Isp (Indonesia School of Photography)

Isp (Indonesia School of Photography)

Share

ISP merupakan induk dari institusi JSP (Jakarta School of Photography) dimana ISP ini memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk memiliki usaha fotografi

Photos 31/10/2013

Kontes SEO telah berjalan 2 minggu lebih, dan telah diikuti oleh 50 Peserta Kontes... Jangan lewatkan... jika anda seorang ahli SEO, buktikan dan daftar sekarang juga di http://kontesseo.camera.co.id

Photos 23/10/2013

Ikuti dan Rebut hadiah jutaan rupiah dalam Rangka Ulang Tahun ke 5 Camera.co.id.

Buktikan bahwa anda internet marketer sejati dengan mengikuti KONTES SEO Camera.co.id. Untuk informasi pendaftaran, tata cara dan persyaratan, silahkan kunjungi http://kontesseo.camera.co.id

INFORMASI WORKSHOP, HUNTING, PAMERAN PHOTO DAN LOMBA PHOTO 30/11/2012

LOMBA FOTO SEKALIGUS JALANJALAN ke THAILAND- HADIAH Rp. 35.000.000,-

REGISTER NOW!!
Explore, expose and enjoy yourself in Bangkok to hunt your best photo shots!

and WIN a total prize of RP 35.000.000!! :)
https://www.facebook.com/binus.photourgraphy

LOMBA FOTO SEKALIGUS JALANJALAN ke THAILAND- HADIAH Rp. 35.000.000,-

REGISTER NOW!!
Explore, expose and enjoy yourself in Bangkok to hunt your best photo shots!

and WIN a total prize of RP 35.000.000!! https://www.facebook.com/Photourgraphy

WORKSHOP PORTRAITS 09/09/2012

WORKSHOP PORTRAITS - Zaldy Tsubasa 8-9 September 2012 (telah sukes di Workshop sebelumnya di Surabaya, Malang, Banten dll)
HANYA Rp. 800.000,-

Disini, kamu bisa belajar langsung untuk menghasilkan karya photo yang menarik.

Investasi yang layak buat hasil photo yang menawan dan lain daripada yang lain HUBUNGI : TIWI 27918999

Hari 1 : Sesi Photo - Exposure Metering & White Balance - Komposisi / Angle - Camera Setting - Directing Model

Hari 2 : Post Processing (Peserta wajib membawa laptop yang layak untuk menjalankan Photoshop CS3 atau versi diatasnya) - Pengenalan Photoshop tool yang digunakan - Face Retouching - Tehnik memperkuat warna - Tehnik memperkuat cahaya - Tehnik membuat subject pop up - Tehnik penyesuian mood - Tehnik rezise image


PESERTA TERBATAS HANYA TERSEDIA 7 SEAT LAGI.
Lokasi di Camera.co.id Building Cempaka Mas C28


UPDATE PERSERTA

1. SANDRA
2. HERU AGUNG
3. SUGIANTO
4. Manu
5. LAMET.
6. RUSWINTA
7. Hendra
8. Ayu
9. Indah
10. Firman
11. Menka

Yang perlu dipersiapkan

Sabtu, 8 September 2012

06:00 - 08:00 Make Up dan persiapan. Make up oleh Juliana dan Model:
Indri Mohana
08:00 - 08:30 Penjelasan foto portrait, setting kamera, pencahayaan,
angle, komposisi, ekspresi dalam kelas
(ini butuh projector, karena ada presentasi foto)
08:30 - 12:00 Sesi foto dengan 1 Model dan didampingi oleh pemateri.
Konsep: Air dan Bunga
12:00 - 13:00 Pengecekan persiapan hari ke dua post processing

Wajib dibawa oleh peserta: Kamera DSLR atau kamera yang setara, lensa
fix dan lensa zoom fl 18 s/d 70mm, laptop yang sudah terinstalasi
adobe photoshop cs3 atau versi diatasnya.

