22/06/2022
*Menjalankan Paud yang Diberkati Allah*
Oleh: Ayah Eddy Santosa
https://s.id/TrainingManajemenPaud
_Ayah tolong d**g kasih solusi, murid kami setiap tahun malah merosot._
_Ayah jalan keluarnya d**g Paud tetangga makin rame Paud kita ajeg aja._
_Ayah ide kreatifnya d**g, banyak orangtua akhire mindahin anaknya ke Paud lain nih_
Request gitu banyak sekali yang masuk ke ayah. Alhamdulillah beberapa *Peserta Pelatihan Pengelolaan PAUD Berbasis Teacherpreneur* membuahkan hasil, beberapa yang lain masih semangat berproses. Adakah yang stagnan? Adakah yang jalan di tempat? Adakah yang malah mati suri?
Ada. Kenapa?
Kali ini saya tidak menjawab kenapanya. Karena bisa jadi Kawan-kawan yang sedang mendapatkan anugerah "sepi" Paudnya nanti malah semakin bingung, atau merasa disalahkan atau merasa dipojokkan.
Nggak bakalan nyelesain masalah kan? Mending ayah menyampaikan kabar gembira kepada kawan-kawan "anugerah" apa yang bakalan Kawan-kawan raih.
Ih ayah, sepi kok anugerah, musibah tuh yah. Hehehe sabar-sabar ya. Terkadang mata hati kita nggak bisa jelas melihat dalam suasana hati yang galau, bingung entah bagaimana ngedapetin solusi.
Ayah pernah ngalamin ketika Paud yang kita kelola mendapatkan fitnah dari masyarakat yang merasa kurang cocok dengan tambahnya keramaian hadirnya anak-anak. Nggak perlu dijelaskan fitnah seperti apa. Pernah juga didatangi segerombolan preman, nggak ngapa-ngapain sih cuman mau bikin serem-sereman aja, tapi jelas itu bikin anak-anak ngeri. Yang jelas sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan orangtua murid ke kita. Tidak sedikit yang "angkat kaki" pindah ke paud lain. Bu guru bahkan ada yang nangis senangisnya karena nggak siap ditinggal anak-anak. Paud jadi seperti "kuburan". Bayangin aja!
Galau pasti, sedih iya, bahkan kawan-kawan yang membaca ini mungkin ada yang ikutan ngerasa bagaimana perasaan kami saat itu. Tapi kami ndak mau terjebak dalam kondisi itu terus-terusan. Kami bangkit! Kami kerjakan yang bisa kami kerjakan. Alhamdulillah pelan tapi pasti kepercayaan masyarakat kembali lagi.
Terus apa yang kami lakukan? Akan kami share untuk Kawan-kawan semua.
Jadi *LANGKAH PERTAMA* buat Kawan-kawan tenanglah dahulu. Tenang itu yang seperti apa sih?
Kawan-kawan bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk bisa ngedapetin ketenangan
1. _Dzikir_, banyakin inget Allah. Tuhan kita itu Maha Kaya, nggak bakalan bikin kita miskin, nggak bakalan bikin kita terhimpit, kecuali kita yang bikin sendiri. Jadi ingatlah Allah yang banyak, itu akan bikin kalian _tenaaaang_.
2. _Beberes_, udah jangan mikir sepinya murid terus. Stress malah. Mulailah lupakan dengan cara beberes ruangan, beberes kertas di kantor, beberes mainan anak di kelas, lap semua debu. Nikmati beberes itu, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk hilangkan debu yang nempel di mainan, kumpulkan krayon yang patah, jadikan satu yang sewarna, masak dan cetak, kumpulin mainan yang patah, kalau bisa dibenerin ya benerin, kalau nggak bisa ya mau dibuang atau dibikin hiasan dari mainan rusak itu bagian dari kreatifitasmu dan seterusnya
3. _Tata ulang ruangan_ , letakkan foto kenangan anak di dinding, kasih pigura yang cakep. Ubah tata letak furniture yang ada, ganti gordeyn lama dengan yang baru.
4. _Dengarkan audio motivasi_ sembari sesekali meditasi. Duduk diam, duduk tenang, nggak pegang hape, nggak deket cemilan, duduk di karpet halus mata dipejamkan dan dengerkan audio motivasi, lumayan ini bisa bikin tenang
Kalau perasaan udah tenang, *LANGKAH KEDUA* yang bisa Kawan-kawan kerjakan selanjutnya adalah ngumpulin team guru. Ajak ngobrol dan bangun komitmen. Bilang apa adanya kalau mau bertahan ayo kita kerjakan ikhtiar ini sama-sama. Kalau sekiranya team ada yang ingin istirahat dan cari kerja lain disilakan. Pokoknya jangan mengiba-iba ke team guru. Karena kita butuh team yang solid.
