Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dan shalat di malam harinya dengan dasar iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu”. (HR Bukhari Muslim).
Dan kita telah berusaha untuk melakukan puasa dan tarawih dengan sebaik-baiknya.
Yang harus kita pahami bahwa dosa2 yang diampuni dalam hadis tsb. adalah dosa2 kepada Allah. Adapun dosa2 kpd sesama manusia baru akan dihapus kalau sudah dimaafkan oleh orang ybs. Misalnya kita punya utang kpd seseorang, janganlah kita merasa bhw karena kita sudah berusaha puasa dan taraweh dg iman dan ihtisab kemudian utang kita itu otomatis lunas. Ya gak bisa gitu lah pak.
Segala bentuk penganiayaan kpd sesama manusia harus diselesaikan dengan ybs selagi kita hidup di dunia. Kalau tidak, maka persoalan akan diselesaikan saat kita dihisab di akhirat kelak. Kebaikan kita diambil, atau dosa orang lain ditimpakan ke kita. Na’udzu billah min dzalik.
Aceng Karimullah
Baitii jannatii, rumahku adalah sorgaku, isteriku bidadarinya.
Sudah punya baju baru untuk lebaran? Kalaupun belum, tidak usah kecil hati, karena hakikat lebaran bukan ditentukan oleh baju baru, tapi oleh taqwa yang semakin kuat dalam hati dan akhlaq prilaku yang semakin baik, karakter yg semakin sabar, semakin bisa mengendalikan emosi.
Kalau sudah punya baju baru, pakailah di hari raya sebagai tanda syukur, bukan untuk kesombongan. Walaupun shalat ied dilakukan di rumah (karena masih musim covid-19), berpakaianlah yg terbaik atau yg baik. Alloh senang jika nikmat-Nya diperlihatkan.
Menyambut 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan tanpa bisa i'tikaf karena masih musim covid-19, gimana ?
Ibarat hujan turun dengan derasnya dan berlangsung semalam suntuk pada Malam Qadar (MQ), ada orang yang hanya berhasil menampung air hujan satu gelas saja, ada yang berhasil menampung satu timba, ada yang berhasil menampung satu bak besar. Semua sesuai dengan kemampuannya. Semua karena izin-Nya.
Ada juga yang sudah bisa menampung satu bak besar tapi kemudian habis karena baknya bocor. Gara-gara riya’ atau pamer (hati-hati up-date status di medsos), atau gara-gara ujub dan takabur.
Mari laksanakan ibadah MQ dengan khusyu’, tawadhu’ dan tadhorru’. Kalaupun tidak bisa i’tikaf, bukan berarti hilang kesempatan utk mendapatkan fadhilah MQ. Perbanyaklah dzikir, doa, baca Quran, sedekah, dll., meskipun dilakukan di luar masjid.
Ada empat macam manusia:
1. Orang yg ngerti dan dia ngerti bhw dirinya ngerti. Layak utk dijadikan narsum ilmu.
2. Orang yg ngerti tapi dia tdk ngerti bhw dirinya ngerti. Ibarat orang yg tidur, perlu dibangunkan. Perlu diingatkan agar dia memanfaatkan potensi dirinya.
3. Orang yg gak ngerti dan dia ngerti bhw dirinya gak ngerti. Memang dia bodoh, tapi punya semangat belajar. Maka ajarilah dia.
4. Orang yg gak ngerti tapi dia gak ngerti bhw dirinya gak ngerti. Jadinya s**a sok ngerti. Hati-hatilah terhadap orang macam ini, atau hindari saja, karena s**a bikin emosyi.
Dalam Sunan Abi Dawud (nomor hadis 4084) diriwayatkan bhw Nabi SAW mendeskripsikan siapa itu Allah sbb:
الَّذِي إِذَا أَصَابَكَ ضُرٌّ فَدَعَوْتَهُ كَشَفَهُ عَنْكَ،
Allah itu adalah Dzat yang ketika kamu tertimpa bahaya kemudian kamu berdoa kpd-Nya maka Dia akan hilangkan bahaya itu darimu.
وَإِنْ أَصَابَكَ عَامُ سَنَةٍ فَدَعَوْتَهُ أَنْبَتَهَا لَكَ،
Dan jika menimpa padamu kekeringan sehingga tanaman tidak ada yg tumbuh kemudian kamu berdoa kpd-Nya maka Dia akan menumbuhkan tanaman2 itu untukmu.
وَإِذَا كُنْتَ بِأَرْضٍ قَفْرَاءَ أَوْ فَلَاةٍ فَضَلَّتْ رَاحِلَتُكَ فَدَعَوْتَهُ رَدَّهَا عَلَيْكَ.
Dan ketika engkau berada di tengah padang pasir dan kendaraanmu hilang, kemudian kamu berdoa kpd-Nya maka Dia akan mengembalikan kendaraanmu itu padamu.
