OYR79

OYR79

Share

Et Veritas Liberabit Vos
And The Truth Will Liberate You

OYR79 adalah sebuah portal yang berisi kompilasi karya pikir dan cipta yang berhubungan dengan keagamaan, teknologi, sosial, budaya, sains, web programming, dan sebagainya

Website Company Profile Murah Meriah 24/06/2016

Website Company Profile Murah Meriah

Website gepenergia.co.id merupakan website perusahaan yang memuat company profile perusahaan PT. G.E.P. Energia Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peralatan energi dan menjadi satu-satunya agen resmi dari G.E.P Italia di Indonesia.

Desain website sudah responsif, sehingga bisa menyesuaikan dengan perangkat yang digunakan. Sementara, untuk content management system-nya menggunakan WordPress terbaru.

Untuk website

Website Company Profile Murah Meriah Website gepenergia.co.id merupakan website perusahaan yang memuat company profile perusahaan PT. G.E.P. Energia Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peralatan energi dan menjadi satu-satunya agen resmi dari G.E.P Italia di Indonesia.

Desain website sudah responsif, sehingga bisa ...

Jakarta Gak (Cuma) Butuh Otak! 18/03/2016

Jakarta Gak (Cuma) Butuh Otak!

Menurut Ahok, "Jakarta gak (cuma) butuh otak, tapi (juga) otot!" Maksudnya?

Jakarta Gak (Cuma) Butuh Otak! Dalam salah satu episode tayangan Kick Andy di MetroTv, dihadirkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, sebagai bintang tamu. Dari sekian banyak jawaban yang diberikan Ahok, ada satu kalimat yang tampak begitu ditekankan olehnya, yaitu "Jakarta gak (cuma) butuh otak, tapi (juga) otot!"

Sengaja kata "cuma" dan "juga" saya sisipkan dari penggalan kalimat itu, sebab meskipun kalimat itu beberapa kali terucap dari mulut Ahok, tapi penggunaan kata "cuma" dan "juga" mungkin hanya muncul sekali dari pengulangan-pengulangan yang ada. Tapi, saya yakin intinya Ahok ingin bilang begitu.

Dari penjelasan yang Ahok berikan, satu bagian dari penjelasannya yang menarik adalah ketika ia mengatakan bahwa konsep-konsep yang sudah pernah ada tentang penataan kota Jakarta itu sudah cukup banyak, dan secara teori semua konsep itu baik. Justru, menurut Ahok, yang lemah adalah dalam hal eksekusi.

Contoh yang Ahok berikan adalah dalam hal penanganan banjir. Jika semua "pasukan oranye" bekerja sesuai "konsep" yang sudah ada, maka banjir di Jakarta seharusnya tidak akan seperti yang sudah-sudah, bahkan pernah sampai melumpuhkan Istana Negara.

Tapi apa daya, banyak di antara pasukan oranye ternyata hanya "numpang nama" dan menerima gaji tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam "konsep" yang ada. Ada yang cuma dibayar 500 ribu dari gaji yang seharusnya mencapai dua atau tiga jutaan. Sisanya kemana? Sisanya diambil oleh orang yang merekrut anggota pasukan oranye itu. Orang yang direkrut tidak harus bekerja, tapi cukup ngasih nama bisa menerima 500 ribu sebulan. Sementara, si perekrut mendapatkan jatah jauh lebih besar.

Hasilnya bisa ditebak, pasukan oranye bisa berjumlah ratusan, ribuan atau bahkan puluhan hingga ratusan ribu, tapi nama-nama yang terdaftar itu tidak semuanya sungguh-sungguh bekerja. Sebagian besar hanyalah "numpang nama" dan menerima gaji buta "seikhlasnya".

Wajar jika selama bertahun-tahun kita nyaris tidak pernah melihat pasukan oranye berkeliaran setiap hari di pinggir jalan atau di sungai-sungai dan gorong-gorong di Ibu Kota ini. Karena mereka memang "pasukan bayangan", yang ada secara "konsep" tapi tidak ada dalam "eksekusi". Ketika konsep hanya sebatas konsep, maka jadilah Jakarta ini makin amburadul.

Maka, tugas seorang pemimpin Jakarta bukan lagi menyusun konsep, tetapi bagaimana merealisasikannya. Inilah yang awalnya dilakukan oleh Joko Widodo alias Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia memulai dengan strategi "blusukan", yang pada faktanya berhasil menemukan tumpukan masalah di tingkat bawah. Ia tidak mau begitu saja percaya pada laporan bawahannya, tetapi ia perlu melakukan pembuktian sampai ke bawah.

