Sinau Inspira

Sinau Inspira

Share

Belajar untuk Indonesia yang lebih baik

28/02/2025

Kisah Pemilik Perusahaan Kecantikan Terbesar di RI Diangkat Jadi Film

ParagonCorp mempersembahkan pemutaran perdana film berjudul Mengusahakan Pertolongan Ilahi untuk menandai ulang tahunnya yang ke-40.

Film pendek ini mengisahkan perjalanan inspiratif Nurhayati Subakat dalam membangun Wardah dan Paragon hingga menjadi perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia.

Film ini membawa penonton menyelami perjalanan penuh makna, nilai, dan ketangguhan yang telah membawa Paragon hingga titik ini.

Sebagai informasi, ParagonCorp merupakan perusahaan kecantikan terbesar di Indonesia yang menaungi merek kosmetik ternama, termasuk Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Tavi.

"Awalnya kita buat novel bersama Ahmad Wadi, terus kita terpikir bikin film pendek agar mudah dipahami orang banyak," kata dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2025).

ParagonCorp bekerjasama dengan sutradara Gina S. Noer dan Kurnia Cahya Putra untuk mengangkat kisah inspiratif Nurhayati ke layar lebar.

Film ini dibintangi oleh Nafiza Fatia Rani, Revalina S. Temat dan Widyati sebagai sosok Nurhayati Subakat dalam tiga zaman.

Perjalanan Nurhayati membangun Paragon, pabrik sempat terbakar

Kesuksesan Paragon tak tercapai dalam satu malam. Ada perjuangan berat di awal-awal berdirinya perusahaan.

Selepas lulus dari jurusan farmasi ITB sebagai lulusan terbaik, Nurhayati Subakat sempat merasakan frustrasi karena belum juga mendapat kerja.

"Saya kerap kali ditolak saat melamar kerja dan itu berkali-kali. Awalnya saya bercita-cita menjadi dosen, namun saya ditolak," katanya, kepada civitas ITB 2019 silam.

Setelah berulangkali dapat penolakan, Nurhayati akhirnya diterima kerja juga. Pekerjaan pertamanya adalah apoteker di rumah sakit. Namun, pekerjaan ini tak berlangsung lama karena dia harus pindah ke Jakarta bersama suami.

Saat di Jakarta, perempuan Minang itu memulai kembali hidup dari nol. Dia cari kerja lagi hingga diterima. Lalu, beberapa tahun kemudian resign karena mengurus anak. Saat mengurus anak inilah, dia terpikir untuk menjadi wirausaha.

"Dengan berbekal ilmu yang didapat saat kuliah dan pengalaman kerja, saya bertekad membuka usaha kosmetik yang berkualitas dengan harga bersaing," kata Nurhayati.

Maka, dia pun menjual sampo perempuan merek Putri pada 1985 di bawah bendera Pusaka Tradisi Ibu (PTI).

Pada awalnya, bisnis Nurhayati hanya kecil-kecilan. Bergerak secara home industry dan dipasarkan dari rumah ke rumah. Tak mudah baginya untuk bisnis sampo karena sudah banyak pemain di pasaran.

Perlahan tapi pasti, sampo Putri mulai laris di pasaran. Untuk meningkatkan produksi, dia pun mendirikan pabrik lebih besar pada 1990. Sayang, eksistensi pabrik itu tak lama karena kebakaran dan terancam pailit.

Nurhayati pun terpuruk. Dia bimbang harus melanjutkan bisnis tersebut atau tidak.

Pioner kosmetik halal

Setelah bisnisnya terpuruk, Nurhayati mendapat secercah harapan saat pemerintah gencar mensosialisasikan produk halal. Dia melihat saat itu belum ada produk non-konsumsi yang tersertifikasi halal, khususnya di dunia kosmetik. Alhasil, perusahaan pun mengalihkan target pasar kepada jutaan muslimah pada 1995.

"Alasannya tak lain karena mereka yakin pangsa pasar tersebut cukup besar dan para wanita butuh ketenangan dalam merias wajah," tulis Tren Hijaber dalam Dunia Fashion Indonesia.

Sejak itulah PT Pusaka Tradisi Ibu kembali eksis. Mereka membuat produk kosmetik bernama Wardah yang mengusung jaminan halal. Apa yang dilihat Nurhayati ihwal peluang kosmetik halal pada akhirnya terbukti. Wardah sukses di pasaran.

