Al-Khawarizmi UMB

Al-Khawarizmi UMB

Share

AKUN RESMI
Alkhawarizmi ini adalah Rohis dari FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA yang dalam naungan BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa)

Photos from Al-Khawarizmi UMB's post 25/05/2017

Assalamualaikum wr wb..
Saat bulan ramadhan seperti ini moment yang pas ialah berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara kita. Dan kami BKPRMI DPK Ps. Kemis berencana akan membuat rangkaian acara kepedulian agar kelak di akhirat nanti kita termasuk golongan yang peduli terhadap anak2 yatim. Maka dari itu kami bermaksud mengadakan acara : *dongeng islami, buka puasa bersama dan santunan anak yatim & dhuafa*. Adapun acara tsb akan kami laksanakan pada :
Hari/Tanggal : Minggu/11 Juni 2017
Tempat : Kampung Bolang, Kecamatan Pasar Kemis.
Kenapa sasaran kami saat ini Kampung Bolang?
1. Kampung bolang merupakan perkampungan yang terletak di Kecamatan Pasar Kemis. Namun daerah ini sangat tertinggal dalam kesejahteraan. Mayoritas anak2 di perkampungan ini malas melanjutkan sekolah hingga tingkat SMA karena keterbatasan ekonomi.
2. Jalan yang tidak mudah diakses, dan sarana penunjang lainnya yang masih sangat terbatas membuat perekonomian di perkampungan ini sulit diatasi.

Maka dari itu kami BKPRMI DPK Ps. Kemis mengajak untuk sama-sama peduli terhadap nasib anak yatim dan dhuafa di lingkungan Kp. Bolang. Target anak2 yatim dan dhuafa di Kp. Bolang yang kami harapkan untuk bisa mendapatkan bantuan secara data sebanyak 50 orang. Dan kami pun membuka kesempatan bagi para donatur utk sama-sama bergerak mendistribusikan bantuannya kesana. Adapun bantuan yang akan kami berikan disana ialah : kebutuhan pokok (beras, minyak dan uang) agar mereka pada hari raya Idul Fitri dapat berbahagia karena saudara2 seimannya masih peduli terhadap mereka. Apapun bantuan yang anda berikan dan berapapun nilainya sungguh sangat berharga bagi mereka.

Jika tidak ada materi yang bisa anda berikan semoga anda berkenan membantu menshare kebaikan ini. Mari bergerak bersama BKPRMI DPK Ps. Kemis dalam kepedulian terhadap anak yatim dhuafa di Kp. Bolang. Jazzakumullah Khairan Katsiran.

💰💳 Rekening Peduli Yatim Dhuafa Ps. Kemis
Muamalat : A/n Yusup S 0195996560
BRI syariah : A/n Muhammad Fajar Johansyah 1032093058
Bjb syariah :
A/n Diah 5240206008660

Info lebih lanjut dan konfirmasi, silakan hubungi
☎: 089626706994

“Saya bersama orang-orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini (menunjukkan kedekatan jarak antara jari telunjuk dengan jari tengah)” (HR. Bukhari)

Wassalamu'alaikum wr wb. Mari membuat mereka tersenyum di hari raya. 😘😇

15/01/2017

*🌿Nasehat Ulama🌿:*

Kata siapa membaca Al Quran bikin habis waktu?

Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu.

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.

Tapi, tahukah kamu bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Apa itu keberkahan?

Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.

Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran.

Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?

Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.

Tahukah kamu bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.

Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.

Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran.

Perhatikan kisah berikut:

Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntut ilmu:

"Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca."

Al Dhiya mengatakan, "Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya."

Sumber: "Dzail Thabaqat al Hanabilah" karya Ibnu Rajab al Hambali.

Jadi, jelaslah bahwa membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.

Terakhir pesannya, jangan kamu membaca Al Quran hanya di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al Quran.

Semoga bermanfa'at....

15/01/2017

Murabathah (Bersiap Siaga).

Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. Ali-Imran: 200)

Demikian p**a jiwapun harus dijaga tapal batasnya, karena setan akan selalu menjaga di tapal batas tersebut. Oleh karena itu, kita harus bersabar di dalam ketaatan. Menyabarkan diri kita untuk tetap berada di atas ketaatan dan menyabarkan diri ketika meninggalkan kemaksiatan sehingga itulah yang disebut dengan murabathah.

