Diskusi Filsafat Dan Sains Modern

Diskusi Filsafat Dan Sains Modern

Share

Fanspage ini adalah wadah berinteraksi atau mengkaji berbagai ilmu pengetahuan, pemahaman, suatu teori keilmuan, sains dan diskusi filsafat.

08/08/2022

Join now DISKUSI FILSAFAT DAN SAINS MODERN

22/08/2019

Manusia memiliki suatu hubungan langsung dengan alam objecktif ini (Alam indrawi). Manusia, selagi berada pada epistemologi dangkal maka tak ubahnya bagaikan kamera yang diarahkan pada suatu tempat dimana kamera itu mengambil gambar yang ada di tempat itu.

15/06/2018

NERACA KEBENARAN
Berdasarkan alat dan sumber pengetahuan maka nilai kebenaran pengetahuan (neraca kebenaran) juga tergantung pada alat memperoleh pengetahuan tersebut, baik indera, akal, maupun hati (intuisi). Dalam hal inilah, para filosof Muslim menyimpulkan neraca kebanaran dalam satu kaedah ringkas, yakni: ‘neraca kebenaran epistemologi adalah epistemologi itu sendiri’.
Akan tetapi perlu diperhatikan, sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa ilmu hudhuri menjadi landasan bagi ilmu hushuli. Ini berarti, capaian-capaian pengetahuan manusia melalui ilmu hushuli dapat dibandingkan dengan capaian ilmu hudhuri yang telah terjamin kebenarannya, untuk dijadikan patokan dan standar dalam menilai kebenaran atau hasil korespondensi subjek dengan objek eksternal dalam ilmu hushuli. Dengan demikian, kita memiliki tahapan dalam menentukan kebenaran :
Melalui landasan ilmu hudhuri. Artinya, Ilmu hudhuri yang menjamin kebenaran bersambung dengan proposisi-proposisi swabukti primer, yang kemudian dengan proposisi itu, kita dapat mengenali dan menilai proposisi-proposisi teoritis lainnya, termasuk proposisi-proposisi inderawi dan hasil pengalaman.
Melalui perbandingan antara pelbagai subjek dan predikat dalam proposisi. Hal ini karena konsep predikat dalam proposisi diturunkan dari analisis terhadap konsep subjek. Dalam hal ini, maka proposisi-proposisi yang tidak swabukti mesti dinilai melalui patokan-patokan logika, yaitu: ‘jika suatu proposisi diperoleh lewat aturan-aturan logika tentang penyimpulan (inference), maka ia benar, jika tidak, maka ia salah’.

23/04/2018

Argumen Keteraturan

Konsep yang tegabung dari argumen ini adalah adanya keteraturan pada makrokosmos dan mikrikosmos. Kita lihat bahwa alam semesta ini berjalan sesuai dengan garisnya masing-masing. Terjadinya malam dan siang sehingga terjadi dinamka kehidupan. Pada mahluk hidup terdapat ekosistem dan regenerasi sehingga mencgah dari kepunahan.
Pada sel kita ada yang berfungsi sebagai inti sel yang di dalamnya terdapat kromosom yang menyimpan kode genetik pada alel. Ada mekanisme khusus yang berlaku pada sel sehingga terjai proses respirasi dan ekskresi, berikut alat penggerak. Organ-organ tubuh kita bekerja harmonis. Jantung dengan kecepatan tertentu memompa darah yang mengandung oksigen dan zat makanan untuk disebar eselurh tubuh . paru-paru memompa udara menyerap oksigen yang direaksikan yang direaksikan dengan hemoglobin (Hg) darah untuk disebar. Hasil pembakaran karbohidrat pada otot menghasilkan karbon monoksida yang dibuang melalui pernafasan.
Untuk fungsi makanan, gigi mengunyah makanan berbentuk hampir seperti bubur setelah tercmpur dengan ludah. Setelah itu, degan gerak yang sama bergerak menuju usus kecil . makanan tersebut dengan gerak yang sama bergerak menuju usus kecil untuk diserap sari-sari makanannya dan sisanya dibuang melalui sistem eskresi.
Jika kita melihat alam ini, maka kita kan melihat keteraturan. Keculi jika ada kerudakan yang dibuat oleh manusia. Akal kita akan mengatakan mustahil ini terjadi secara kebetulan. Sesutu yang sangt kompleks pastilah dirancang dengan sangat sempurna, seperti alam ini. Komputer misalnya, kompleksitas bangunan elektronik yang ada mustahil terjadi dengan kebetulan, pasti dirancang, disusun dengan teliti dan sempurna sehingga dapat berjalan normal.
Jadi kebetulan pada filsafat itu ketiadaan. Mustahil sesuatu terjadi tanpa ada penyebab. Tetapi pada sosioligis kebetulan adalah terjadinya sesuatu yang tanpa direncanakan. Jadi kita perlu membedakan dua pengertian kebetulan ini.

