30/01/2022
Pendidikan
Dapatkan ide-ide kreatif tentang pendidikan dan pembelajaran. Update status anda dengan hastag #pendidikan untuk dapat tampil di page ini.
Bergabunglah dengan para pelaku, pemerhati, dan pemangku kebijakan untuk saling berdiskusi, berbagi dan belajar tentang pelaksanaan pendidikan.
30/01/2022
Bebaskan guru dari belenggu
20/10/2021
Inilah desain batik Korpri yang baru
20/10/2021
Di Sekolah, guru pasti sering menemukan siswa yg bolos, berkelahi, mengejek, tidak sopan dsb.
Lalu bagaimana guru harus meresponnya jika tanpa menghukum atau sanksi?
Lakukanlah Restitusi. Semua senang, semua menang. 😊👍
https://youtu.be/NEGDAbBTSac
Silakan dishare jika bermanfaat 🙏
Langkah-Langkah Restitusi | Cara Memperbaiki Kesalahan Siswa | Guru Penggerak Ketika siswa melakukan kesalahan jangan dihukum, lakukanlah Restitusi. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mer...
27/08/2021
70% orang jawabannya salah.
kok bisa?
lihat di komentar
01/08/2021
Tuliskan nama anda di kolom komentar, kami buatkan tanda tangan artistik berdasarkan nama Anda.
15/04/2021
Ini bukan lukisan. Ini adalah gambar paling detail dari sel manusia hingga saat ini, yang diperoleh dengan radiografi, resonansi magnetik nuklir, dan mikroskop krioelektron.
https://defectiveprincess.com/2020/12/17/anthropomorphizing-the-body/
Hi-res:
https://thedefectiveprincess.files.wordpress.com/2020/12/gael-mcgill-cellularlandscape-digizyme.jpg
23/11/2020
Foto-foto Permukaan Planet Mars dari Robot Penjelajah Curiosity
Tahukah kamu, planet Mars berpenghuni loh. Penghuninya adalah robot-robot buatan manusia yang dikirim untuk meneliti disana. Saat ini, masih ada dua robot yang masih beroperasi di permukaan Mars yaitu robot penjelajah (Rover) Curiosity yang mendarat pada tahun 2011 lalu dan beroperasi di daerah bernama Kawah Gale dan lander InSight yang mendarat pada tahun 2018 lalu dan beroperasi di Elysium Planitia. Keduanya adalah milik NASA.
Kabar baiknya nih, tahun depan akan ada dua robot penjelajah baru yang akan mendarat di Mars, yakni Rover Perseverance milik NASA yang akan mendarat di kawah Jezero dan Rover Tianwen-1 milik CNSA (China) yang akan mendarat di Utopia Planitia. Tentunya patut ditunggu hasil penelitian mereka, dan juga foto-foto daerah tersebut.
Sampai hari ini, ada 379.108 foto yang dipotret Curiosity yang semuanya bisa kalian lihat disini: https://mars.nasa.gov/msl/multimedia/raw-images/
Dan berikut ini, sejumlah foto permukaan planet Mars hasil tangkapan Rover Curiosity yang mendarat tahun 2011 lalu.
Perlu diketahui bahwa sebagian besar foto-foto ini merupakan mosaik, artinya dibuat dari banyak foto yang digabungkan menjadi satu foto.
Kredit: NASA/JPL
22/06/2020
Proposal Penelitian S3
Kapankah kita merancang penelitian untuk S3? Pertanyaan ini sering saya temukan dalam diskusi teman-teman sesama dosen. Kebanyakan teman saya yang dosen sudah diubun-ubun niatnya untuk melanjutkan S3, tetapi selain keterbatasan dana, mereka juga kesulitan menentukan ide penelitian. Apa yang mau diteliti? Rasanya semua hal sudah di teliti oranng. Kebanyakan teman-teman saya mentok di sana, mereka tidak tahu harus meneliti apa, walaupun semangat S3 sudah sangat membara.
