LIPIA

LIPIA

Share

Kunjungi: www.lipia.org LIPIA merupakan perpanjangan tangan dari Universitas Islam Al-Imam Muhammad Bin Sa’ud, Saudi Arabia. Materi Test Ujian Masuk LIPIA
1.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Arab (LIPIA) adalah lembaga pendidikan ilmu agama Islam Cabang Universitas Islam Imam Muhammad Bin Sa'ud Saudi Arabia, menyediakan sekolah tingkat lanjut dengan beasiswa full. Universitas ini hanya punya lima cabang di dunia. Salah satunya di Jakarta - Indonesia yang masih aktif. Materi Ujian I'dad meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof insya dll.
2. Materi U

Photos 09/05/2014

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

[Repost dengan beberapa tambahan keterangan]
INFO PENDAFTARAN MAHASISWA/MAHASISWI BARU
Jenjang I'DAD LUGHOWY &TAKMILY LIPIA JAKARTA 1436-1436 H / JUNI 2014 :
Dibuka Hari Senin-Jumat Tgl : 2-6 JUNI 2014 (4-8 Sya'ban 1435 H)

SYARAT PENDAFTARAN
1. Calon Mahasiswa sudah tamat ALIYAH atau yang sederajat
2. Nilai sudah mencukupi :
• I’dad lughawi : nilai rata-rata 7 &ijazah belum lewat 3 th.
• Takmily : nilai rata-rata 8.
3. Sehat jasmani & rohani
4. Berkelakuan baik.
5. Mampu berbahasa arab dengan baik ( baca, tulis dan bicara ).
6. Hafalan Al-Qur’an I'dad 1 juz, Takmily 2 juz.
7. Belum pernah diberhentikan dari LIPIA.
8. Lulus tes tulis atau tes lisan.

BERKAS YANG DIBUTUHKAN
1. Foto Copy Ijazah yang sudah dilegalisir
2. Transkrip nilai & raport terakhir
3. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku / SKCK (asli)
4. Surat Keterangan Sehat dari Dokter yang masih berlaku (asli)
5. Foto copy KTP yang masih berlaku
6. Pas Foto terbaru : (4×6) 2 lembar, (3×4) 2 lembar, (2×3) 2 lembar
7. Rekomendasi dari Sekolah atau tokoh masyarakat

Info tambahan :

Materi Test Ujian Masuk LIPIA
1. Materi Ujian I'dad Lughowy meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof insya dll.
2. Materi Ujian Takmily meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof dan Balaghoh, sangat diutamakan yang berasal dari I'dad LIPIA sendiri, karena soalnya banyak dari materi Balaghoh I'dad

-Bagi yang berminat untuk mendapatkan Contoh Soal Masuk Level I'dad Lughowi bisa download gratis di link ini klik : http://bit.ly/SoaLipia

-Bagi yg ingin tahu salah satu contoh soal masuk takmily bisa download di sini http://bit.ly/TakmilY tapi ini bagi yg butuh saja, yg tidak butuh tidak perlu download tentunya. Mohon maklum.

Ikhwah Fillah penerimaan Mahasiswa/i Baru LIPIA 1436-1436 H akan segera dibuka, ayo buruan persiapkan diri antum dari sekarang. Tips dari ana cepat-cepatlah mendaftar di awal-awal pendaftaran, bahkan lebih baiknya lagi antum sudah stand by dari pagi, meskipun LIPIA nya masih tutup ^^
Tapi Ingatlah pengorbanan itu berbanding lurus dengan hasil yang akan akan kita dapatkan,. InsyaAllah

Selamat berjuang

Mau sukses masuk LIPIA ? Ini beberapa tipsnya http://www.indonesiaoptimis.com/2011/04/tips-sukses-ujian-masuk-lipia-dan.html

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiykum.

Phone: 021-78144856 | Fax: 021-78260082
CP: 081285309010
Untuk info selengkapnya, silakan kunjungi web kami: http://www.lipia.org/

Note:
Silakan di share kepada sanak saudara atau kerabat terdekat antum untuk kebaikan bersama.
Jazakumullahu khair

Photos 24/01/2014

WORLD ARABIC LANGUANGE DAY

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Indonesia mengadakan peringatan Hari Internasional Bahasa Arab di ruang pertemuan Lembaga di bawah naungan Pejabat Setara Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia Ustadz Turki Al-Wayili dengan dihadiri oleh para penanggung jawab dari kantor-kantor Saudi Arabia di Indonesia, dan staf pengajar dan dosen LIPIA. Acara ini meliputi sambutan yang disampaikan oleh Ustadz Turki Al-Wayili dimana beliau mengapresiasi berbagai upaya LIPIA Indonesia dalam menyebarkan bahasa Arab dan menyatakan bahwa Hari Internasional Bahasa Arab adalah hari yang penting, tidak hanya untuk orang Arab sendiri, tetapi untuk semua ummat Islam.

Acara peringatan ini juga meliputi penampilan para mahasiswa yang berhasil dalam berbagai perlombaan yang diadakan oleh LIPIA berkaitan dengan hari internasional Bahasa Arab ini seperti drama, pidato, syair dan kaligrafi.

