Anthony Dio Martin HR Excellency

Call Directions Website Contact the school

Anthony Dio Martin HR Excellency "BEST EQ TRAINER INDONESIA". Untuk informasi training & seminar: 021-3518505/021-3862521 atau [email protected]

This website represents the moment, work, idea and tips of Anthony Dio Martin & his team in HR Excellency & Miniworkshopseries Indonesia

Refleksi PersonalEdisi: 14 Juni 2026Salah satu bentuk penipuan diri yang paling halus di zaman ini adalah ketika kita mu...
14/06/2026

Refleksi Personal
Edisi: 14 Juni 2026

Salah satu bentuk penipuan diri yang paling halus di zaman ini adalah ketika kita mulai hidup untuk terlihat, bukan untuk menjadi.

Media sosial membuat kita melihat begitu banyak senyuman.
Begitu banyak keberhasilan.
Begitu banyak kemewahan.
Begitu banyak kebahagiaan.

Sampai-sampai kita lupa bahwa yang kita lihat sering kali hanyalah panggung.
Bukan ruang belakangnya.

Kita melihat foto yang sempurna.
Namun tidak melihat kecemasan yang menyertainya.

Kita melihat tawa.
Namun tidak mendengar tangisan yang disembunyikan.

Kita melihat keramaian.
Namun tidak merasakan kesepian yang menunggu setelah semua orang pulang.

Anehnya, semakin seseorang merasa kosong di dalam, semakin besar godaan untuk terlihat penuh di luar.

Maka tidak jarang orang yang paling sibuk menunjukkan dirinya bahagia, justru sedang berjuang melawan kesedihan yang tidak diketahui siapa-siapa.

Yang paling keras menunjukkan kemewahan, sering kali sedang mencari nilai dirinya dari barang yang dimilikinya.

Dan yang paling ramai dikelilingi banyak orang, kadang tidak memiliki satu pun tempat untuk benar-benar pulang dan bercerita.

Namun refleksi ini bukan tentang menghakimi mereka.

Karena mungkin kita pun pernah melakukannya.
Mungkin kita pun pernah mengunggah sesuatu bukan karena bahagia, tetapi karena ingin terlihat bahagia.

Bukan karena percaya diri, tetapi karena ingin dianggap berharga.

Di sinilah kesadaran diri menjadi penting.

Kesadaran diri membuat kita berani bertanya kepada diri sendiri:
"Apa yang sebenarnya sedang saya cari?"
Apakah saya ingin dihargai?
Ataukah saya sedang lapar akan pengakuan?
Apakah saya ingin berbagi kebahagiaan?
Ataukah saya sedang berusaha menutupi luka yang belum sembuh?

Kesadaran diri mengajarkan bahwa nilai diri tidak bertambah karena jumlah orang yang menyukai kita.

Harga diri tidak ditentukan oleh jumlah pengikut.
Dan kebahagiaan tidak lahir dari jumlah orang yang iri kepada kita.

Karena kebahagiaan sejati tidak membutuhkan penonton.

Ia tetap ada meski tidak diposting.

Ia tetap hidup meski tidak dipuji.

Ia tetap bernilai meski tidak mendapat tepuk tangan.

Mungkin karena pada akhirnya, pertanyaan terpenting dalam hidup bukanlah...
"Bagaimana agar orang lain melihat saya bahagia?"

Melainkan...
"Ketika semua layar dimatikan, ketika semua orang pergi, ketika tidak ada lagi yang memberi perhatian, apakah saya masih bisa duduk tenang bersama diri saya sendiri?"

Sebab orang yang benar-benar mengenal dirinya tidak terlalu sibuk membangun citra.

Ia sibuk membangun jiwa.

Dan orang yang damai tidak perlu meyakinkan dunia bahwa dirinya bahagia.

Ketenangannya sudah berbicara lebih keras daripada apa pun yang bisa ia unggah.

-Anthony Dio Martin-

Refleksi PersonalEdisi: Tentang Kematian dan Apa yang TertinggalSetiap kali saya datang melayat seseorang,selalu ada sat...
10/06/2026

Refleksi Personal
Edisi: Tentang Kematian dan Apa yang Tertinggal

Setiap kali saya datang melayat seseorang,
selalu ada satu pertanyaan yang diam-diam muncul di dalam hati.

