14/12/2025
_*"ONLINE NETWORKING"*_
Minggu, 14 Desember 2025
Jam 19.30 - 20.30 wib.
di Zoom Meeting, klik
https://telkomsel.zoom.us/j/95286022993?pwd=iJgbbXIx6PISs24Gizx1J4LIo9mvWY.1
ID Rapat: 952 8602 2993
Kode Sandi: HALOCOACH
*"BUSINESS COACHING CLINIC"*
_Fasilitas diskusi saling sharing ide-ide pengembangan bisnis dan opini serta solusi atas berbagai macam problem bisnis Anda, meliputi:_
- Sales & Marketing Strategy
- Social Media Marketing & AI
- Manajemen SDM & Leadership
- Manajemen Keuangan & Investasi
- Pengembangan Karir Profesional
- DLL.
_*Coach Jaga:*_
- Haryo Ardito
- ..
_"Makin banyak yang ikut mikirin lebih baik daripada Anda pikir sendirian" 085711227575_
https://www.instagram.com/halocoach_
02/12/2025
Kala bisnis ingin berkembang tentu dibutuhkan ide cespleng dan solusi atas berbagai problematikanya, itulah perlunya networking berkumpul bertemu ngobrol saling sharing dengan orang-orang yg beda pendapat, beda sudut pandang.
Meski gelas telah penuh terisi, sometimes perlu juga open mind dengan advis orang lain lebih dari sekedar mendapatkan second opinion yang bisa jadi adalah resep manjur yg tak pernah terpikirkan sebelumnya.
kembali menghadirkan,
*"BUSINESS COACHING CLINIC"*
_Fasilitas diskusi saling sharing ide-ide pengembangan bisnis dan opini serta solusi atas berbagai macam problem bisnis Anda, meliputi:_
- Sales dan Marketing Strategy
- Social Media Marketing & AI
- Manajemen SDM & Leadership
- Manajemen Keuangan & Investasi
- Pengembangan Karir Profesional
- DLL.
"ONLINE NETWORKING"
Selasa, 2 Desember 2025
Jam 19.30 - 21.00 wib.
Coach Jaga: Haryo Ardito
di Zoom Meeting, klik
https://telkomsel.zoom.us/j/95024024801?pwd=OQs95rcIcwPaFVsaADg6bVYZYikmEz.1
Kode Sandi: halocoach
ID Rapat: 950 2402 4801
27/11/2025
_Intelegensi merupakan bahasan yang sudah ada sejak perkembangan awal ilmu psikologi, terutama pada psikologi pendidikan._
_*Teori Uni faktor*_ dipandang sebagai teori yang tertua. Alfred Binet termasuk salah satu ahli psikologi yang mengatakan bahwa inteligensi bersifat monogenetik, yaitu berkembang dari satu faktor satuan atau faktor umum. Menurut Binet, inteligensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang.
_Menurut Binet, inteligensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang. Binet menggambarkan inteligensi sebagai sesuatu yang fungsional sehingga memungkinkan orang lain untuk mengamati dan menilai tingkat perkembangan individu berdasar suatu kriteria tertentu._
Jadi untuk melihat apakah seseorang cukup cerdas atau tidak, dapat diamati dari cara dan kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan dan kemampuannya untuk mengubah arah tindakannya itu apabila perlu. Inilah yang dimaksud dengan komponen arah, adaptasi dan kritik dalam definisi inteligensi.
_*The Two-Factor Theory*, Teori dwifaktor dikembangkan oleh Charles Spearman seorang psikolog dan ahli statistik dari Inggris. Spearman (1927) mengusulkan teori kecerdasan dua faktor yang menurutnya dapat menjelaskan pola hubungan antara kelompok tes kognitif yang ia analisis. Dalam bentuknya yang paling sederhana, teori ini menyatakan bahwa kinerja pada setiap tugas kognitif tergantung pada faktor umum (g) ditambah satu atau faktor yang lebih spesifik dan unik untuk tugas tertentu (s) (Aiken, 1997)._
https://www.instagram.com/halocoach_
Kedua faktor ini, baik faktor “g” maupun faktor “s” bekerja bersama-sama sebagai suatu kesatuan. Semua faktor yang spesifik akan bersama-sama membentuk single common factor “g” faktor. Spearman berpendapat bahwa kemampuan seseorang bertindak dalam setiap situasi sangat bergantung pada kemampuan umum maupun kemampuan khusus.
