26/11/2019
TK Trisula Perwari 2
Taman Kanak-kanak Trisula Perwari 2 merupakan sarana pendidikan bagi anak-anak yang usia 2-6 tahun (
26/11/2019
24/11/2019
Tepat pada hari ini Senin, 25 November 2019 para pejuang tanpa tanda jasa (Guru) memperingati Hari Guru Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 78 Tahun 1994. Keppres ini menetapkan sebagai berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Melansir laman resmi PGRI, organisasi PGRI ini berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang telah berdiri sejak 1912. Organisasi tersebut merupakan bentuk dari perjuangan para guru pribumi di zaman Belanda, yang anggotanya terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. [ 760 more words ]
Hari Guru Nasional 2019 Tepat pada hari ini Senin, 25 November 2019 para pejuang tanpa tanda jasa (Guru) memperingati Hari Guru Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 78 Tahun 1994. Keppres ini menetapkan sebagai ber…
10/11/2019
Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie saat kecil Bertepatan pada hari Rabu, 11 September 2019 saat adik saya sedang memperingati hari lahirnya, tiba-tiba terdengar siaran berita duka cita Breaking News oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo di televisi pukul 18:05 WIB telah wafat Presiden Republik Indonesia ketiga Bapak Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie dalam usia 83 tahun akibat gagal jantung. [ 602 more words ]
Mengenang Bapak B. J. Habibie Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie saat kecil Bertepatan pada hari Rabu, 11 September 2019 saat adik saya sedang memperingati hari lahirnya, tiba-tiba terdengar siaran berita duka cita Bre…
08/07/2017
Sudah Siap Lakukan 5 Hal ini di Hari Pertama Sekolah Anak?
Meskipun kita mengalaminya setiap tahun, hari pertama sekolah anak akan selalu menjadi momen yang mendebarkan. Bahkan, hal tersebut bisa berlangsung selama seminggu. Orangtua akan antusias karena anak akan mengalami petualangan baru di sekolah dan kelas barunya, bersama-sama dengan teman-teman dan guru yang baru.
Namun antusiasme tersebut seringkali bersimpangan dengan beragam kekhawatiran. Kita pasti memilih sekolah yang kira-kira cocok untuk anak, namun sebagaimana sebuah lingkungan baru, anak tentu akan belajar beradaptasi, seperti halnya seorang petualang yang menjelajahi belantara baru. Anak akan melihat banyak hal yang mungkin membuatnya takjub sekaligus terkejut di hari pertama sekolah.
Anak yang lebih kecil belajar menyesuaikan diri dengan berada di luar rumah, atau jam sekolah yang lebih lama. Sedangkan anak yang lebih besar mungkin merindukan sahabat di kelasnya terdahulu, yang ternyata sekadang berbeda kelas dengannya. Sebagian kecil – mungkin termasuk anak Anda – mengalami apa yang namanya pindah sekolah. Nah, apa yang kira-kira dapat Ayah Ibu lakukan agar anak dapat menghadapi hari pertama ia sekolah dengan antusias?
Lima hal ini dapat Ayah Ibu lakukan di hari pertama sekolah anak, atau bahkan dapat dilakukan di minggu-minggu pertama tahun ajaran baru, jika kita belum sempat melakukan semuanya.
5-hal-hari-pertama-sekolah
1. Bangun lebih pagi
Kita mungkin bangun cukup pagi untuk berangkat kerja, namun mungkin kita belum membiasakan anak bangun cukup pagi untuk bersiap-siap ke sekolah. Atau saat usai tersihir oleh atmosfer liburan, bangun pagi dan bersemangat melakukan segala sesuatu perlu “dihidupkan kembali” di dalam keluarga. Terutama untuk anak yang baru pertama kali mengenal sekolah, Ayah Ibu mungkin akan sedikit direpotkan dengan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran anak. “Aku nanti sama siapa di sana?” “Ayah Ibu temani aku, kan?” “Aku mau di rumah saja nonton TV!”