Apa sebenarnya yang berharga dalam hidup ini?

Karena di ruangan itu,
semua yang dulu terlihat penting mendadak menjadi sunyi.

Jabatan tidak ikut berbicara.
Rekening bank tidak ikut menangis.
Rumah, mobil, tanah, dan segala kepemilikan
tetap tinggal di tempatnya.

Yang pergi hanyalah satu hal.
Manusianya.

Jiwa dan raganya telah meninggalkan dunia.
Namun, ada sesuatu yang tidak akan ikut pergi.

Kebaikannya.
Kasih sayangnya.
Pertolongannya.
Senyumnya.
Perhatian kecil yang pernah ia berikan.

Orang-orang yang datang tidak sedang mengenang berapa banyak hal yang dimilikinya.

Mereka sedang mengenang bagaimana ia membuat mereka merasa berharga.

Bagaimana ia pernah membantu saat mereka kesulitan.

Bagaimana ia pernah hadir saat mereka membutuhkan seseorang.

Dan di situlah saya sering tersadar.

Bahwa pada akhirnya, hidup bukan tentang apa yang kita kumpulkan.

Tetapi tentang apa yang kita tinggalkan.

Bukan tentang apa yang kita miliki.

Tetapi tentang siapa yang pernah kita sentuh hatinya.

Karena saat seseorang meninggal dunia,
yang datang mengantar bukanlah barang-barangnya.

Yang hadir adalah orang-orang.

Orang yang pernah ia cintai.
Orang yang pernah ia bantu.
Orang yang pernah merasakan kebaikannya.

Dan jumlah mereka sering kali menjadi cermin yang jujur tentang kehidupan yang telah dijalani.

Kematian memang menyedihkan.

Tetapi kematian juga guru yang sangat bijaksana.

Ia mengingatkan bahwa waktu kita terbatas.

Bahwa suatu hari nanti, nama kita pun akan disebut dalam sebuah kabar duka.

Dan ketika hari itu tiba, mungkin pertanyaan terpenting bukanlah:
_"Berapa banyak yang berhasil saya miliki?"_
Tetapi..
_"Berapa banyak kebaikan yang berhasil saya tinggalkan?"_

Karena pada akhirnya, manusia memang akan pergi.

Tubuh akan kembali menjadi tanah.

Namun cinta yang pernah diberikan,
kebaikan yang pernah ditanam,
dan hati yang pernah disentuh,
sering kali hidup jauh lebih lama daripada pemiliknya.

Mungkin itulah sebabnya kematian selalu mengajarkan kita satu hal yang sama.

Hiduplah sedemikian rupa,
agar ketika kita pergi,
yang tertinggal bukan hanya nama,
tetapi juga jejak kebaikan yang membuat orang lain bersyukur pernah mengenal kita.

07/06/2026

🎯 DAY 1 – Becoming an Effective Leader
πŸ“ 4 Juni 2026 | Medan

"Leadership becomes visible when challenges arrive."

Hari pertama program Becoming an Effective Leader mempertemukan para leaders dan staf Bank Mestika dari Kantor Pusat Medan serta berbagai cabang untuk bersama-sama mengeksplorasi kembali makna kepemimpinan di tengah dinamika dunia perbankan yang terus berubah.

Perubahan karakter nasabah, perbedaan cara kerja lintas generasi, hingga tuntutan untuk bergerak cepat dan tetap akurat menjadi tantangan nyata yang dihadapi setiap hari. Karena itu, kepemimpinan bukan lagi sekadar tentang jabatan, melainkan kemampuan untuk memahami situasi, memengaruhi orang lain, dan memastikan hal-hal penting benar-benar terlaksana dengan baik.

Melalui berbagai diskusi, refleksi, dan aktivitas pembelajaran, peserta diajak melihat bahwa sering kali tantangan terbesar bukanlah kurangnya ide, melainkan bagaimana menyatukan cara pandang dan mengubah niat baik menjadi aksi yang konsisten.
Sebab di industri perbankan, kepercayaan dibangun bukan hanya melalui strategi yang hebat, tetapi melalui eksekusi yang dilakukan dengan disiplin, kolaborasi, dan keteladanan setiap hari.