Masalah ide memang sedikit penting, walaupun tidak penting-penting amat. Ibarat kata dokter, yang penting pola hidupnya perlu dijaga. Jika sering mengkonsumsi jurnal-jurnal atau konfren-konfren terbaru dan berdiskusi di lingkungan tridarma perguruan tinggi, ide dengan mudah di dapatkan. Jadi, sebelum kita merancang penelitian untuk S3, kita perlu terlebih dahulu menentukan ide penelitian S3 kita tersebut. Bagaimana caranya? Ada beberapa cara yang bisa saya rangkumkan dari berbagai bahan bacaan dan pengalaman. Tapi tips saya lebih kepada penelitian sosial, bukan penelitian sains.
Pertama, adalah dari pengamatan peribadi. Seperti apa pengamatan pribadi itu? Kita mengamati fenomena yang terjadi di masyarakat. Terkadang terdapat fenomena yang terjadi di masyarakat tetapi berbeda dengan literature yang ada. Seperti apa contohnya? Contoh sederhananya, banyak mahasiswa lebih s**a menjadi mahasiswa akuntansi, tetapi banyak tamatan akuntansi yang tidak s**a menjadi akuntan. Fenomena apakah itu? Mengapa bisa terjadi demikian? Ini contoh sederhana. Masih banyak contoh yang lain.
Kedua, dari membaca literatur. Dengan membaca banyak literature, jurnal-jurnal penelitian terkini, prosiding-prosiding terkini, kita bisa mendapatkan ide-ide penelitian yang terbaru. Oleh sebab itu, kebanyakan pembimbing mahasiswa mewajibkan mahasiswanya untuk membaca banyak jurnal, supaya bisa menemukan ide penelitian. Pembimbing S3 saya dulu mewajibkan saya membaca jurnal-jurnal scopus Q1 dan Q2. Belakangan pembimbing saya mengatakan bahwa dengan membaca jurnal-jurnal Q1 dan Q2, kita bisa mendapatkan ide dari penelitian-penelitian yang memang sudah melalui proses review yang ketat, sehingga ide penelitian kita nantinya bisa lebih update dan memiliki dasar yang kuat.
Ketiga, melanjutkan saran peneliti-peneliti sebelumnya. Jika kita membaca jurnal atau disertasi milik peneliti sebelumnya, kita akan sering menjumpai sebuah sub-bab yang mengatakan bahwa penelitian mereka memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan. Mereka akan menyebutkan kekurangan dan kelemahan penelitian mereka secara kongkrit dan jelas. Misalnya, mereka menulis, “penelitian ini hanya menggunakan sampel sebanyak 100 mahasiswa akuntansi, sehingga potensi bias semakin besar”, atau contoh lain, “penelitian ini hanya meneliti kampus-kampus big 5 di Indonesia, akan lebih baik jika peneliti selanjutnya juga menambah sampel dari kampus big 5 di negara-negara Asia Tenggara”. Statement-statement seperti itu bisa kita jadikan sebagai ide dasar penelitian S3 kita.
Dari ketiga cara tersebut, masing-masingnya memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan cara pertama adalah kita bisa menemukan ide penelitian dengan mudah, apalagi jika kita termasuk dosen yang memiliki banyak jam terbang di lapangan, seperti pernah menjadi praktisi atau selalu melakukan pengabdian di masyarakat. Pada cara pertama ini, kita mesti memiliki kepakaran dalam bidang kita tersebut, sehingga kita bisa mengambil fenomena yang terjadi. saya termasuk salah seorang yang menggunakan metode ini. Dengan latar belakang praktisi dan akuntan perusahaan yang miliki, saya bisa menjelaskan fenomena ini dengan baik kepada calon supervisor S3 saya. Tetapi kelemahannya adalah karena menggunakan pengamatan pribadi, kita akan kesulitan untuk mendapatkan literature pendukung. Ide penelitian mungkin termasuk fresh dan original dari pengamatan kita sendiri, tetapi jika tidak ada literature yang mendukung, maka penelitian kita tersebut akan memiliki kelamahan dalam pondasi penelitian, sehingga sedikit argument dari dari penguji, kita akan kesulitan untuk mempertahankan penelitian kita tersebut, sehingga dalam ujian doctoral, bisa jadi kita di suruh mengulang ujian doctor atau malah gagal.