Kemudian ia segera melakukan ribath (murabathah) untuk dirinya sendiri yaitu dengan melakukan 6 tingkatan yaitu:

1. Musyarathah
2. Muraqabah
3. Muhasabah
4. Mu’aqabah
5. Mujahadah
6. Mu’atabah

Tingkatan pertama, Al-Musyarathah.

Berasal dari kata syaaratha-yusyaarithu, artinya saling memberikan syarat.

Ketahuilah, seorang pedagang dia akan meminta bantuan kepada mitranya untuk melakukan perdagangan, tujuannya untuk mendapatkan keuntungan, dia akan memberikan syarat-syarat, dan dia akan selalu mengawasi. Demikian p**a akal pun butuh kepada mitra, dan mitra itu adalah jiwa kita. Akal pun memberikan tugas-tugas, memberikan syarat-syarat, kepada jalan kebaikan, dan akal pun tidak boleh lalai untuk mengawasinya. Sebagaimana di dalam bisnis perdagangan, apabila mitra melakukan khianat maka ia akan merugi. Maka supaya kita tidak dikhianati dengan mitra-mitra kita, caranya yaitu dengan memberikan syarat-syarat yang jelas di atas kertas yang tegas sehingga diapun tidak macam-macam. Setelah itu kita awasi gerak-geriknya, dan berbagai macam tindak tanduknya supaya tidak merugikan usaha kita. Itulah kehidupan dunia perbisnisan.

Kitapun sedang berbisnis yaitu bisnis yang tidak akan merugi ia adalah bisnis akhirat, bisnis ini keuntungannya adalah surga. Di dalam dunia perdagangan butuh kepada partner agar usaha yang kita jalankan sukses. Ibarat akal adalah pedagang, maka jiwa dan hati kita adalah mitra kita. Akal harus bermitra kepada jiwa. Akalpun harus memberikan syarat-syarat dan memberikan sanksi. Apabila partner berkhianat, kita tidak aman karena bisa rugi. Kita meminta agar si partner selalu melaksanakan tugasnya dan mengawasinya dengan baik. Perdagangan ini keuntungannya adalah Surga Firdaus yang paling tinggi. Kalau perbisnisan dunia keuntungannya adalah uang. Namun perbisnisan di akhirat keuntungannya adalah surga. Pengawasan kita yang paling ketat adalah kepada partner kita yaitu jiwa kita.

Orang yang mempunyai kesungguhan terhadap akhirat kewajibannya adalah tidak melalaikan jiwa dan selalu mengawasi jiwa kita. Bersungguh-sungguhlah dalam menuju kehidupan akhirat tersebut. Bersungguh-sungguh dalam melakukan ketaatan, bersungguh-sungguh dalam mengawasi jiwa kita. Berusaha untuk memperketat gerakan-gerakan kita dan pikiran-pikiran kita.

Ibnul Qoyyim berkata: Bahwa asal dari kebaikan itu dari pikiran, dan asal dari keburukan itu berasal dari pikiran p**a.

Ketika seseorang berpikir keburukan, maka akan menimbulkan niat-niat yangg buruk, dan kebalikannya apabila kita berpikir kebaikan, maka akan muncul niat-niat yang baik dan ingin beramal yang baik-baik.

Semoga bermanfaat 😊

Photos 14/01/2017

*Uwais Al-Qarni, Tidak Terkenal di Bumi Tapi Terkenal di Orang langit

CERITA KEHIDUPAN UWAIS AL QORNI

Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.

Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi p**a lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.

Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali p**ang.”

Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi p**ang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat p**ang ke Yaman, “engkau harus lekas p**ang”.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera p**ang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Peperangan telah usai dan Nabi saw p**ang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera p**ang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Lalu Rasullulah juga menambahkan sabdanya : Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."

Pesan ibu kepada uwais Al-Qarni

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya.

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan p**a oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra. dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk melihat tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar!
Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Memang benar seperti sabda Nabi saw. bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra. dan Ali ra. menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban itu, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah.

Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.
Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra. memohon agar Uwais membacakan doa dan istighfar untuk mereka.

Uwais merasa enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Sayalah yang harusnya meminta doa pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, “Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda.” Akhirnya Uwais Al-Qarni berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu, Khalifah Umar ra. menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya.

Namun Uwais menolak dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Wafatnya Uwais Al-Qarni Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Anehnya, pada saat akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikan.

