25/05/2019
Dia adalah Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang memiliki ratusan ribu anggota. Santri tarekat yang dibimbingnya bukan hanya dari Purworejo, melainkan juga berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bangka Belitung, Lampung, Palembang, Kalimantan, Riau, Dumai, Batam, dan berbagai kota di Sumatera. Ikhwan thariqah Achmad Chalwani juga tersebar hingga Johor Bahru Malaysia.
Menjadi khadam thariqah adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah, juga sebagai usaha menjaga warisan ayahanda Muhammad Nawawi Shidiq yang menjadi pemrakarsa sekaligus pendiri Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah bersama KH Mandhur Temanggung, KH Muslih Mranggen, KH Masruhan Mranggen, dan mantan Bupati Grobogan Andi Patopoi pada Kongres Thariqah pertama di Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang, 10 Oktober 1957 silam.
Selain itu, juga mengembangkan pondok sehingga selaras dengan kebutuhan zaman dengan tidak meninggalkan ciri khas pesantren salafiyah. Kalangan salafiyah memiliki keyakinan bahwa ilmu tidak akan masuk tanpa melalui riyadhah. "Kalau dalam Al-Qur’an bahasanya tazkiyah.
Berzikir, mujahadah, puasa, ngrowot, dan berkhidmah kepada kiai, merupakan bentuk tazkiyah supaya ilmu dapat masuk dalam diri santri," tuturnya.
Kyai Chalwani menambahkan, pengembangan diperlukan agar pondok pesantren mampu memberi kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan martabat hidup masyarakat.
Sejumlah langkah dan strategi dilakukan untuk mengembangkan pondok pesantren, seperti mengirim dai-dai muda ke berbagai daerah terbelakang, melaksanakan berbagai kegiatan, dan selapanan.
Alhamdulillah, pada tahun 2018 yang lalu, Panitia Wakaf Al Qur’an Tapak Sunan menyalurkan Mushaf Al-Qur’an yang sudah di Wakafkan oleh para Waqif sebanyak 3.000/eks kepada Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, Jawa Tengah yang memiliki santri kurang lebih 2.000 santri. Mulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An-Nawawi yang mana Pondok Pesantren An-Nawawi juga mengintegrasikan pendidikan Salafiyah dengan pendidikan Formal.
Kita semua berharap, agar Wakaf Mushaf Al Qur’an ini bermanfaat bagi para Santri yang sedang menuntut ilmu, sehingga apabila dibaca santri saat mereka menuntut ilmu, maka pahalanya juga akan mengalir kepada para Waqif, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.
Kami merasakan kesejukan Pesantren An-Nawawi, apalagi kami tiba disini tepat 30 menit sebelum shubuh, sehingga udara sedang dingin-dinginnya. Tampak para santri sudah bersiap-siap untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Satu sama lain saling membangunkan untuk melaksanakan ibadah sholat shubuh.
Beliau sangat ramah, dan banyak memberikan kami ilmu serta ijazah Wirid. Bahkan beliau sempat mengundang kami untuk hadir di pengajian beliau di Jakarta. Setelah selesai Mushaf Al-Qur’an Tapak Sunan sebanyak 3.000 eks kami turunkan, kami dijamu oleh beliau dengan hidangan yang sungguh menggugah selera. Sungguh, beliau sangat memuliakan tamu.
Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Waqif yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk melestarikan Al Qur’an, dan beliau juga mendoakan Panitia Wakaf Al Qur’an Tapak Sunan dan Pengurus Pesantren Tapak Sunan, Wabil khusus seluruh Waqif Mushaf Al Qur’an Tapak Sunan didalam partisipasinya melestarikan Al Qur’an.
Semoga, dengan amal ibadah yang kita sudah laksanakan ini, Allah SWT terima dan dicatatkan didalam buku amal kebaikan kita semua, dan semoga apa-apa yang dihajatkan para Waqif didalam mewakafkan hartanya dalam bentuk Mushaf Al Qur’an, Allah SWT kabulkan hajat-hajatnya, dan Allah SWT sampaikan pahalanya kepada para Almarhum-Almarhumah. Aamiin Yaa Robbal’alamiin.
Untuk Informasi lebih Lanjut silahkan Hubungi:
0813-1838-2636
Jika anda ingin Wakaf, bisa langsung Transfer ke:
No Rek. : 524-4137-073 (BCA)
Lalu konfirmasi ke No Diatas