Bangun lebih pagi akan sangat membantu Ayah Ibu membantu anak bersiap-siap – termasuk menghadapi kekhawatiran anak – ke sekolah di hari pertamanya. Bahkan hal-hal kecil seperti menyempatkan sarapan, akan membuat hari pertama anak di sekolah menjadi lebih menyenangkan dan penuh energi. Anak bisa datang tepat waktu, dan Ayah Ibu tak perlu terlambat bekerja.
2. Antar anak ke sekolah, d**g!
Hari pertama anak adalah momen spesial, bahkan tahun ini terdapat gerakan dan anjuran untuk mengantar anak di hari pertama sekolah mereka. Tindakan ini memiliki berbagai manfaat; selain Ayah Ibu dapat melakukan dua poin berikutnya di bawah ini, mengantar anak ke sekolah di hari pertamanya berarti turut antusias mengantarkan anak dalam petualangan belajar yang baru.
Sepanjang perjalanan, tunjukkan bahwa Ayah Ibu juga antusias menyambut kesempatan anak untuk belajar hal-hal baru selama setahun ke depan. Jangan menambah kekhawatiran anak dengan menunjukkan kekhawatiran Anda, karena bisa jadi – terutama untuk anak yang lebih kecil – anak bisa jadi urung ke sekolah.
3. Berkelilinglah seputar sekolah
Di hari pertama sekolah anak, Ayah Ibu akan menghadapi salah satu dari dua kejadian berikut. Pertama, anak masuk di sekolah baru yang asing baginya. Saat Anda melihat kecemasan dan kekhawatiran di mata ataupun ekspresi anak, ambil kesempatan tersebut untuk mengajak anak berkeliling sekolah sebelum bel pertama masuk berbunyi. Tunjukkan pada anak halaman sekolah, tempat bermain jika ada, kamar mandi, kelas anak, dan Ayah Ibu bisa membuat janji anak di titik mana Anda menunggu anak p**ang, agar anak tidak kebingungan menghampiri Anda.
Kedua, kalau sekolah tempat anak belajar sudah dikenalnya (asumsinya adalah anak naik kelas), sebaliknya Ayah Ibu mungkin mau meminta anak diantar keliling sekolah. Biarkan anak menunjukkan dan menceritakan kepada Anda tempat-tempat kesukaannya, yang akan semakin mengafirmasi semangat dan hal-hal positif yang dilakukannya di sekolah.
4. Temui mitra pendidik anak: guru dan orangtua
Tidak hanya Anda yang bersemangat mengantar anak ke sekolah di hari pertama mereka. Ayah Ibu akan menjumpai banyak orangtua lain dan guru-guru yang sudah menyiapkan sesuatu yang spesial di hari pertama sekolah anak. Ingat bahwa keberhasilan akademik anak di sekolah, tidak hanya bergantung pada guru saja, melainkan kekompakan dan kerjasama antara pihak guru dan orangtua, maupun sesama orangtua. Guru dan orangtua yang lain adalah mitra pendidik anak, yang sama-sama menginginkan anak bahagia dengan belajar di sekolah. Temui dan kenali mereka, dan bangun relasi positif bersama.
5. Ajak anak bercerita sep**ang sekolah
Ada banyak sekali pertanyaan keren yang bisa Ayah Ibu ajukan kepada anak selepas hari pertama sekolah mereka beserta manfaatnya. Sebaiknya, fokus untuk menggali kesan positif yang didapat anak di sekolah atau kelas barunya – oleh karena itu, kita perlu belajar cara mengajukan pertanyaan dengan tepat p**a. Mengapa kesan positif? Kesan positif (ataupun negatif) menjadi pengalaman yang biasanya melekat di benak anak saat berjumpa atau belajar hal baru, yang berbuah menjadi semangat atau keengganan belajar. (Sumber : http://temantakita.com/lakukan-5-hal-ini-hari-pertama-sekolah-anak)
22/06/2017
Agar mudik Lebaran bersama anak berjalan lancar, lakukan beberapa hal berikut ini sebagai persiapan.