Dari sini, Nurhayati mulai menapaki tangga kesuksesan. Namanya mulai harum di industri kosmetik dari pasar lokal. Begitu p**a Pusaka Tradisi Ibu yang kemudian berubah nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation pada 2011. Perubahan nama ini dibarengi p**a oleh usaha yang beranak-pinak

Saat ini, Paragon Corp telah sukses menjadi perusahaan kecantikan terbesar di Indonesia yang sudah melakukan ekspor ke negara tetangga.

28/02/2025

Mengenal FOBO, Fenomena Sulit Menentukan Pilihan yang Bikin Stres

Pernahkah Anda merasa sulit mengambil keputusan karena takut ada pilihan yang lebih baik? Jika demikian, bisa jadi Anda mengalami FOBO atau Fear of Better Options.

FOBO adalah fenomena psikologis saat seseorang menunda keputusan karena khawatir akan kehilangan opsi yang lebih baik. Akibatnya, seseorang bisa mengalami analysis paralysis, yaitu kondisi saat terlalu banyak mempertimbangkan pilihan hingga akhirnya tidak mengambil keputusan sama sekali.

Misalnya, Anda ingin menonton sesuatu di Netflix usai seharian beraktivitas. Namun, karena terlalu banyak pilihan menarik, Anda malah menghabiskan waktu berjam-jam mencari yang terbaik dan akhirnya tidak menonton apa pun.

Dalam situasi kecil semacam ini, FOBO mungkin tidak berdampak besar. Namun, jika kebiasaan tersebut terus terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, hal ini dapat menghambat produktivitas dan menimbulkan stres.

FOBO Sudah Ada Sejak Lama

Meski istilahnya baru populer belakangan ini, FOBO bukanlah fenomena baru. Patrick McGinnis, seorang investor asal AS yang menciptakan istilah FOBO dan FOMO (Fear of Missing Out), menjelaskan bahwa kecenderungan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang manusia.

“Perasaan ini memang sudah ada sejak lama. Saya menyebutnya sebagai ‘biologi ingin yang terbaik.’ Nenek moyang kita dulu terbiasa menunggu pilihan terbaik karena itu meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup,” ujarnya, dikutip dari Darius Foroux, Jumat (28/2/2025).

Namun, pada era digital saat ini, FOBO makin parah karena teknologi memudahkan manusia untuk membandingkan berbagai pilihan. Banyaknya opsi yang tersedia justru bisa membuat seseorang makin sulit memilih.

Selain itu, FOBO juga berkaitan dengan ketakutan untuk melepaskan pilihan lain. Makin lama Anda mempertimbangkan sesuatu, kian sulit p**a untuk mengambil keputusan karena akan merasa takut kehilangan kemungkinan yang lebih baik.

Dua Tipe FOBO: Maximizer dan Satisficer

Dalam psikologi, ada dua tipe orang dalam mengambil keputusan: maximizers dan satisficers. Maximizers berarti selalu mencari pilihan terbaik dalam jangka panjang, sedangkan satisficers cenderung memilih sesuatu yang cukup baik untuk saat ini tanpa banyak berpikir panjang.

Misalnya, seorang maximizer mungkin akan membeli mobil yang lebih besar dari kebutuhannya saat ini karena berpikir bisa berguna pada masa depan. Sementara itu, satisficer akan memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhannya sekarang.

Sebuah studi menunjukkan bahwa maximizers lebih cenderung merasa tidak puas dengan keputusan mereka karena terus memikirkan kemungkinan lain yang terlewatkan.

“Maximizers kehilangan manfaat psikologis dari komitmen. Mereka sering mengalami kecemasan dan ketidakpuasan karena selalu merasa ada pilihan yang lebih baik,” tulis penelitian tersebut.

Cara Mengatasi FOBO
Jika Anda sering mengalami FOBO, salah satu cara mengatasinya adalah dengan berkomitmen pada pilihan yang Anda buat. Tanamkan dalam diri sendiri bahwa tidak semua keputusan bisa diambil dengan kepastian penuh sejak awal.

Cara terbaik untuk menemukan apa yang benar-benar Anda inginkan adalah memilih sesuatu yang terasa paling tepat saat ini, lalu menjalaninya dengan konsisten. Jika pada kemudian hari ternyata tidak sesuai, Anda selalu bisa beradaptasi dan mengambil keputusan baru.

Jadi, daripada terus menunggu pilihan yang sempurna, pilihlah yang terbaik dari yang ada dan jalani dengan keyakinan. Sebab ketika berani berkomitmen, keputusan yang Anda buat akan menjadi yang terbaik.

28/02/2025

Survei Buktikan Sistem Kerja Fleksibel Jadi Tren di Kalangan Gen Z

Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas pekerja Gen Z lebih memilih sistem kerja fleksibel. Hanya 10% pekerja berusia 18–27 tahun yang ingin bekerja penuh waktu dari kantor, sementara sebagian besar lebih memilih sistem hybrid atau remote.

