Anthony Dio Martin HR Excellency

Anthony Dio Martin HR Excellency

Share

"BEST EQ TRAINER INDONESIA". Untuk informasi training & seminar: 021-3518505/021-3862521 atau [email protected]

This website represents the moment, work, idea and tips of Anthony Dio Martin & his team in HR Excellency & Miniworkshopseries Indonesia

Photos from Anthony Dio Martin HR Excellency's post 03/06/2026

Amazon pernah membuat keputusan yang mengejutkan.

Mereka tidak terlalu menyukai PowerPoint.

Di banyak meeting penting, para peserta justru diminta membaca memo naratif beberapa halaman sebelum diskusi dimulai.

Kenapa?
Karena Amazon percaya bahwa orang dewasa tidak belajar hanya dengan melihat slide.

Orang dewasa belajar ketika mereka berpikir. Ketika mereka berdiskusi. Ketika mereka memecahkan masalah. Ketika mereka mengalami sendiri proses belajar itu.

Inilah alasan mengapa trainer masa depan tidak cukup hanya menjadi pembaca slide.

Trainer masa depan adalah Learning Architect.

Mereka tidak sekadar menyampaikan informasi. Mereka mendesain pengalaman belajar.
Mereka tidak hanya membuat peserta berkata, “Wah trainernya keren.”

Mereka membuat peserta p**ang dengan perilaku baru, cara berpikir baru, dan hasil kerja yang lebih baik.

Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan mengajar, mempelajari active learning, experiential learning, learning design, facilitation skill, hingga bagaimana menciptakan training yang berdampak dan terukur, bergabunglah dalam program Essential Licensed Trainer (ELT) Certification pada 22–24 Juni 2026 di Jakarta.

Karena dunia tidak kekurangan trainer.

Dunia kekurangan trainer yang mampu mengubah perilaku, meningkatkan kinerja, dan menciptakan dampak nyata.

Photos from Anthony Dio Martin HR Excellency's post 01/06/2026

Netflix tidak terlalu peduli apakah peserta training tertawa.

Netflix tidak terlalu peduli apakah ice breaking meriah.
Netflix tidak terlalu peduli apakah trainer mendapat standing ovation.

Yang mereka pedulikan hanya satu:
Apa yang berubah setelah training?
Apakah perilaku berubah?
Apakah keputusan menjadi lebih baik?
Apakah kinerja meningkat?
Apakah bisnis bergerak maju?

Di banyak organisasi, training masih diukur dari kepuasan peserta. Padahal peserta yang puas belum tentu berubah. Peserta yang terhibur belum tentu bertumbuh. Dan training yang ramai belum tentu menghasilkan dampak.

Trainer masa depan bukan sekadar speaker.
Trainer masa depan adalah behavior changer, performance enabler, dan business impact creator.
Karena pada akhirnya, dunia tidak kekurangan trainer.

Dunia kekurangan trainer yang mampu menciptakan perubahan nyata.
Kalau Anda ingin belajar framework menjadi Trainer Berdampak yang mampu mengubah perilaku, meningkatkan kinerja, dan memberikan hasil nyata bagi organisasi...

Ketik "TRAINER" di kolom komentar atau klik link di bio.
Kami akan bagikan framework yang selama ini kami gunakan untuk melatih ribuan profesional di berbagai perusahaan.



Photos from Anthony Dio Martin HR Excellency's post 31/05/2026

*Refleksi Personal*
Self Awareness
(Hari Waisak 2026)

Sadar diri sering disalahartikan.
Ada yang mengira sadar diri berarti merendahkan diri.

Ada yang mengira sadar diri berarti terus-menerus memikirkan kekurangan diri.

Ada p**a yang mengira sadar diri berarti mengasihani diri sendiri.

Padahal bukan itu.
Sadar diri adalah kemampuan melihat diri apa adanya.

Tidak lebih tinggi dari yang sebenarnya.
Tidak lebih rendah dari yang sebenarnya.

Sadar diri adalah awal dari kebijaksanaan.

Karena saat kita mulai mengenali diri sendiri,
kita menjadi lebih hati-hati saat menilai orang lain.

Kita sadar bahwa kita pun punya kelemahan.
Punya luka.
Punya kesalahan yang mungkin tidak diketahui orang lain.

Maka kita tidak mudah menghakimi.

Sadar diri juga membuat kita lebih mawas diri.

Saat marah, kita bertanya,
"Apakah masalahnya memang di luar sana, atau ada yang belum selesai di dalam diri saya?"

Saat kecewa, kita bertanya,
"Apakah kenyataan yang salah, atau harapan saya yang terlalu tinggi?"

Saat berhasil, kita tetap rendah hati.
Saat gagal, kita tetap mau belajar.

Karena orang yang sadar diri tidak sibuk mengubah seluruh dunia.

Ia mulai dari mengubah dirinya sendiri.

Dan mungkin itulah salah satu bentuk kebijaksanaan tertinggi.

Mampu melihat ke dalam,
sebelum terlalu sibuk menunjuk ke luar.

_Selamat Hari Raya Waisak_
bagi sahabat dan rekan-rekan yang merayakan.

Semoga momen ini membawa lebih banyak kesadaran, kebijaksanaan, ketenangan batin, dan welas asih dalam kehidupan kita.

Karena dunia yang damai,
selalu dimulai dari hati yang sadar.