Perlu disebutkan bahwa Hari Internasional Bahasa Arab kali ini diadakan untuk yang kedua kali, dimana telah diadakan pada tahun lalu pada tanggal 18/12/2012 di seluruh dunia. Hal tersebut setelah Unisco menyetujui usulan yang diajukan oleh Kerajaan Arab Saudi dan Negara Maroko mengenai Hari Internasional Bahasa Arab. (AR)

Innal hamdalillah

http://lipia.org/index.php?option=com_content&view=article&id=615:2013-12-30-01-59-07&catid=48:2011-04-18-04-17-09&Itemid=112

Photos 30/05/2013

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Pendaftaran Masuk LIPIA Jakarta 3 Juni 2013 (dibuka seminggu)

GRATIS FULL ^^


Syarat Pendaftaran :
1. Calon Mahasiswa sudah tamat aliyah atau yang sederajat untuk bagian :
- I'dad lughawi : nilai rata-rata minimal 7 dan ijazah belum lewat 3 tahun.
2. Sehat jasmani & rohani
3. Berkelakuan baik
4. Mampu berbahasa arab dengan baik ( baca, tulis dan bicara )
5. Hafal Al-Qur’an (Minimal 2 juz untuk Takmily, 3 juz untuk Syari'ah).
6. Mengkhususkan diri sepenuhnya untuk belajar di LIPIA
7. Belum pernah diberhentikan dari LIPIA
8. Lulus tes tulis & tes lisan

Berkas yang diperlukan
1. Foto Copy Ijazah yang sudah dilegalisir
2. Transkrip nilai & raport terakhir
3. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku / SKCK (asli)
4. Surat Keterangan Sehat dari Dokter yang masih berlaku (asli)
5. Foto copy KTP yang masih berlaku
6. Pas Foto terbaru : (4×6) 2 lembar, (3×4) 2 lembar, (2×3) 2 lembar
7. Rekomendasi dari Sekolah atau tokoh masyarakat


Materi Test Ujian Masuk LIPIA
1. Materi Ujian I'dad meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof insya dll.
2. Materi Ujian Takmily meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof dan Balaghoh, sangat diutamakan yang berasal dari I'dad LIPIA sendiri, karena soalnya banyak dari materi Balaghoh I'dad
3. Materi Ujian Syariah meliputi : Aqidah, Tafsir, Fiqih, Usul Fiqih, Tsaqofah, Hadits, Ilmu Hadits dll.



Phone: 021-78144856 | Fax: 021-78260082
(:CP Admin: 089638392857 > Muhammad Robi:)

Kunjungi web kami: http://www.lipia.org/

Photos 10/05/2013

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH

Bagi saudara-saudari pelajar yang bertekad menimba ilmu agama, biasanya yang menjadi cita-cita adalah bisa masuk LIPIA atau universitas Timur Tengah terkemuka. Segala persiapan telah dilakukan sejak lama untuk menyambut ujian masuk yang diadakan, namun memang seleksi tidak mudah dilewati begitu saja. Tidak hanya sekedar kemampuan dalam berbahasa arab, namun juga mental yang kuat ditata saat berhadapan dengan penguji. Memang setiap universitas mempunyai ragam jenis ujian yang berbeda, bahkan beberapa mencukupkan diri dengan sistem murosalah (korespondensi) alias pendaftaran jarak jauh. Namun diantara sekian ragam perbedaan yang ada dalam sistem ujian, tentu saja ada banyak hal yang bisa dianggap sama. Karenanya, berikut tips ujian masuk LIPIA dan perguruan tinggi Timur tengah, saya sharing disini sekedar berbagi pengalaman pribadi.

1. Ujian Tulis biasanya menghadirkan soal-soal basic tentang Kaidah bahasa Arab dan Ilmu Islam. Karenanya modal awal setidaknya kita sudah membaca kembali buku-buku bahasa arab dasar dan keislaman yang pernah kita pelajari, agar tidak terlampau jauh terlupa. Mungkin anda bisa menelaah buku-buku bahasa Arab yang pernah dipelajari di LIPIA seperti Arobiyatu Lin Nasyi’in, atau Silsilah Durus Lughoh Arobiyah, atau yang terbaru Arobiyah baina Yadaika. Meskipun belum semuanya kita pahami, coba saja beranikan diri untuk membuka kitab-kitab tadi.

2. Jika memungkinkan cari soal-soal ujian tahun-tahun terdahulu, atau yang mirip saja sebagai persiapan sekaligus ajang mengukur diri. Biasanya ada dauroh/ pelatihan yang dilakukan mahasiswa LIPIA bagi pelajar di daerahnya masing-masing. Melalui soal-soal tadi kita akan terbiasa dan memahami gambaran besar metodologi soal.

3. Khusus untuk Tes Lisan, kita akan berhadapan dengan seorang arobiyun mubin yang barangkali kita tidak terbiasa mendengar atau bercakap-cakap langsung dengannya. Pengucapan intonasi seorang Indonesia ketika berbahasa arab tentu berbeda dengan orang arab asli, maka untuk membiasakan diri perlu sebelumnya kita mendengar ceramah-ceramah dalam bahasa arab atau bahkan siaran televisi al-jazeera.

4. Secara umum karakter orang Arab s**a mujamalah, dalam bahasa Indonesia mungkin disebut dengan retorika basa-basi. Karenanya dalam tes Lisan bisa juga kita menjawab dengan nada yang ringan, ada unsur candaan, atau hal lain yang membuktikan semangat kita dalam menuntut ilmu agama. Namun tidak direkomendasikan kita terlalu mengiba-iba mencari belas kasihan, atau sebaliknya memuji-muji dengan terlampau berlebihan.

5. Persiapkan hafalan Qur'an dengan baik, apa yang sudah kita hafal pastikan tetap terjaga dengan memurojaahnya secara rutin sebelum ujian lisan. Memang tidak secara spesifik disyaratkan harus berapa juz – meskipun ada juga yang mensyaratkan - , namun dalam tes lisan biasanya kita diminta membacakan beberapa ayat yang kita hafal. Jangan sampai kita hanya mampu menghafal di juz 30, itupun dengan terbata-bata dan penuh kesalahan. Pastikan juga bahwa praktek tajwid kita tidak terlampau di bawah standar.

6. Yang terpenting dari semua itu tentu persiapan mental. Maka ini bisa dilakukan dengan tidur yang cukup di malam sebelum ujian, dan tentu saja penguatan sisi ruhiyah dengan sholat malam dan doa-doa yang terlantunkan di penghujung malam. Niatan yang tulus akan membantu menguatkan mental kita saat ujian. Jangan biarkan yang telah anda persiapkan tercerai berai karena mental yang keteledoran, atau hal teknis seperti bangun kesiangan.