The Times melaporkan bahwa survei tersebut juga mencerminkan perubahan besar dalam pola kerja sejak pandemi. Hanya 40% pekerja yang tetap masuk kantor lima hari seminggu, dan 18% menjalani sistem hybrid dengan lebih banyak waktu di kantor.

Sementara sisanya, 21% pekerja Gen Z lebih sering bekerja dari rumah, 17% memilih bekerja sepenuhnya remote, dan 24% menjalani sistem hybrid dengan mayoritas pekerjaan dilakukan dari rumah.

Sebagian besar pekerja Gen Z melihat fleksibilitas sebagai sesuatu yang lebih penting dibanding kehadiran fisik di kantor. Mereka menilai bahwa bekerja dari rumah atau sistem hybrid lebih efisien, terutama dalam menghemat waktu dan biaya transportasi.

Kerja Fleksibel Bukan Berarti Malas

Di sisi lain, survei juga membahas perbedaan persepsi antara generasi. Sebanyak 52% pekerja Gen Z mengaku merasa lebih malas dibanding generasi sebelumnya, tetapi para ahli menilai bahwa ini bukan sekadar kemalasan.

Charlie O’Brien dari Breathe HR menegaskan bahwa memilih bekerja dari rumah bukan berarti malas. Melainkan, sebuah perubahan gaya hidup dan teknologi yang mempermudah kerja jarak jauh.

“Banyak pekerja muda tidak mampu menanggung biaya transportasi dan sewa di kota besar, sehingga mereka memilih bekerja dari rumah sebagai solusi praktis,” jelasnya, dikutip Rabu (26/2/2025).

Selain itu, banyak pekerja justru merasa lebih produktif saat bekerja dari rumah. HR consultant Gemma Bullivant menambahkan bahwa Gen Z lebih mengutamakan efisiensi dibanding sekadar menunjukkan kehadiran di kantor.

“Mereka bekerja lebih efektif, menetapkan batasan yang lebih jelas, dan memanfaatkan teknologi untuk mencapai hasil yang sama, bahkan lebih baik, tanpa harus buang waktu di perjalanan,” katanya.

Perusahaan Harus Beradaptasi

Menurut World Economic Forum, Gen Z diprediksi akan menjadi sepertiga dari total tenaga kerja pada 2030. Untuk itu, jika perusahaan tetap memberlakukan sistem kerja yang kaku, mereka bisa kehilangan pekerja muda yang sudah terbiasa dengan fleksibilitas.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan ekspektasi mereka. Gearalt Fahy dari Womble Bond Dickinson menegaskan bahwa Gen Z bukan hanya ingin fleksibilitas, tetapi juga mencari perusahaan yang bisa memahami gaya kerja mereka.

“Bagi mereka, sistem kerja fleksibel bukan perubahan, tapi hal yang sudah mereka jalani sejak awal,” katanya.

Ia memperingatkan bahwa perusahaan yang masih menerapkan aturan kaku dapat kesulitan menarik dan mempertahankan pekerja muda. Sebagai solusi, perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang lebih modern dan fleksibel.

“Alih-alih memaksa pekerja datang ke kantor, lebih baik menciptakan tempat kerja yang nyaman dan sesuai dengan ekspektasi mereka,” tutup Fahy.

28/02/2025

Jumlah Kurma yang Ideal Dikonsumsi per Hari untuk Raih Manfaatnya

Ramadan identik dengan kurma. Buah yang biasanya dikonsumsi saat buka puasa ini tidak hanya dianjurkan oleh agama, tetapi juga terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh jika dimakan dalam jumlah yang ideal setiap harinya.

Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, kurma juga memiliki antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Namun, agar mendapatkan manfaat yang optimal, jumlah konsumsi kurma per hari harus diperhatikan.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, kurma dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Sebaliknya, jika dikonsumsi terlalu banyak, buah ini bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Lantas, berapa jumlah kurma yang ideal untuk dikonsumsi per hari? Berikut penjelasannya yang dilansir dari Medicine Net:

Porsi Ideal Konsumsi Kurma

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, jumlah kurma yang dianjurkan adalah sekitar 100 gram per hari. Dalam jumlah ini, terkandung 314 kcal kalori; 2,14 gram protein; 0,38 gram lemak; 80,6 gram karbohidrat; dan 6,7 gram serat.