Saat mau dikafani, di sana pun sudah banyak orang-orang yang menunggu untuk mengafaninya. Saat mau dikubur, sudah banyak orang yang siap menggali kuburannya.

Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusung jenazahnya.

Penduduk Kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya Uwais Al-Qarni itu?

Bukankah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari pekerjannya hanya sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.

Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Ternyata mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi oleh Allah Swt., hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”
Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi saat wafatnya telah tersebar ke mana-mana.

Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni, hal itu disebabkan oleh permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra. dan Ali ra. agar merahasiakan tentang dia.

Barulah di hari wafatnya penduduk Yaman mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit. (HR. Muslim dari Ishak bin Ibrahim, dari Muaz bin Hisyam, dari ayahnya, dari qatadah, dari zurarah, dari Usair bin Jabir)

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian p**a memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

11/12/2016

Faedah selalu ingat kepada Allah dan merenungkan ciptaannya :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (Qs. Ali imran ayat 190)

Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia maha suci engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka (Qs. Ali imran ayat 191)

Ya tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh engkau telah hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Qs. Ali Imran ayat 192)

Ya tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu :" Berimanlah kami kepada tuhanmu", maka kamipun beriman. "Ya tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami. Dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (Qs. Ali imran ayat 193)

" Ya tuhan kami, berilah kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul-rasul engkau. Dan janganlah engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya engkau tidak menyalahi janji". (Qs. Ali imran ayat 194)

Maka tuhan mereka telah memperkenankan permohonan mereka (dengan berfirman): " sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, karena sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang di sakiti pada jalanku, yang berperan dan yang di bunuh, pastilah akan ku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah akan ku masukkan mereka kedalam syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allahlah pada sisinya pahala yang baik. (Qs. Ali imran ayat 195).

Guys selalu ingat kepada Allah baik di manapun dan kapapun kita berada ya

bahan renungan saja

11/12/2016

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya" kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar dan kami akan mengatakan(kepada mereka): Rasakanlah olehmu adzab yang membakar (Qs. Ali Imran ayat 181)

Adzab yang demikian itu adalah di sebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasannya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambanya. (Qs. Ali imran ayat 182)

Asbabun nuzul dari turunnya dua ayat tersebut adalah ketika ada seorang yahudi yang berbicara kepada sahabat rasul yaitu abu bakar, lalu yahudi itu berkata : Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya" mendengar ucapannya tersebut lalu abu bakar memukul wajahnya sampai berdarah.
Lalu yahudi tersebut datang kepada rasul untuk mengadu, yahudi itupun berkata : Sesungguh Aku telah di pukul oleh sahabatmu yaitu abu bakar. Lalu rasulpun memanggil abu bakar untuk meminta ke jelasan.
"Yaa abu bakar apa benar engkau telah memukul yahudi ini"
Abu bakar menjawab : " benar ya rasul"
Rasul : "kenapa engkau memukulnya?"
Abu bakar menjawab : " karena dia telah menghina Allah, aku membela agama Allah jadi aku memukulnya"

Cerita dari kejadian tersebut di benarkan oleh Allah dan Allah menjelaskannya lewat turunnya dua ayat tersebut.

Maha benar Allah dengan segala firmannya.

26/10/2016

AMALKAN SURAH INI, MAKA KETIKA KITA MENINGGAL AKAN DI DOAKAN 70 RIBU MALAIKAT..!!! SUBHANALLAH...

Cerita ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r. a. Disuatu pagi Rasulullah SAW berbarengan dengan sahabatnya Anas bin Malik r. a. saksikan satu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat sekian redup dan kurang bersinar seperti umumnya.

Selang beberapa saat Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.

Lantas Rasulullah SAW kemukakan pertanyaan pada Malaikat Jibril : “Wahai Jibril, mengapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Walaupun sesungguhnya tak mendung? ”

“Ya Rasulullah, Matahari ini tampak redup karena demikian banyak sayap sebagian malaikat yang menghalanginya. ” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW kemukakan pertanyaan lagi : “Wahai Jibril, berapakah jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini? ” “Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat. ” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW kemukakan pertanyaan lagi : “Apa sangkanya yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari? ”

Lantas Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT sudah mengutus 70 ribu Malaikat supaya membacakan shalawat pada satu di antara umatmu. ”

“Siapakah dia, wahai Jibril? ”

ajukan pertanyaan Rasulullah SAW.