Membangun aura kegembiraan dan kebahagiaan di antara Anda dan pasangan sebagai orang tua, dan juga balita. Penting untuk selalu menjaga aura fun ini sebelum dan selama acara mudik lebaran. Orang tua harus bisa nyaman dengan dirinya sendiri. Sebab, selama pergi berlibur, anak-anak cenderung berperilaku tidak seperti biasanya. Mungkin anak jadi lebih rewel dan sering menentang. Orang tua harus menyiapkan diri untuk lebih sabar menghadapi perubahan sikap dan perilaku anak seperti ini. Itu sebabnya, sebisa mungkin jagalah keharmonisan hubungan dengan pasangan. Sedapat mungkin, siapkan mindset Anda untuk tidak diganggu urusan pekerjaan, sehingga Anda bisa benar-benar total having fun!
Bagaimana dengan persiapan fisik? Apakah perlu membawa balita terlebih dahulu ke dokter sebelum berangkat? Kalau balita selama ini sehat-sehat saja, tidak perlu dibawa ke dokter! Tinggal dijaga saja supaya dia tetap sehat. Untuk antisipasi, cukup bawa peralatan P3K, karena selama perjalanan dan di tempat tujuan anak akan sangat aktif bereksplorasi. Jadi, kemungkinan untuk terjatuh, tergores, terluka atau elergi, akan lebih besar. Bawa juga obat penurun panas dan obat anti kejang. Kalau kebetulan balita menjalani terapi khusus, bawa obat-obatan atau vitamin yang harus diminumnya.
Makan tetap nomor satu. Ya, urusan makan selama di perjalanan maupun di kota tujuan, selalu menempati urutan paling atas! Sebab, jangan lupa, untuk bisa menikmati acara mudik, Anda sekeluarga tentu butuh tenaga atau energi. Dan, satu-satunya sumber energi adalah dari makanan.
Bawalah makanan-makanan kecil yang padat kalori. Contohnya, kue, roti, atau makanan buatan sendiri. Juga, susu, dan buah-buahan. Tujuannya, untuk mengantisipasi bila sulit mendapatkan makanan yang sesuai atau yang disukai anak, atau kalau anak enggan makan karena asyik bereksplorasi. Dengan memberikan bekal makanan tersebut sebagai selingan, tubuh anak akan tetap mendapatkan energi, sekali pun jadwal makannya mungkin bergeser atau berubah.
Risiko pergeseran jadwal makan memang sering tak terelakkan. Selama perjalanan, penerapan jadwal makan seharusnya agak fleksibel, tidak sekaku seperti kalau di rumah. Kalau di perjalanan mampir menginap di hotel, urusan sarapan lebih mudah karena sudah tersedia. Anak-anak boleh memilih sendiri menunya. Prinsipnya waktu makan tersebut bisa diganti. Misalnya, kalau jadwal makan siangnya bergeser, anak bisa diberi makanan pengganti berkadar gizi tinggi, seperti kue, roti, buah, cokelat, atau makanan lainnya. Yang penting diperhatikan adalah kebutuhan gizi dan juga total kalori yang dibutuhkan anak sehari-hari untuk beraktivitas, harus selalu dipenuhi. (Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/keluarga-travelling/persiapan-mudik-bersama-balita)
21/05/2017
Apakah anak anda sudah kecanduan game online? Anda bingung cara mengatasinya? Tenang dalam artikel ini akan dibahas sedikit mengenai cara ampuh mengatasi anak yang kecanduan game online.
Pada prinsipnya memang teknologi yang sekarang ini sudah berkembang dengan pesat memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan manusia di dunia ini. Namun selain memiliki manfaat yang positif, perkembangan teknologi juga mengalami pengaruh yang negatif, khususnya bagi anak-anak. Salah satu pengaruh negatif yang marak adalah anak kecanduan dengan game online. Jika sudah begitu, lalu bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini adalah tipsnya buat anda.
Tips mengatasi anak yang kecanduan dengan game online
1. Cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya diperlukan oleh anak.
Tentu kita tahu bahwa setiap anak memiliki suatu keperluan, baik itu secara materi, ataupun sikis, pasti dia ingin memiliki sesuatu yang diinginkannya. Maka anda sebagai orang tua harus benar-benar mampu memahami apa sebenarnya kebutuhan dari anak anda, jika kebutuhan tersebut tidak terlalu penting bagi dirinya maka jangan dipenuhi, tetapi sebaliknya, jika kebutuhan tersebut amatlah penting bagi anak anda, maka cobalah untuk dipenuhi.