Selamat menjalani tes masuk LIPIA dan perguruan tinggi timur tengah lainnya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memudahkan upaya saudara-saudari sekalian untuk menuntut ilmu.

note:
Ini foto sesaat sebelum test seleksi ujian masuk LIPIA tahun lalu

02/05/2013

SEORANG MUSLIM HARUS BERPRASANGKA BAIK KEPADA ALLAH

Jika Allah memberikan ujian berupa musibah maka janganlah merasa bahwa Allah membenci Anda, justru sebaliknya boleh jadi karena Allah Ta'ala menyayangi Anda. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Besarnya pahala tergantung besarnya ujian dan sesungguhnya apabila Allah menyenangi suatu kaum, Dia mengujinya. Barangsiapa ridho maka Allahpun ridho, dan barangsiapa yang marah, maka Dia Marah." (HR. Shahih Ibnu Majah 2/373)

Dalam riwayat yang lain,"Apabila Allah menginginkan kebaikan pada diri seorang hamba, maka Allah datangkan ujian kepada hamba tersebut." (HR. Bukhari)

Semoga Allah menjadikan kita hambaNya yang senantiasa berprasangka baik kepada ketentuanNya :)

_MRH_

Photos 02/05/2013

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Postingan ini mengulas sedikit tentang LIPIA

Belajar di LIPIA atau di MESIR

Pakai AC, ruangan berkelas layaknya kantor, fasilitas lengkap, gedung bertingkat, ditambah dengan fasilitas lift. Semuanya disediakan gratis untuk mahasiswa Ma’had ‘ulumil islamiyah wal ‘arabiyah atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab yang disingkat LIPIA di Jakarta. Mukafaah (uang saku) bulanan yang diterima pun lumayan bisa menghidupi anda yang berada di kawasan mewah Pejaten Philip, yang termasuk dalam lingkaran pusat bisnis Jakarta yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan.

Ma’had yang tepat berada di depan Mall Pejaten ini terletak di Jalan Buncit Raya. Apabila anda ingin menuju Kebun Binatang Ragunan dari daerah Kuningan, mau tidak mau anda harus lewat di depan kampus LIPIA ini. Kampus kecil yang memiliki dua gedung berkaca biru ini tampak terhimpit oleh pepohonan rindang, bahkan bendera Saudi Arabia pun tertutup oleh dedaunan pohon.

Rencana pemerintah Saudi untuk mengalokasikan sejumlah tempat menjadi kampus baru LIPIA terhalang oleh izin Pemerintahan RI. Hingga akhirnya baru-baru ini, rencana itu menunjukkan titik terang. Usut punya usut sebuah tanah telah dibeli oleh Pemerintah Saudi Arabia untuk dijadikan “Kampus Arab” (demikian LIPIA sering disebut penduduk sekitar kampus yang lama). Kampus baru universitas bebas biaya ini tengah dibangun di daerah Pasar Rebo. Kampus baru ini memang belum selesai, namun jika anda memperhatikan dari luar akan tampak betapa megahnya dan kayanya Kerajaan Saudi Arabia ini. Untuk pagar dan gerbangnya saja sudah seperti sebuah benteng yang berukir cantik bertuliskan bahasa arab.

Banyak opini berkembang, bahwa apabila bangunan ini sudah selesai, maka akan sangat sulit bagi mahasiswa LIPIA nantinya untuk keluar masuk kampus dengan bebas karena akan diterapkan peraturan yang lebih ketat, lagip**a daerah ini terletak di jalan tol menuju Bekasi, yang semakin mempersulit lalu lalang mahasiswa ke luar kampus..
Nanti mahasiswa akan benar-benar merasakan seperti apa rasanya kuliah di Universitas Al-Imam Muhammad bin Sa’ud. Semua kegiatan belajar mengajar, konsumsi dan asrama sudah disediakan di dalam kampus yang luasnya mencapai hektaran ini.

Namun hal ini belum lagi terealisasi, kampus LIPIA sampai saat ini masih di kisaran Pasar Minggu yang kucel dan sering kebanjiran. Mahasiswa pun yang ditampung di Asrama terbatas, harus tasjil (mendaftar) dan diseleksi dulu. Mahasiswa yang berada di luar kota lebih diutamakan untuk diterima. Untuk konsumsi diadakan sebuah math’am (cafeteria) di belakang gedung. Math’am ini tergolong bersih dan makanan nya pun lumayan bervariasi dan bercita rasa. Namun sebagian mahasiswa ada yang lebih memilih untuk makan diluar. Karena memang dilarang keras memasak di dalam gedung asrama. Menggunakan pemanas air dan setrika pun dilarang, namun banyak juga yang membandel karena mereka memang membutuhkannya.

Asrama nya terdapat beberapa tingkat dan ber-AC plus kipas angin. Tiap kamar diisi 5-6 orang, disediakan fasilitas untuk setiap individu berupa kasur busa, lemari dan meja belajar. Semuanya mendapatkan kunci, dan bertanggung jawab atas propertinya. Mahasiswa diwajibkan berbahasa arab di dalam Sakan (asrama) ini. Namun karena tidak ada hukuman atas mukhallif (pelanggar) maka kebanyakan mahasiswa apabila berbicara sesama mereka dengan bahasa Indonesia.

Sakan Thullaab ini punya seorang pemimpin yang diangkat dari mahasiswa Syari’ah juga, yang dipanggil dengan sebutan musyrif. Musyrif sakan bertanggung jawab penuh atas sakan.
Musyrif yang mengadakan program ke-sakan-an, sepertii tahfiz rutin setelah shalat Ashar.

Apabila anda menuju lantai dasar gedung, maka akan didapati sebuah perpustakaan islam terbesar di Asia tenggara. Mahasiswa tidak perlu repot-repot untuk mencari referensi buku untuk bahast-bahast yang mereka buat. Terlebih lagi mahasiswa Qismu Syari’ah LIPIA.