Masalahnya, cukupkah seorang pemimpin bergaya blusukan? Bukankah seorang gubernur juga punya keterbatasan? Ia tidak mungkin melakukan blusukan bersamaan di lima wilayah di Ibu Kota sekaligus. Sementara, di tingkat bawah, masih banyak juga yang kucing-kucingan, hanya terlihat bekerja ketika pemimpinnya hadir.

Rupanya Ahok mengerti persoalan ini, maka yang ia pikirkan bukan lagi "blusukan", tapi bagaimana menciptakan sistim yang mampu bekerja melampaui batas seorang pemimpin. Sistim inilah yang dibuat oleh Ahok, sehingga ia berkali-kali menyebut kata "template" dalam hal APBD. Dengan adanya sistim eksekusi yang baik, maka tingkat kecurangan dapat diminimalisir, meskipun tentu saja tidak dapat dihilangkan seratus persen.

Ahok terus menyempurnakan sistim ini, sehingga ia berharap ketika ia tidak lagi menjabat sebagai gubernur, maka sistim ini dengan sendirinya akan bekerja, siapapun pemimpinnya nanti.

Inilah kebutuhan Jakarta sekarang. Pembenahan total pada sistim birokrasi. Jika sudah bagus, barulah kita bisa bicara tentang program-program yang lain, yang masih perlu diluruskan. Sebab, selama sistim masih amburadul, maka sebagus apapun program yang ada, tidak akan memberikan hasil yang baik.

Kisruh Angkutan Berbasis Aplikasi 16/03/2016

Kisruh Angkutan Berbasis Aplikasi

Dalam beberapa hari belakangan ini masyarakat kembali dihebohkan oleh aksi unjuk rasa para pengemudi taksi lantaran keberadaan angkutan berbasis aplikasi, seperti layanan Uber dan Grab. Polemik pun berkembang, tak hanya di antara masyarakat, termasuk para menteri ikut terjebak dalam boleh tidaknya angkutan berbasis aplikasi ini.

Di satu sisi, masyarakat memang merasa

Kisruh Angkutan Berbasis Aplikasi Dalam beberapa hari belakangan ini masyarakat kembali dihebohkan oleh aksi unjuk rasa para pengemudi taksi lantaran keberadaan angkutan berbasis aplikasi, seperti layanan Uber dan Grab. Polemik pun berkembang, tak hanya di antara masyarakat, termasuk para menteri ikut terjebak dalam boleh tidaknya angkutan berbasis aplikasi ini.

Di satu sisi, masyarakat memang merasa diuntungkan dengan keberadaan angkutan-angkutan berbasis aplikasi ini. Pasalnya, masyarakat dimanjakan dengan layanan yang cepat dan nyaman, apalagi jenis kendaraan yang dipilih oleh Uber dan Grab harus berusia di bawah 5 tahun. Jadi, mobil-mobil yang digunakan memang terbilang mobil-mobil baru.

Tapi di sisi lain, para pengusaha dan pengemudi taksi yang telah sekian tahun mengembangkan usaha mereka merasa terganggu. Apalagi pendapatan mereka jelas berkurang, sebab masyarakat lebih memilih menggunakan layanan eksklusif ala Uber dan Grab.

Pemerintah terjepit, di satu sisi pemerintah harus mengakomodir investasi-investasi asing dan alternatif-alternatif baru bagi angkutan publik, sementara di sisi lain aturan main di negara ini harus ditegakkan, mengingat angkutan-angkutan berbasis aplikasi tidak harus mengikuti prosedur-prosedur perizinan dan kelayakan seperti yang harus dilakukan oleh para operator taksi.

Lalu bagaimana?

Sebagian masyarakat yang telah merasakan manfaat angkutan-angkutan berbasis aplikasi dengan gampangnya mengatakan bahwa operator-operator taksi harusnya "ngaca". Mereka harus meningkatkan layanan mereka, menurunkan tarif, dan berbenah sebaik-baiknya supaya tidak kalah bersaing.

Masuk akal juga! Bukankah dalam berbisnis kita memang harus terus memikirkan dan mengantisipasi dinamika dalam masyarakat? Para pengusaha harus cermat menyesuaikan dengan perkembangan yang ada, apalagi kita sudah berada di era digital.