“Dialah Muawiyah…!!! ”jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW kemukakan pertanyaan lagi : “Apa yang telah ditangani oleh Muawiyah hingga saat ia wafat dapatkan kemuliaan yang sekian mengagumkan ini? ”

Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sebenarnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al‐Ikhlas di saat malam, siang, pagi, saat duduk, saat jalan, waktu berdiri, bahkan juga dalam tiap-tiap keadaan selalu membaca Surat Al‐Ikhlas. ”

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : “Dari itu Allah SWT mengutus sebagian 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat pada umatmu yang bernama Muawiyah itu. ”

SubhanAllah..
Walhamdulillah..
Wala ilaha illallah..
Wallahu akbar.

Silahkan LIKE&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

13/10/2016

Ini adalah sebuah kisah Ashabul Ukhdud, tentang mereka yang membakar orang-orang beriman dalam sebuah parit, tentang orang-orang yang teguh dalam Islam walau dihadapkan dengan ajal, juga tentang seorang Rajanya yang keji.

Semua bermula ketika sang Raja mengutus seorang pemuda dari kampung yang jauh untuk belajar sihir demi menjadi pengganti tahtanya kelak. Perjalanan dari kampung menuju tempat si Tukang Sihir sangatlah jauh dan di perjalanan itu ia melihat tempat singgah seorang Rahib yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Rahib itu mengasingkan diri karena masyarakat menjadikan Raja sebagai Tuhan.

Sang Pemuda sering kali singgah di tempat sang Rahib, hingga ia mulai tertarik mempelajari ajaran-ajaran yang dianut oleh sang Rahib, yaitu ilmu agama. Selepas mempelajari ilmu agama, ia tetap mempelajari ilmu sihir sesuai pinta sang Raja.

Suatu ketika, di tengah perjalanan menuju rumah si Tukang Sihir, sang Pemuda melihat binatang besar yang menghalangi jalan. Muncullah pikiran untuk menguji, ajaran manakah yang lebih utama, sang Rahib atau si Tukang Sihir. Maka, ia pun berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala,

“Ya Allah, jika engkau lebih mencintai apa yang dibawa oleh rahib dari pada apa yang dibawa oleh tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini, supaya manusia bisa bebas dari gangguannya.”

Ia lemparkan sebuah batu, dan atas izin Allah, binatang besar itu mati seketika. Yakinlah si pemuda tentang keutamaan dan kebenaran ajaran sang Rahib. Ia dikaruniai mukjizat menyembuhkan orang yang buta, sakit belang, dan penyakit lainnya. Hingga datanglah seorang Pejabat, kerabat dekat sang Raja, yang minta disembuhkan kebutaannya dengan menjanjikan hadiah untuk sang Pemuda.

Sang Pemuda justru menjawab, “Aku tidak bisa menyembuhkan seorang pun, Allahlah yang menyembuhkan, apabila engkau beriman kepada Allah aku akan berdoa kepada-Nya agar menyembuhkanmu.”

Maka pejabat itu pun beriman kepada Allah, kemudian Allah menyembuhkan sakitnya. Hingga tibalah kabar itu di telinga sang Raja ketika ia melihat kerabatnya sudah sembuh dari kebutaan.

“Siapakah yang menyembuhkan penglihatanmu?” tanya sang Raja.

Sang Pejabat menjawab, “Rabbku.”

Mendengar jawaban itu, sang Raja murka. “Apakah kamu mempunyai Rabb selain aku?” bentaknya, tidak terima.

“Rabbku dan Rabbmu adalah Allah," jawab sang Pejabat lagi.

Demi jawaban itu, si Pejabat menuai siksaan dari sang Raja hingga ia mau menunjukkan keberadaan si Pemuda. Dicari, lalu ditangkaplah sang Pemuda. Alangkah terkejutnya sang Raja bahwa pemuda yang dimaksud adalah pemuda yang ia didik ilmu sihir untuk menggantikan tahtanya kelak.

Sang Raja pun bertanya, "Wahai anakku, sungguh sihirmu itu telah mencapai tingkatan untuk dapat menyembuhkan kebutaan, sakit belang dan lainnya.”

