesen :
• Sing yakin, ieu jodo téh taqdir Alloh SWT, ti anyar pinanggih ti barang saratus dua puluh dinten, anjeun aya dina patuangan ibu ku Alloh parantos di pastikeun yén jodo jang.. (ngaran pangantén lalaki) bakal nikah ka neng… (Ngaran pangantén awéwé) Sing yakin dina haté supaya urang bisa tumarima kana kapastian Alloh.
• Kudu husnudzon (hadé sangka ka Alloh), malah mah ku jodo nu ieu, urang bakal pinanggih jeung kabagjaan hirup, ku jodo anu ieu urang bakal nyieun wasilah pikeun ngahontal Mardlotillah.
• Ieu aqad tikah téh sing jadi pertikahan anu pertama jeung anu terakhir, tegesna panungtungan mangsa bobogohan, ti kawit ayeuna anjeun dua’an lebet kana alam rimbitan, alam rumah tangga anu dibengkeut ku SSTB (Surat Tanda Tamat Bobogohan) sa ba’da nikah mah kudu bogoh enya’an.
• Ku aqad tikah, indung bapa urang jadi nambahan nyaéta mitoha, dulur, lanceuk, adi, jeung anu liana.
• Ku aqad tikah ogé ngajadikeun sarana pikeun ibadah ka Alloh, ngabakti ka Alloh Ta’ala.
Para hadirin sakantenan, nu ku simkuring pihormat..
Rupina cekap sakitu baé cariosan ti simkuring, kirang langkungna mah nyuhukeun dihapunteun, bobot sapanon carang sa pakan sasieureun sabeunyeuren.
Mugi-mugi dina khutbah basa sunda ieu aya mangpaatna ka urang sadaya, anu terakhir ieu pangantén urang du’a keun ku sadayana supaya “Sakinah Mawaddah Wa Rahmah”. Amin..!
Wassalamualaikum wr,
04/11/2023
KUMPULAN MUQODIMAH SINGKAT.
Mukadimah (Muqaddimah) Pidato/Ceramah:
اَلْحَمْدُ للهِ وَالشُّكْرُلِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ سَيّدِ نَا وَمَوْلَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ, اَمَّا بَعْدُة
Alhamdulillah wa syukrulillah wa sholatu wa sallamu ‘ala rasulillah sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mawwalah, amma ba’dah.
بِسْمِ اللهِ الرّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ,
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ
Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa sholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’iin, amma ba’du.
Pidato Islam ( https://youtube.com/?si=uhEwgK9GbU7UIUUe )
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ, اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَا لِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ وَاِمَامِ اْلمُرْسَلِيْنَ, وَعَلىَ اَلِه الطَّاهِرِيْنَ وَصَحَابَتِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, arrahmanirrahim maliki yaumid din, wa shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin khatamin Nabiyyina wa imamil mursalin, wa ‘ala alihi thahiriina wa shahabatihi ajma’in, amma ba’du.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ نِعْمَةِ الإِسْلاَمِ وَالإِيْمَانِ وَالهِدَايَةِ, وَكَفَى بِهَا نِعْمَةٍ, اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ ابْنِ عَبْدِاللهِ, وَعَلىَ اَلِهٍ وَصَحْبِهِ وَمنْ وَالَاهُ, لَاحَوْلَ وَلاقُوَّةَ اِلَّا بِا اللهِ, اَمَّا بَعْدُ.
Alhamdulillahi ‘ala ni’matil islam wal iman wal hidayah, wa kafa biha ni’mah, allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad dibni ‘abdillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mawwalah, lahaula wala quwwata illa billah, amma ba’du.
اَلْحَمْدُ لِلهِ اْلوَاحِدِ اْلأَحَدِ, اَّلذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ, اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىَ وَاَشْكُرُهُ, اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ اِلىَ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ, اَمَّا بَعْدَهْ.
Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى أَكْرَمَنَا بِالإِيْمَانِ, وَاَعَزَّنَا بِالْإسْلَامِ,[وَرَفَعْنَا بِالْإِحْسَانِ, اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىَ وَاَشْكُرُهُ, اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدَ.
Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan, wa a’azzanaa bil islam, wa rafa’na bil ihsan, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma shollia wasallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.
Dakwah AlFaqir - YouTube • KUMPULAN LAGU DAERAH SUMATERA SELATAN• KAJIAN ISLAMI BERPOTENSIMohon Dukungannye kepade Ruguk kampuh, Apit jurai, Jenang jurai, Mamang Bibik, Pangcik bicik...
SHARE INFO 8 BANTUAN PEMERINTAH UNTUK RAKYAT YANG AKAN DICAIRKAN DESEMBER INI, Simak Apakah Anda Berhak Mendapatkanya.
-- WANITA SHOLEHAH ITU --- :
Pandai MENJAGA DIRINYA….
Gemar melakukan PUASA…
Sholat malamnya TERJAGA…
Kata-katanya BERNADA…
Pembawaannya ANGGUN dan BERWIBAWA…
Wanita Sholihah itu……..