Jumlah butir dalam 100 gram kurma sendiri tergantung pada jenis dan ukurannya. Akan tetapi, secara umum sekitar 8-10 butir untuk kurma kecil (seperti Deglet Noor), 5-7 butir untuk kurma ukuran sedang (seperti Sukkari atau Barhi), dan 3-5 butir untuk kurma besar (seperti Medjool).

Namun, porsi ini bisa berbeda bagi setiap orang tergantung pada kebutuhan kalori dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk mengetahui jumlah kurma yang sesuai kebutuhan tubuh.

Manfaat Konsumsi Kurma dalam Porsi yang Tepat

Mengonsumsi kurma dalam jumlah yang disarankan bisa memberi berbagai manfaat kesehatan, salah satunya membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Meskipun terasa manis, indeks glikemiknya tergolong rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Tak hanya itu, kurma juga baik untuk kesehatan jantung karena kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Dengan demikian, konsumsi kurma secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Kurma juga bermanfaat untuk sistem pencernaan. Kandungan serat dalam buah ini membantu melancarkan pencernaan serta mencegah gangguan seperti sembelit, dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan energi. Kurma mengandung berbagai vitamin B, seperti asam pantotenat, folat, dan niasin, yang berperan dalam metabolisme tubuh. Vitamin-vitamin ini membantu mengubah makanan menjadi energi, sehingga dapat mengurangi rasa lelah dan meningkatkan stamina.

Risiko Konsumsi Kurma Berlebihan

Meski kurma memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi yang berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek samping. Salah satunya adalah peningkatan berat badan. Buah ini memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan tanpa memperhitungkan asupan kalori lainnya, dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan.

Selain itu, meskipun memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, konsumsi kurma dalam jumlah besar tetap bisa meningkatkan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Oleh karena itu, mereka yang memiliki masalah dengan gula darah sebaiknya tetap membatasi jumlah kurma yang dikonsumsi dalam sehari.

Bagi penderita penyakit ginjal, konsumsi kurma juga perlu diperhatikan karena kandungan kaliumnya yang cukup tinggi. Orang dengan penyakit ginjal mungkin mengalami kesulitan dalam mengeluarkan kalium berlebih dari tubuh, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jika tidak dikontrol dengan baik.

Kurma kering juga sering mengandung sulfita, zat yang digunakan sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan jamur. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap sulfita, yang dapat memicu gejala seperti gatal-gatal, ruam kulit, bahkan gangguan pernapasan seperti asma.

Jika mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi kurma, sebaiknya segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter.

27/02/2025

6 Program Mudik Gratis 2025 dari Pemerintah hingga KAI, Cek Jadwalnya!

Sejumlah pemerintah daerah, perusahaan BUMN, hingga PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengadakan program mudik gratis untuk Lebaran 2025. Program ini bertujuan membantu masyarakat yang ingin p**ang kampung sekaligus mengurangi kemacetan saat arus mudik dan balik.

Hingga saat ini, sedikitnya sudah ada enam instansi yang mengumumkan program mudik gratis 2025. Berikut rinciannya yang dirangkum dari berbagai sumber:

Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan 293 bus untuk mengangkut pemudik ke 20 kota di enam provinsi. Di antaranya Palembang, Bandar Lampung, Tasikmalaya, Tegal, Pekalongan, Yogyakarta, Malang, dan Blitar.

Tak cuma itu, tersedia 10 truk untuk mengangkut sepeda motor pemudik, sehingga pemudik bisa naik bus tanpa harus mengendarai motor sendiri. Pemprov menargetkan 22.400 peserta dan 600 sepeda motor bisa terangkut dalam program ini.

Namun, pendaftaran untuk program mudik gratis 2025 belum diumumkan. Jika mengacu pada program tahun sebelumnya, kemungkinan pendaftaran bisa diakses di mudikgratis.jakarta.go.id

Mudik Gratis Pemkab Bandung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyediakan program mudik gratis khusus warga Kabupaten Bandung yang dibuktikan dengan e-KTP atau surat domisili. Keberangkatan dengan bus dijadwalkan pada 27 Maret 2025 dari Gedung Budaya Soreang.

Pendaftarannya sendiri telah dibuka pada 19 Februari 2025, dan akan ditutup jika kuota sudah terpenuhi. Adapun link pendaftaran dapat diakses di bio Instagram . Barulah pada 19-21 Maret, dilakukan pendaftaran ulang sekaligus pemilihan kursi di Dishub Kabupaten Bandung atau Terminal Cicalengka.

Mudik Gratis Pemprov Banten

Pemprov Banten mengadakan mudik gratis menuju berbagai kota di Jawa dan Sumatra dengan total 990 kursi. Pendaftarannya baru akan dibuka pada 2-25 Maret 2025 mendatang lewat situs jawaramudik.bantenprov.go.id.