Minggu, 9 September 2012

08:00 - 08:30 Pengenalan tool post processing
08:30 - 10:00 Pengenalan langkah utama post processing I
10:00 - 11:45 Post processing practise oleh peserta I
11:45 - 12:00 Review Hasil
12:00 - 12:45 Break
12:45 - 13:30 Pengenalan langkah utama post processing 2
13:30 - 15:45 Post processing practise oleh peserta II
15:45 - 16:00 Review Hasil & Closing

Wajib dibawa peserta: laptop, alat tulis (ballpoint + kertas)


Salam
Zaldy

ISP - Indonesia School of Photography - Franchise Photography, Sekolah Fotografi, Kursus Photgraphy, 17/04/2012

JSP JAKARTA SCHOOL OF PHOTOGRAPHY
(NEW CLASSROOM)

JSP memberikan pengajaran yang berbeda dengan sekolah atau kursus fotografi lainnya.
JSP memberikan pembelajaran dalam bentuk 20% Teory 80% Praktek.

Jadwal Kursus
Kelas Weekend, Sabtu 12 Mei 2012
Pkl. 13.00 - 15.00
5x pertemuan

Biaya Kursus Rp.2.000.000
* Buku Materi (Materi dibagikan dalam bentuk buku teks cetakan colour)
* T shirt - Hunting
* Praktek : Sessi photoshop basic/light room, class review, dan hunting class

# Jika mendaftar di bulan april ini akan mendapatkan discount senilai Rp.200.000
Promo ini berlaku sampai bulan april 2012

Fasilitas :
Infocus
Demo dengan alat-alat fotografi yang lengkap
Kelas berjalan minimal 5orang
Ruang kelas nyaman dn Ber AC
Pengajar Professional
Sertifikat

Pendaftaran hub Tiara 021-27918999

Lokasi : Ruko cempaka mas Blok C 28

Trims :)
JSP Jakarta School Of Photography

Partner Of PSC Australia
www.ispschool.co.id

ISP - Indonesia School of Photography - Franchise Photography, Sekolah Fotografi, Kursus Photgraphy, Indonesia School of Photography memberikan jasa edukasi dalam bidang fotografi, Saat ini ISP mencari mitra untuk mengembangkan brand ISP ke seluruh Indonesia untuk menjadi kursus fotografi yang profesional

03/04/2012

INFO : Abadikan Landskap Mono Dalam Bentuk Minimalis

Kadang, konversi hitam dan putih terbaik memiliki kecenderungan alami untuk menampilkan kesan tenang dan dari dunia lain, pemandangan grafis yang sangat sederhana dari rangkaian foto-foto 'Nowhere' karya fotographer landskap Michel Rajkovic membuat obyek berkualiitas.
Menurut Michel, foto-fotonya berusaha untuk menciptakan dunia yang berkesan surael dan imajinatif. " Sisi surael gambar didapat dari cahaya dan filter yang jauh lebih tertarik jika semuanya nyata tanpa manipulasi."
Michael hanya melakukan pemotretan ketika cuaca mendung atau berawan, dan menggunakan filter ND sepuluh stop untuk memperlambat kecepatan shutter. "setelah mengaturnya, anda dapat berkonsentrasi hanya pada komposisi dan bagaimana menggunakan cahaya. pada landskap mono minimalis, cahaya jauh lebih penting karena mengambil bagian besar foto."

Tips :

1. Pilihlah obyek yag sederhana dan abadikan didepan background yang seragam.

2. Gunakan kabut, awan, dan air yang blur sebagai backdrop, tapi bisa juga menggunakan obyek apapun yang dapat bergerak, seperti pepohonan ditengah angin kencang.

3. Gunakan filter ND sepuluh stop untuk mendapatkan eksposur selama beberapa menit, Kadang bisa menambahkan ND 400 untuk memperpanjang eksposure.