_*Multiple factor Theory*, Teori multifaktor dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike (1916). Menurut teori ini, inteligensi terdiri dari hubungan-hubungan neural antara stimulus dan respon. Hubungan-hubungan neural khusus inilah yang mengarahkan tingkah laku indivivu. Pada dasarnya teori. Thorndike menyatakan bahwa inteligensi terdiri atas berbagai kemampuan spesifik yang ditampakkan dalam wujud perilaku intelegen. Thorndike mengemukakan empat atribut inteligensi, yaitu: Tingkatan, Rentang, Daerah, dan Kecepatan._
_*Model Hirearki*_ dicetuskan oleh Vernon. Dalam menjelaskan teori inteligensinya, teori ini menempatkan satu faktor kognitif umum (g) dipuncak hierarki, kemudian dibawahnya terdapat dua faktor inteligensi utama (mayor) yaitu verbaleduacitional (v:ed) dan practical-mechanical-spatial (k:m). Setiap kelompok mayor tersebut kemudian terpecah ke dalam beberapa faktor kelompok minor. Sebagai contoh, v:ed terdiri dari kemampuan seperti kefasihan verbal, kemampuan numerik, dan mungkin kreativitas. Beberapa faktor kelompok kecil di bawah k:m adalah pemahaman mekanik, kemampuan psikomotorik, serta hubungan spasial yang kemudian terpecah lagi menjadi bermacammacam faktor spesifik pada tingkat hierarki yang paling rendah.
https://www.instagram.com/motivatordiehard
_*Primary Mental Ability*, dikembangan oleh L.L. Thurstone berdasarkan analisis faktor dengan mengkolerasikan 60 tes, yang akhirnya disusun menjadi kecakapan-kecakapan primer. Thurstone menjelaskan mengenai organisasi inteligensi yang abstrak atau biasa disebut dengan “Primary-Mental Ability”. Thurstone berpendapat bahwa inteligensi terdiri dari faktor yang jamak (multiple factors), mencakup tujuh kemampuan mental utama (primary mental abilities), yaitu:_
1. Verbal meaning (V) : Memahami gagasan dan arti kata, yang diukur dengan tes kosa kata.
2. _Number (N) : Kecepatan dan akurasi melakukan perhitungan aritmatika._
3. Space (S) : Kemampuan visualisasi hubungan yang berbentuk dalam tiga dimensi, seperti dalam mengenali gambar dalam orientasi berbeda.
4. _Perceptual speed (P) : Kemampuan untuk membedakan detail visual, serta menetapkan persamaan dan perbedaan antara obyek dalam gambar secara cepat._
5. Word fluency (W) : Kecepatan dalam memikirkan katakata, seperti dalam membuat puisi atau dalam memecahkan anagram.
6. _Memory (M) : Kemampuan untuk menghafal katakata, angka, huruf, dan sejenisnya, dengan_
7. Inductive reasoning (I) : Kemampuan untuk menurunkan aturan dari informasi yang diberikan, seperti dalam menentukan aturan dari serangkaian angka dari hanya sebagian dari rangkaian angka tsb.
👉 _Ikutlah Webinar:_
*"CONFLICT MANAGEMENT "*
_*Materi Diskusi:*_
1. Dampak Konflik Dalam Organisasi
2. Identifikasi Penyebab & Sumber Konflik
3. Memahami Kepribadian Manusia
4. Mengelola Emosi (EQ) dalam Konflik
5. Mengelola Respons dalam Konflik
6. Komunikasi Efektif Menghadapi Konflik
7. Empathy & Active Listening Skills
8. Pengambilan Keputusan dalam Konflik
9. Tindakan Preventif Mencegah Konflik
*Rabu, 20 November 2024*
Jam 19.00 - 21.00 WIB
Tempat : Zoom Meeting
Daftar ke WA 082384247970
_*BONUS:*_
_- Test Kuesioner & Materi Conflict Management Style (AA3C)._
_- Test Kuesioner & Materi Emotional Intelligence (EQ)._
_- Test Kuesioner & Materi Personality Temperament (DESR)._
26/11/2025
_Situasi yang mendesak kerap mendorong seseorang untuk mengambil keputusan sesuatu secara dengan buru-buru. Tak hanya untuk kejadian yang penting, seseorang kerap melakukannya ketika memikirkan hal-hal sepele seperti menu makan siang._
Ada beberapa faktor yang dapat berpengaruh dalam baik atau buruknya keputusan yang dipilih. Salah satunya, agar bisa membuat keputusan dengan lebih cepat, otak kita mengandalkan sejumlah pintasan kognitif yang disebut dengan heuristik.