Keberangkatan dijadwalkan pada 26 Maret 2025. Adapun rutenya mencakup Surabaya, Madiun, Malang, Banyumas, Brebes, Semarang, Surakarta, Garut, Cilegon, Tasikmalaya, Kota Yogyakarta, serta Palembang.

Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah

Pemprov Jawa Tengah menyediakan mudik gratis dengan bus dan kereta api bekerja sama dengan beberapa BUMN. Pendaftarannya bisa diakses mulai 24 Februari 2025 melalui situs pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id.

Khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas, Pemprov Jawa Tengah menyediakan pendaftaran langsung di Kantor Badan Penghubung Jateng, Jakarta Selatan. Ada dua jenis moda transportasi yang tersedia dalam program ini, yaitu bus serta kereta api KA Jaka Tingkir (Jakarta-Solo), dan KA Tawang Jaya (Jakarta-Semarang).

Mudik Gratis Bio Farma

PT Bio Farma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi, turut mengadakan program mudik gratis dengan 10 bus eksekutif untuk 450 pemudik. Pendaftaran semula dijadwalkan pada 24 Februari – 7 Maret 2025, namun ditunda hingga pengumuman lebih lanjut.

Program ini menyediakan 10 armada bus eksekutif dengan kuota 450 pemudik yang terbagi dalam dua rute, yaitu jalur selatan (melewati Majenang, Kebumen, Purworejo, hingga Yogyakarta) dan jalur utara (melewati Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang, hingga Wonogiri).

Keberangkatan dijadwalkan dari Kantor Bio Farma di Bandung pada pukul 14.00 WIB setelah registrasi ulang mulai pukul 11.00 WIB. Pendaftarannya sendiri akan dilakukan secara daring melalui laman bit.ly/MudikAmanBiofarma25.

Mudik Gratis KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan 400 tiket gratis dengan kereta api Tawang Jaya rute Jakarta – Semarang (PP) untuk keberangkatan 26 Maret 2025. Pendaftaran belum diumumkan, namun kemungkinan dibuka bersamaan dengan program mudik gratis Kementerian BUMN.

Syarat dan ketentuan juga akan diinformasikan lebih lanjut oleh KAI. Yang pasti, mereka mengimbau masyarakat agar tidak mendaftar program mudik gratis di lebih dari satu lembaga atau kementerian agar lebih banyak pemudik yang mendapatkan kesempatan.

27/02/2025

Bill Gates Akui Menyesal DO dari Harvard demi Bangun Microsoft

Salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates mengaku menyesal karena berhenti kuliah di Universitas Harvard pada saat ia berusia 20 tahun. Gates saat itu dihadapkan pada pilihan yang sulit antara melanjutkan kuliah atau mendirikan perusahaan software Microsoft.

Setelah meluncurkan Microsoft bersama teman sekolah menengahnya, Paul Allen pada tahun 1975, Gates mengaku masih ingin kembali ke Harvard untuk menyelesaikan gelar sarjananya.

Keputusan untuk DO dari Harvard datang dengan beberapa urgensi. Di sekolah menengah, Gates dan Allen memprediksi bahwa microprocessor akan mengubah komputer yang besar dan berat menjadi mesin kecil dan terjangkau yang aksesibel untuk semua orang.

Awalnya, Gates tidak berpikir teknologinya sudah siap hingga tahun 1974.

"Allen menerobos masuk ke kamar saya sambil membawa edisi terbaru Pop**ar Electronics", tulisnya dalam buku autobiografinya, berjudul Source Code dikutip dari CNBC Make It.

Sampul majalah tersebut menampilkan perangkat komputer mini pertama di dunia yang menyaingi model komersial, sebuah komputer yang dibuat oleh Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS) yang disebut Altair 8800. Dengan cepat, Allen dan Gates yakin bahwa mereka dapat menjadi yang terdepan dalam industri baru dengan menciptakan perangkat lunak untuk komputer yang pada akhirnya akan ada di hampir setiap rumah di Amerika.

Walau begitu, sebagai seseorang yang menyukai belajar, Gates merindukan suasana akademik yang didapatnya di Harvard.

Dia mencoba menjalankan Microsoft dari jauh, lalu kembali ke Harvard selama dua semester lagi pada tahun 1976. Gates bahkan mencoba meyakinkan programmer Microsoft terdahulu Ric Weiland, teman SMA lainnya, untuk mengambil alih kendali, sehingga ia dapat menyelesaikan studinya.

