22/01/2014
Deduction and analize with induction.
Baiklah, kawan kawan IDS, ada kah yang kangen info detektif lainnya? Aku admin 1241=1 menyediakan apa itu yang kusebutkan di judulnya.
(Woy, min. Kapan keluarin kasusnya?) *teriak salah satu member.
-Hehe, nantilah sabarlah dulu. Nanti pada waktu aku keluarin kasunya malah muring muring gak bisa jawab karena edukasi tentang detektifnya kurang. Heheh.
Langsung check this out!
Penalaran Deduktif
1. Pendahuluan:
Kenal detektif terkenal Sherlock Holmes, yap dia sangat ahli dalam hal deduktif. Penalaran deduktif adalah penalaran yang berdasarkan fakta-fakta khusus yang ada di satu kejadian atau peristiwa. Jadi, Investigasi deduktif bergantung pada pengamatan yang serius mengumpulkan fakta baru mengambil kesimp**an dari fakta-fakta yang terkumpul. Selain itu penalaran ini diajarkan di sekolah pelajaran matematika yaitu penalaran matematika, tapi saya tidak bahas matematikanya.
2. Pengambilan Kesimp**an:
- Silogisme
Adalah metode yang sering dipakai dalam pengambilan kesimp**an dalam kasus. Silogisme sendiri dalam matematika berbentuk begini:
Premis 1: p -> q
Premis 2 :q-> r
Kesimp**an: p->r
Dan di jurusan hukum memiliki bentuk yang lebih sederhana:
Pernyataan Umum: A / B
Pernyataan Khusus : B / C
Kesimp**an : A/C
Entimem: A/C karena B/C
Bingung? langsung contoh saja
PU : Korban meninggal akibat kehabisan darah / karena ditusuk senjata tajam.
PK : Budi meninggal / akibat kehabisan darah
Kesimp**an : Budi meninggal karena ditusuk senjata tajam.
Ponens & Tolens
Metode ini adalah metodi penarikan dan eliminasi, Shinichi kudo sering menggunakan metode eliminasi atau Tolens. Dan Contoh di atas sangat sederhana kalau di terapkan. Padahal di Kasus sebenarnya Sangat kompleks dan tidak sederhana, maka dari itu kita pakai penalaran matematika
Tolens
Premis 1: p->q
Fakta : p
Kesimp**an : q
Jika korban meninggal akibat kehabisan darah maka korban ditusuk senjata tajam
Budi meninggal akibat kehabisan darah
Kesimp**an : Budi ditusuk senjata tajam
dengan {q|pisau dapur, pisau saku, dll}
Jika ada himpunan begitu kita perlu mencari fakta untuk mempersempit kemungkinan, proses dari silogisme ke ponens tolens berulang-ulang sampai menemukan kesimp**an akhir.
Penalaran Induktif.
1. Pendahuluan
Selain Sherlock Holmes, ada detektif lain yang tak kalah tenar, yaitu Hercule Poirot dan Miss Marple. Miss Marple dan Poirot menggunakan penalaran Induktif, bahkan Sherlock Holmes pun kadang menggunakan metode ini. Penalaran Induktif lebih mengarah ke pengump**an fakta disatu peristiwa lalu di bandingkan dengan fakta di peristiwa lainnya.
2. Pengambilan Kesimp**an:
- Generalisasi.
Metode yang menyamaratakan kesimp**an berdasarkan fakta-fakta yang umum terjadi. Contohnya saja,
Kasus Mutilasi 1990 pelaku psikopat
Kasus Mutilasi 1999 Pelaku Psikopat
Kasus Mutilasi 2002 Pelaku Psikopat
Berarti Kasus Mutilasi 2008 pelakunya juga psikopat.
- Analogi.
Miss marple sering kali membandingkan peristiwa dalam kasus ke kelakuan sehari-hari tetangganya. Contoh saya ambil di kasus Miss Marple 'Mayat Di Perpustakaan'
'Tommu Bond dan Mrs. Martin, kepala sekolah dusun kami yang baru. Ia pergi memutar lonceng, dan seekor katak melompat keluar'
Maksud Miss marple adalah membandingkan kasus kenapa ada mayat di perpustakaan di Gashington Hall, dengan kejadian sehari-hari ternyata memang betul cocok. *sedikit spoiler
Nah, jadi Analogi disini adalah pengambilan kesimp**an yang faktanya di bandingkan kecocokannya dengan fakta peristiwa lainnya yang secara khusus. Pengambilan kesimp**an ini paling efektif, sehingga tidak heran Sherlock Holmes pun berkata 'Pelajarilah kasus dalam 1 abad ini, Lestrade. Tidak ada hal yang baru, semuanya pernah terjadi'
- Sebab-Akibat
Ini tidak usah dijelaskan panjang lebar ya, karena pasti semua udah dapat. Ya sebab-akibat adalah penalaran independent yaitu menurut hukum alam, pasti ada sebabnya dan akibatnya misal korban di bunuh lalu diseret, akibatnya ada jejak darah seretan.
Oke sekian dulu sharenya, Panjang banget ternyata. Nah saya harapin juga sih agar semua ngerti maksud Deduktif dan Induktif, saya sering kali lihat orang mengaku mencoba Penalaran Deduktif tapi masih salah. Oke deh, free to tag and Share.
1241=1 (if you want know more about me. Check in my account Rafi Izam yang ngaku ngaku bodoh. So bye bye)