27/03/2018

Sejarah Logika di Dunia Islam

Dengan mengetahui fungsi dan manfaat ilmu logika, maka urgensi belajar ilmu logika pun menjadi jelas. [Euis Daryati, disadur dari buku Ashna-I ba Ulume Islami Mantiq –Falsafeh, Syahid Muthahari]
Setelah penaklukan negeri Suriah dan Irak, kaum Muslimin mendapatkan akses dengan peradaban keilmuan bangsa Yunani yang sebelumnya telah berbaur dan populer di kalangan aliran-aliran Nasrani, terutama Nasturiyah, Manufisiyah atau Ya’qubiyah. Aliran-aliran Nasrani ini telah berhasil menggantikan pusat-pusat penelitian Hellenisme Alexandria dengan pusat-pusat studi Anatolia, Adisia dan Nasibia. Oleh karena itu, penulis ilmu logika pertama dengan bahasa Arab muncul dari kalangan sarjana-sarjana Nasrani. Dan studi-studi logika mereka, yang sepenuhnya terkait dengan ilmu kedokteran, diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan ini menjadi landasan pertumbuhan serta kemajuan ilmu logika di dunia Islam.
Berdasarkan laporan para sejarawan, para penyusun logika Aristoteles yang berasal dari negeri Suriah selanjutnya penelaah karya-karya logika dengan sistematika yang umum berlaku dalam karya Porphyri, yaitu Isagoge, Categories, Poetics, Rhetoric, Siphisticis Elenchis, Topics, Posterior Analytics, Prior Analytics, dan Interpretatione. Sembilan karya ini ditempatkan sebagai Sembilan bagian terpisah yang terhimpun dalam ilmu logika. Masing-masing bagian mengambil porsi secara parsial.

26/02/2018

Argumen Kosmologis

Argumen Kosmologis ini disebut juga dengan argumen sebab akibat. Argumen Kosmologis ini adalah argumen yang tua sekali, sebagaimana halnya dengan ontologis. Kalau argumen ontologis berasal dari Plato, maka argumen kosmologis ini berasal dari Aristoteles (384-322 SM) murid Plato. Menurut Plato, tiap yang ada dalam alam mempunyai ide universal, bagi Aristoteles tiap benda yang dapat ditangkap oleh pancaindera mempunyai materi (matter) dan bentuk (form). Bentuk, terdapat dalam benda-benda sendiri dan bentuklah hakikat dari sesuatu. Bentuk tak dapat berdiri sendiri terlepas dari materi. Materi dan Bentuk selamanya satu. Materi tanpa bentuk tidak ada. Materi dan bentuk hanya dalam akal dapat dipisahkan, tetapi dalam kenyatan selalu bersatu Karena merupakan hakikat (konsep universal atau definisi) bentuk adalah kekal dan tidak berubah-ubah. Namun, dalam alam indrawi terdapat perubahan. Perubahan menghendaki dasar. Di atas dasar inilah perubahan dapat terjadi. Dasar inilah yang disebut materi oleh Aristoteles. Materi berubah, tetapi bentuk kekal. Bentuklah yang membuat materi berubah dengan arti materi berubah untuk mendapat bentuk tertentu. Sebelum materi memperoleh bentuk tertentu, materi mempunyai potensi untuk menjelma menjadi benda yang dimaksud. Potensi yang ada dalam materi menjelma menjadi hakikat atau aktualitas karena bentuk. Oleh karena itu, materi disebut potensialitas dan bentuk aktualitas. Antara materi dan bentuk ada hubungan gerak. Yang menggerakan ialah bentuk dan yang digerakkan adalah materi. Materi adalah suatu potensialitas karena karena itu akan berubah dan bergerak. Sebaliknya, bentuk adalah aktualitas yang tidak bergerak dan kekal. Sebagai aktualitas bentuk adalah sempurna, sedangkan materi sebagi potensial tidak sempurna. Bentuk dalm arti penggerak pertama mestilah sesempurna mungkin hanya satu dan merupakan akal. Aktivitas akal ini hanya bisa berupa pikiran. Karena penggerak pertama ini adalah sempurna tidak berhajat pada yang lain, maka lahan pemikirannya adalah diri sendiri. Akal serupa ini adalah akal yang suci. Akal inilah Tuhan. Tuhan dalam paham tersebut tidak mempunyai sifat pencipta alam (materi kekal). Hubungannya dengan alam hanya merupakan penggerak pertama dengan yang digerkkan. Aktivitasnya adalah pemikiran harus berlangsung terus menerus dan tidak mungkin berhenti. Objek pemikiran tentun yang maha tinggi, yaitu pemikiran ilahi itu sendiri. Dengan demikian, Tuhan memiliki kebahagiaan yang sempurna tanpa putus-putusnya. Dalam pandangan Aristoteles, Penggerak Yang Tidak Bergerak bukanlah zat personal, tetapi impersonal. Dan waktu itu tidak menjadi masalah pokok benar, apakah Tuhan mengadakan dari ada atau dari tidak ada. Yang jelas adalah bahwa penggerak pertama, adalah pengertian Aristoteles adalah zat yang immateri, abadi dan sempurna.

03/12/2017

Budayakan diskusi dan membaca

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Taman Sari Indah
Jakarta