Anak adalah amanah atau titipan Allah SWT, oleh karena itu sebagai orang tua kita wajib menjaga dan hanya mengejar tujuan itu masa keemasan anak terlewat.
TAMAN KANAK-KANAK ISLAM BAITURRAHIM adalah lembaga pendidikan yang mengutamakan pendidikan Aqidah dan Akhlak sejak dini serta menyeimbangkan pendidikan umum yang dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.Dirangkum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan amanat peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 19 T
ahun 2005, bahwa kurikulum satuan pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini mengacu pada standar kecapaian kompetensi Anak Usia Dini dan berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sehingga dalam setiap kegiatan pembelajaran secara maksimal dapat merangsang pertumbuhan kecerdasan dan kreatifitas anak. Pola pendidikan dengan aplikasi pengembangan Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Dalam model SENTRA diupayakan berbagai kecerdasan anak (Multiple Intelegent) berkembang secara optimal, mengingat pada model sentra anak diberikan berbagai pilihan kegiatan belajar yang sesuai dengan minatnya. Pada hakekatnya lembaga Pendidikan Taman Kanak-kanak adalah tempat bermain sehingga Kegiatan Belajar Mengajar di Taman Kanak-kanak menganut prinsip “Bermain Sambil Belajar”
Dapat dikatakan bahwa usia 3-7 tahun adalah usia keemasan bagi anak ( the golden year ) yang merupakan masa dimana anak mulai peka atau sensitif untuk menerima rangsangan. Masa peka masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar pertama untuk menggabungkan kemampuan Kognitif, Afektif, Psikomotorik, Bahasa, Sosio emosional dan Spiritual. Periode ini merupakan masa penting bagi keberlangsungan perkembangan anak di masa mendatang. Berhasil atau gagalnya anak dalam menjalani periode tersebut akan menentukan proses selanjutnya. Sebagai implikasinya, untuk mermbantu anak dalam mencapai keberhasilan perkembangannya maka perlu dipikirkan suatu program stimulasi yang dapat mengembangkan potensi anak usia 3-7 tahun. Namun pada kenyataannya, banyak pendidik yang belum sepenuhnya memiliki pemahaman yang benar tentang perkembangan anak usia dini. Minimnya pemahaman tersebut tentu akan berakibat bagi perkembangan anak yaitu dapat mengendapkan “The Hidden Potency” yang telah dimiliki oleh anak. Anak hanya dituntut untuk mampu membaca, menulis dan berhitung pada waktu yang singkat. Kalau kita bertanya : Untuk menyongsong masa depan, apakah anak cukup dengan hanya bisa baca, tulis dan berhitung ?