Sebaliknya, Weiland melanjutkan pendidikan pascasarjana, lalu kembali ke Microsoft untuk beberapa waktu sebelum akhirnya mengundurkan diri dan pindah ke Los Angeles. (Weiland meninggal pada tahun 2006 saat usia 53 tahun.)

"Bahkan Ric tidak bisa melakukan semuanya (kuliah dan Microsoft) dengan intensitas yang kami butuhkan untuk tetap menjadi yang terdepan," kata Gates, yang tidak pernah meraih gelar sarjana, tapi menjabat sebagai CEO pertama Microsoft hingga mengundurkan diri pada tahun 2000.

Pada saat itu, perusahaan tersebut merevolusi industri komputer dan kedua pendirinya dengan cepat menjadi miliarder. Saat ini, Microsoft bernilai lebih dari US$ 3 triliun.

Gates mengaku bahwa ia adalah orang kutu buku dan tidak terlalu s**a bersosialisasi.

"Saya tidak terlalu s**a bersosialisasi, tetapi saya punya cukup banyak teman sehingga saya merasa sangat nyaman. Saya benar-benar menjalani gaya hidup kutu buku, dan belajar banyak."

Tips Bill Gates untuk Orang yang Berhenti Kuliah untuk Mulai Bisnis

Kendati tidak memiliki gelar di bidangnya, Bill Gates bukan orang yang mendukung seseorang putus kuliah. Mantan suami Melinda French itu mengakui ilmu yang didapatnya berguna walau hanya mengenyam pendidikan kuliah sebentar.

Jika memang tidak ada suatu hal yang urgensi dan bisa melanjutkan kuliah, maka lakukan. Hal ini bisa dilakukan berdampingan ketika Anda akan memulai suatu bisnis.

"Anda tahu, saya bukan orang yang menganjurkan untuk berhenti kuliah. Saya sangat menyukai pengetahuan yang luas, dan saya pikir ini adalah kasus yang luar biasa ketika urgensinya sedemikian rupa sehingga Anda harus menghentikan tahun-tahun kuliah untuk melakukan sesuatu yang lain," kata Bill Gates.

"Saya dapat menggunakan hampir semua pengetahuan yang saya peroleh [di perguruan tinggi]. Saya senang karena saya memiliki rasa ingin tahu untuk mengambil semua mata kuliah yang berbeda itu. Jadi saya selalu mendorong orang untuk mempelajari berbagai hal," paparnya.

27/02/2025

5 Tips Hindari Perilaku Konsumtif selama Ramadan

Hanya tinggal menghitung hari untuk memasuki Ramadan 1446 Hijriah. Selama sebulan penuh, umat Islam menjalani puasa, yang secara teori seharusnya membantu menghemat pengeluaran karena jumlah konsumsi makanan berkurang.

Namun, kenyataannya, tak sedikit orang justru mengeluarkan lebih banyak uang selama bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan perilaku konsumtif selama Ramadan ialah tradisi sosial semacam buka bersama (bukber).

Maraknya tren membagikan momen berbuka bersama di media sosial juga semakin mendorong perilaku konsumtif. Belum lagi dengan adanya diskon dan promo besar-besaran, yang biasanya menjamur menjelang Ramadan hingga Lebaran.

Untuk menghindari godaan-godaan tersebut, Universitas Airlangga dalam laman resminya di fikkia.unair.ac.id membagikan sejumlah tips untuk mengelola keuangan dengan bijak selama Ramdan, yakni sebagai berikut:

Buat Rencana Keuangan Khusus Ramadan

Sebelum Ramadan tiba, susunlah anggaran keuangan yang jelas. Tetapkan alokasi dana untuk kebutuhan pokok seperti makanan, zakat, dan sedekah. Hindari pengeluaran yang tidak perlu dengan menetapkan batas anggaran untuk belanja di luar kebutuhan utama.

Hindari Bukber Berlebihan

Salah satu kebiasaan yang bisa memicu belanja impulsif ialah sering berbuka puasa di restoran atau memesan makanan secara online. Sebagai alternatif, cobalah memasak sendiri di rumah dengan menu yang lebih sehat dan hemat.

Jangan Mudah Tergiur Promo

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pusat perbelanjaan maupun platform e-commerce biasanya menawarkan berbagai promo menarik. Meski menggiurkan, jangan sampai diskon membuat Anda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat.

Kurangi Membeli Pakaian Baru

Tradisi membeli baju baru saat Lebaran memang sudah ada sejak lama. Namun, bukan berarti setiap tahun harus membeli pakaian baru dalam jumlah banyak. Cobalah untuk memanfaatkan pakaian yang Anda punya atau mengkombinasikan pakaian lama agar tetap terlihat menarik tanpa harus boros.

