Brainevo - Analisa Sidik Jari Indonesia

Brainevo - Analisa Sidik Jari Indonesia Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) UJUNG JARI-JARINYA dengan sempurna."

Analisa Sidik Jari Adalah Untuk Mengetahui Potensi Kecerdasan, Gaya Belajar dan Personaliti Bawaan SeseorangDengan Mengenal Potensi Diri Berarti Akan Lebih Meningkatkan Potensi Untuk Mencapai Kesuksesan Dalam Hidup Analisa Sidik Jari Adalah Untuk Mengetahui Potensi Kecerdasan, Gaya Belajar dan Personaliti Bawaan Seseorang Dengan Mengenal Potensi Diri Berarti Akan Lebih Meningkatkan Potensi Untuk Mencapai Kesuksesan Dalam Hidup

Sidik Jari memiliki potensi yang luar biasa untuk mengidentifikasi manusia dan ini sudah disebutkan 14 abad yang lalu dalam Al Quran sebagai mana ayat berikut ini :

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Al Qur'an, 75:3-4)

Tidak banyak orang yang mengetahui makna UJUNG JARI atau sidik jari yang ada pada manusia dan juga kegunaannya hingga kemudian pada akhir abad ke-19 misteri sidik jari mulai terkuak. Melalui berbagai penilitian, terkuaklah bahwa sidik jari setiap orang adalah unik bagi tiap manusia. Tiap orang memiliki serangkaian sidik jari yang berbeda dari orang lain sehingga saat ini sidik jari dijadikan pedoman untuk proses identifikasi seseorang di seluruh dunia. Dan saat ini -dengan riset yang terus menerus dilakukan- sidik jari juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui atau memetakan jenis kecerdasan/bakat seseorang, gaya belajar hingga personaliti atau karakter bawaan. Metode ini dinamakan "Tes Analisa Bakat Sidik Jari" atau diluar negeri dikenal dengan istilah "Dermatoglyphics Multiple Intelligence Test".

26/06/2020
15/12/2019
17/07/2019

Share dari WAG :

"Sekolah KNOWING vs Sekolah BEING"

Kantor kami, perusahaan PMA dari Jepang, mendapat pimpinan baru dari perusahaan induknya. Ia akan menggantikan pimpinan lama yang sudah waktunya kembali ke negaranya.

Sebagai partner, saya ditugaskan untuk mendampinginya selama ia di Indonesia. Saya memperkenalkan kepadanya relasi, dan melihat objek wisata kota Jakarta dan Bandung.

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross. Berbeda dengan saya dan orang Jakarta yang lain, dengan mudah menyeberang di mana saja sesukanya.

Teman saya ini tetap tidak terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross ataupun jembatan penyeberangan setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan sarana seperti itu.

Yang lebih memalukan, meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang.

Teman saya geleng-geleng kepala mengetahui perilaku masyarakat kita. Akhirnya saya coba menanyakan pandangannya mengenai fenomena menyeberang jalan.

Saya bertanya, mengapa orang-orang di negara ini menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah sarana untuk menyeberang jalan. Sementara mengapa dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan sarana tersebut.

Pelan-pelan dia menjawab pertanyaan saya, "It's ALL HAPPENS BECAUSE OF THE EDUCATION SYSTEM."

Saya kaget juga mendengar jawabannya.

Apa hubungannya menyeberang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan?

Dia melanjutkan penjelasannya, "Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi makhluk 'KNOWING' atau SEKEDAR TAHU SAJA, sedangkan yang kedua sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi mahluk 'BEING'.

Apa maksudnya?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal UNTUK DIKETAHUI PARA SISWA. Sekolah TIDAK MAMPU MEMBUAT SISWA MAU MELAKUKAN APA YANG DIKETAHUI SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPAN NYA.

Anak-anak tumbuh hanya menjadi 'MAHKLUK KNOWING', hanya sekedar 'MENGETAHUI' bahwa:
» ZEBRA CROSS adalah TEMPAT MENYEBERANG.
» TEMPAT SAMPAH adalah UNTUK MENARUH SAMPAH.

Tapi "MEREKA TETAP AKAN MENYEBERANG DAN MEMBUANG SAMPAH SECARA SEMBARANGAN".

Sekolah semacam ini BIASANYA MENGAJARKAN "BANYAK SEKALI MATA PELAJARAN".

Tak jarang membuat para siswanya STRESS, PRESSURE dan akhirnya MOGOK SEKOLAH.

"SEGALA MACAM DIAJARKAN" dan BANYAK HAL DIUJIKAN, "TETAPI TAK SATUPUN DARI SISWA YANG MENERAPKANNYA SETELAH UJIAN".