LIPIA memiliki tiga tingkatan atau marhalah dirasiyah. Yang pertama disebut dengan Qismu I’dad lughawiy atau persiapan bahasa. Qismu I’dad ini mempunyai program pembelajaran selama dua tahun atau empat mustawa (semeter). Mukafaah yang mereka dapatkan sejumlah 100 riyal Saudi Arabia atau sekitar Rp.250.000. Qismu yang kedua adalah Qismu Takmiliy selama satu tahun pembelajaran, kemudian Qismu Syari’ah selama 4 tahun pembelajaran. Masing-masing mendapatkan mukafaah setiap bulannya sebesar 200 Riyal setara Rp.500.000. Di Qismu Syari’ah lah pelajaran-pelajaran berat layaknya perkuliahan akan didapatkan. Sementara Qismu I’dad lebih difokuskan pada Lughoh (bahasa). Dan Takmiliy adalah masa penyempurnaan.

Anda tidak bisa langsung memasuki Qismu Syari’ah. Paling kurang anda harus lulus program Takmiliy selama satu tahun terlebih dahluu. Jika anda mendapatkan predikat mumtaz maka anda akan langsung diterima di Qismu Syari’ah, namun jika tidak, maka anda harus mengikuti Imtihan Qabul terlebih dahulu. Demikian p**a halnya mahasiwa I’dad yang ingin lanjut ke takmiliy.

Jadi jika memang benar-benar punya niatan kuat untuk belajar di LIPIA, siapkan lah bekal mental yang kuat untuk menerima kegagalan yang sering tidak disangka-sangka.

Nilai mumtaz (cumlaude) sendiri adalah suatu hal yang biasa di LIPIA, begitu pun dengan jayyid jiddan. Mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah jayyid jiddan adalah mahasiswa yang dianggap kurang berprestasi. Karena umumnya mahasiswa mendapakan nilai jayyid jiddan.

Sistem pembelajaran di sini sangat ketat. Absensi setiap hari kuliah, mulai pukul 07.00-12.00 dari hari Senin-Jum’at.

Absen sangat menentukan nasib anda di LIPIA, apabila anda terhitung saja tiga hari tidak masuk tanpa kabar berita. Maka nama anda siap-siap harus dicoret dari daftar mahasiswa LIPIA. Untuk mendapatkan surat izin pun anda harus meminta langsung ke syu’un thullab, dan selamat bersusah-susah.

LIPIA juga mempunyai seorang dokter umum yang disediakan spesial bagi mahasiswa yang mungkin sakit. Semuanya bebas biaya. Anda akan diberikan kartu kesehatan untuk bisa memeriksakan diri pada thobib tersebut.

Buku-buku wajib (silsilah Lughoh ‘arabiyah) dan kitab-kitab turats bagi mahasiswa Syari’ah serta segala bacaan dibagikan secara cuma-cuma, bahkan setiap tahunnya sebelum libur Ramadhan, setiap mahasiswa kebagian jatah buku-buku yang dibagikan gratis untuk disebarkan di daerah masing-masing, Tidak hanya itu, bahkan kiloan kurma gratis bisa anda bawa p**ang sebagai oleh-oleh.

M’ahad yang merupakan perpanjangan tangan dari Universitas Al-Imam Muhammad Ibn Su’ud, Saudi Arabia ini hanya punya lima cabang di dunia. Salah satunya di Jakarta, Indonesia yang masih aktif.

Sistem penerimaaan mahasiswa di LIPIA sangat terbatas. Anda harus melewati dua kali tes untuk menduduki bangku LIPIA. Tes pertama adalah tes tahririy (tulisan), anda harus mengisi jawaban pada lembar jawaban yang diberikan sembari mendengarkan orang arab berbicara memberikan soal di depan ribuan calon mahasiswa. Setap tahunnya tidak kurang dari 1200 orang mendaftar menjadi mahasiswa Qismu I’dad di LIPIA. Namun yang diterima hanya 120 orang yang akan menempati 3 lokal. Apabila pada tes pertama anda gagal, maka hilanglah kesempatan anda untuk bisa mengikuti tes syafawi.

Pada tes syafawi (lisan) ini banyak calon mahasiswa yang jatuh mental karena harus berhadapan dengan tiga orang arab yang mengetes skill anda dalam bercakap-cakap dengan mereka. Pertanyaan yang diajukan umumnya simple dan biasa saja, namun karena grogi dan kikuk, banyak peserta tes yang tergelincir. Tes pertama adalah tes Al-qur’an, anda harus menguasai paling kurang 2 juz untuk masuk ke lembaga ini. Selanjutnya adalah tes membaca kitab gundul, i’rab, tes peengetahuan Islam seperti fiqih dan juga muhadatsah.

Untuk proram S2 LIPIA belum menyediakan. Namun setiap minggunya , gedung ini dipakai untuk mahasiswa pasca sarjana Muhammadiyah, yang kebanyakan dosennya diambil dari LIPIA.

Para dosen yang mengajar di kelas sebagian besar berasal dari Saudi Arabia, beberapa orang Mesir, Sudan, Syiria dan Indonesia juga ada. Dosen dan Mahasiswa diharuskan berbahasa arab selama jam kuliah, Para dosen itu didatangkan khusus dari negerinya dan ditempatkan di rumah dinas khusus.

Kenyamanan dalam suasana belajar yag kondusif akan sangat terasa di LIPIA.


Belajar di Mesir

Pertama kali anda mendaratkan kaki anda di Negri Nabi ini, jangan harap akan melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Karena yang akan anda lihat hanyalah padang pasir tandus yang berdebu. Kesan mereka yang pertama kali menginjakkan kaki di bumi para Nabi ini adalah panas, kasar, tidak teratur, jorok, dan debu. Semua opini hanya berada pada kisaran tersebut. Karena memang Mesir sangat terkenal dengan daerah yang berdebu, orang yang kasar jika dibandingkan dengan rakyat Indonesia, lalu lintas terburuk kedua di dunia, tanah yang tandus dan penuh debu, serta kesembrautan administrasi.