Sumber: Majalah DC

Photos 14/03/2012

INFO : Pameran Foto "IMATAJINASI"

Menyambut 20 Tahun Pengabdian Galeri Foto Jurnalistik Antara,
Kami mengundang Sahabat untuk menghadiri :

Pameran Foto "IMATAJINASI",

Karya 32 Fotografer muda,
peserta Workshop Angkatan XVII Galeri Foto Jurnalistik Antara:

A. Adi Setyo | Adi Siswanto | Agung Pambudhy | Agus Surya Supriyanto | Anas Malik | Andrew Prawiro Hakim | Ariyani Sukma | Arya Pradana | Atet Dwi Pramadia |Atho’ Ullah | Baskara Kuswijayanto | Bayu Amde Winata | Danis Arbi | Dian Triyuli Handoko | Dian Prastiti Utami | Devinoraya Radityapalma | Dwi Wahyu Lestari | Fajar Ambya | Fernando Randy | Grandyoso Zafna | Jessica Margaretha | Josephine Inggri Ayuningtyas | Lavanda Wirianata | M. Abdul Aziz | Muhammad Rizan | Mulia Santoso | Putra Sophan Pribadi | Rikiti Sabila | Rizki Nurul Madinah | Salwa Masyhur | Sumarno | Vita Khairunisa |



JUM’AT 16 MARET 2012
PUKUL 19.00 WIB OLEH:
AHMAD MUKHLIS YUSUF (DIRUT KANTOR BERITA ANTARA)
RIRI RIZA (SUTRADARA)
JOSE RIZAL MANUA (DRAMAWAN)


GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA
Jl. Antara No. 59 Pasar Baru, Jakarta 10710
T/F: 021-3458771, www.gfja.org

FLOAT ()

COMPROMISED EGO
AMAN PERCUSSION
KROSBOI ()
THE BOBROCKS ()
ENCE BAGUS (STAND UP COMEDY) ()


TERBUKA UNTUK UMUM
16 Maret – 16 April 2012
JAM BUKA : 10:00 – 20:00 WIB


Acara pembukaan dan pameran TIDAK dipungut biaya (GRATIS)
No dresscode

12/03/2012

INFO : Jejak Cahaya Menggunakan Senter

Fotografi jejak cahaya tidak harus mengandalkan pada cahaya yang sudah ada, hasil yang menarik dan kreatif juga bisa didapatkan dengan melukis sendiri cahaya dengan menggunakan senter bertenaga kuat. Melukis dengan cahaya dirasakan menarik oleh pro still-life dan jejak cahaya Joel Devin, karena hasilnya yang tidak pasti.

"Saya berulang kali melukis jejak ca...haya karena anda tak pernah tahu persis apa yang akan didapat, ungkap Joel . "Biasanya saya bekerja dengan membayangkan hasil yang dicapai, dan berharap bisa mendapatkannya ketika pemotretan. tapi setiap merekam jejak cahaya, kesempatan mendapatkan hasil yang sama persis tidak terulang lagi."

Untuk menciptakan jejak cahaya, saran Joel, sebaiknya mulailah dengan sumber cahaya sederhana yang dapat diatur dengan mudah. Pertimbangkan semua faktor yang mungkin dapat mempengaruhi ketika mengerjakan foto, dan sediakan waktu leluasa hingga sumber cahaya selesai melukis. semakin cepat obyek, jejak cahaya akan semakin tidak jelas.

Tips

1. Pertama kita harus memilih lokasi pemotretan yang sudah dikenali dengan baik atau berkeliling dan memutuskan komposisi yang akan dibuat ketika hari masih terang.

2. Tentukan exsposur yang memberi cukup waktu bagi "pelukis" untuk menyelesaikan lukisannnya.

3. Waktu terbaik untuk melukis cahaya dimulai dari senja hingga akhir fajar. di luar waktu-waktu tersebut, tidak akan ada kecepatan shutter yang pas.

4. Anda bisa membeli senter berkekuatan besar di toko-toko perkakas, semakin unik sumber cahaya yang digunakan, efek yang dihasilkan akan semakin menarik. Anda juga dapat memodifikasi senter warna-warni untuk ini.