Dengan demikian, anak anda tidak akan bersikap manja. Perlu anda ketahui bahwa sifat manja yang ada pada diri anak akan membawanya ke suatu kesenangan yang lama semakin lama akan berubah menjadi kecanduan. Pada intinya sebagai orang tua anda harus paham dengan kebutuhan anak, supaya anda tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk anak anda.
2. Berikanlah perhatian penuh pada anak.
Kecanduan game online yang terjadi pada anak bisa saja disebabkan karena kurangnya rasa perhatian orang tua terhadap anak. Mereka akan merasa kesepian sehingga berusaha untuk mencari kesenangan sendiri, dia mencari perhatian dengan memainkan game online. Mengapa game online? Karena sangat asik untuk dimainkan oleh anak-anak.
Nah jika anda ingin menghilangkan anak anda dari kecanduan game online, maka anda pun bisa memberikan perhatian yang lebih dan penuh pada anak anda.
3. Alihkan aktifitas anak ke permainan lain.
Cara efektif yang lain mengatasi anak kecanduan game online adalah dengan cara mengalihkan perhatian atau aktifitas anak kepada kegiatan lain. Anda bisa mengikutkan dia les piano, les menari atau aktifitas lain yang bermanfaat untuk si kecil.
4. Ajaklah anak anda untuk menikmati liburan bersama.
Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, tetapi anda harus ingat dengan anak-anak anda yang juga perlu anda perhatikan. Ketika libur tiba, cobalah untuk mengajaknya bertamasya ke suatu tempat yang menyenangkan baginya. Anda bisa mengajaknya ke pantai, kebun buah, kebun binatang, atau tempat-tempat yang indah lainnya. Dengan begitu anak akan perlahan dapat melupakan game online yang biasa dimainkan.
5. Ajarkanlah pada anak sejak dini tentang Give And Take.
Apakah sebenarnya makna dari take and give? Perlu anda ketahui bahwa take and give? Adalah seseorang yang akan diberi imbalan terhadap apa yang sudah dilakukannya. Anda bisa menerapkan cara ini kepada anak anda, dengan membuat kesepakatan kepada anak tentang waktu bermain game yang boleh dimainkan. Jika dia menepati janjinya, maka berikanlah dia hadiah supaya selalu mengikuti kesepakatan yang sudah anda buat. Tetapi, sebaliknya, jika dia melanggar janjinya, maka hukumlah dia supaya tidak mengulangi lagi.
6. Cobalah untuk memasuki dunia anak.
Yang dimaksud memasuki dunia anak di sini bukan anda harus menjadi anak kecil lagi, melainkan cobalah untuk menyelami dunia anak-anak. Anda harus memahami bagaimana cara bergaul dengan anak yang baik dan benar, dengan demikian anda akan memahami tentang kehidupan anak lebih dalam lagi. Sehingga dengan demikian, anda bisa mengambil langkah yang tepat ketika anak anda mulai kecanduan game online.
7. Jadilah contoh yang baik.
Kebanyakan anak yang mengalami kecanduan game online ini adalah anak yang memiliki banyak waktu luang serta tidak bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Anda sebagai orang tua harus mampu untuk menjadi sosok yang memiliki contoh yang baik bagi anak-anak anda, misalnya anda bisa memberikan contoh menghabiskan waktu luang dengan membersihkan rumah, jalan-jalan ke perpustakaan, olahraga dan masih banyak yang lain. Dengan demikian anak anda akan paham dan tidak lagi kecanduan game online.
8. Batasi bermain gadget.
Anda harus membatasi anak anda untuk bermain gadget, karena memang tidak bisa dipungkiri anak yang sering memegang gadget itu yang akan kecanduan dengan game online. Dengan anda memantau anak bermain gadget, maka anak akan sedikit demi sedikit terhindar dari game online.
Demikianlah tadi pembahasan tentang cara mengatasi anak yang kecanduan game online. Semoga dapat bermanfaat.