Adalah satu kata yang harus kita persiapkan untuk dapat kuliah di negrinya Fir’aun ini, yaitu perjuangan.

Bila kita tidak punya kesabaran, maka lebih baik undur diri sebelum terbang ke sini. Karena tanah yang akan anda injak ini adalah tanahnya para pembangkang agama Allah dahulunya, sifat mereka yang keras dan bar-bar akan sangat terasa jika anda sudah bermu’amalah dengan mereka secara intens. Apalagi bagi anda yang pertama kali mengunjungi negara ini, maka siapkanlah mental untuk menerima semua kenyataan yang mungkin berlawanan dengan apa yang anda pikirkan selama ini.

Namun Allah ciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan, diantara yang buruk itu, rupanya sangat banyak orang baik yang bahkan melampaui batas kebaikan di sini. Mereka mampu memberikan segala yang dimiliki demi orang yang sama sekali tidak dikenal, bahkan bukan dari bangsa mereka. Itulah Mesir yang menjadikan orang baik menjadi benar-benar seperti Musa, dan menjadikan yang jahiliyah memang seperti halnya Fir’aun.

Sistem perkuliahan di Mesir

Kuliah pada umumnya tidak jauh dari absensi. Dan absen adalah hal yang penting untuk mendapatkan nilai yang baik yang nantinya dikalkulasikan di akhir semester. Namun di Al-azhar hal ini tidak berlaku. Tidak ada absensi. Anda bebas untuk pergi kuliah kapan saja.

Hanya saja anda harus mengikuti ujian setiap semesternya, dan harus mencapai predikat paling kurang mengulang (gagal 2 mata kuliah). Apabila anda gagal di tiga mata kuliah, alamat anda harus tinggal kelas dan mengulang kembali (rosib/i’adah).

Dan kesempatan untuk mengulang itu hanya datang dua kali saja. Jika pada tahun ketiga anda gagal lagi, maka anda harus tahwil (pindah) ke jurusan atau fakultas yang lain untuk meneruskan kuliah anda.

Fakultas terbanyak yang diminati di banin( laki-laki) adalah fakultas syari’ah, ushuluddin, dan lughoh ‘arabiyah.
Kampus banin dan banat (perempuan) pun terpisah, berada di lain daerah.
Sementara masjid Al-azhar sendiri terletak bersebelahan dengan kampus banin.

Sistem per-administrasi-an di sini masih manual. Belum menggunakan komputer secara menyeluruh. Terbukti untuk tashdiq (surat pembenaran status sebagai mahasiswa Al-azhar) masih menggunakan bulpen. Dan jangan kaget ketika anda tidak diacuhkan dalam berbicara dengan mereka. Karena itu adalah salah satu ciri khas peradaban mereka.

Untuk segala urusan ke-mahasiswa-an diurus di syu’un thullab. Pegawainya bukan orang terpelajar. Agaknya mereka merokok di tempat tersebut dan gaya bicaranya sangat tidak terpelajar.

Satu- satunya hal yang dapat dibanggakan adalah jejak tulus para ulama terdahulu yang benar-benar dapat kita rasakan betapa kerasnya menuntut ilmu di sini.
Di sumber ilmu yang tidak didapatkan di Indonesia sekalipun.

Buku dan kitab-kitab turats dijual di pasaran secara besar-besaran. Yang mana di Indonesia hanya akan anda dijumpai di satu toko saja barangkali. Anda akan bebas menggunakan pakaian kebesaran Islam di sini, jubah bagi laki-laki, dan cadar bagi wanita. Akan dapat dirasakan seperti apa kita bebas dan berjuang dalam kebesaran Islam.

Stasiun TV dan radio Islam yang menyiarkan tilawah dan murattal Al-qur’an akan menjadi keseharian anda di sini. Di setiap tramko akan anda dengarkan sang supir yang menyetel murattal Al-qur’an.

Universitas yang sudah sangat tua ini adalaah peradaban yang sangat spektakuler adanya, bukti konkritnya adalah bangunan nya yang klasik dan bernilai historis tinggi. Setiap kita dapat merasakan betapa zaman dahulu susahnya para ulama mencari ilmu dengan bertalaqqi (kelompok belajar) di masjid Al-azhar, yang sampai saat ini masih dijaga tradisinya.

Adalah keniscyaan bagi seorang Azharian untuk berjuang dalam menjalani kehidupan di Mesir. Keamanan yang terjaga adalah salah satu nilai plus tinggal di sini. Karena system pemerintahan di sini kerap mengekang rakyatnya dan tidak mencampuri urusan negara layaknya Indonesia di zaman orde baru dahulu. Dan berhati-hatilah terhadap hukum di sini yang berazaskaan praduga bersalah, yang akan menghukum sesiapa saja tanpa pembelaan.

Selain udara yang sangat tidak cocok dengan orang tropis, di saat panas akan sangat panas bisa mencapai 48 derajat celcius, dan jika dingin pun akan sangat dingin hingga mencapai dibawah 10 derjat celcius. Kesiapan fisik agaknya harus diperhatikan untuk dapat bertahan di daerah yang radikal ini.

Hal positif yang perlu dicatat adalah kesholehan warga negara Mesir yang bisa diacungi jempol. Setiap kata-kata yang dilontarkan tidak terlepas dari Rabbuna (Tuhan kita) atau Allah, setiap saat anda akan terkagum dengan mereka yang membaca Al-qur’an dimanapun, di dalam bis, di pasar, bahkan polisi pun membaca Al-qur’an. Kecintaan mereka pada agama Allah sangat patut untuk ditiru. Sebagian besar toko pun tutup selama shalat berlangsung. Anda akan kagum melihat mereka yang mengucapkan salam dimanapun dan kapanpun, bahkan ketika akan masuk kedalam bus dan tempat wudhu’ sekalipun.