Pahami Esensi Ramadan yang Sebenarnya

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen untuk menahan hawa nafsu, termasuk dalam hal konsumsi. Jangan menjadikan waktu berbuka sebagai ajang ‘balas dendam’ setelah seharian berpuasa dengan membeli makanan berlebihan.

27/02/2025

6 Tips Pidato Terdengar Natural meski Membaca Naskah

Saat berpidato, membaca catatan atau naskah memang dapat membantu menjaga kelancaran penyampaian. Namun, jika terlalu fokus pada teks, Anda justru bisa kehilangan koneksi dengan audiens dan terlihat kaku.

Gary Gernard, seorang ahli public speaking, membagikan sejumlah tips berpidato tanpa terlihat sekadar membaca teks dalam laman resminya di The Genard Method. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya:

Tulis Pidato dengan Gaya Percakapan

Agar pidato terdengar natural, gunakan bahasa yang mengalir seperti percakapan sehari-hari. Alih-alih menggunakan kalimat panjang dengan diksi terlalu formal, pilihlah kalimat pendek dan sederhana agar Anda lebih mudah menyampaikan pesan tanpa harus terpaku pada teks.

Buat Catatan yang Mudah Dibaca

Jika Anda menggunakan catatan atau naskah, pastikan formatnya mudah dibaca sekilas. Gunakan font berukuran besar, spasi lebar, dan hindari menulis di bagian bawah halaman agar tidak terlalu sering menunduk.

Gunakan Frasa Kunci

Alih-alih membaca kata per kata, cukup ambil poin-poin utama dari catatan Anda. Tatap audiens, lalu sampaikan ide tersebut dengan gaya sendiri. Latih diri Anda untuk melihat sekilas catatan, kemudian berbicara tanpa bergantung sepenuhnya pada teks.

Beri Jeda untuk Penekanan

Jeda dalam pidato bukan hanya untuk menarik napas, tetapi juga memberi waktu bagi audiens untuk mencerna informasi. Dengan jeda yang tepat, penyampaian Anda terasa lebih berirama dan tidak terdengar seperti membaca teks panjang tanpa henti.

Jaga Kontak Mata dengan Audiens

Kontak mata menunjukkan bahwa Anda berbicara langsung kepada audiens, bukan sekadar membaca teks. Biasakan untuk sering melihat ke arah mereka, terutama ketika menyampaikan poin penting. Ini akan membuat pidato Anda lebih meyakinkan dan interaktif.

Variasikan Intonasi dan Ekspresi

Membaca naskah cenderung membuat suara terdengar monoton. Untuk menghindarinya, gunakan variasi intonasi sesuai isi pidato. Tekankan kata-kata kunci, gunakan ekspresi wajah yang sesuai, dan biarkan gestur tubuh mendukung penyampaian pesan.

Demikianlah tips menyampaikan pidato yang terlihat natural meski membaca naskah. Dengan menerapkan tips ini, Anda bisa menyampaikan pidato dengan lebih lancar dan percaya diri tanpa terlihat sekadar membaca.

27/02/2025

Tayang di Netflix Saat Lebaran, Intip Sinopsis Setetes Embun Cinta Niyala

Film Indonesia terbaru berjudul Setetes Embun Cinta Niyala akan segera hadir di Netflix bertepatan dengan momen Lebaran Idulfitri 1446 H, tepatnya pada 31 Maret 2025.

Mengangkat kisah penuh makna dan emosi, film ini diadaptasi dari novel laris karya Habiburrahman El Shirazy, penulis ternama di genre religi yang telah melahirkan karya-karya menyentuh seperti Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, yang semuanya sukses diadaptasi ke layar lebar.

Dibintangi oleh Deva Mahenra, Beby Tsabina, dan Caitlin Halderman, film Setetes Embun Cinta Niyala juga menghadirkan sejumlah aktor ternama lainnya seperti Alya Rohali, Dito Darmawan, Imran Ismail, hingga Kiki Narendra.

Menariknya, film ini akan menjadi proyek kolaborasi pertama antara Netflix dan MD Entertainment. Diketahui, Manoj Punjabi terlibat dalam pembuatan film sebagai produser, dan Oka Aurora sebagai penulis naskah.

Film ini digarap dengan sentuhan khas yang menjanjikan pengalaman menonton yang mendalam. Kursi sutradara dipercayakan kepada Anggy Umbara, sosok di balik berbagai film sukses seperti Vina: Sebelum 7 Hari, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos!, dan InsyaAllah Sah 2.

