05/01/2023
Eye to Eye
Market research In short, we are your insight buddies on every facet of your brand journey. Be inspired to ideate and innovate.
Being in a country as diverse as Indonesia, we understand what it means to get clarity of who to talk to, what to talk about, and how to talk about it. We are here to help you getting answers about how to connect to your consumers in Indonesia – one of the fastest growing and most diverse country in the world. We do that by helping you meeting the consumers -- and beyond that, the market in which
05/01/2023
03/01/2023
Happy New Year! May 2023 be a great year for all of us, and may it also bring health and happiness to you and everyone around you.
I'd like to open this year with an exciting news from Eye to Eye. My long-time business partner, Sita (who some of you may also know as the bassist still playing in her long-time band, Base Jam), is promoted to Deputy Managing Director. Sita will work with me preparing for a new leadership for the company, as I will slowly move to the background supporting the team in the Advisory role moving forward. We believe this is needed for Eye to Eye to grow stronger.
Here's to a new path!
2021 has been a tough year for many. But here's hoping that everyone is in good health and spirits to go into the new year.
Wish you a joyous Christmas, and let's embrace new hopes for 2022.
05/07/2021
Sekali lagi, badai menerpa kita semua. Semoga tetap sehat ya, semuanya. Lahir dan batin.
11/06/2021
Dari sharing semalam, ada beberapa poin yang ingin kami bagikan.
(3 hal pertama, terima kasih pada Alexander Sriewijono yang sudah memberikan kerangka)
1. CLARITY. Kejelasan.
Penting sekali saat kita ingin mampu bekerja dari mana saja. Kejelasan 'aturan main', kejelasan tanggung jawab, kejelasan peran masing-masing orang dalam tim kerja dan sebagainya.
Dalam survei kuantitatif yang kami lakukan tahun lalu sebagai 'wave 2', ini juga merupakan salah satu harapan yang diutarakan dalam salah satu pertanyaan terbuka. Sesuatu yang menurut peserta survei, bisa membantu saat WFH dan mengurangi konflik sana sini.
Contohnya misalnya di Eye to Eye, ada keharusan untuk 'check in' di WAG kami jam 9.00. E-mail dari klien jika diterima di jam kerja, harus dijawab maksimal satu jam setelah diterima. Meeting dua mingguan. Dan sebagainya.
Di rumah, demarkasi fisik pada tempat kerja juga merupakan kejelasan bagi orang di rumah bahwa saat kita ada di tempat tersebut, artinya kita sedang bekerja. Kalau tidak punya ruang kerja, ruang itu bisa dibatasi misalnya dengan lemari, atau kursi, apapun yang bisa dijadikan 'tanda' bahwa itu adalah tempat kerja kita.
2. COMMITMENT. Self-respect, self-control, self-discipline. Berpegang teguh pada segala aturan, peran dan tanggung jawab. Pada tenggat waktu. Sadarilah bahwa saat kita gagal melakukannya, kita membuat orang lain dalam tim kita susah!. Dan sebaliknya.
Mengacu pada contoh tempat kerja misalnya, ya kitapun harus disiplin. Jangan nonton Netflix di tempat kerja kita, misalnya, lalu bisa dilihat oleh anggota keluarga lain. Gugurlah kredibilitas kita jika melakukan itu dan anggota keluargapun tidak akan bisa berdisiplin untuk tidak melanggar kebutuhan kita akan waktu untuk bekerja di rumah.
3. CONFIDENCE. Percaya pada kemampuan diri. Nah ini kembali pada orangnya masing-masing. Kalau belum apa-apa sudah merasa tak mampu melakukan kerja di mana saja, ya gagal.
4. Nah lalu bagaimana supaya bisa melakukan semua itu: KENALI DIRI. Ini berangkat dari pengalaman kami, tim Eye to Eye, selama 10 tahun ini.
Sering orang melamar pada kami melihat bahwa sistem kerja fleksibel, di mana saja, tak perlu ke kantor, itu enak. Padahaaaallllll, sangat dibutuhkan unsur tiga di atas itu tadi. Dan untuk tahu apakah kita punya ketiganya, ya kenalilah diri sendiri.
Kenali kita ini jenis seperti apa saat bekerja. Apakah kita tahan bekerja berhari-hari tanpa ketemu rekan kerja?. Apakah kita tahan harus mengatur segala hal sendiri, tanpa ada supervisor/manager yang lalu lalang dekat meja kerja kita?. Apakah kita mampu mengatur diri untuk selalu displin?.
Kenyataannya memang dari pengalaman kami, faktor pengenalan diri ini yang akan jadi bagian dari seleksi alam: seseorang akan tetap nyaman dalam lingkungan kerja tanpa kantor, bahkan saat dia tidak lagi berada dalam tim kami, atau akan terpental dan kembali membutuhkan kerangka kantor.