Tapi, jangan buru-buru setuju dengan pemikiran itu, sebab operator-operator taksi bukan tanpa usaha memperbaiki diri mereka. Lihat saja layanan-layanan yang dilakukan--misalnya oleh Blue Bird. Mereka punya aplikasi untuk memesan taksi yang tak kalah dibanding aplikasi Uber maupun Grab. Hanya saja, peningkatan ini berdampak pada ongkos yang lebih tinggi bagi perusahaan. Belum lagi mereka harus membayar biaya ekstra dibanding biaya yang harus dikeluarkan oleh angkutan-angkutan berbasis aplikasi.

Jadi, marilah kita belajar dari negara-negara yang telah lebih dulu melarang atau melegalkan angkutan-angkutan berbasis aplikasi.

Di Kolombia dan beberapa negara Eropa, pernah terjadi kerusuhan antara pengemudi taksi dengan pengemudi angkutan-angkutan berbasis aplikasi. Artinya, para pengembang bisnis angkutan berbasis aplikasi seharusnya sudah tahu dan sadar bahwa bisnis mereka berpotensi menimbulkan konflik dalam masyarakat. Hal ini harusnya sudah menjadi bahan pertimbangan mereka sebelum mereka masuk dan memulai bisnisnya di Indonesia. Tapi, mereka memilih mengabaikan hal itu dan membiarkan masyarakat untuk menyikapi sendiri.

Sekarang gesekan dalam masyarakat sudah terlanjur terjadi. Jadi, apa yang seharusnya dilakukan?

Apakah pemerintah bisa begitu saja melarang angkutan-angkutan berbasis aplikasi tersebut? Bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur menggeluti bisnis ini dan menggantungkan hidup mereka dalam bisnis ini? Bukankah bisnis ini telah ikut mengatasi masalah pengangguran dan masalah ekonomi masyarakat? Pemerintah seharusnya berterima kasih dan berusaha memikirkan solusi untuk tetap menjamin bisnis ini berjalan baik. Toh, negara juga mendapatkan keuntungan dari pajak bisnis ini.

Lalu, apakah cukup membiarkan bisnis ini tetap berjalan? Bagaimana dengan para operator dan pengemudi taksi? Bukankah mereka juga butuh makan?

Mungkin negara ini bisa meniru apa yang dilakukan oleh Australia. Menghadapi konflik antara angkutan berbasis aplikasi dengan operator taksi, pemerintah Australia segera membentuk regulator untuk bisnis angkutan berbasis aplikasi. Dengan adanya regulator ini, maka bisnis ini menjadi legal sejauh pelaku bisnis mengikuti birokrasi yang ditetapkan oleh regulator. Dengan begitu, persaingan bisnis antara angkutan berbasis aplikasi dan operator taksi pun menjadi lebih sehat.

07/02/2016

Update PHP 5.5, 5.6 dan 7 | Tim pengembang PHP mengumumkan pemutakhiran terbaru dari PHP versi 5.5, 5.6 dan 7 yang lebih fokus pada masalah keamanan. Beberapa bugs telah diperbaiki pada rilis terbaru ini dan semua pengguna PHP 5.5, 5.6 dan 7 disarankan untuk melakukan upgrade.

12 Tips To Secure Your PHP Web Applications 04/02/2016

12 tips untuk mengamankan skrip PHP

12 Tips To Secure Your PHP Web Applications A simple and easy guide to security in PHP. Securing PHP applications sounds like a scary topic but is really easy to learn and implement. This guide will help you secure your PHP web applications from a wide variety of hacking attempts and attacks.

Pingendo - web authoring with comfort 30/01/2016

Membuat desain website HTML5 dan CSS3 berbasis Bootstrap lebih mudah menggunakan Pingendo

Pingendo - web authoring with comfort Pingendo helps you authoring HTML5 and CSS3 web pages. Bootstrap editor.

media.giphy.com 22/01/2016

Programmer di film-film vs programmer dalam kehidupan nyata :v

media.giphy.com

Upgrade To Better Passwords in PHP - LornaJane 19/01/2016

Upgrade To Better Passwords in PHP - LornaJane The password features in PHP aren't exactly new, but I see lots of applications from "before" which aren't being migrated to better practices. I have some strategies for doing these migrations so I thought I'd share my main approach, plus … Continue reading →

Photos 09/01/2016

Begini gambaran menggunakan perintah JOIN di MySQL. Teknik ini utk mengoptimalkan query yg kita eksekusi dengan mysqli_query() maupun PDO 😊

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jakarta
12260