Sebelum menonton bulan depan, simak sinopsis film Setetes Embun Cinta Niyala berikut ini!

Sinopsis

Film ini menceritakan kisah Niyala, seorang gadis desa yang berhasil menggapai impiannya menjadi seorang dokter. Namun, kebahagiaan itu harus diuji ketika ia dipaksa menjalani perjodohan demi melunasi utang keluarga.

Di tengah kebimbangan, hatinya semakin terluka saat mengetahui bahwa Faiq, teman masa kecil yang diam-diam ia cintai, akan menikah dengan perempuan lain.

Mampukah Niyala menerima takdir yang telah digariskan untuknya? Akankah perjodohan itu membawa kebahagiaan, atau justru menjadi beban dalam hidupnya?

Nantikan kisah penuh haru Niyala dalam Setetes Embun Cinta Niyala yang akan segera tayang di Netflix!

26/02/2025

Viral, Perusahaan Ini Ancam Pecat Karyawan yang Masih Jomblo

Sebuah perusahaan bernama Shuntian Chemical Group di Provinsi Shandong, China timur, tengah viral lantaran membuat kebijakan yang tidak biasa. Mereka mengancam akan memecat karyawannya bila masih lajang hingga batas yang telah ditentukan.

Mengutip South China Morning Post, perusahaan bahan kimia itu diketahui memiliki karyawan lebih dari 1.200 orang. Kebijakan yang dibuat pada Januari lalu bertujuan untuk mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan angka pernikahan.

Perusahaan tersebut mengharuskan karyawannya yang lajang (termasuk yang berstatus cerai) berusia 28 hingga 58 tahun untuk menikah dan berumah tangga paling lambat akhir September tahun ini.

Mereka yang tidak melakukannya paling lambat akhir Maret harus menulis surat kritik diri. Perusahaan tersebut juga mengklaim bahwa mereka mendukung kebijakan yang menekankan nilai-nilai tradisional China seperti kesetiaan dan bakti kepada orang tua.

"Tidak menanggapi seruan pemerintah untuk meningkatkan angka pernikahan adalah tindakan tidak setia. Tidak mendengarkan orang tua bukanlah tindakan berbakti. Membiarkan diri melajang bukanlah tindakan yang baik. Tidak memenuhi harapan rekan kerja adalah tindakan yang tidak adil," demikian isi pengumuman itu.

Shuntian Chemical Group didirikan pada tahun 2001, dan merupakan salah satu dari 50 perusahaan teratas di kota Linyi, tempat perusahaan tersebut mendirikan kantor pusat.

Setelah kebijakan ini viral, Biro Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial setempat mengatakan bahwa mereka telah memeriksa perusahaan tersebut pada 13 Februari lalu.

Menurut Beijing News, dalam waktu kurang dari sehari, Shuntian Chemical Group menyatakan telah mencabut kebijakannya tentang tenggat waktu pernikahan. Dinyatakan p**a bahwa tidak ada pegawai yang dipecat karena status perkawinan.

Seorang staf pemerintah mengatakan bahwa pemberitahuan perusahaan tersebut melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Kontrak Kerja China.

Profesor di Sekolah Hukum Universitas Peking, Yan Tian, mengatakan kepada Beijing News bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan kebebasan menikah dan karenanya tidak konstitusional.

Yan mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China tidak seharusnya meminta pelamar kerja untuk membuat rencana pernikahan atau kelahiran anak berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, meskipun pada kenyataannya hal itu biasanya tidak terjadi.

Jumlah pernikahan di China turun ke titik terendah baru, yaitu hanya 6,1 juta tahun lalu, turun 20,5 persen dari 7,68 juta pada tahun sebelumnya.

China mencatat 9,54 juta bayi baru lahir tahun lalu, meningkat 520.000 bayi dari tahun 2023. Ini adalah kenaikan pertama sejak tahun 2017.

Namun, seorang demografer di Lembaga Penelitian Pop**asi YuWa China, He Yafu, mengatakan kenaikan tersebut hanya terjadi karena banyak keluarga yang lebih menyukai anak yang lahir di Tahun Naga.

Kurangnya minat kaum muda untuk menikah bahkan mendorong beberapa pemerintah untuk memberikan insentif bagi mereka yang ingin menikah. Sebuah kota di Provinsi Shanxi, China bagian tengah menawarkan hadiah sebesar 1.500 yuan (Rp 3,3 juta) kepada wanita di bawah usia 35 tahun dan pria yang menikah untuk pertama kalinya.

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Wijaya Grand Centre Blok G-15
Jakarta
12140

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00