SELAYANG PANDANG SMA/SMU NEGERI 38 JAKARTA Empat tahun kemudian sekolah ini ditunggalkan menjadi SMAN 38 Jakarta. Zulkifli dari SMAN 2 Jakarta. IPA.
Berdiri :
Tanggal 2 Januari 1975 sebagai Filial dari SMAN 28
Tanggal 3 September 1979, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0189a0/1979, dari filial SMAN 28 menjadi SMAN 38 Jakarta . Tahun 1975 – 1979
Gedung SMA 28 Filial mempunyai ruang 3 kelas, WC dan gudang dengan jumlah siswa pada saat itu berjumlah 55 siswa. Pimpinan sekolah pada saat itu ditunjuk Bapak Djafar Komaruddin
serta dibantu beberapa guru dengan kepala Tata Usaha ( TU ) pada saat itu dijabat oleh Bapak Soegiarto. Tahun 1979 – 1980
Pimpinan sekolah beralih dari Bapak Djafar Komaruddin kepada Bapak Tengku Alian dari SMA Negeri 40 dan Bapak Djafar Komaruddin sendiri menjadi pimpinan SMA Filial di Jagakarsa yang sekarang menjadi SMA Negeri 49. Jumlah siswa dari tahun ketahun semakin bertambah. Setahun kemudian Bapak Tengku Alian meninggal dunia. Tahun 1980 – 1981
Pimpinan sementara Ibu Endang Sumarni yang ditunjuk dari Kanwil Depdikbud DKI Jakarta. Setelah itu pimpinan SMA Negeri 38 Jakarta dijabat oleh Bapak Drs. Tahun 1981 – 1986
Pimpinan SMAN 38 Jakarta dijabat oleh Bapak Drs. Zulkifli sampai dengan November 1986. Tahun 1986 – 1988
November 1986 Bapak Drs. Zulkifli digantikan oleh Bapak Harsoehadi yang bertugas sampai dengan tahun 1988. Tahun 1988 – 1992
November 1988 SMAN 38 Jakarta kembali dipimpin untuk yang kedua kalinya oleh Bapak Djafar Komaruddin yang bertugas kurang lebih selama 4 tahun. Tahun 1992 – 1996
November 1992 SMAN 38 Jakarta dipimpin oleh Bapak Abdul Basri yang bertugas kurang lebih selama 4 tahun sebelum akhirnya beliau pindah dan menjadi kepala sekolah SMAN 14 Jakarta sekarang. Tahun 1996 – 1998
Bulan Agustus 1996 Bapak Abdul Basri digantikan oleh Bapak Drs. Sudarwanto yang sebelumnya memimpin SMAN 24 Jakarta. Sampai pda tahun 1998 pimpinan SMU/SMA Negeri 38 Jakarta telah berjumlah 8 orang. Sesuai dengan perkembangan dan dalam rangka menyongsong era globalisasi khususnya dibidang pendidikan SMU/SMA Negeri 38 Jakarta juga ikut mempersiapkan diri, salah satunya caranya dengan menyediakan fasilitas belajar yang lebih lengkap dan baik, dan belajar untuk satu shift (pagi hari). Untuk itu SMU/SMA Negeri 38 dibangun. Menurut rencana , SMU/SMA Negeri 38 Jakarta akan dibangun 3 lantai dengan 27 ruang belajar dilengkapi dengan LAB. IPA, perpustakaan, ruang guru, ruang TU, dan ruang Kepala Sekolah. Pembangunannya 3 tahap :
Tahap I : tahun anggaran 1996 - 1997
Tahap II : tahun anggaran 1997 - 1998
Tahap III : tahun anggran 1998 - 1999
Waktu pembangunan tahap I kegiatan belajar mengajar di SMU/SMA Negeri 38 Jakarta agak terganggu karena proses belajar mengajar dipindahkan ke dua lokasi yang belajarnya pun pada siang hari. Kelas II dan III belajar di SMP Negeri 227 Pejaten Barat dan kelas I belajar di SMP Negeri 41 Ragunan. Tahap I diselesaikan dengan 9 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, perpustakaan dan LAB. Mulai tanggal 20 Mei 1997 KBM Kelas I dipindahkan kembali kegedung baru di Lenteng Agung. Tahun ajaran 1998/1999 mulai belajar digrdung baru. Pembangunan tahap II dimulai pada bulan September 1997, karena terjadi krisis moneter maka pembangunan ini pun mengalami penundaan sehingga baru pada tahun 1999 baru terbangun 9 ruangan kelas. Semoga dengan fasilitas yang serba baru ini akan menembah semangat belajar mengajar sehingga meningkatkan prestasi SMUN 38 Jakarta khususnya di Sub Rayon 10 Jakarta Selatan.