Pandai MENJAGA LISANNYA….
Menjauhi GHIBAH dan DUSTA…..
Pandai Menyimpan RAHASIA…….
Dia pandai MENGATUR HARTA….
Tidak s**a BERFOYA-FOYA…
HEMAT dan CERMAT dalam BERBELANJA…
Dia MENYEJUKKAN…. DI MATA suaminya……
Selalu Riang dan PENUH CINTA……
SANTUN dan SOPAN dalam BERTUTUR KATA….
Dia TA’AT pada Allah dan Rasul-Nya…
Dia TA’AT pada suaminya…
Dia QONA’AH dan PENGHIBA…
Dia TABAH MENDERITA…
Di pelupuk matanya berbinar CAHAYA…
Di mulutnya terlantun DOA…
Di hatinya tersimpan… ”MUTIARA”
Wanita Sholihah itu,
Hatimu tentram ketika MELIHATNYA…
Jiwamu senang ketika MEMANDANGNYA…
Perasaanmu gembira ketika mendengar PENDAPATNYA….
Dialah PERHIASAN TERINDAH di dunia….
Penghias KEHIDUPAN suaminya…
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]
***
B I S M I L L A H . . .
Ya Allaah... semoga Engkau memperbanyak wanita sholehah di dunia ini dan memasukkan saudari-saudariku seiman yang membagikan status ini ke dalamnya.
Aamiin, Aamiin, Aamiin yaa Allaah yaa Rabbal'aalamiin
KALAU KAMU INGIN TAHU UMAT ISLAM ...?
Kalau pengin tahu umat Islam, lihatlah pas shalat ied. 😉😉.. Begitu bnyk bahkan anak-anak juga ada.
Tpi klo pgn tau orang beriman,, lihatlah siapa yg shalat berjamaah di masjid 😭😭...
Kebangkitan Islam bisa di lihat dari jumlah jamaah shalat subuh..
07/06/2022
BANGKITLAH.... WAHAI SAUDARAKU
Air mata mengalir dari jiwa yang merintih. Nurani tercabik, terkoyak tersayat pedih,
menyaksikan keadaan umat yang seakan kehilangan kesadaran perjuangan untuk meneruskan warisan suci ini— risalatul nabawiyyah yang mengibarkan panji–panji cinta rahmatan lil alamin.
Dimana demokrasi sudah menjadi anarki, dan mazhab menjadi tuhan. Orang-orang kuat menjadi serigala yang siap memangsa orang lemah dan dilemahkan.
Kini umat berjalan dalam kegelapan kehilangan pemandunya.
Umat kehilangan tangan dan tak mampu lagi mengubah peradaban manusia. Bahkan kehilangan keberanian untuk menampakkan kemuliaan akhlak.
Karena masing-masing diantara kita telah memadamkan pelita jiwa persaudaraan, membuang semen perekat yang akan merakit bangunan kemuliaan akhlak.
Saat ini, umat Islam bagaikan terlena dalam gemuruh ornamental atau hiasan duniawi yang diimpor dari pusat-pusat pergerakan non-Muslim. Sumber daya alam yang melimpah telah digadaikan. Karena kebodohan dan etos kerja yang lemah. Jiwa kita dirasuki khayalan-khayalan yang menjerumuskan pada kenikmatan yang sesaat.
Persis seperti yang diuntai sebuah peribahasa. *“Naharuka ya maghrus sahwun wa ghoflatun wa lailuka naumun warroda laka lazim.”*
(Siang hari kamu lupa bekerja dan lalai, wahai orang yang tertipu. Sedangkan malam hari kamu lelap tertidur merenda mimpi merajut khayal—sungguh celaka tak terelakkan).
Perutmu kenyang, sedangkan tepat di sekitar rumah istanamu ada sepenggal hati yang merintih kelaparan. Bibirmu bergetar menghapalkan ayat dan nilai persaudaraan, padahal jiwamu penuh dengan egoisme dan permusuhan.
Kalau saja umat Islam terjaga dari tidurnya, niscaya mereka memahami makna akidah sebagai keberpihakan penuh (kaffah). Mulai dari niat, bersikap dan bersiasat haruslah berpihak pada Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman, *"Dan berpegang teguhlah kalian dengan tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai berai.."*
(QS. Ali Imran: 103).
Qum fa andzir, bangunlah dari mimpimu! Berhentilah berkeluh kesah mencaci maki .
Lebih baik engkau menyalakan pelita yang mungkin berguna bagi mereka yang mencari pengharapan.
Tebarkan iman dengan cinta, ubahlah dunia dengan prestasi. Jadikan hidupmu penuh arti. Dan bila sudah punya arti, bolehlah bersiap untuk mati. Dan bila datang hari perjumpaan, basahkan bibirmu mengucap puji Ilahi Rabbi; Laa ilaha illallah!
Mari memperbanyak dzikir, memperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
29/05/2022
SEJARAH SINGKAT ASAL BERDIRINYA NAHDATUL ULAMA
CIKAL BAKAL BERDIRINYA NU Cover Ustadz Riyan Prayoga,SH Sejarah berdirinya Nahdatul Ulama (NU) Cikal bakal berdirinya nu adalah awal mula terjadi suatu peristiwa islm dan dikisaahkan dalam laagu ini.