Tapi jangan heran ketika anda menemukan keturunan Fir’aun yang keras kepala tak beradab, kerap sekali terjadi cek-cok mulut di jalan-jalan hingga menyebabkan macet dan lalu lintas terganggu. Namun yang aneh peercekcokan itu tetap diakhiri dengan “shollu ‘ala Muhammad” yang merupakan titik terang, sudahlah lebih baik damai saja.

Jangan sampai anda terkagum-kagum melihat paras mereka yang sangat rupawan, Allah sangat sayang pada mereka, keturunan Nabi Yusuf ini. Dibalik ketandusan negrinya, Allah berikan rupa yang menarik setiap mata yang memandang, betapa Maha Adil Allah.

Sifat mereka yang keras dan bar-bar itu agaknya adalah keturunan darah nenek moyang mereka sendiri, dan akibat dari tekanan lingkungan yang mengharuskan mereka bersikap kasar dan kurang beradab jika dibandingkan dengan bangsa Indonesia. Bercandanya mereka adalah marahnya kita.
Begitulah kira-kira.

Untuk dapat menyelesaikan program S1 di Mesir anda harus menjalani 4 tahun pembelajaran. Dan S2 minimal tiga tahun pembelajaran.
Untuk hafalan Al-qur’an sendiri tetap satu juz pertahunnya.

Bagi mahasiswa yang lulus dari Departemen agama dan sifaroh (kedutaan Mesir) diberikan asrama di daerah Madinah B’uts secara cuma-cuma.
Sedangkan yang terjun bebas, dapat menyewa rumah di luar, ataupun tinggal di Bu’ust setelah istidhofah (izin tinggal) putra maupun putri.

Anda yang mendapatkan prestasi jayyid, jayyid jiddan dan mumtaz akan dihargai di sini. Setiapnya dapat mendaftar di Bait zakat (salah satu yayasan pemberi beasiswa). Dan bagi yang mendapatkan minimal predikat maqbul akan dapat mengajukan beasiswa ke Al-azhar sendiri. Beasiswa yang diberikan pun tidak sedikit, 300 le lebih setiap bulannya, sekitar Rp.500.000. Dan bagi anda yang hidup biasa, akan berkecukupan dengan uang sebesar itu setiap bulannya. Selain itu, mahasiswa Indonesia sebagian besarnya juga mendaftar di Jam’iyah Syar’iyah yang membagikan beasiswa 100 le setiap bulannya.

Sementara dalam hal buku-buku perkuliahan dan kitab, anda harus membeli sendiri dengan kocek sendiri tentunya. Dan segala macam administrasi pun sudah mulai berpindah dari sistem prabayar, menjadi berazaskan mengeruk laba dan untung dari mahasiswa akhir-akhir ini.

Kebijakan-kebijakan yang kerap berubah membuat opini-opini terus berkembang, seperti halnya isu perpindahan kampus dan ide penyatuan banin dan banat yang akhirnya sudah dibantah .

Sensasi Mesir yang menawan dan penuh perjuangan akan anda dapatkan setelah berkunjung ke Negri Kinanah ini :)

Photos 01/05/2013

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN ISLAM & ARAB (LIPIA) ADALAH MERCUSUAR ILMU

Sebagai perpanjangan peran perintis yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dalam penyebaran ilmu syar'i (agama) dan pengajaran bahasa Arab di beberapa bagian dunia sebagai tanggung jawab terhadap seluruh umat Islam di dunia.. dan keinginan untuk membangun jembatan yang kuat antara dua Negara Islam yang penting pada peta negara-negara Islam ini ... Pemerintah Saudi telah mendirikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Republik Indonesia - Jakarta - yang disponsori sepenuhnya oleh Kerajaan Saudi Arabia.

Ribuan mahasiswa Indonesia dan beberapa negara tetangga melanjutkan studinya di Lembaga ini. Materi yang diajarkan di Lembaga ini meliputi ilmu-ilmu syari'ah, linguistik, administrasi dan ekonomi .. dengan konsep Islam universal.

Perlu disebutkan, bahwa LIPIA Jakarta, yang didirikan pada tahun 1400 H / 1980 M adalah salah satu lembaga Universitas Islam Al-Imam Muhammad Bin Sa'ud - yang berlokasi di ibukota Saudi Arabia, Riyadh - yang mengambil tugas untuk menyebarkan Islam dengan pemahaman yang sebenarnya, moderat, pertengahan dan toleran .. yang menghormati martabat manusia, menolak kekerasan dan menekankan pada prinsip dakwah dengan cara yang terbaik.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab di Jakarta merupakan mercusuar ilmu pengetahuan, bangunan keilmuan yang kokoh dan tersohor di Indonesia dan Asia Timur. Lembaga ini memperoleh dukungan yang besar dari pemerintah Saudi Arabia dan Indonesia. Ia juga merupakan suatu tanda pembeda dalam mendefinisikan Islam di Asia Timur .. Kerajaan Saudi Arabia juga memberikan semua dukungan materi dan teknis, agar tetap kokoh di negara Islam terbesar ini.

Setiap tahunnya, lembaga ini mewisuda ratusan mahasiswanya yang telah menerima pendidikan yang baik dan mampu menguasai bahasa Arab sehingga mereka dapat memahami Al-Quran dan Sunnah dengan pemahaman yang benar dan utuh. Mereka juga mampu mempelajari beberapa ilmu syari'ah (agama) yang akan membantu mereka dalam kehidupan keilmuan mereka di masa yang akan datang.

Dengan ini kami syiar kan Kampus ini kepada saudara-saudari sekalian, mungkin anda atau anak, adik, kaka, sepupu sanak saudara anda ada yang berkeinginan melanjutkan Study ilmu Syar'i di LIPIA ?