Selanjutnya buat team yang bersedia bertahan bikin komitmen kerja kita jalani selama setahun nggak boleh berhenti di tengah jalan. Pokoknya tandain mereka yang berhenti di tengah jalan. Jika ragu-ragu disilakan untuk undur diri saja.
Kenapa seperti itu? Ketika kondisi kita sedang sepi ya kita minimalisir hal-hal yang berpeluang bikin baper di tengah jalan. Misale itu tadi di tengah jalan tiba-tiba salah satu guru "hilang" tanpa kabar berita. Itu nyesek banget dikala kita butuh saling support, iya nggak sih?
*LANGKAH KETIGA,* memantaskan diri menyambut siswa. Nggak peduli siswa sedikit ataupun banyak kita harus menyambut dengan sambutan seorang ibu yang lama sekali tidak bertemu puteranya. Sambut mereka laksana prajurit yang siap berlatih dan setahun kemudian menjadi perwira yang siap menuju medan laga. Bayangankan tentang dirimu itu.
Kalau engkau tetap merasa sedih karena muridmu sedikit, itu namanya nggak ikhlas. Dan energi sedih itu akan melarutkanmu pada kondisi yang terus melemahkan. Ada saja kejadian yang akan membuatmu lemah semangat, ada saja kondisi yang membuatmu tambah galau. Jadi stop! Ubah sedihmu, sambut siswamu dengan penuh semangat
Murid sedikit itu malah jadi banyak kesempatan berinteraksi dengan mereka, banyak kesempatan menyiapkan mainan dan permainan untuk mereka. Jadi gunakan kesempatan yang banyak itu untuk memberikan kualitas terbaikmu dalam mendidik anak
Bikin Anak yang sedikit itu terkesan atas permainan dan pembelajaran yang kau berikan. Bikin orangtua siswa menaruh hati dan berkesimp**an bahwa Engkaulah guru terbaik untuk anaknya yang pernah mereka temui. Bikin hati orangtua klepek-klepek.
Jadi berikan yang terbaik untuk mereka saat menyambut, saat mengajak anak berdoa, saat mengajak anak belajar, saat menemui anak kesulitan belajar, saat anak ingin ke toilet, saat anak bertengkar dengan kawannya, saat berbincang dengan orangtua anak menjemput p**ang, saat apa saja yang Kawan-kawan kerjakan, lakukan yang terbaik. Bikin siswa dan orangtuanya berkesimp**an Engkaulah sebaik-baiknya guru bagi mereka.
*LANGKAH KEEMPAT* adalah bikin malu malaikat. Ah gimana maksudnya ayah. Gini malaikat itu makhluk Allah yang paling terkenal ketaatannya kepada Allah. Kita manusia kalah jauhlah sama mereka. Kita itu kebanyakan nawar, kita itu kebanyakan entar kalau diperintah sama Allah.
Tapi dengan sedikitnya murid yang Kalian kelola sekarang ini adalah kesempatan untuk bikin malu malaikat. Tahu nggak kalau malaikat itu punya kebiasaan rumpi juga kayak manusia. Mereka s**a ngerumpiin manusia yang kualitasnya melebihi mereka.
Jadi lakukan sesuatu yang sederhana tapi bikin malaikat malu, apa itu? Ah banyak nih beberapanya
1. Sebut satu satu nama anakmu setelah shalat, muridnya kan lagi dikit jadi sempatlah buat menyebut nama anak-anak baik itu dalam doamu setelah shalat. Minta sama Allah supaya anak yang sedikit itu menjadi berkat dalam hidupmu. Minta sama Allah supaya anak-anak yang sedikit itu bertambah pintar melebihi rata-rata. Mintalah kepada Allah anak-anak yang sedikit itu orangtuanya care sama sekolah. Mintalah yang lainnya s**a-s**a kamu.
Mintalah dengan sungguh-sungguh, bila perlu beli air mata biar saat berdoa air mata mengalir sederas-derasnya. Artinya bersungguh-sungguhlah dalam berdoa.
2. Dengan sedikitnya murid jadi Kesempatan kalian untuk lebih dekat kepada Allah. Caranya saat membuka pintu gerbang Paud ngobrollah sebentar sama Allah.
_"Ya Allah hari ini mungkin hanya beberapa gelintir yang melewati pintu gerbang ini, tapi aku yakin sangat mudah bikin anak-anak berdesak-desakan hadir ke paud ini melewati pintu gerbang ini. Ya Allah aku menunggu dengan sabar kesempatan itu ya Allah."_
Saat buka pintu dan jendela kelas, sempatkan ngobrol lagi sama Allah yang kurang lebih samalah dengan saat buka pintu gerbang tadi. Saat engkau display atau menata mainan, jangan sambil bengong atau melamun. Selipkan doa ke dalam setiap mainan yang kau siapkan. Doa yang memberdayakan, doa minta rejeki berkah, doa minta anak yang bisa diajak kerja sama, minta orangtua murid yang pengertian, pokoknya minta apapun. Ingat ya waktunya pas nata mainan, pas nata itu bayangkan engkau sedang menata masa depan muridmu, menata prestasi siswamu jadi energinya baik banget.