Source : DC

03/03/2012

INFO : Sampaikan Karakter Dengan Potrait Keseharian

Jooney Woodward's prinsip konvensioanal dalam membuat potrait mengatakan bahwa detail lain diluar obyek utama perlu dihilangkan agar tidak mengalihkan perhatian mata dari obyek utama. Pemenang dari Taylor Wessing Photograpic Potrait Prize membuktikan bahwa prinsip bisa dipatahkan.

Potrait keseharian Harriet Power dan marmut peliharaannya Karya Jooney Woodward menjadi foto menawan yang pantas dicermati lebih lanjut. simetri yang jelas pada gambar seketika menarik perhatian mata, tapi jika diperhatikan lebih dekat sepertinya ada gangguan yang biasanya akan merusak potrait.

"Lanskap saya biasanya menghindari orang, tapi syarat dengan tanda-tanda kehidupan," ujar Jooney. "Saya mencoba untuk menangkap hal-hal kecil, demikian juga ketika membuat potrait. semakin lama melihat potrait Harriet, akan semakin banyak detail yang tampak: cat kuku dan maskaranya,lalu luka gores ditangannya."

Tips.

1. Potrait keseharian biasanya memasukan elemen yang memperkaya karakter atau menyampaikan cerita mengenai obyek utama.

2. Jooney mengekspos potrait Harriet ini selama 1,3 detik pada f/11, dengan hanya mengggunakan pencahayaan dilokasi yang didapat dari kaca di langit-langit apertur sempit membuat kedua obyek tampilan sangat tajam.

3. Untuk mendapatkan blur, gunakan lensa panjang dan membuka lebar apertur, misalnya pada posisi f/2,8. atau, jika ingin menampilkan lebih banyak fokus pada gambar, pilihlah apertur yang lebih sempit dan posisikan obyek menjauhi background.

Sumber: DC

LIPUTAN LIVE FOCUS 2012 JCC 29 FEB - 3 MARET 2012 01/03/2012

Liputan langsung Focus 2012 - 3 Maret 2012
Suasana booth peserta Focus 2012
Photo by YD - www.camera.co.id

LIPUTAN LIVE FOCUS 2012 JCC 29 FEB - 3 MARET 2012 - by YS www.camera.co.id

25/02/2012

INFO : Mengaplikasikan Efek Tilt-Shift Pada Balap Mobil

Seringnya balap mobil atau motor diabadikan dengan mendekati obyek dan melakukan panning untuk mendapatkan tampilan klasik obyek yang tajam dengan background motion blur.

Kalau anda berminat mencoba sesuatu yang berbeda, dan dapat mengabadikannya dari posisi yang jauh diatas arena balap, mengapa tidak mencoba menciptakan efek tilt-shift untuk membuat pemendangan tampak seperti miniatur? Menitur efek ini mudah saja, asalkan foto aslinya memiliki komposisi yang cermat.

Tips

1. Abadikan dari tempat yang tinggi dan arahkan kamera ke mobil-mobil di bawah pada sudut pandang rendah.

2. Cobalah menghindari bentuk-bentuk yang rumit pada komposisi, atau obyek yang tidak dapat terlihat seperti mainan.

3. Setelah pemotretan, buka pada photosop, buat duplikat background, aplikasikan gaussion blur, lalu buat mask dan aplikasikan gradient fill diatas bagian yang ingin ditampilkan fokus.

Sumber : DC

Photos 25/02/2012

INFO : FOTO TERBAIK 2011 VERSI WORLD PRESS PHOTO

sumber: http://www.worldpressphoto.org/photo/world-press-photo-year-2011-0)

Dewan juri penghargaan paling prestisius dibidang fotografi jurnalistik, World Press Photo dalam penyelenggaraan ke 55 di markas besarnya di Amsterdam, Jumat perang (10/2) akhirnya menetapkan foto karya Samuel Aranda, pewarta foto lepas Corbis asal Catalunya sebagai foto terbaik sepanjang tahun 2011. Karya yang diambil di rumah sakit lapangan di Sanaa, 15 Oktober tahun lalu itu, memperlihatkan seorang perempuan mengenakan burka hitam menyangga tubuh seorang pria kerabatnya yang menjadi korban saat pecah unjuk rasa besar-besaran menentang pemerintahan otoriter Yaman dan presiden Ali Abdullah Saleh yang kemudian lengser dan kabur ke AS. Sebentuk karya foto jurnalistik yang sederhana namun memiliki makna kemanusiaan yang sangat mendalam. Imaji itu sendiri adalah kutipan foto dari penugasan Aranda untuk the New York Times.

