JMSM dimentori oleh Ibu Amanda Margia Wiranata S.Psi, M.Psi ,Ibu Ayu Dyah Pasha & Ibu Dra. Rien Safrina, M.A, Ph.D. PRESS RELEASE Joe Matter School of Music (JMSM) 3rd Family Matter Day
Joe Matter School of Music (JMSM) 3rd Family Matter Day
Mengenal Lagu Anak
JAKARTA- Joe Matter School of Music (JMSM) yang memiliki slogan For Us, YOU Matter kembali menggelar JMSM 3rd Family Matter Day bertajuk "Konsumsi Lagu Sesuai dengan Usia Anak" pada 20 Agustus 2017 di Mezzanine Room, Cibis Nine Tower, Cilandak, Jakarta. Acara ini menghadirkan Amanda Margia Wiranata, Antonia Rahartati Bambang Haryo dan Leony VH serta penampilan murid-murid JMSM yang akan membawakan lagu anak-anak Indonesia asli. Direktur JMSM Joe Matindas mengatakan ketiga pembicara itu sudah dikenal oleh masyarakat dari berbagai pengalaman dalam dunia musik anak. Amanda dikenal sebagai psikolog anak, Rahartati merupakan putri bungsu dari pencipta lagu Gundul-Gundul Pacul, RC Hardjasoebrata dan penyanyi cilik era 1990an, Trio Kwek-Kwek, Leony. "Rahartati juga penerjemah komik Asterix yang sangat dikenal tahun 1980an dari bahasa Perancis ke Indonesia. Dan beliau punya lagu ciptaan sendiri yang dikhususkan untuk anak-anak. Nantinya beliau akan menceritakan bagaimana dia dibesarkan oleh seorang ayah yang sangat musikal," kata Joe di Jakarta, belum lama ini. Sementara itu, Leony akan menceritakan tentang pengalamannya menjadi penyanyi cilik dan berbagi tentang gerakan "Save Lagu Anak" yang didirikan bersama-sama dengan artis cilik di era 1990an. Kemudian, Amanda akan membagikan tips kepada orang tua untuk menyaring lirik lagu yang akan dikonsumsi anak. Setelah itu, JMSM 3rd Family Matter Day akan menayangkan opening video beberapa penyanyi cilik dari era 1970an hingga sekarang. "Mulai dari lagu Yoan Tanamal dan Bing Slamet. Lalu ada era Josua dan Trio Kwek-Kwek hingga Naura dan Clarice penyanyi cilik era sekarang. JMSM ingin membuka pandangan orang tua murid bahwa mereka punya peran penting dalam menyeleksi lagu untuk anaknya baik di rumah maupun di sekolah. Karena kalau anak mengkomsumsi lagu yang tidak sesuai dengan umurnya otomatis akan mempengaruhi tumbuh kembang anak," terang Joe. Joe melanjutkan Amanda telah menjadi pembicara sejak "JMSM Family Matter Day" pertama. Bahkan, dia menjadi mentor tetap di JMSM setiap bulannya, membina guru-guru dan staff untuk mengenal lebih dalam berbagai karakter anak. "Di luar itu, ada beberapa mentor tetap seperti aktris senior Ayu Diah Pasha, sutradara teater Wawan Sofwan, dosen Fakultas Musik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rien Safrina Jamalus, Antonia Rahartati Bambang Haryo serta Maik Hinganaday sebagai mentor bahasa Inggris," ucap Joe. Pada 14 Agustus 2017, Leony VH serta sutradara Aria Kusumadewa mengunjungi kantor JMSM. Kehadiran mereka disambut meriah oleh guru,staff serta Direktur JMSM. Kedatangan mereka untuk menjadi pembicara dalam acara "Coaching Matter" JMSM. "Ini sudah menjadi tradisi bahwa setiap narasumber di "JMSM Family Matter Day" akan menjadi pembicara di Coaching Matter. Mereka akan memberikan pengalaman-pengalamannya," terang Joe. Buka Kelas Biola
JMSM telah memiliki beberapa kelas musik yakni gitar, vokal, piano dan ukulele. Rencananya, mereka akan membuka beberapa kelas seperti biola, drum dan kelas khusus anak untuk umur empat sampai enam tahun yang disebut dengan musical treatment. Pada 20 Agustus, mereka mulai membuka kelas biola. "Tahun depan kami akan membuka kelas drum. Renovasi ruangan akan dimulai secepatnya. Semoga di tahun 2018 ruangan sudah siap untuk digunakan," kata Joe. Joe menjelaskan bahwa guru-guru JMSM yang biasa dipanggil dengan sebutan coach telah mempunyai sertifikat. Bahkan, mereka merupakan sarjana musik dari berbagai universitas negeri maupun swasta di Indonesia. "Semua guru di JMSM menguasai bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan baik dalam penyampaikan materi musik di dalam kelas," ucapnya. Murid-murid JMSM datang dari berbagai usia. Kendati demikian, sebagian besar murid-murid JMSM merupakan kalangan anak-anak yang masih duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Bahkan, ada juga murid yang sudah dewasa berusia diatas 50 tahun tapi masih mempunyai keinginan untuk belajar musik.(Hans Arthur Sinjal)