29/09/2018
Mendidik Anak Dalam Islam: Fase 7 Tahun Kedua dan Ketiga “Biarkanlah anak-anak kalian bermain dalam tujuh tahun pertama, kemudian didik dan bimbinglah mereka dalam tujuh tahun kedua, sedangkan tujuh tahun berikutnya jadikan mereka bersama kalian dalam musyawarah dan menjalankan tugas. (kutipan perkataan Rasullullah yang tercatat dalam buku tentang adab yang bersumber dari ucapan Abdul Malik bin Marwan)”
Fase Tujuh Tahun Pertama, Masa Bermain
Tujuh tahun pertama fase mendidik anak dalam Islam, dimana anak diperlakukan selayaknya RAJA KECIL
Fase Tujuh Tahun Kedua, Masa Pendidikan dan Bimbingan
Status anak pada fase ini dapat dianggap sebagai pembantu atau prajurit. Rentang usia mereka adalah pada 7 – 14 tahun atau pra remaja. Pada fase inilah, anak mulai menjalani masa-masa ‘orientasi’ untuk dapat membentuk karakternya.
Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka untuk shalat pada usia 10 tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR Abu Dawud dan al-Hakim)
Fase Tujuh Tahun Ketiga, Partner Dalam Musyawarah Dan Menjalankan Tugas
Pada fase ini, status anak dapat dianggap sebagai wazir atau menterinya orangtua. Pada fase ini, anak-anak sudah berusia 14 tahun ke atas, mayoritas mereka tentunya sudah baligh, sudah mulai dibebani dengan kewajiban-kewajiban dalam berIslam. Ibarat buah, sejatinya fase ketiga ini adalah masa ranumnya, siap dipetik dan dinikmati. Inilah masa dimana anak mulai bisa disebut sebagai pemuda dan menjalani masa dewasa awal mereka.