Untuk masalah kapan waktu pendaftaran tidak perlu ditanyakan, yang penting anda siap dulu, siap-siap di akhir MEI atau JUNI tahun ini !!! Setiap pertanyaan mengenai kapan waktu pendaftaran tidak kami jawab, mohon maaf sebesar-besarnya, karena mesti menunggu pengumuman resminya. Jazakumullah khairan katsiran.

Photos 30/04/2013

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

SYARIAH ISLAM

Istilah syariah bukan hal yang baru bagi umat Islam. Kata syariah atau syariat biasa dirangkaikan dengan kata ‘Islam” sehingga menjadi ‘syariat Islam’. Bukankah tugas para dai, mubaligh, ulama, bahkan para ‘wali songo’ adalah menyebarkan, mengajarkan dan mempraktekkan syariat islam kepada masyarakat yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang syariah tersebut. Memang akhir-akhir ini kata syariah lebih populer lagi dengan muncul dan populernya istilah ‘perbankan syariah’, ekonomi syariah, asuransi syariah, bahkan bursa saham syariah. Pertanyaannya adalah, “apa yang dimaksud dengan syariah? Dan bagaimana membumikannya?

Kata syariah secara bahasa berarti “jalan ke tempat pengairan”, atau jalan yang harus diikuti”, atau tempat berlalu/mengalirnya air di sungai. Kata syariah dan derivasinya (pengembangan dari akarnya) muncul dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an. Misalnya dalam QS. Al-Maidah [5]: 48 disebut dengan kata “syir’ah, kemudian dalam QS. As-Syura [42]:13, dalam fi’il syara’a, dan QS. Al-Jatsiyah [45]:13. Agama disebut sebagai syariah karena dia adalah jalan yang dilalui manusia dalam kehidupannya di dunia.

Sebagian ulama seperti Syaltut mengartikan syariah sebagai “hukum-hukum dan aturan-aturan yang ditetapkan Allah bagi hamba-Nya untuk didikuti dalam hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan sesama manusia”. Atau menurut al-Thabari, “hal-hal yang menyangkut kewajiban, haq, perintah dan larangan; dan termasuk di dalamnya aqidah, hikmah, dan ibrah, yang tercakup dalam agama”.

Masih terdapat istilah lain yang terkait dengan syariah, yaitu fiqih dan hukum Islam. Fiqih berarti pemahaman, dan biasanya diartikan sebagai pemahaman atau ilmu tentang hukum-hukum syariah yang bersifat amaliah berdasarkan dalil-dalilnya yang terperinci. Ada lagi yang mengatakan bahwa fiqh adalah al-zhann (dugaan kuat) yang dicapai seorang mujtahid dalam usahanya menemukan hukum Allah. Sedangkan hukum Islam dapat diartikan “seperangkat peraturan berdasarkan wahyu Allah dan Sunnah Rasul tentang tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini mengikat untuk semua yang beragama Islam.

Jika disandingkan ketiga istilah; syariah, fiqh dan hukum Islam, dapat diambil benang merahnya bahwa syariah bersifat universal dan absolut. Artinya tidak ada kata salah untuk syariah. Atau syariah pasti benar. Sedangkan fiqh tidaklah benar secara mutlak karena dia ‘hanya’ dugaan kuat. Karenanya, dalam fiqh terdapat banyak sekali perbedaan pendapat yang sama-sama kuat, atau sama-sama merasa kuat dalil dan argumentasinya. Sedangkan hukum Islam lebih berorientasi kepada aspek pelaksanaannya. Artinya, dari berbagai pendapat dan pandangan yang ada dalam fiqh, dipilih yang paling kuat untuk ditetapkan sebagai ketentuan yang mengikat dan dilaksanakan secara tegas.

Mungkinkah membumikan syariah?

Pertanyaan ini sebenarnya patut dipertanyakan. Wajarkah timbul pertanyaan seperti ini? Sebab, syariah sebagai ketetapan Yang Maha Kuasa, pastilah datang dengan segenap kelengkapan perangkatnya; termasuk penghargaan kepada yang melaksanakannya, serta hukum dan siksa bagi yang tidak taat. Contoh kasus umat Nabi Luth Alaihi Sallam misalnya yang senang berbuat liwath atau (afwan) sodomi, akhirnya mendapatkan siksa secara langsung.

Oleh karena itu, syariah seharusnya membumi dengan sendirinya tanpa ‘upaya paksa’ atau ‘keterpaksaan’ dari manusia. Itu sudah menjadi konsekuensi dari kalimat ‘syahadatain’ yang diikrarkan seseorang ketika bertahiyyat dalam shalat. Bahkan para Nabi, dai, mubaligh dan ulama, mereka bertugas ‘hanya’ menyampaikan syariah itu kepada manusia. Sebab mereka tidak bisa dihukum karena melanggar apa yang mereka tidak ketahui, atau tanpa mengetahui apa salah mereka.

Lalu bagaimana dengan tidak berlakunya hukum syariah di negara-negara muslim seperti Indonesia? Layakkah mereka atas azab Allah sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Luth, misalnya? Untuk menjawab pertanyaan ini supaya adil, perlu diklarifikasi dahulu beberapa hal:

1. Bagian yang mana dari syariah yang belum berlaku dan bagian mana yang sudah berlaku? Ini penting untuk mengetahui persentasi antara yang sudah berlaku dan yang belum berlaku. Kalau lebih banyak yang sudah berlaku dan hanya sedikit yang belum berlaku, maka persepsi bahwa negara-negara Islam tidak memberlakukan hukum syariah, perlu dikoreksi.