Kelebihan cara kedua adalah kita akan memiliki banyak literatur yang bisa kita gunakan. Literature yang melimpah akan membuat kita mudah dalam menyusun disertasi nantinya, terutama bab literature review. Akan tetapi kelemahannya adalah dari segi waktu. Untuk membaca sekian banyak jurnal kemudian membuat rangkuman jurnal yang kita baca dan lain sebagainya akan menghabiskan banyak waktu. Jika kita memiliki kemampuan bahasa Inggris baik, membaca jurnal-jurnal bahasa Inggris mungkin akan seperti membaca koran, tetapi bagi kita yang lemah dalam bahasa Inggris, pembacaan jurnal menjadi kendala tersendiri p**a.
Kelebihan cara ketiga adalah kita bisa mendapatkan ide penelitian dengan mudah, sebab sudah dinyatakan dalam penelitian terdahulu tersebut. Dan secara etik penelitian, bukan merupakan aib jika kita menjadikan hasil penelitian terdahulu sebagai ide penelitian, asal di nyatakan dengan jelas dalam penelitian kita bahwa ide penelitian tersebut di adaptasi atau di adopsi dari penelitian Fulan bin Fulan. Selain itu, dari sisi literature, kita juga memiliki sumber literature yang juga bisa dipertanggung jawabkan. Sedangkan kelemahan cara ketiga ini adalah ide penelitian itu tidak lagi fresh, dan bisa saja terdapat mahasiswa S3 lain yang menggunakan ide tersebut. Ide yang tidak fresh ini sebetulnya juga bukan masalah, akan tetapi akan menjadi canggung jika pada saat ujian doctoral, penguji mengatakan, “Kok penelitian ini sepertinya pernah saya baca di suatu tempat”.
Ada banyak cara lain untuk mendapatkan ide penelitian S3, tapi yang paling sering saya temui adalah 3 cara diatas. Pertanyaan selanjutnya, jika ide penelitian sudah kita dapatkan, kapankah kita mulai merancang penulisan proposal penelitian kita? Akan coba saya bahas dalam tulisan selanjutnya.
, , , ,
13/06/2020
Buku ini diwakafkan oleh penulisnya Prof. Dr. Nina H. Lubis untuk dibaca oleh umum. Silakan buku sejarah ini dimanfaatkan untuk memperkaya wawasan sejarah kita.
Bismillaah.
Pada Hari Jumat yang penuh berkah ini, 12 Juni 2020, saya wakafkan buku "Kehidupan Kaum Menak Priangan" (berasal dari Disertasi saya tahun 1997).
Silahkan Bapak dan Ibu bisa mengunduh/men-download-nya secara gratis, dengan meng-klik tautan (link) di bawah ini.
(Aplikasi OneDrive)
E-book ini juga boleh dan bebas di-share ke siapa saja yang berminat, tanpa perlu minta izin kepada saya sebagai penulis.
Semoga bermanfaat.
https://1drv.ms/b/s!AncnYeNoGQTwaUEfIF146V3L5C0
3 Faktor yang Harus Dikuatkan dalam Pendidikan untuk Menghadapi Tahun Ajaran Baru
Oleh: Achmad Taopiq Sudayat, M.Pd.
Menghadapi tahun pelajaran baru pada masa covid-19, yang akan dimulai tanggal 13 Juli 2020 mendatang, saya kok agak was-was ya?
Bagaimana tidak. Pembelajaran selama 3 bulan terakhir, dilaksanakan dalam suasana darurat, kepepet, cenderung dipaksakan. Guru dan siswa belum terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) moda daring atau semi daring. Akhirnya yg terjadi, pembelajaran tetap berlangsung jarak jauh tetapi efektivitasnya? Entahlah, toh masa darurat ini. Semua kebingungan.