Ujiannya pun HANYA SEKEDAR TAHU, 'KNOWING'.

Di negara kami, sistem pendidikan BENAR-BENAR DIARAHKAN UNTUK MENCETAK MANUSIA-MANUSIA YANG "TIDAK HANYA TAHU apa yang benar tetapi MAU MELAKUKAN APA YANG BENAR SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPANNYA'.

Di negara kami, anak-anak hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Science
2. Basic Art
3. Social

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dengan kejadian nyata di seputar kehidupan mereka. Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yang diketahui dalam keseharian hidupnya.

Anak-anak ini juga TAHU PERSIS ALASAN MENGAPA MEREKA MAU atau TIDAK MAU MELAKUKAN SESUATU.

Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi makhluk 'BEING', yakni MANUSIA-MANUSIA YANG MELAKUKAN APA YANG MEREKA TAHU BENAR."

Betapa sekolah begitu MEMEGANG PERAN YANG SANGAT PENTING BAGI PEMBENTUKAN PERILAKU DAN MENTAL ANAK-ANAK BANGSA.

Tidak hanya sekadar berfungsi sebagai "LEMBAGA SERTIFIKASI" yang "HANYA MAMPU MEMBERI IJAZAH" kepada para anak bangsa.

KARAKTER, PERILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk membangun anak didik yang LEBIH BERADAB DALAM BERPERILAKU.

BUKAN SEKEDAR ANGKA-ANGKA AKADEMIK seperti yang tertera di buku-buku raport sekolah ataupun Indeks Prestasi IPK.

KEJUJURAN dan ETIKA MORAL adalah PRIORITAS UTAMA, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena SETIAP ANAK TERLAHIR PINTAR dan pendidikan itu sendiri adalah perkembangan.

Oleh sebab itu, seyogyanya, kita TIDAK PERLU TERLALU RISAU jika seorang anak belum bisa calistung (baca tulis hitung) saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD sekalipun. Tapi mestinya harus peduli jika seorang anak TIDAK JUJUR dan BERETIKA BURUK.

Pendidikan itu BUKAN PERSIAPAN UNTUK HIDUP, karena PENDIDIKAN ADALAH KEHIDUPAN SEPANJANG HIDUP..

Midbrain Activation Project
01/12/2018

Midbrain Activation Project

BrainEvo Capacity Building, SMP IT Baitul Ilmi Cianjur
25/11/2018

BrainEvo Capacity Building, SMP IT Baitul Ilmi Cianjur

21/11/2018

BrainEvo Capacity Building, SMK Al Hasyimiyah Cianjur.

07/11/2018

*Salah Satu Metode Penting Bagi Orang Tua !*

Ayah Bunda yang Berbahagia… 😍
Anak-anak semakin hebat, kritis dan semangat dalam beraktivitas. Orang tua dan pendidik pun harus makin kuat dan jeli dalam mengarahkan segala potensi hebatnya. Ada kalanya kita masih bingung membimbing dan mengarahkan mereka.

BRAINEVO Sidikjariindonesia memberikan solusi bagi orang tua dan pendidik yang ingin mengetahui dan memahami 12 macam analisa kecerdasan seseorang, khususnya anak-anak hebat tercinta. ❤

Kami menganalisa :
1. Karakter
2. Gaya Belajar
3. Type Belajar
4. Dominasi Otak
5. Daya Tahan Otak dan Mental
6. Kecerdasan Pribadi (Personal Quotiens)
7. 9 Kecerdasan Majemuk (9 Multiple Intelligences)
8. Penjurusan Sekolah
9. Penjurusan Kuliah
10. Karakter Kerja
11. Gaya Bekerja
12. Kuadran Kerja

🌹 Tes Analisa Sidikjari BRAINEVO hanya dilakukan 1x seumur hidup.

Jadi, hasilnya bisa menjadi referensi kita dalam membimbing serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam diri mereka sesuai dengan fitrahnya.☺
Ayah Bunda yang hebat… Tunggu apa lagi..?
Pastikan, jangan sampai salah langkah atau kurang tepat dalam mengarahkan kehebatan anak-anak tercinta yaa.. ☺
📱Yang ingin sharing-sharing bisa langsung chat WA +62 85779698247

Salam Hebat Semangat ! 😍

BrainEvo Capacity Building, ASN Pemda Cianjur.
04/11/2018

BrainEvo Capacity Building, ASN Pemda Cianjur.

Address

Sudirman
Jakarta
13740

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Brainevo - Analisa Sidik Jari Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category