Aspek-aspek atau bagian-bagian syariah seperti waris, nikah, perwalian anak, wakaf, zakat, haji, pengurusan masjid, jenazah, boleh dikatakan sudah berlaku secara efektif. Dari sisi hukum pidana kebanyakan hukum lokal sudah sejalan dengan syariah. Sejalan artinya tidak bertentangan antara hukum lokal/nasional dengan hukum syariah. Misalnya dalam kasus pencurian. Baik hukum syariah maupun hukum negara menganggapnya sebagai kejahatan (jarimah) pidana. Jadi tidak ada pertentangan. Yang ada adalah perbedaan dalam mekanisme penerapan dan jenis sanksi. Kalau yang ditegaskan dalam teks al-Qur’an atau Sunnah hukumannya adalah dipotong tangannya. Sedangkan dalam hukum nasional, si pelaku dihukum penjara. Demikian p**a dalam kasus pembunuhan, perampokan, perjudian, dan perzinaan, kedua hukum; syariah dan negara sama-sama menganggapnya sebagai kejahatan dan terdapat sanksi atasnya. Perbedaannya –sekali lagi- adalah pada mekanisme penerapan sanksi atau hukumannya.

Satu hal perbedaan yang sangat prinsipil antara hukum syariah dengan hukum positif di indonesia adalah persoalan DIYAT. Dalam hukum syariah, perspektif yang dibangun dalam kasus kejahatan pidana seperti pembunuhan atau penganiayaan adalah hak korban. Diyat adalah sejumlah harta yang dibayarkan oleh pelaku pembunuhan atau penganiyaan kepada korban atau keluarga korban terbunuh. Sementara dalam perspektif hukum positif, negara merepresentasi korban. Sehingga kejahatan pelaku dianggap sebagai kejahatan terhadap negara. Maka korban pun tidak mendapatkan kompensasi apa-apa.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa secara substantif, nilai syariah sudah berlaku dalam pasal-pasal dan ayat-ayat dalam perundang-undangan yang berlaku dalam kebanyakan hukum yang berlaku di negara-negara muslim. Perbedaan yang ada antara hukum nasional yang berlaku dengan syariah lebih banyak pada aspek penerapan sanksi saja. Keuntungannya adalah dari sisi probabilitas untuk berubah. Bahwa dari sisi sanksi atau model hukuman mudah untuk dirubah. Yang sulit untuk dirubah adalah yang terkait dengan subtansi delik hukum. Misalnya kalau negara menganggap bahwa pencurian atau pembunuhan bukan kejahatan. Maka hal seperti itu sangat sulit untuk sejalan dengan syariah.

2. Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap adanya beberapa bagian dari syariah yang belum berlaku? Sebab dalam sebuah negara dalam bentuk republik seperti Indonesia, tidak ada satu pihak yang memegang kekuasaan absolut, terutama dalam pembentukan undang-undang. Rakyat seluruhnya mewakilkan suaranya kepada dewan perwakilan rakyat. Selanjutnya anggota dewan yang berjumlah ratusan orang tersebut harus memperoleh kata sepakat. Kalau tidak tercapai kata sepakat, siapa yang harus disalahkan? Lalu boleh dan berhakkah jika sekelompok orang mengatasnamakan diri sebagai hamba Allah yang taat dan siap mengorbankan apa saja demi tegaknya hukum Allah di muka bumi, beramai-beramai secara sepihak menghancurkan tempat-tempat yang dikategorikan sebagai tempat kedurhakaan?

Dengan model siklus seperti ini maka mencari siapa yang bertanggung jawab sama saja dengan mencari mana yang lebih dahulu ada “ayam ataukah telurnya”?

Keramahan dan Keteladanan sebagai Dakwah

Tidak dipungkiri bahwa sejujurnya di dalam qalbu setiap muslim mendambakan suatu masa dan suasana di mana panji-panji agama dan hukum-hukum Tuhan secara totalitas berlaku baik di kalangan masyarakat muslim sendiri, bahkan kalau memungkinkan di seluruh alam. Namun untuk sampai ke situ, bukanlah hal yang serta merta dan sim salabim. Butuh waktu dan kesabaran yang panjang. Tanpa kesabaran, misalnya dengan penggunaan kekerasan untuk menegakkan hukum-hukum tersebut, maka sangat mungkin perjalanan ke arah tujuan tersebut justru semakin jauh.

Yang terpenting sesungguhnya adalah kesadaran dan kepatuhan bagi setiap muslim untuk segera mengamalkan seberapapun aturan dan hukum-hukum yang sudah berlaku. Sebagaimana tidak eloknya mengharapkan burung jalak yang terbang di angkasa, maka burung punai di tangan dilepaskan. Usaha yang terbaik adalah dengan berbuat dan memberi contoh. Bukankah masih banyak kalangan muslim yang belum mengamalkan syariah dengan baik seperti shalat dan puasa yang benar? Memulai dari yang kecil dan dari sekarang secara simultan adalah upaya efektif untuk mencapai tujuan mulia yang agung yakni suasana di mana bukan pemerintah yang memaksakan mengeksekusi para pelanggar hukum dengan hukum Syariah, tetapi si pelaku lah yang datang dengan sendirinya melaporkan perbuatannya dan menuntut penerapan sanksi atas dirinya. Sebagaimana yang pernah terjadi pada masa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Sebuah contoh konkrit yang dapat dilihat sekarang sebagaimana pada kemunculan sistem ekonomi syariah. Sambutan masyarakat muslim bahkan non muslim pun begitu hangat. Karena bukan sisi simbol keislamannya yang ditonjolkan, tetapi aspek keadilan, kejujuran, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam bisnis syariah itulah yang diterima jiwa manusia.

Dengan pendekatan yang lebih ramah dan mesra, insya Allah syariah Islam akan berlaku secara spontan dan dengan sendirinya, manakala kepribadian muslim semakin kokoh, dan aspek-aspek rahmatan lil alamin yang tercermin dalam hukum-hukum syariah semakin disadari oleh makhluk-makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga bermanfaat, salam ukhuwah fillah, barakallahu fiikum :)

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jl. Buncit Raya 5a, Ragunan, Jakarta Selatan
Jakarta
12550