5. Ini juga dari Alexander Sriewijono: sekarang sudah bukan saatnya lagi RESPONDING, tapi saatnya RENEW.
Kita sudah harus menerima bahwa masa depan sedang kita jalani. Kita harus mampu bekerja dari mana saja, walaupun memang mungkin tidak semua industri dan profesi bisa demikian. Tapi, dengan semua otomasi, aplikasi dan segala hal yang sudah dilakukan banyak perusahaan akibat revolusi bekerja yang dipicu oleh pandemi, perusahaan sudah melakukan investasi yang tidak mungkin bisa diabaikan. Mau tidak mau, kita harus gunakan semua itu.
Lalu Aldo Fajar juga mengutarakan dengan sangat ciamik, bahwa perusahaan juga akhirnya sadar bahwa ada kantong-kantong penghematan yang bisa dilakukan saat pegawai terpaksa bekerja dari rumah. Dan dengan kesadaran itu, pasti perusahaan akan melihat berbagai cara untuk mempertahankan penghematan yang bisa didapat.
Jadi, kita sebagai pekerja, memang harus memperbarui cara kita memandang ruang kerja, cara bekerja, dan kemampuan kerja.
Saat kita merekrut pegawai, kita sudah harus melihat beberapa keterampilan atau sikap baru yang pas dengan dunia yang sedang berubah ini.
Tingkat komitmen. Disiplin diri. Kontrol diri. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Itu beberapa yang saat ini jadi semakin penting untuk dibangun.
Ini juga akan berpengaruh pada bagaimana dunia pendidikan harus mempersiapkan para generasi selanjutnya. Melek teknologi saja tidak cukup. Bekerja di kantor maupun tanpa kantor, butuh sikap kerja yang baik, dan itu, tidak ada hubungannya dengan kemampuan seseorang menggunakan teknologi.
6. Para pemimpin saat ini dituntut untuk bisa betul-betul HADIR. Bukan sekedar ADA, tapi bisa dirasakan kehadirannya bahkan saat kita tidak bertemu muka setiap hari.
Dibutuhkan empati dari para pemimpin untuk bisa memahami bahwa bekerja di mana saja bukan berarti bisa 'merodi' anak buahnya kapan saja. Memanusiakan manusia, justru harus semakin diasah saat kita harus berhadapan dengan semua perangkat teknologi dalam masa-masa seperti ini.
Tanpa itu semua, tim kita akan berantakan, merasa tidak dibimbing, tidak ada arahan, dan akhirnya yang terjadi adalah chaos.
Demikian sekelumit ringkasan dari acara semalam bersama Alex, Aldo, dan Riri tentang Membangun Budaya Kerja Nirkantor. Semoga bermanfaat bagi semua :)
09/06/2021
Siap-siap buat besooookkk....ih gak sabar deh!.
Yuk yang belum daftar, daftar di tautan ini ya: https://forms.gle/Z6A8kX44z3jQ3HK18.
Kita akan ngobrol bareng Alexander Sriewijono dan Aldo Fajar, dipandu Alya Harris. Berbagi tips dan trik gimana sih supaya kerja di mana aja, bisa efektif, produktif, dan yang penting, happy!.
Sampai besok!.
03/06/2021
Pandemi masih di sini. Kita masih disarankan untuk bekerja di rumah masing-masing, walaupun yaaa memang sih, banyak yang mulai melonggarkan.
Tapi, terlepas dari pandemi, teknologi sebetulnya memungkinkan kita bekerja di MANA SAJA.
Kami telah menjalaninya selama 10 tahun, menjadi tim nirkantor, melayani klien di mana saja, dari mana saja, dengan siapa saja kami bisa berkolaborasi. Tanpa kantor.
Tidak mudah, memang. Dan banyak studi menunjukkan selama pandemi, bekerja di rumah ternyata tidak mudah.
Kami ingin berbagi tips. Dan menggandeng dua pembicara yang akan berbagi pandangan mereka tentang bagaimana mengelola bekerja jarak jauh tanpa kantor tanpa kehilangan kesempatan untuk tetap memberi ruang bagi anggota tim untuk berkembang (Alex Sriewijono, founder dari Daily Meaning, sebuah konsultan People Developement). Lalu ada Aldo Fajar, Marketing Manager Pediatrics di Abbott, akan berbagi pandangan tentang bagaimana secara efektif mengelola tim yang biasanya bekerja di kantor secara penuh, dan selama pandemi harus bekerja dari rumah dalam situasi bisnis yang menantang.
Mari bergabung yuk!, silakan daftarkan diri anda di tautan berikut: https://forms.gle/Z6A8kX44z3jQ3HK18
Kami tunggu!.
19/05/2021
10 tahun sudah kami berkarya sebagai tim tanpa kantor. Tidak mudah, tapi, bisa.
02/02/2021
Online qualitative research, why not?. Explore why it can work...
Copy of Eye to Eye Online Creds An awesome Video Presentation designed in Canva by Alya Fatima.
25/01/2021
And January is almost over!.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Telephone
Website
Address
Menara Kadin 30th Floor, Jalan HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 2-3
Jakarta
12950