Karya Aranda adalah metafora yang mencuat dalam pemikiran sebagai bentuk inspirasi dari patung masyur era Renaisans, “Pieta” (1498-1499), salah satu masterpiece Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni (1475–1564) yang di pajang di salah satu sudut dari basilica Santo Petrus di Kota Vatican. Karya yang terbuat dari marmer ini menggambarkan tubuh Yesus di pelukan ibunya Maria setelah penyaliban di bukit Golgota. Patung tersebut dibuat sebagai monumen di makam cardinal Perancis Jean de Bilheres. Imaji serupa juga menginspirasi sejumlah karya fotografi jurnalistik terdahul. Yang paling terkenal adalah Eugene Smith saat membuat esei pencemaran Minamata yang memperlihatkan Tomoko Eumura yang tak berdaya karena terkena racun mercury tengah dirawat dengan penuh kasih oleh ibundanya, Ryoko.

Meskipun mimik perempuan dalam foto Aranda itu tak tampak karena tersembunyi di balik cadar hitam, namun kedua tangan yang menyangga korban tetap dengan kuat mengesankan rasa kasih sayang. Sebentuk sikap paling mendasar dalam kemanusiaan. Sekaligus menjadi representasi dari suatu perlawanan dari yang lemah. Penentangan yang didukung dari hati, seperti

yang menyebar dengan cepat dalam hamparan karpet revolusi di Timur Tengah yang dikenal sebagai Musim Semi Arab. Salah seorang anggota dewan juri dalam situs World Press Photo, Koyo Kouoh berkata, "Foto itu mewakili seluruh kawasan yang tersapu musim semi Arab seperti Yemen, Mesir, Tunisia, Libya dan sekarang Syria. Karya Aranda itu memperlihatkan visual yang sangat pribadi, ada kehangatan kemanusiaan yang tengah terjadi. Dalam kondisi itu, kita dapat merasakan peran perempuan, tak hanya memberi atensi, tapi berperan aktif sebagai bagian yang seharusnya dari kemanusiaan”.

Sementara, ketua dewan juri internasional WPP ke 55 ini, Aidan Sullivan berpendapat, “Foto pemenang ini memperlihatkan konsekwensi sebentuk kejadian yang mulia, suatu kejadian yang tengah berlangsung. Kita tak mengenal perempuan yang menopang tubuh rapuh seorang kerabat yang terluka, tapi dari sana kita mendapat gambaran yang sungguh hidup betapa keberanian dari orang-orang biasa membantu menciptakan babak penting dalam sejarah Timur Tengah”. Mungkin Sullivan benar, namun sesungguhnya, bagi masyarakat “Timur” yang “dekat” secara emosional dengan teori domino yang tengah berlangsung di Timur Tengah, foto Aranda adalah simbol dari sebentuk perlawanan terhadap kesewenangan, kemuakan pada korupsi yang tak lagi

terbendung dan ketak perdulian pemerintah terhadap rakyat jelata yang terus merangkak untuk menggapai keadilan.

