15/08/2017
Dampak Buruk Akibat Perlakuan Keras Orangtua Kepada Anak
Didikan keras bukanlah cara yg baik utk menanam mental maupun kepribadian kuat pada anak, memberikan hukuman ketika akan melakukan kesalahan, memaki ketika anak melakukan kelalaian, memberikan batasan bermain anak, & lainnya.
Ya, didikan keras seperti itu memang sering dipraktekkan oleh orangtua pada zaman dulu, tetapi berbeda dgn zaman sekarang, perkembangan zaman telah mempengaruhi pola pikir anak. Untuk itu, berhentilah membentak, memaki, dan menyudutkan anak, ada beberapa dampak buruk akibat pendidikan keras orangtua kepada anak sebagai berikut :
1. Anak Menjadi Minder dan Kurang Percaya Diri
Minder dan kurang percaya diri adalah akibat buruk karena anak seing diperlakukan kurang baik oleh orangtua. Bahkan ketika di sekolah, anak masih kurang percaya diri untuk menjawab soal karena takut akan berbuat salah dan dimarahi guru.
2. Anak Memiliki Kepribadian Yang Tertutup
Berkaca dari perasaan takut mendapat hukuman dari orangtua, setiap kali anak mendapati masalah, ia menyimpan beban itu seorang diri tanpa memberitahu orangtua. Ya, lagi-lagi ia juga takut bahwa orangtuanya akan menyalahkannya, kepribadian tertutup ini bisa saja berlanjut sampai ia dewasa.
3. Watak Keras Meniru Gaya Orang Tua
Secara tidak disadari, perlakukan keras orangtua kepada anak tidak memberikan pelajaran kepada anak untuk bersikap bijaksana. Malah sebaliknya, ia menjadi anak yg berwatak keras seperti halnya orangtuanya, ini seperti mudah emosi, sering marah, menyimpan dendam, & lain sebagainya, bahkan watak seperti ini juga akan terbawa pada pergaulan sehari-hari.
4. Terjadi Pemberontakan Saat Dewasa
Anak akan merasa tertekan akibat perlakuan keras orangtua padanya, suatu saat anak akan memberontak kepada orangtua saat ia sudah dewasa. Contoh umumnya seperti membangkang, menantang, & keras kepala.
5. Memungkinkan Terlibat Kenakalan Remaja
Akibat perlakuan keras orang tua, anak merasa tertekan, takut, & tidak bebas. Namun, jika suatu saat ia sdh mandiri, keinginan utk bebas bisa saja menjadi pelampiasaan atas tekanan masa kecil. Bergaul dengan teman-teman & berfoya-foya, bahkan sampai melakukan tindakan di luar batas moral sosial.
14/08/2017
*Dampak Buruk Bertengkar Didepan Anak*
Dlm sebuah rumah tangga yg namanya pertengkaran mungkin saja terjadi. Sedikit selisih pendapat antara suami istri terkadang justru dianggap sebagai bumbu dlm sebuah hubungan. Tapi jika bertengkar tanpa mempertimbangkan waktu & tempat, bisa-bisa akibat yg cukup fatal terjadi.
Dengan mengetahui bahwa dlm sebuah rumah tangga pasti ada pertengkaran, sdh menjadi tugas pasangan suami istri utk membuat strategi dlm menanggulangi hal tersebut. Jika tanpa perhitungan & pertimbangan, bisa-bisa masa depan anak yg jadi korban.
Berikut ini adalah beberapa dampak yg akan diterima sang buah hati jika kerap melihat orang tuanya bertengkar.
1. Anak akan mengalami trauma.
Jika anak sering melihat Anda & suami bertengkar, mereka bisa meragukan kebahagiaan & kedamaian yg dijanjikan sebuah ikatan perkawinan. Kemungkinan terbesar, jika orang tua tdk menyadari hal ini, anak akan mengalami trauma. Bisa jadi, setelah anak beranjak remaja & dewasa, dia akan malas atau takut menikah, sebab dlm pikirannya untuk apa menikah kalau nantinya selalu diisi pertengkaran.
2. Menjadi individu minder & tidak percaya diri.
Sebab, mendengar orangtua yg disayanginya bertengkar bisa melukai hati anak. Dia pun kerap kebingungan menempatkan posisi di mana harus berada, membela mama atau papa? Perasaan dilematis inilah yg kemudian mengganggu pemikirannya.
3. Mengabaikan norma yang telah dipelajari.
Sebagian besar orang tua pasti mengajarkan anak-anaknya untuk bertatakrama, bertutur halus dan tidak berkata kasar atau kotor. Dengan seringnya menyaksikan adu mulut antar orang tuanya, nilai-nilai yg mereka pelajari akan mulai terabaikan.
4. Prestasi menurun
Di sekolah atau lingkungan luar.
Seorang anak yang orang tuanya sering bertengkar di depannya akan cenderung tidak percaya diri & mengalami penurunan pada prestasinya. Hal tersebut karena konsentrasinya terpecah dengan ingatan-ingatan tentang pertengkaran orang tuanya.
Nah, dengan mengetahui hal2 di atas, ada baiknya mulai saat ini untuk merundingkan bersama suami bagaimana mengatur strategi saat bertengkar. Jangan sampai karena ego masing-masing, mental dan masa depan si kecil menjadi korbannya.
Oleh: Ariyanti
10/08/2017
Melalui FINGERPRINT ANALYSIS Anda dapat mengetahui: KARAKTER, GAYA BELAJAR, dan BAKAT Anda sekeluarga....
Hubungi kami untuk penjelasan lebih lanjut.
06/08/2017
Mengarahkan anak2 kita menurut Karakter mereka masing2 ibarat memberikan bacaan sesuai dengan minat mereka masing2...karena kesukaan mereka berbeda satu sama lain...
Bacaan yang sesuai tentu akan lebih mudah dipahami...
22/07/2017
Mau jadi apa ya ANAK kita...???
Yuk kita arahkan sesuai bakat mereka...
21/07/2017
Karena setiap ANAK adalah pribadi yang UNIK...
20/07/2017
Cara Belajar (Learning Styles) yg kurang tepat dpt menyebabkan anak menjadi kurang semangat dlm belajar dan sulit berkonsentrasi. Bagaimana mengetahui Cara Belajar yg sesuai dgn masing2 anak kita? Temukan dengan melalui Analisa Sidik Jari, karena Karakter Dasar masing2 anak berbeda satu dgn yg lain. Cukup 1x utk seumur hidup Anda akan mengetahui:
1. Karakter Dasar (Basic Character)
2. Cara Belajar (Learning Style) yg tepat
3. Potensi / Bakat (Multiple Intelligence)
Hub kami segera di 081802455119 (Telp/WA)
atau kunjungi www.ujibakat.com