3. Juallah seluruh pikiranmu, peluhmu, letihmu kepada Allah. Bilang begini, Ya Allah murid sedikit ini secara matematika manusia sedikit p**a pemas**annya, SPP jadi sedikit, uang pangkal pun mungkin tak seberapa. Padahal biaya operasional bisa jadi tetap, oleh karena itu mulai saat ini terimalah peluhku, peningku, lelahku sebagai bagian yang mengubah keterpurukan menjadi kebahagiaan ya Allah. Kujual semua yang kupunya, meski dihadapanMu tak ada harganya, dalam pandanganMu tiada nilainya tapi Engkau yang Maha Pemurah, Engkau yang Maha Penyayang, aku pasrahkan semuanya kebaikan dan kebahagiaanku di TanganMu.
4. Bersedekah, kadang sulit diterima akal, tapi memang dalam kondisi tertentu kita ndak boleh terus bekerja sesuai dengan akal saja, karena akal kita itu terbatas banget. Percaya aja deh, bila perlu yang brutal sedekahnya, nggak pakai mikir, adanya berapa keluarin aja. Bukan tentang besarnya tetapi tentang nilainya. Maksudnya gini, untuk orang yang punya duit satu juta sedekah 10 ribu itu mestinya ringan. Tapi untuk yang punya duit cuman 10 ribu, maka sedekah 5ribu rupiah itu brutal namanya. Dia hanya sisakan 5ribu saja untuk dirinya yang nggak tahu cukup atau tidak. Ah yang penting kita udah sedekah, merem dah, biarkan uang sedekah itu yang kerja buat kita. InsyaaAllah tanpa minta dikembalikan yang penting setelah itu terus bersyukur kepada Allah dan yakin seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah yang membolak-balik keadaan, jadi urusan kita hanya sedekah dan pasrah saja.
Empat hal di atas InsyaaAllah bisa bikin malu malaikat dan memberikan perubahan pada Paud kita, InsyaaAllah. Yakin saja
*LANGKAH KELIMA*, tetap membuat perencanaan. Jangan nglokro, jangan pesimis. Tetap bikin rencana kegiatan yang seru, kemudian jalankan. Rencana itu meliputi rencana pembelajaran, rencana pengembangan bersama yayasan dan orangtua murid. Buat juga rencana kemitraan sehingga Paud kita tetap dikenal oleh lingkungan.
*LANGKAH KEENAM* . Hal yang tidak bisa dihindari juga adalah mempelajari kenapa sepi. Apa keberatan-keberatan orangtua siswa tentang Paud Anda, tentang biaya, tentang cara handling anak, tingkat kerawanan lingkungan atau apa, coba cari tahu.
Pahami juga kelemahan layanan di Paud Anda itu apa, apakah terlalu standar, apakah ruangan pengap, apakah gurunya galak, apakah berada di lingkungan yang rawan, apakah materi tidak diminati, apakah mainan terlalu sedikit, apakah kamar mandi pesing, pokoknya cari tahu apa yang menjadi kelemahan dari Paud yang kita kelola
Dari semua hal yang kita temukan itu, mulailah perbaiki sedikit demi sedikit, yakinlah tahun depan akan ada perbedaan dengan yang sekarang
Optimislah, bahwa mau banyak, mau sedikit jumlah siswa yang belajar itu bukan cara untuk mengukur tingkat kesuksesan dalam pengelolaan PAUD.
Yang sedikit bisa jadi sedang diberi kesempatan untuk mematangkan konsep dan berbenah diri. Yang banyak malah bisa jadi harus kerja ekstra dalam memberikan layanan pendidikan. Tidak asal ngajar, tidak asal ngasih materi. Jangan sampai malah ngegampang, anak-anak cuman diberi LKS saja karena kerepotan guru dengan alasan muridnya banyak.
Jadi semua pasti ada hikmahnya. Tugas kita menjadikan mendidik anak menjadi jalan berkah untuk hidup kita. Sanggup?
Salam Santun Tanpa Batas
*Ayah Eddy Santosa*
Penemu Metode Ramah Otak Anak, Petualangan MAHARAJA, *Bikin Anak Pintar Membaca Tanpa Belajar Membaca*
Founder *Manajemen Paud Berbasis Teacherpreneur*, Mendorong Mandiri Finansial
Pengelola sekolah baiknya gabung ini
https://s.id/TrainingManajemenPaud
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and family, anytime and anywhere. WhatsApp is free and offers simple, secure, reliable messaging and calling, available on phones all over the world.