Keadaan itu dapat dimaklumi, kita harus apresiasi pada guru-guru kita di lapangan. Sekuat tenaga mereka berusaha agar tidak menelantarkan anak.
Pandemi Covid-19 masih belum ada tanda-tanda mereda. Sementara kita mengadapi tahun ajaran baru. Tetapi kemdikbud belum juga menyusun strategi pembelajaran yang adaptif, tetapi cukup efektif dilaksanakan pada masa work from home, study from home ini.
Setidaknya ada tiga hal yang harus dikuatkan, berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu.
#1.
Adalah sumber informasi, bahan belajar, materi pembelajaran yang harus dapat diakses siswa dan orang tua dengan mudah.
Kita kekurangan akses pada video pembelajaran, podcast, website, atau modul digital.
Dalam bagian ini, yg tidak kalah pentingnya, kurikulum darurat harus segera dibahas dan dirumuskan.
#2.
Adalah manusia pelaku pendidikan, yaitu orang tua, guru & kepala sekolah, dan masyarakat.
Pada masa ini yang paling berperan dalam keberhasilan pembelajaran adalah orang tua. Mereka adalah kepanjangan tangan guru. Tanpa bantuan orang tua, PJJ akan tidak efektif. Maka dari itu perlu panduan bagi orang tua dalam melaksanakan pembelajaran di rumah.
Guru perlu dibekali dengan keterampilan baru tentang mencari & menggunakan online resources, mengelola pembelajaran jarak jauh, dan menciptakan online resources. Peran KKG/MGMP menjadi sangat penting di sini.
Masyarakat pun perlu mendukung dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, dan suasana yg mendukung pembelajaran. Misalnya membuat aturan jam belajar di masyarakat.
#3.
Adalah alat untuk membantu lancarnya proses PJJ. Pemilihan alat yang tepat dapat membuat pembelajaran lebih efisien.
Beberapa guru melakukan usaha kunjungan ke rumah siswa, menyebarkan worksheet, ujian di rumah gurunya, dll. Ini bukti bahwa kita tidak punya tool yang dapat mengatasi hambatan itu tadi.
Sebagian besar guru menggunakan aplikasi whatsapp untuk PJJ. Bagus pada masa darurat, tetapi untuk jangka panjang? No!
WA itu aplikasi chating bukan LMS.
Kita perlu tool yang fleksibel dan efisien. Mungkin aplikasi yg seperti gabungan antara google classroom, quizziz dan zoom yang sudah terinstall dalam tablet bantuan pemerintah untuk anak-anak.
Ditulis oleh seorang guru di Jawa Barat, bila bapak/ibu setuju silakan share.
Bila ada mas**an, silakan komentar ya..
03/06/2020
Ridwan Kamil: Sekolah di Jabar Kemungkinan Buka Kembali Januari 2021
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar mengizinkan 15 daerah Zona Biru (Level 2) untuk menerapkan new normal atau di Jabar dikenal dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mulai 1 Juni 2020.
Terkait ini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memastikan bahwa sektor pendidikan tidak akan pulih atau kembali ke sekolah dalam waktu dekat. Namun, menurutnya, wacana yang mengemuka bahwa, sekolah akan kembali dibuka Januari tahun depan.
Dalam AKB Jabar sendiri pembukaan kembali sekolah dan pesantren masuk dalam tahap kelima, setelah tahap adaptasi di tempat ibadah, khususnya masjid. Tahap kedua sektor ekonomi industri, perkantoran dan pertanian.
Selanjutnya tahap ketiga mal dan retail atau pertokoan, dan tahap keempat yakni pemulihan sektor pariwisata.
Untuk pendidikan saya sampaikan belum dibuka sekarang, masih dibahas, wacana yang mengemuka nanti Januari (2021) itu yang paling bisa kita perhitungkan,” ujar Ridwan Kamil, saat konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (2/6/2020).
“Kita butuh waktu dan tidak boleh mengorbankan anak-anak. Tapi kalau ada keputusan tidak di Januari, nanti kita sampaikan secara khusus,” katanya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Jendral Sudirman
Jakarta