Menyabet penghargaan pertama dalam kategori People in the News, foto Aranda kemudian dipilih kembali oleh dewan juri internasional (terdiri dari 19 juri mancanegara yang diketuai Aidan Sullivan, wakil presiden editor Getty Images, Inggris) untuk mewakili subyektivitas dewan juri yang praktis dapat dikatakan menjadi representasi kesaksian dan suara pewarta foto sedunia. Tahun ini sebanyak 57 pewarta foto dari 24 negara (Afghanistan, Argentina, Australia, Bosnia dan Herzegovina, Canada, China, Denmark, France, Germany, India, Iran, Irlandia, Italia, Jepang, Mexico, Belanda, Norway, Polandia, Rusia, Afsel, Spanyol, Swedia, Inggris dan AS) yang memenangi 9 kategori kontes. Mereka lolos dari 5,247 pewarta foto mewakili 124 negara, dengan 101,254 karya foto yang diseleksi juri selama 13 hari.

Samuel Aranda adalah pewarta foto muda Catalunya, lahir 1979 di Santa Coloma de Gramanet, Barcelona, Spain. Saat berusia 19, dia memulai karir jurnalistiknya untuk El Pais dan El Periodico de Catalunya. Beberapa tahun kemudian dia melanglang ke Timur Tengah untuk meliput konflik Israel-Palestina untuk kantor berita Spanyol EFE. Sejak 2004 dia bergabung dengan AFP, meliput beragam konflik politik dan social di kampong halamannya, Pakistan, Gaza, Lebanon, Palestina, Maroko dan Sahara Barat.

Dua tahun kemudian, Aranda mulai berkiprah dalam raihan penghargaan lokal. Imaji-imajinya mulai tampil di Visa Pour L’Image dan juga dalam program dokumenter BBC. Dia lalu melanjutkan karirnya sebagai pewarta foto lepas. Dia membuat sejumlah proyek visual di Laut Aral Uzbekistan, India, Kemerdekaan Kosovo, Afsel sebelum Piala Dunia, Moldova, anak jalanan di Bukares dan mafia Camorra di Napoli. Perjalanannya meliput revolusi musim semi Arab, di Tunisia, Mesir, Libia dan Yemen yang melalui karyanya, akhirnya mengantarnya ke puncak pencapaian di blantika fotografi jurnalistik dunia. Dia juga memasok foto untuk New York Times dan El Magazine de la Vanguardia. Sekarang dia berkantor di Tunisia mewakili Corbis Images.

Imaji dari peristiwa Musim Semi Arab dan tsunami Jepang menyabet masing-masing tujuh pemenang kontes, sementara kali ini pewarta foto Indonesia maupun subyek peristiwa di tanah air tak dilirik dalam kontes yang tahun lalu sempat dimenagi oleh seorang pewarta foto muda Indonesia, Kemal Jufri melalui cerita fotonya tentang meletusnya gunung Merapi. Raihan prestasi tertinggi bagi pers nasional dalam kontes World Press Photo sejauh ini masih dipegang oleh Sholihuddin (Jawa Pos) yang karya tunggalnya sempat meraih penghargaan pertama untuk kategori foto spot tahun 1995. Salah satu kategori paling bergengsi dari kategori yang dilombakan dalam kontes. Sementara itu, Mochtar Lubis pernah menjadi salah satu juri dari World Press Photo pada tahun 1980.

Karya Aranda adalah metafora kekuatan dari ketakberdayaan kaum tertindas. Imaji yang mengingatkan kita pada gerakan anti kekerasan Mahatma Gandhi, namun sekaligus juga kenangan pada mimpi buruk kekerasan kemanusiaan yang terus bergejolak di Nigeria dan sejumlah kawasan di dunia serta juga di beberapa sudut tanah air kita. Spirit dari imaji Aranda mestinya adalah pelita yang menerangi peradaban dunia yang tak pernah bersih dari lumuran darah, jahanam dan rasa kebencian yang mendarah dalam daging. Foto itu jelas menyebarkan ketentraman yang seolah dihaturkan dari sentuhan agung perempuan dan sebentuk harkat pada pentingnya kehidupan. Karena nyawa adalah hembusan Tuhan, dan jiwa adalah ciptaan Ilahi, maka dia wajib dijunjung kehormatannya oleh umat manusia, tak perduli apapun ideologi dan keyakinannya.

oscar motuloh
kurator GFJA

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Cempaka Mas C 28, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Jakarta
10640