(Sumber : http://sayangianak.com)
25/04/2017
Dampak Radiasi Handphone Pada Kesehatan
Perkembangan teknologi seperti handphone bisa mempermudah kita menjalani kegiatan sehari-hari. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran mengenai efek radiasi handphone pada kesehatan.
Radiasi gelombang radio yang diterima dan dikirimkan oleh
handphone dapat menyebar ke segala arah, termasuk tubuh. Radiasi handphone tidak sama dengan radiasi sinar X. Radiasi sinar X sudah dipastikan berbahaya, sementara radiasi
handphone belum diketahui secara pasti efeknya pada kesehatan. Namun para ahli telah membeberkan beberapa kemungkinkan yang dapat terjadi ketika radiasi handphone bersentuhan dengan tubuh.
Berikut beberapa kemungkinan efek yang ditimbulkan dari radiasi
handphone:
Menelepon menggunakan hands-free mungkin bisa berdampak pada kesuburan pria. Mengapa demikian? Pria yang menggunakan hands-free saat menelepon cenderung menaruh handphone pada saku celana atau menyelipkannya pada ikat pinggang. Karena letaknya yang berdekatan dengan organ intim, kemungkinan radiasi yang dikeluarkan
handphone dapat memengaruhi sperma. Sperma yang terekspos radiasi mungkin dapat mengalami kerusakan, kemampuan bergerak lebih rendah, daya tahan hidup sperma sebentar, dan stres oksidatif.
Dianjurkan untuk berhati-hati memakai handphone ketika Anda sedang hamil. Radiasi handphone dapat mempengaruhi lapisan pelindung yang mengelilingi neuron otak pada janin. Selain itu, anak yang terlahir dari ibu hamil yang terekspos
handphone sebelum melahirkan mungkin dapat mengalami gangguan perilaku seperti sulit bergaul, hiperaktif, dan menjadi anak yang tidak peka. Meski begitu, ada p**a hasil penelitian yang tidak menemukan data valid mengenai kaitan kedua hal itu. Untuk berjaga-jaga, dianjurkan untuk menggunakan hands-free ketika menerima telepon dan jangan meletakkannya pada perut.
Hubungan antara radiasi handphone dan kanker masih kontroversial. Tapi hingga kini belum ada bukti kuat yang menyatakan radiasi handphone dapat meningkatkan risiko terkena kanker .
Anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan tubuh ketika terkena radiasi. Menurut teori, radiasi lebih mudah diserap oleh anak-anak ketimbang orang dewasa karena tengkorak mereka lebih tipis, jaringan otak lebih mudah menyerap serta ukuran tubuh yang lebih kecil.
Meminimalisasi Terkena Dampak Radiasi
Jika Anda khawatir dengan risiko yang mungkin dikeluarkan dari radiasi handphone, ikuti tips di bawah ini:
Gunakan handphone ketika sedang dibutuhkan.
Pakai hands-free ketika menerima panggilan atau gunakan pengeras suara. Saat menelepon memakai hands- free, jangan menaruh handphone pada saku celana atau saku baju.
Jauhkan handphone dari tubuh ketika tidak digunakan.
Hanya gunakan handphone saat sinyal kuat. Sinyal lemah membuat handphone menggunakan lebih banyak energi untuk berkomunikasi. Anda bisa melihatnya kondisi sinyal di layar handphone Anda.
Disarankan untuk berkomunikasi melalui pesan singkat, ketimbang telepon untuk mengurangi pajanan radiasi.
Jangan membiarkan anak berlama-lama bermain
handphone. Gunakan seperlunya saja.
Jadi secara garis besar, efek buruk radiasi handphone pada kesehatan masih bersifat kemungkinan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek sesungguhnya.
(Sumber : http://www.alodokter.com/dampak-radiasi-handphone-pada-kesehatan)
25/04/2017
Es lilin Likliki terbuat dari buah segar dan susu murni tanpa bahan pengawet. Sudah mendapatkan sertifikat HALAL dari MUI. Cocok untuk acara pesta ulang tahun, arisan dan rapat. Bila anda memerlukan informasi dan pemesanan, silakan langsung hubungi no : 0878 8597 1709/0818 0798 5288
21/04/2017
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Penataran No. 2
Jakarta
10320