Sebuah awal yang kuat untuk perjalanan menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu mengarahkan pekerjaan, tetapi juga menggerakkan orang-orang di dalamnya.

πŸ’–

Saya pernah mendengar sebuah cerita dari seorang leader wanita yang parasnya cukup cantik. Sikapnya santun. Lalu, ia ber...
06/06/2026

Saya pernah mendengar sebuah cerita dari seorang leader wanita yang parasnya cukup cantik. Sikapnya santun. Lalu, ia berkisah. Ia pernah ngikutin sebuah pelatihan yang sebenarnya sangat ia s**a topiknya. Namun di tengah sesi, justru trainernya beberapa kali melontarkan candaan yang mengarah pada fisiknya. Awalnya ia coba santai. Ia tersenyum dan menganggapnya sebagai lelucon biasa. Namun makin lama, komentar tersebut terasa semakin tidak nyaman dan agak mengarah ke nuansa seksual.

Yang bikin ia makin kesal, candaan itu disampaikan di depan banyak peserta. Ruangan yang seharusnya menjadi tempat belajar justru membuatnya merasa menjadi bahan hiburan. Fokusnya pada materi hilang. Malahan bikin ia merasa malu, marah, dan kecewa. Baginya, bukan lagi soal materi pelatihan, tetapi soal rasa respek ke dia sebagai seorang wanita bermartabat.

Melihat reaksinya, trainer tersebut akhirnya minta maaf. Mungkin ia tidak bermaksud buruk. Mungkin ia mengira peserta akan menganggapnya lucu. Namun ada satu hal yang sering dilupakan. Tidak semua luka dapat langsung hilang hanya karena sebuah permintaan maaf. Sang leader mengaku sampai sekarang masih mengingat kejadian itu, sementara isi materi pelatihannya justru sudah banyak yang terlupakan.

Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa profesi trainer tidak jauh bedanya dengan guru. Kata-kata kita punya pengaruh. Sikap kita jadi contoh. Humor yang salah bisa merusak kepercayaan yang dibangun berjam-jam. Karena itu, trainer yang hebat bukan hanya cerdas menyampaikan materi, tetapi juga bijaksana menjaga ucapan, menghormati peserta, dan menciptakan ruang belajar yang aman bagi semua orang.



πŸš€ LEVEL UP YOUR SKILL! Bersertifikasi Internasional yang Diakui Negara! Kini mengikuti ELT Certification bisa sekaligus ...
05/06/2026

πŸš€ LEVEL UP YOUR SKILL! Bersertifikasi Internasional yang Diakui Negara!

Kini mengikuti ELT Certification bisa sekaligus mendapatkan Sertifikasi BNSP.

🎯 "GREAT TRAINER IN ACTION"
ESSENTIAL LICENSED TRAINER (ELT) CERTIFICATION

3 Hari yang Akan Mengubah Cara Anda Mengajar Selamanya!

Program ini dirancang untuk:
βœ… Trainer Profesional
βœ… Trainer Internal Perusahaan
βœ… Coach & Mentor
βœ… Pengajar & Dosen
βœ… Leader yang sering mengajar tim

Yang akan Anda dapatkan:
⭐ Pengakuan internasional atas kompetensi mengajar Anda
⭐ Belajar ilmu training dari A sampai Z langsung dari praktisi berpengalaman internasional
⭐ Banyak praktek, simulasi, dan umpan balik langsung
⭐ Materi, tools, template, dan ide training kelas dunia
⭐ Bonus buku, video learning, podcast, dan berbagai resource bernilai jutaan rupiah
⭐ Bergabung dalam komunitas trainer profesional yang aktif berbagi ilmu dan peluang

πŸ‘¨β€πŸ« Master Trainer:
1. Dr. Anthony Dio Martin Master Trainer Internasional & The Best EQ Trainer Indonesia
2. Max Sandy Professional Licensed Trainer Internasional

πŸ“… 22–24 Juni 2026 πŸ•— 08.00–18.00 WIB πŸ“ Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta

πŸ’° Investasi: Rp 11.000.000
(Termasuk Licensed ELT MWS International, Training Kit, Lunch & Coffee Break)

🎁 Bonus Eksklusif: Buku, Handout, Template, Reminder, Bahan Yang Bisa Diajarkan (slide, workbook, poster) senilai lebih dari Rp 11 juta!

