22/04/2019
Relawan Pantang Tumbang.
mereka yang ada difoto ini mengajarkan saya banyak hal. Mereka yang ada di sini bukan pergi dari barat ke timur untuk jalan-jalan dengan kemewahan. Mereka yang ada disini rela memberikan inspirasi ke anak-anak di pelosok negeri ini. Sehari mengajar, selamanya menginspirasi. Mungkin cuma sehari, tapi harapan kami dapat memotivasi adik-adik. Memang cuma sehari tapi kami belajar banyak.
Beberapa mereka yang di sini mungkin apatis terhadap pemerintah, tapi tidak juga menyalahkan pemerintah. Mereka yang disini adalah orang-orang garda depan ketika bencana datang sebelum bantuan resmi masuk. Mereka yg sedang membangun Lombok pasca gempa, rela langsung terbang ke Palu untuk menjadi relawan disana.
Dari mereka saya belajar mengenai standar bencana nasional yang baru bisa ditetapkan ketika pemerintah daerah lumpuh tidak bisa beroperasi. Dari mereka saya belajar 5 hari standar bantuan SAR. Dari mereka, saya jadi tau bahwa dalam 20 tahun terakhir hanya tsunami aceh yg bisa dikategorikan bencana nasional karena saat itu pemerintahan provinsi lumpuh. Dari mereka saya tak perlu menyalahkan pemerintah, alih-alih saya salut dengan sikap tanggap mereka.
Mereka yg disini rela 15 jam naik motor dari Bali untuk bisa ke Sumbawa. Mereka rela harus naik bus Sumbawa - Lombok, Lombok - Yogya naik pesawat krn kehabisan tiket Lombok Jakarta, kemudian sambung bus utk sampai Jakarta. Tidak mewah tapi tujuan tercapai.
Kami yang disini pergi keliling bukan karena kami merasa kaya materi, tetapi kami mau berbagi karena Lamin no kita Sai ya tu asa (kalo bukan kita siapa lagi).
Untuk kalian yang di sini, semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan. β€
Repost |