12/05/2022
MUQADIMAH MC DI ACARA DI TAKSIYAH
Asalamu 'alaikum wr - wb.
Alhamdulillahi rabbil'alamiin, Wabihi nasta'in 'ala umuriddunia waddin. Asholatu washola ashrafil ambiya iwal mursaliin, saiyidina wamaulana Muhammadin wa'ala aalihi washobihi ajma'in, Amma ba'du.
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
Allazi khalaqal-mauta wal-hayata, liyablu wakum ayyukum ahsanu 'amala, wa huwal 'azizul ghafur.
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Alladziina idzaa ashaabathum mushibah, Qaaluu inna lillahi wa inna ilahi raji ‘uun.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Ma ashoba min mushibatin illaa bi idznillah, Wamay yukminu billahi yahdi qalbah, Wallahu bikulli syai-in ‘aliim.
Hadrotal Khuroma,Wal Fudhola: Shohibul musibah sekeluarga besar, Para Haji wal Hajjah, Para Ustadz Ustazah, Para Alim ulama Alladzi Samikna wa Atokna, Wabil Khusus Jama’ah Taksiyah Rahimah kumullah.
Walaupun Dalam suasana duka, Marilah kita sama² tetap bersyukur kepada Allah atas segala limpahan rahmat,hidayah wal inayah-Nya, sehingga kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bertaksiyah pada malam hari ini, tanpa ada halangan apapun, (Biqoulina Alhamdulillah)
Dan muda² han dengan niat yg tulus, melangkahkan kaki dari Rumah Menuju Rumah duka ini, akan dicatat oleh Allah sebagai pahala Kebaikan yg besar, Aamiin ya rabbal 'alamiin.
Sholawat beriring salam mari kita sanjung agungkan kepada junjungan kita habibina Muhammad SAW yg mana atas perjuangan beliau yg telah membawa kita semua dari zaman jahiliah menuju zaman islamiah seperti yg kita rasakan pada saat ini.
Dan semoga kita semua yang hadir pada kesempatan ini beserta keluarga besar kita, akan diakui sebagai umat beliau hingga kita mendapatkan Syafa’atnya fiddini waddunya wal ahirah – Amin ya rabbal ‘aalamiin.
Hadirin wal Hadirat Rahimah Kumullah, Izinkanlah saya menyampaikan Susunan Acara kita pada kesempata (Malam hari ini)
1. Acara yg Pertama: PEMBUKAAN
2. Acara yg Kedua: Penyampaian/sambutan Ahlil musibah, yg nanti akan disampakaikan oleh; ..................
3. Acara yg Ketiga: Sambutan Tanggapan, mewakili Jama’ah taksiyah, yg nanti akan disampaikan oleh; ..................
4. Disusul dengan acara yg keempat; yakni Acara Inti (Rangkaian peramalan) yg nanti akan di imami oleh: .............. Dan Do’a akan di imami oleh; ......................
5. Acara yg Kelima ; Sholawat Nabi yg nanti akan dipandu oleh; .............
6. Acara Terahir; Penutup.
1. PEMBUKAAN.
Baiklah untuk menyingkat waktu, Marilah kita buka acara kita ini, namun sebelum acara demi acara kita buka bersama, Alangkah baiknya kita ber Iftitah bil qiroatil fatihah, dengan harapan acara kita pada (Malam hari ini) Mendapat Ridho Allah dan berjalan sesuai yg kita harapkan, Ala hadzihinniyyati Walikulli Niyyatin Sholehah Bibarokatil Fatihah ..............
2. Meningkat acara yg Kedua; Penyampaian/sambutan Ahlil musibah,yg akan disampakaikan oleh; .................. “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.
3. Acara yg Ketiga; Sambutan Tanggapan Mewakili Jama’ah taksiyah, yg akan disampaikan oleh; .................. “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.
4. Acara yg Keempat; Yakni Acara Inti (Rangkaian peramalan) yg akan di imami oleh: .............. Dan Do’a akan di imami oleh; ...................... “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.
5. Acara yg Kelima; Sholawat Nabi yg akan dipandu oleh; ............ “Kepada beliau yg Bertugas waktu dan tempat kami persilahkan”.
6. Meningkat Acara yg Keenam; Yaitu PENUTUP.
Alhamdulillah Hirobbil ‘alamiin Usai sudah acara demi acara kita lalui, Kami sebagai Pemandu Acara dan Wakil Tuan Rumah, Memohon ma’af yg sebesar – besarnya, Ahir kata; Wabillahi taufik wal hidayah warridho wal inayah Assalamu ‘alaikum wr – wb.
Penyusun; Ustadz Riyan Prayoga SH
Alamat; Pasar Ngarip Kec. Ulu Belu – Tanggamus
Youtube; DAKWAH Al - Fakir
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Address
Hj. Tutty Alawiyah
Jakarta
10110