SMA Seribu Salam merupakan program unggulan dari Yayasan TedCo Peduli yaitu lembaga pengelola dana CSR PT. TEDCO Group (kompas.com, 7 September 2012).
Pendidikan bukan hanya penting, namun juga sebagai kebutuhan pokok. Selain untuk menimba ilmu, pendidikan sejatinya merupakan dasar membangun sebuah pribadi yang baik dan bermoral. Pendidikan juga berperan sebagai sarana untuk mengasah ilmu dan mental agar siap di dunia kerja nanti. Terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini, menipisnya batasan-batasan tiap-tiap negara, menjadikan persain
gan di dunia kerja nanti semakin ketat. Hanya sayang perhatian pemerintah terhadap pendidikan masih dirasa kurang, terutama terhadap orang-orang dari kalangan ekonomi lemah dan tidak mempunyai penghasilan yang cukup untuk membiayai sekolah anak-anak mereka. Padahal, seluruh rakyat tanpa terkecuali berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kementerian Pendidikan Nasional mengaku kesulitan menekan jumlah siswa miskin di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemendiknas Nono Adya Supriatno mengungkapkan, saat ini jumlah siswa miskin di Indonesia hampir mencapai 50 juta. Jumlah tersebut terdiri dari 27,7 juta siswa di bangku tingkat SD, 10 juta siswa tingkat SMP, dan 7 juta siswa setingkat SMA. Dari jumlah itu, sedikitnya ada sekitar 2,7 juta siswa tingkat SD dan 2 juta siswa setingkat SMP yang terancam putus sekolah. Pendidikan yang rendah, akan menimbulkan masalah baru yaitu pengangguran, dan selanjutnya masalah keamanan karena akan meningkatkan kriminalitas. Angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2008 mencapai 9,39 juta jiwa atau 8,39 persen dari total angkatan kerja. Sesuai survei, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf menjelaskan, pengangguran terbuka didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 17,26 persen dari jumlah penganggur, kemudian disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (14,31 persen), lulusan universitas 12,59 persen, diploma 11,21 persen, baru lulusan SMP 9,39 persen dan SD ke bawah 4,57 persen. Pada tahun 2008, diprediksikan kejahatan yang terjadi sekitar 209.673 kasus, sedangkan tahun 2007 196.931 kasus. Persentase penyelesaian kasus, menurut Kapolri, masih sama karena berkisar pada 55 persen dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 56 persen. Tiga kondisi diatas yang telah disebutkan, merupakan mata rantai yang harus diputus pada salah satu sisinya, agar dapat terurai dan secara perlahan mengurangi angka-angka tersebut. Akan mejadi terasa ringan pekerjaan rumah yang begitu besar, jika dikerjakan bersama. Salah satunya melibatkan peran perusahaan dengan program CSR – Corporate Social Responisbility. Sesuai dengan definisi menurut The World Business Council for Sustainable Development bahwa CSR merupakan suatu komitmen terus-menerus dari pelaku bisnis untuk berlaku etis dan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya, juga bagi komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya. Untuk itulah Yayasan TEDCO Peduli - yang didirikan pada tahun 2008 – menjadi lembaga pengelola dana CSR, berperan aktif dari pemutus mata rantai tersebut dengan kegiatan yang menitik tekankan pada pengembangan pendidikan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kondisi masyarakat sekitar, dengan program bantuan beasiswa bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, juga mendirikan sekolah gratis SMA Islam TEDCO (berasrama).
Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?