_*Heuristik* merupakan sebuah strategi untuk membuat keputusan yang cepat berdasarkan informasi yang telah dicerna oleh otak. Strategi ini akan mempersingkat waktu pengambilan keputusan tanpa terus menerus berpikir tentang tindakan selanjutnya._
Sayangnya, strategi heuristik juga dapat menyebabkan pikiran menjadi abai pada hal-hal yang rinci sehingga kerap berujung pada sebuah keputusan yang salah.
_Berpikir cepat mungkin akan lebih membantu jika Anda melakukannya untuk keputusan-keputusan kecil yang tidak menimbulkan banyak risiko. Namun, lain halnya jika keputusan tersebut menyangkut hal-hal yang lebih kompleks dan penting._
Ketika seseorang sedang terburu-buru, ia akan cenderung melompat ke kesimpulan cepat yang mungkin penuh dengan bias tanpa mempertimbangkan fakta lainnya. https://www.instagram.com/haryo_ardito
_Bayangkan jika keputusan tersebut merupakan keputusan penting yang berpengaruh besar terhadap hidup Anda, rasa sesal yang muncul bisa saja memberi dampak pada keadaan mental Anda ke depannya._
Selain itu, Anda jadi lupa akan dampaknya pada orang-orang di sekitar saat mengambil keputusan dengan buru-buru.
_Tidak salah jika Anda memikirkan keputusan mana yang baik untuk kebahagiaan Anda, tapi Anda juga harus ingat bahwa ada beberapa pilihan yang dapat berpengaruh pada orang lain._
Mungkin keputusan yang Anda buat akan menciptakan tingkat stres yang lebih tinggi. Efek buruknya, Anda bisa saja melampiaskan semua emosi negatif tersebut kepada orang-orang terdekat.
_Oleh karena itu, pikirkan kembali prioritas Anda sebelum benar-benar membuat keputusan. Jika hal tersebut merupakan sesuatu yang besar, ada baiknya Anda menyisakan lebih banyak waktu untuk memikirkan segala konsekuensi yang akan datang._
https://www.instagram.com/p/DC3p7j0PfQS/
Hindari membuat keputusan ketika Anda sedang merasakan suatu emosi tertentu yang dominan, misalnya ketika marah atau sedih. Tunda sejenak sampai Anda merasa jauh lebih tenang dan sedang tidak dirundung banyak masalah agar bisa berpikir lebih jernih. _
👉 ikut Training Online:
👨💼 *"CONFLICT MANAGEMENT AT WORKPLACE"*
🗓️ 3 Desember 2024
🕣 Jam 19.30 - 21.30 WIB
📲 Daftar WA 081901030099
https://www.instagram.com/blarmanagement
👨💼 *"DESIGN THINKING"*
🗓️ 16-17 Desember 2024
🕣 Jam 19.15 - 21.45 WIB
📲 Daftar ke WA 082112552151
20/11/2025
_*Pacesetting* adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin menetapkan standar dan harapan tinggi untuk tim mereka._
Pemimpin yang menggunakan gaya ini bekerja dengan tingkat kinerja, kecepatan, dan kualitas tertinggi dengan harapan bahwa seluruh tim akan sejalan dengan contoh yang ditetapkan oleh pemimpin si pemimpin.
_Gaya kepemimpinan ini berfokus pada hasil, yang berarti pemimpin mengharapkan tim mereka akan memenuhi harapan tinggi dengan batas waktu yang telah ditetapkan._
Pada saat yang sama, pemimpin tidak akan mendelegasikan tugas-tugas kepada karyawan yang tidak dapat menanganinya.
_Pemimpin yang menerapkan gaya ini menginginkan anggota timnya untuk mencapai atau bahkan melebihi standar yang telah ditunjukkan._
Gaya ini menekankan tanggung jawab individu, artinya setiap anggota tim harus memenuhi semua batas waktu dan mencapai target yang telah ditentukan.