Seperti halnya sekarang, dunia menghadapi wabah covid-19, setelah kita berikhtiyar sekuat tenaga lantas kpd siapa kita berdoa agar kita diberi keselamatan? Ya kepada Allah lah.
Dan jika kita menghadapi persoalan hidup yg sangat berat dan se-akan2 kita sdh berada di ujung keputus-asaan, kpd siapa kita berdoa dan memohon pertolongan? Ya kepada Alloh lah.
Seperti Nabi Musa yg sdh terpojok di pinggir pantai, di belakang ada Firaun dan balatentaranya yg akan menghabisi beliau, sementara di depan adalah lautan yg bergelora. Kepada siapa beliau berdoa dan memohon pertolongan? Kepada Allah.
Dan di luar perhitungan akal manusia, Alloh cuma bilang kpd Musa: “Pukulkan saja tongkatmu itu ke lautan”. Maka jalan keluar dari persoalan yg begitu berat akhirnya terbentang luas.
Buruh harian hanya dibayar kalau dia masuk kerja. Hari-hari dia absen walau karena sakit, dia tak dapat bayaran. Buruh dg status "Karyawan Tetap" di hari-hari dia absen karena sakit akan tetap mendapat bayaran, tidak akan mengurangi gaji bulanannya.
Sebuah hadis meriwayatkan:
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ يَقُولُ: إِذَا كَانَ الْعَبْدُ يَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا فَشَغَلَهُ عَنْهُ مَرَضٌ أَوْ سَفَرٌ كُتِبَ لَهُ كَصَالِحِ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ مُقِيمٌ.(سنن أبي داود 3091)
Abu Musa berkata, saya mendengar Nabi SAW bersabda bukan hanya sekali dua kali (tapi beberapa kali): “Ketika seorang hamba terbiasa mengamalkan suatu kebaikan kemudia dia terkendala dg sakit atau perjalanan maka tetap ditulis nilai kebaikan yg biasa dia kerjakan ketika sehat lagi berada di tempat”.
Itulah keutamaan orang yg punya amalan rutin. Sudah dianggap sebagai "karyawan tetap". Subhanalloh wal-hamdu lillah.
Kalau hatinya dipenuhi dengan kasih sayang, maka yang akan keluar adalah kata-kata santun yang menyejukkan.
Kalau hatinya dipenuhi dengan iri dan dengki, maka yang akan keluar adalah fitnahan dan caci maki.
Orang akan berbagi hanya dengan apa yang dia miliki.
banyak kejadian akun FB seseorang di-hack oleh seorang penjahat kemudian dipake utk minjem atau minta transfer uang.. kalau ada permintaan seperti itu dari akun ini, abaikan saja..
Kita hrs selalu minta perlindungan kpd Allah dari godaan syetan. Kenapa? Karena Iblis sdh bertekad akan menyesatkan se-banyak2 manusia agar menjadi penghuni neraka. Dan Iblis tidak bekerja sendiri. Dia mengerahkan anak2-nya maupun anak-buahnya utk menghalangi manusia dari perbuatan baik dan agar manusia mau berbuat maksiat. Dan utk itu mereka akan mendatangi manusia dari segala arah alias dari segala segi kehidupan.
Mari kita lihat hadis di bawah ini:
أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا. قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللهُ عَنِّي. (صحيح مسلم 68-2203)
Usman bin Abil-‘Ash datang kpd Nabi sambil berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya syetan telah menggoda saya dalam shalat sehingga bacaan saya jadi kacau”. Nabi menjawab: “Itu perbuatan syetan yg bernama Khanzab. Kalau anda merasakan godaannya, mintalah perlindungan kpd Allah (bacalah ta’awudz) dan meludahlah ke sebelah kiri tiga kali”. Setelah aku mengerjakan seperti itu, kata Usman, Allah menghilangkan godaan syetan tersebut dariku. (HR Muslim).
Jadi memang ada syetan yg pekerjaannya menggoda orang dalam shalatnya.
Lain lagi dg hadis berikut ini:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ لِلْوُضُوءِ شَيْطَانًا، يُقَالُ لَهُ الوَلَهَانُ، فَاتَّقُوا وَسْوَاسَ المَاءِ. (سنن الترمذى 57)
Diriwayatkan dari Ka’ab bhw Nabi SAW bersabda: “Untuk menggoda orang dalam berwudhu ada syetannya tersendiri, yg namanya Walahan, maka hindarilah waswas dalam masalah air. (HR at-Tirmidzi, Dha’if).
Dalam literatur/bacaan ada nama2 syetan yg mempunyai tugas khusus, seperti:
1. Zalnabur, bertugas di pasar2, toko2 atau mall2, di antaranya membujuk para penjual utk berkata bohong, memuji-muji dagangannya sampai berani bersumpah bohong, agar dagangannya laris.