Tak disangka-sangka sebelumnya, sang pemuda justru menjawab, “Aku tidak bisa menyembuhkan seorang pun, Allahlah yang menyembuhkan.”

Mendengar jawaban yang sama dengan si Pejabat, sang Pemuda pun disiksa sebagaimana si Pejabat disiksa hingga akhirnya pemuda itu menunjukkan keberadaan sang Rahib, pembawa ajaran-ajaran Allah.

Ditangkaplah sang Rahib, lalu dipaksa ia untuk kembali kepada agama sang raja, tetapi tetap ditolak karena ia memilih agama Allah. Maka sang Raja membunuh sang rahib yang beriman ini dengan cara yang keji—menggergajinya sehingga terbelah menjadi dua bagian. Tidak berbeda p**a nasib sang pejabat, ia pun dibunuh dengan cara yang sama.

Namun, sang Raja menginginkan kematian yang berbeda pada si Pemuda. Ia memerintahkan pasukannya untuk membawa pemuda itu ke gunung dan melemparnya dari puncak—dan ternyata gagal. Sang Raja heran, tetapi ia tidak berhenti. Ia memikirkan cara lain, tetapi percobaan pembunuhannya tetap gagal.

Setiap mereka ingin membunuhnya, si pemuda selalu berdoa kepada Allah, “Ya Allah selamatkanlah aku dari mereka dengan cara yang Engkau kehendaki.” Maka, dengan atas izin Allah, pemuda itu selalu selamat dari akal bulus sang Raja dan kembali kepada Raja dalam keadaan selamat. Raja pun merasa bingung mencari cara menghabisi si pemuda tersebut. Dengan penuh pertimbangan, akhirnya si pemuda memberitahukan kepada Raja cara membunuh dirinya.

"Engkau tidak akan bisa membunuhku sampai engkau melakukan apa yang aku perintahkan. Kumpulkan manusia dalam satu tempat yang luas, saliblah aku pada batang pohon, lalu ambillah anak panah dari tempat anak panahku, kemudian katakanlah ‘Dengan menyebut Nama Allah, Rabb anak ini’ dan panahlah aku dengannya," jelas sang Pemuda.

Sang Raja yang menginginkan pemuda itu dibunuh pun segera melakukan perintah itu. Tanpa Raja sadari bahwa ia tidak mengetahui rencana Allah yang Maha Mengetahui.

Hari itu pun tiba. Manusia dikumpulkan di suatu tempat, Raja mengambil anak panah dari tempat anak panah si Pemuda, kemudian ia panah si pemuda sembari mengatakan, “Dengan menyebut Nama Allah, Rabb anak ini.”

Anak panah itu melesat tepat mengenai pelipis si pemuda. Dengan izin Allah matilah pemuda itu di tangan Raja.

Apakah Raja bersuka cita? Tentu saja. Namun, ia justru dikejutkan dengan pernyataan rakyatnya yang tiada ia duga sebelumnya.

“Kami beriman dengan Rabb anak ini, kami beriman dengan Rabb anak ini," seru rakyatnya, berulang kali.

Demi mendengar itu, semakin murkalah sang Raja. Pemuda itu sudah ia bunuh, tetapi ia justru dikhianati rakyatnya sendiri. Ia tidak terima, lalu ia perintahkan pengikutnya untuk membuat parit-parit di setiap ujung jalan dan menyalakan api di dalamnya. Perintahnya hanya satu: Bunuh siapa saja yang tetap beriman kepada Allah.

Satu persatu mereka digiring dan dilempar ke dalam parit tersebut, menemui ajal dengan mendapatkan keridhaan Allah. Hingga ada seorang wanita yang menggendong bayinya. Ia beriman pada Allah, tetapi ia tidak tega jika buah hatinya terbakar di dalam api.

Dengan izin Allah, bayi itu pun berkata, ”Wahai, Ibuku! Bersabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran."

Maka, demi mendengar perkataan bayi tersebut, bulatlah tekadnya untuk masuk ke dalam kobaran api untuk mempertahankan keimanannya. Karena sesungguhnya, mereka yang mati terbakar adalah mereka yang beriman dalam agama Allah.

Jangan lupa like n share ya sahabat 😉😊

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Follow akun sosial kami :
Fb : Alkhawarizmi UMB
IG :
Twitter :
Line :

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Universitas Mercu Buana Meruya Jakarta Barat
Jakarta