_Agar kepemimpinan pacesetting berfungsi secara optimal, diperlukan pemimpin dan anggota tim yang sangat terampil. Pada saat yang sama, budaya perusahaan harus berorientasi pada perbaikan terus-menerus._
https://www.instagram.com/p/DBP2MvizL2y/
Gaya ini paling efektif untuk mendapatkan hasil cepat dari tim yang sangat kompeten dan termotivasi. Seperti yang tersirat dalam istilah 'pacesetting', gaya kepemimpinan ini mengharuskan pemimpin “menetapkan ritme” kerja dalam tim.
_Ibaratnya dalam perlombaan lari, seorang *'pacesetter'* akan memimpin event lari jarak menengah atau jauh untuk jarak awal guna menciptakan tempo cepat agar pesaing terdekat ikut berlari lebih cepat._
Sisi positifnya, gaya kepemimpinan pacesetting dapat berfungsi dengan tepat dengan tim yang tepat atau dalam keadaan yang tepat. Gaya ini efektif ketika tim Anda perlu menyelesaikan proyek besar dengan cepat atau memenuhi deadline yang mendesak.
_Ketika Anda memiliki target yang memiliki batas waktu tertentu, kepemimpinan pacesetting dapat berfungsi dengan baik. Dengan berorientasi pada hasil, gaya ini dapat menciptakan tekanan yang diperlukan untuk mencapai target dengan tepat waktu dan efisiensi maksimal tanpa mengurangi kualitas._
Kepemimpinan pacesetting dapat bekerja dengan efektif ketika Anda bekerja memiliki tim yang terampil dan berpengalaman. Tim Anda harus dapat percaya diri dengan kemampuan mereka dan dapat mengerjakan tugas mereka tanpa banyak pengawasan.
https://www.instagram.com/p/DBXn7GsTygb/
_Ketika Anda memimpin dengan gaya ini, tim Anda yang berkelas dunia dapat memiliki kesempatan untuk benar-benar menunjukkan kemampuan mereka sehingga dapat menempatkan perusahaan Anda dalam posisi terbaik untuk meraih kesuksesan di masa depan._
*AMA-BANDUNG Presents:*
_*"HIGH PERFORMANCE LEADERSHIP"*_
Narasumber: Haryo Ardito
https://www.instagram.com/haryo_ardito
*Rabu, 6 November 2024*
_Jam 18.00 sd 21.00 wib_
Di Hotel Yello, Paskal, Bandung
Daftar ke WA 082115495884
https://ama-bandung.org/
19/11/2025
"The Four Intelligences of the Business Mind" by Valeh Nazemoff.* Buku ini membahas empat kecerdasan yang dibutuhkan untuk sukses dalam bisnis, yaitu:
1. *Strategic Intelligence* (Kecerdasan Strategis)
2. *Operational Intelligence* (Kecerdasan Operasional)
3. *Financial Intelligence* (Kecerdasan Finansial)
4. *Social Intelligence* (Kecerdasan Sosial)
Setiap bab akan membahas satu jenis kecerdasan secara mendalam, termasuk definisi, manfaat, dan cara meningkatkannya.
**Bab 1: Strategic Intelligence (Kecerdasan Strategis)**
* **Definisi:** Kemampuan untuk melihat gambaran besar dan membuat keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan jangka panjang.
* **Manfaat:** Membantu bisnis untuk mengidentifikasi peluang, menghindari ancaman, dan membuat rencana yang efektif.
* **Cara Meningkatkan:** Mempelajari tren industri, melakukan analisis SWOT, dan mengembangkan visi yang jelas.
**Bab 2: Operational Intelligence (Kecerdasan Operasional)**
* **Definisi:** Kemampuan untuk mengelola operasi bisnis sehari-hari secara efisien dan efektif.
* **Manfaat:** Membantu bisnis untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk atau layanan.
* **Cara Meningkatkan:** Mengembangkan sistem dan prosedur yang efisien, mengotomatiskan tugas-tugas rutin, dan memantau kinerja secara teratur.
**Bab 3: Financial Intelligence (Kecerdasan Finansial)**
* **Definisi:** Kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan bisnis.
* **Manfaat:** Membantu bisnis untuk membuat keputusan keuangan yang tepat, mengelola arus kas, dan meningkatkan profitabilitas.