2. A’war, pembangkit syahwat lelaki maupun perempuan agar jatuh ke dalam perzinahan.
3. Dasim, penyebar fitnah di antara penghuni rumah.
4. Mathrasy, penyebar kabar bohong atau hoaks.
5. Tamrih, yg membuat manusia jadi sok sibuk sehingga mengabaikan kewajiban2.
6. Laqis, yg mengkampanyekan LGBT, sejak jaman Nabi Luth sampai sekarang, gerakannya semakin gencar.
7. Maqlash, penyebar provokasi shg timbul permusuhan dan saling caci-maki.
Nama2 syetan tsb. tidak utk dihapalkan, karena tdk ada fadhilah-nya. Kalau mau menghapal, hapalkan saja asmaul-husna. Yang lbh penting kita menyadari dan waspada bhw syetan akan selalu menggoda manusia dari segala segi kehidupan. Mudah2-an kita selalu dlm perlindungan Allah shg tdk sampai terpengaruh oleh bujukan syetan. Aamiin.
Agar isteri yg shalat di rumah bisa mendapatkan nilai shalat berjamaah maka suami yg baru pulang dari masjid biasanya kemudian shalat lagi dalam rangka mengimami isterinya. Dan shalat yg kedua (yg dilakukan bersama isterinya ini) secara hukum adalah sunnah.
Meskipun setelah shalat Subuh itu tidak ada shalat sunnah ba’diyah namun kalau dalam rangka mengimami atau menemani isteri, boleh dilakukan. Hadisnya di bawah ini:
عن جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الأَسْوَدِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ، فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الخَيْفِ، فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ انْحَرَفَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي أُخْرَى القَوْمِ لَمْ يُصَلِّيَا مَعَهُ، فَقَالَ: عَلَيَّ بِهِمَا، فَجِيءَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا، فَقَالَ: مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا، فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا كُنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا، قَالَ: فَلَا تَفْعَلَا، إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ، فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ.
(سنن الترمذى 219)
Yazid bin Aswad meriwayatkan bahwa dia pernah ikut haji bersama Nabi SAW. Ketika di Mina dia shalat subuh bersama Nabi. Setelah selesai Nabi mengimami, beliau membalikkan tubuhnya utk menghadap ke arah makmum. Beliau melihat di belakang ada dua orang lelaki yg tdk ikut shalat berjamaah. Beliau suruh kedua lelaki tadi utk menghadap. Setelah kedua lelaki itu berada di depannya, beliau bertanya: “Kenapa kamu kok tidak ikut shalat berjamaah bersama kami?”
Mereka menjawab: “Kami sudah shalat di kemah kami masing-masing”.
Kemudian Nabi bersabda: “Kalau kamu sudah shalat di tempatmu, kemudian kamu datang ke masjid di mana ada shalat berjamaah maka kamu harus bergabung shalat dengan mereka, shalat yg kedua ini jadi tambahan bagimu (sunnah)”. (HR At-Tirmidzi).
Ada seorang lelaki yg cukup alim (si A). Dia kesal melihat temannya yang bandel dan banyak berbuat dosa (si B). Sampai2 si A mengatakan: “Tak mungkin Allah mau mengampuni si B”. Allah murka dengan perkataan si A ini. Melalui Nabi yg ada ketika itu Allah berfirman: “Siapa itu orang yg sok tahu, kok beraninya mengatakan bhw Aku tak akan mengampuni si B (Padahal kita tahu bahwa Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) (Bilangin tuh pada si A) bahwa Aku telah mengampuni si B, dan Aku hapus amalanmu (wahai A)”. Hadisnya bisa dilihat di Shohih Muslim, Kitabul-Birri wash-Shilah wal-Adab, No. 137/2621). Pelajaran yg bisa kita ambil dari hadis ini diantaranya bahwa *Kita gak boleh sok tahu kpd Allah*.
عَنْ جُنْدَبٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: وَاللهِ لَا يَغْفِرُ اللهُ لِفُلَانٍ، وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَنْ لَا أَغْفِرَ لِفُلَانٍ، فَإِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِفُلَانٍ، وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ أَوْ كَمَا قَالَ. (صحيح مسلم في كتاب الْبِرِّ وَالصِّلَةِ وَالْآدَابِ 2621/137)
*bijak dalam ber-medsos*
Mengapresiasi (memuji) postingan orang di kolom komentar, itu baik2 saja.. Tapi kalau mau *mengritik postingan orang* (mengingatkan, menasehati).. sebaiknya pakailah jalur pribadi alias *japri*.
Karena kalau niat kita benar2 ingin menasehati, maka jalur pribadi lah tempatnya. Sedangkan kalau kita menasehati orang (apalagi mengritik) di jalur publik, bisa jadi malah mempermalukan dia.. Harus kita hindari..
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Jalan Kramat RT 7/RW 1/No. 15
Jakarta
12560