"Mengajar bukan hanya INFORM, tetapi TRANSFORM."

πŸ“± Informasi & Pendaftaran: 0812 9805 4929

πŸ‘‰https://bit.ly/ELTCertification_2026

"Dunia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang pintar. Dunia membutuhkan lebih banyak orang yang mampu membuat orang lain bertumbuh. Jadilah salah satunya". πŸ”₯πŸ”₯

Amazon pernah membuat keputusan yang mengejutkan.Mereka tidak terlalu menyukai PowerPoint.Di banyak meeting penting, par...
03/06/2026

Amazon pernah membuat keputusan yang mengejutkan.

Mereka tidak terlalu menyukai PowerPoint.

Di banyak meeting penting, para peserta justru diminta membaca memo naratif beberapa halaman sebelum diskusi dimulai.

Kenapa?
Karena Amazon percaya bahwa orang dewasa tidak belajar hanya dengan melihat slide.

Orang dewasa belajar ketika mereka berpikir. Ketika mereka berdiskusi. Ketika mereka memecahkan masalah. Ketika mereka mengalami sendiri proses belajar itu.

Inilah alasan mengapa trainer masa depan tidak cukup hanya menjadi pembaca slide.

Trainer masa depan adalah Learning Architect.

Mereka tidak sekadar menyampaikan informasi. Mereka mendesain pengalaman belajar.
Mereka tidak hanya membuat peserta berkata, β€œWah trainernya keren.”

Mereka membuat peserta pulang dengan perilaku baru, cara berpikir baru, dan hasil kerja yang lebih baik.

Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan mengajar, mempelajari active learning, experiential learning, learning design, facilitation skill, hingga bagaimana menciptakan training yang berdampak dan terukur, bergabunglah dalam program Essential Licensed Trainer (ELT) Certification pada 22–24 Juni 2026 di Jakarta.

Karena dunia tidak kekurangan trainer.

Dunia kekurangan trainer yang mampu mengubah perilaku, meningkatkan kinerja, dan menciptakan dampak nyata.

Netflix tidak terlalu peduli apakah peserta training tertawa.Netflix tidak terlalu peduli apakah ice breaking meriah.Net...
01/06/2026

Netflix tidak terlalu peduli apakah peserta training tertawa.

Netflix tidak terlalu peduli apakah ice breaking meriah.
Netflix tidak terlalu peduli apakah trainer mendapat standing ovation.

Yang mereka pedulikan hanya satu:
Apa yang berubah setelah training?
Apakah perilaku berubah?
Apakah keputusan menjadi lebih baik?
Apakah kinerja meningkat?
Apakah bisnis bergerak maju?

Di banyak organisasi, training masih diukur dari kepuasan peserta. Padahal peserta yang puas belum tentu berubah. Peserta yang terhibur belum tentu bertumbuh. Dan training yang ramai belum tentu menghasilkan dampak.

Trainer masa depan bukan sekadar speaker.
Trainer masa depan adalah behavior changer, performance enabler, dan business impact creator.
Karena pada akhirnya, dunia tidak kekurangan trainer.

Dunia kekurangan trainer yang mampu menciptakan perubahan nyata.
Kalau Anda ingin belajar framework menjadi Trainer Berdampak yang mampu mengubah perilaku, meningkatkan kinerja, dan memberikan hasil nyata bagi organisasi...

Ketik "TRAINER" di kolom komentar atau klik link di bio.
Kami akan bagikan framework yang selama ini kami gunakan untuk melatih ribuan profesional di berbagai perusahaan.



Address

Jalan Tanah Abang V No. 32, Jakarta Pusat
Jakarta
10160

Opening Hours

Monday 08:30 - 17:30
Tuesday 08:30 - 17:30
Wednesday 08:30 - 17:30
Thursday 08:30 - 17:30
Friday 08:30 - 17:30

Telephone

+62213518505

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anthony Dio Martin HR Excellency posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Anthony Dio Martin HR Excellency:

Shortcuts

Share

Category