Anthony Dio Martin


Photos from Anthony Dio Martin HR Excellency's post 31/05/2026

Ada seorang peserta yang pernah menghampiri saya setelah training EQ. Ia berkata, "Pak, saya nggak ngerti. Anak saya pintar. Nilainya bagus. Kami sayang sekali sama dia. Tapi sedikit masalah saja sudah langsung hancur." Ia lalu bercerita bagaimana anaknya bisa menangis berjam-jam hanya karena mendapat kritik dari guru. Pernah juga mogok sekolah karena bertengkar dengan teman. Bahkan ketika gagal masuk sebuah kegiatan yang diinginkannya, ia seperti kehilangan harapan dan mengurung diri di kamar selama berhari-hari.

Yang menarik, orang tua ini bukan keluarga yang bermasalah. Justru sebaliknya. Mereka sangat peduli pada anak. Terlalu peduli mungkin. Sejak kecil, hampir semua masalah anak diselesaikan orang tuanya. Kalau ada konflik dengan teman, orang tua turun tangan. Kalau ada tugas yang sulit, orang tua membantu. Kalau ada kesedihan, orang tua buru-buru menghibur. Tujuannya baik. Mereka ingin anaknya bahagia. Tapi tanpa sadar, anak itu tumbuh tanpa banyak kesempatan berlatih menghadapi ketidaknyamanan hidup.

Kisah ini mengingatkan saya pada gagasan yang banyak dibahas oleh Jonathan Haidt dalam bukunya The Anxious Generation. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan generasi sekarang bukan kurangnya kecerdasan, melainkan kurangnya pengalaman menghadapi tantangan nyata. Banyak anak tumbuh lebih aman secara fisik, tetapi lebih rapuh secara psikologis. Mereka jarang jatuh, tetapi juga jarang belajar bangkit.

Karena itu, mungkin pertanyaannya bukan lagi "Apakah anak saya bahagia?" melainkan "Apakah anak saya cukup kuat menghadapi hidup?" Sebab tujuan parenting bukan membesarkan anak yang tidak pernah terluka. Tujuan parenting adalah membesarkan anak yang mampu pulih ketika terluka.

Photos from Anthony Dio Martin HR Excellency's post 31/05/2026

Di penghujung bulan Mei yang penuh kenangan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada keluarga tercinta, para sahabat, rekan kerja, dan semua orang baik yang telah mewarnai perjalanan saya selama bulan ini.

Terima kasih kepada mereka yang masih mengingat, yang menyempatkan mengirimkan ucapan, yang mendoakan, yang membuatkan video, yang memberikan kejutan, hadiah, perhatian, dan terutama kasih sayang yang begitu hangat. Setiap pesan, doa, dan ungkapan kebaikan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi sungguh memiliki makna yang besar.

Bertambahnya usia mengingatkan saya bahwa yang paling berharga dalam hidup bukanlah bertambahnya angka, melainkan bertambahnya pengalaman, persahabatan, cinta, dan kesempatan untuk terus menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu, saya merasa sangat bersyukur memiliki begitu banyak orang baik di sekitar saya.

Terima kasih telah membuat bulan Mei ini menjadi salah satu halaman indah dalam buku kehidupan saya. Sebuah bulan yang akan selalu saya kenang dengan rasa syukur dan senyum.

Semoga semua doa, kebaikan, dan perhatian yang telah diberikan kembali kepada Anda berlipat ganda dalam bentuk kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, dan sukacita.

Dengan penuh rasa syukur,

Anthony Dio Martin

30/05/2026

*Refleksi Personal*
Edisi: 30 Mei 2026

Tidak semua konflik
perlu menjadi konsumsi publik.

Ada masalah yang memang perlu diselesaikan.
Tapi tidak semua masalah
perlu diumumkan.

Kadang kita tergoda bercerita.
Mencari pembelaan.
Mencari simpati.

Atau berharap orang lain membenarkan posisi kita.

Namun sering kali,
semakin banyak telinga yang mendengar,
semakin sedikit masalah yang benar-benar selesai.

Karena konflik yang dibawa ke keramaian
sering berubah bentuk.

Bukan lagi tentang mencari jalan keluar,
tetapi tentang mencari siapa yang salah.

Orang bijak memahami
bahwa tidak semua luka perlu dipamerkan.

Tidak semua kekecewaan itu perlu diumbar.
Dan tidak semua pertengkaran
harus ada penontonnya.

Karena ada hal-hal yang justru kehilangan martabatnya..
saat terlalu banyak mata ikut melihat.

Menurutku.. hubungan yang retak
jarang diperbaiki oleh sorak-sorai orang banyak.

Kepercayaan yang rusak
jarang pulih karena komentar publik.

Sebaliknya,
banyak hal yang justru sembuh
dalam percakapan yang tenang.

Dalam keberanian untuk mendengar.
Dalam kerendahan hati untuk memahami.
Dan dalam kedewasaan untuk menjaga.

Sebab tidak semua kemenangan
harus dirayakan di depan umum.

Begitu p**a tidak semua konflik
harus diumumkan kepada dunia.

Kadang yang paling dewasa
bukan yang paling keras bersuara.

Tetapi yang cukup bijak untuk berkata,
"Ini masalah kami.
Biarlah kami menyelesaikannya dengan dewasa, dengan baik, diantara kami,
tanpa harus menyeretnya ke ruang publik."

Anthony Dio Martin

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Tanah Abang V No. 32, Jakarta Pusat
Jakarta
10160

Opening Hours

Monday 08:30 - 17:30
Tuesday 08:30 - 17:30
Wednesday 08:30 - 17:30
Thursday 08:30 - 17:30
Friday 08:30 - 17:30