Pesantren Al Muta'allimin

Pesantren Al Muta'allimin

Share

Pesantren Al Muta'allimin, Jakarta Selatan adalah pesantren -tidak berasrama- yang hanya menyelengga

28/03/2026
09/01/2026

Untuk Alumni dan Simpatisan: Mau Kontribusi?

Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75 – Pesantren Al Muta'allimin 15/12/2025

https://alpontren.com/membedah-tiga-karakter-nabi-ibrahim-dalam-qs-hud-75/

Tiga karakter Khalilullah Ibrahim as. yang adalah paket lengkap bagi siapa saja yang ingin membangun kepribadian yang utuh. Halim menjaga kita agar tidak hancur oleh emosi, awwah menjaga kita agar tidak kering dari empati, dan munib menjaga kita agar tidak tersesat dari tujuan hidup.

Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75 – Pesantren Al Muta'allimin Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75 Selasa, 16 Desember 2025 | AyipTulisan ini berangkat dari penuturan Allah di Surah Hud, ayat 74 hingga 76, tentang sikap Ibrahim as. yang digambarkan secara utuh tetapi singkat. Di sana, Allah Swt.berfirman,فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ ...

31/08/2025

-----------------------------------
KEMARAHAN YANG MERUSAK
-----------------------------------

🧭 Ketimpangan dan Ledakan Emosi

Dalam beberapa pekan terakhir, publik Indonesia dikejutkan oleh aksi penjarahan. Di tengah ekonomi yang lesu, flexing pejabat, dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat, kemarahan sosial meledak dalam bentuk destruktif. Bagi sebagian orang, merusak properti dianggap sebagai simbol perlawanan. Sebuah pelampiasan atas rasa muak yang telah lama terpendam.

Namun, di balik semua itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah kemarahan membenarkan kehancuran? Apakah perlawanan yang kehilangan akhlak masih bisa disebut perjuangan?

🌙 Refleksi Spiritual: Merusak Adalah Pekerjaan Termudah

Islam tidak memuliakan tangan yang merobohkan, tapi tangan yang membangun, menyembuhkan, dan menjaga amanah bumi. Dalam Surah Al-A’raf ayat 56, Allah berfirman:

Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

Ayat ini bukan sekadar larangan ekologis, tapi juga etika sosial. Merusak tatanan, rumah, atau martabat orang lain—meski mereka salah—tetap bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Bahkan dalam perang, Nabi Muhammad ﷺ melarang merusak tanaman, membakar rumah, atau menyakiti yang tak bersenjata.

Mereka yang bangga karena merusak, sesungguhnya sedang memamerkan kemalasan spiritualnya. Karena menghancurkan tidak butuh ilmu, tidak butuh akhlak, dan tidak butuh keberanian. Yang sulit adalah membangun di tengah luka, menyembuhkan di tengah kecewa, dan menjaga martabat di tengah amarah.

🕊️ Menolak Tanpa Merusak

Sebagian mungkin berkata: “Kami menjarah karena muak. Karena ketimpangan. Karena flexing para pejabat yang hidup di atas penderitaan rakyat.” Tapi Islam mengajarkan bahwa kezaliman tidak bisa dibalas dengan kezaliman. Dalam maqashid syariah, tujuan hukum Islam adalah menjaga jiwa, harta, akal, agama, dan kehormatan. Penjarahan melanggar semuanya.

Jika ketimpangan sosial adalah luka, maka jawaban kita bukan palu, tapi pengobatan. Jika flexing pejabat adalah racun, maka penawarnya bukan api, tapi advokasi (kegiatan terencana dan sistematis yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk memperjuangkan suatu ide, tujuan, atau kepentingan, terutama dalam bentuk perubahan kebijakan, hukum, atau aturan demi terwujudnya keadilan sosial).

Kita boleh marah, tapi jangan kehilangan martabat. Karena dalam Islam, kemuliaan bukan milik yang paling lantang, tapi yang paling sabar dalam memperbaiki.

🌱 Jalan Perbaikan (Ishlah) Adalah Jalan Para Nabi

Perlawanan sejati bukan tentang menghancurkan, tapi tentang membangun tatanan baru yang lebih adil. Nabi Musa tidak menghancurkan istana Fir’aun, tapi membebaskan kaumnya dengan kesabaran. Nabi Muhammad ﷺ tidak membalas hinaan Quraisy dengan kekerasan, tapi dengan akhlak dan keteguhan.

Maka,

- Jika kita ingin menolak ketidakadilan, mari kita tolak dengan kemuliaan.

- Jika kita ingin melawan ketimpangan, mari kita lawan dengan keberanian spiritual.

Karena

- merusak adalah pekerjaan termudah.
- memperbaiki adalah tugas para penjaga nurani.

03/04/2025

Pendaftaran Santri baru, Tahun Pelajaran 1446/1447
Ahad, 21 April 2024, 08.00 - 14.00 WIB
Gedung C, Pesantren Al Muta'allimin
Unduh Brosurnya di tiny.cc/brosur2025

IMTIHAN KE-54 PESANTREN AL-MUTA'ALLIMIN 18/02/2025

Imtihan Syafawiy Ke-54, Pesantren Al Muta'allimin. Seru!!!

Malam : 20.00 - 22.00
Pagi : 08.00 - 11.00
Siang : 14.00 - 17.00

Mulai Selasa malam - Jum'at Malam

Steraming Imtihan Ke-54.

IMTIHAN KE-54 PESANTREN AL-MUTA'ALLIMIN Imtihan Ke-54 Pesantren Al-Muta'alliminPlease subscribe & Like! Thank you

Photos from Pesantren Al Muta'allimin's post 23/06/2024
12/04/2024

Pendaftaran Santri baru, Tahun Pelajaran 1445/1446
Ahad, 21 April 2024, 08.00 - 14.00 WIB
Gedung C, Pesantren Al Muta'allimin

Unduh Brosurnya di
https://shorturl.at/hwFZ9

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Kemandoran Pluis, Palmerah Barat, Jakarta Selatan
Jakarta
12210

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00