18/12/2022
Rekan-rekan akademisi dan pemerhati filsafat,
Masyarakat Filsafat Indonesia akan menutup rangkaian Kolokium Dwimingguan 2022 dengan diskusi pada Senin, 19 Desember 2022 pkl. 19.00-21.00 WIB, bersama Rappan Paledung (narasumber) dan Arif Susanto (moderator) dg tema:
“Eros, 'Asabiyya' dan Titik Buta Demokrasi: Telaah terhadap Demokrasi berdasarkan Pemikiran Christos Yannaras dan Ibn Khaldun.”
Demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan menitikberatkan perlindungan hak-hak dasariah bagi setiap warga negara. Dalam koridor fungsi tersebut, berkembang tuduhan bahwa demokrasi telah menyuburkan individualisme. Perdebatan ini muncul dan berkembang terutama di atas pondasi pertanyaan: bagaimana seharusnya sesama warga negara berelasi? Dalam kajian ini, narasumber menawarkan imajinasi filosofis mengenai relasi ideal antar warga negara dengan memanfaatkan pemikiran Christos Yannaras (l. 1935), filsuf kontemporer Yunani, dan Ibn Khaldun (1332-1406), filsuf Arab dari abad pertengahan.
Bermodalkan inspirasi yang kuat dari teks Plato dan Pseudo-Dionisius, Yannaras menjawab problem demokrasi dengan mengusulkan eros (_erotic relationship_) sebagai model relasi ideal antar sesama warga negara. Gagasannya ini tampak menolak individualitas dalam sistem demokrasi. Sementara itu, Khaldun mengusulkan konsep _Asabiyya_ sebagai tilikan komunitas (_group feeling_) dengan keyakinan bahwa individualitas adalah awal kehancuran komunitas.
Bersama MFI, narasumber akan memfasilitasi Anda dalam diskusi tentang demokrasi dan konsep-konsep penting lain dalam pemikiran Yannaras dan Ibn Khaldun, sekaligus mengambil inspirasi dari keunikan posisi kedua pemikir besar ini: meskipun berseberangan dengan demokrasi, gagasan mereka mampu memberi sumbangsih yang signifikan bagi diskursus di sekitar _titik buta_ demokrasi -- namun pada saat yang sama, gagasan-gagasan tersebut justru dimungkinkan dalam konteks yang demokratis.