02/08/2015
Pernah baginda Rasulullah SAW pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda Rasul SAW amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina Aisyah belum ke pasar.
Maka Nabi bertanya,
“Belum ada sarapan ya Khumaira?”
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina Aisyah yang berarti ’Wahai yang kemerah-merahan’),
Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
“Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.”
Rasulullah lantas berkata,
“Jika begitu aku puasa saja hari ini.”
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.
Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya.
Rasulullah menegur,
“Mengapa engkau memukul isterimu?. ”
Lantas dijawab dengan agak gementar,
“Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasehat dia tetap bandel, jadi aku pukul dia.”
“Aku tidak bertanya alasanmu,”
sahut Nabi s.a.w.
“Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu bagi anak-anakmu?”
Pernah baginda bersabda,
“sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan iemah lembut terhadap isterinya.”
Prihatin, sabar dan tawadhu'nya baginda Rasul SAW dalam menjadi kepala keluarga , tidak menampakkan kedudukannya sebagai pemimpin umat karena Tawadhu' dan Kerendahan Hati Beliau..
Sungguh beliau SAW merupakan pribadi yang sangat cocok dijadikan Contoh / Suri Tauladan yang baik..
SHOLLUUU.... ALANNABI.... !!!!!!!
( Majelis Ta'lim Miftahussa'adah )
Pembukaan Kembali , insya Allah pada :
Hari Sabtu 15 Agustus 2015
Tafadhol Kaitkan Hati Kita bersama Ulama , Habaib Yang Mempunyai Kaitan Dengan Rasulullah Saw..