* **Cara Meningkatkan:** Mempelajari dasar-dasar akuntansi dan keuangan, memahami laporan keuangan, dan membuat anggaran yang realistis.
**Bab 4: Social Intelligence (Kecerdasan Sosial)**
* **Definisi:** Kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain.
* **Manfaat:** Membantu bisnis untuk meningkatkan kolaborasi, membangun tim yang solid, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
* **Cara Meningkatkan:** Mengembangkan keterampilan komunikasi, mendengarkan secara aktif, dan membangun jaringan yang luas.
**Kesimpulan**
Keempat kecerdasan ini saling terkait dan penting untuk kesuksesan bisnis. Dengan mengembangkan keempat kecerdasan ini, para pemimpin bisnis dapat membuat keputusan yang lebih baik, meningkatkan kinerja bisnis, dan mencapai tujuan jangka panjang. https://www.instagram.com/halocoach_
10/11/2025
_Terjadinya kesalahpahaman dalam berkomunikasi berpotensi menimbulkan hubungan yang tidak harmonis. Pada dasarnya masalah atau perbedaan dalam sebuah hubungan pasti ada._
https://www.instagram.com/p/DBzrkuUSzSw/
Masalah atau perbedaan akan berlanjut menjadi konflik tergantung dari keterampilan menejemen konflik setiap individu. Pentingnya mengenali dan memahami menejemen konflik dalam sebuah hubungan merupakan upaya menjaga keberlangsungan sebuah hubungan secara lebih positif.
_Menurut Gottman dan Korkoff disebutkan bahwa ada dua manajemen konflik, yaitu manajemen konflik yang konstruktif dan manajemen konflik yang destruktif. Positive problem solving (kompromi dan negosiasi) sebagai manajemen konflik yang konstruktif, dan conflict engagement (menyerang dan lepas kontrol, withdrawl (menarik diri), dan compliance (menyerah dan tidak membela diri) sebagai manajemen konflik yang destruktif._
Manajemen konflik disebut konstruktif bila dalam upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut kelangsungan hubungan antara pihak-pihak yang berkonflik masih terjaga dan masih memungkinkan individu-individunya untuk berinteraksi secara harmonis. Sedangkan manajemen konflik disebut destruktif bila pihak yang berkonflik tidak menjaga keharmonisan interaksi, misal dengan menyerang dan lepas kontrol kepada salah satu pihak, menarik diri atau bahkan menyerah.
https://www.instagram.com/halocoach_
_Menurut Collins dan Laursen, kemampuan manajemen konflik banyak didukung oleh karakteristik-karakteristik seperti keterbukaan akan pendapat, hubungan yang hangat, serta kebiasaan untuk tidak memecahkan masalah secara sepihak._
Karakteristik kepribadian yang terutama berpengaruh terhadap gaya manajemen konflik individu adalah kecenderungan agresif, kebutuhan untuk mengontrol dan menguasai, orientasi koperatif atau kompetitif, kemampuan berempati, dan kemampuan untuk menemukan alternatif penyelesaian konflik.
👉 _Ikutlah Training Online:_
👨💼 *"CONFLICT MANAGEMENT "*
🎙️ _Pembicara: Haryo Ardito_
https://www.instagram.com/haryo_ardito
_*Materi Pelatihan & Diskusi:*_
1. Dampak Konflik Dalam Organisasi
2. Identifikasi Penyebab & Sumber Konflik
3. Memahami Kepribadian Manusia
4. Mengelola Emosi (EQ) dalam Konflik
5. Mengelola Respons dalam Konflik
6. Komunikasi Efektif Menghadapi Konflik
7. Empathy & Active Listening Skills
8. Pengambilan Keputusan dalam Konflik
9. Tindakan Preventif Mencegah Konflik
🗓️ *Jumat, 1 November 2024*
🕣 Jam 19.30 - 21.30 WIB
🎪 Tempat : Zoom Meeting
📲 Daftar WA 081901030099
https://www.instagram.com/blarmanagement
_*BONUS:*_
_- Test Kuesioner & Materi Conflict Management Style (AA3C)._
_- Test Kuesioner & Materi Emotional Intelligence (EQ)._
_- Test Kuesioner & Materi Personality Temperament (DESR)._