namun, INFO yang terdapat dalam grup ini tidak hanya terbatas dalam mengulas tentang kewirausahwaan saja. Di zaman sekarang ini, yang mana kecanggihan teknologi serta kemajuan pembangunan dan infrastruktur sudah semakin pesat, hal itu sudah meraja rela di setiap permukaan bumi mana pun termasuk indonesia. namun, yang mengenaskan ialah, hal tersebut tidak lah diimbangi dengan kemakmuran dan pemerataan. banyak rakyat indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. hal ini pun menimbulkan beberapa pertanyaan yang menggelitik hati kita, mengapa kemiskinan masih menjerat bangsa ini ? terdapat beberapa faktor yang menyebabkan mengapa banyak dari rakyat indonesia yang masih hidup dalam garis kemiskinan, salah satunya ialah masih tingginya angka pengangguran. tercatat bahwa, Pengangguran terbuka Indonesia Tahun 2011 Masih 8.12 Juta. angka tersebut belum termasuk dalam pengangguran setengah terbuka, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 30 jam per minggu. dan Apakah anda tahu, sekitar setengah populasi di dunia ini, yang sebagian besarnya penduduk negara berkembang terdiri dari para pengangguran ? Hal ini sangat memprihatinkan jika anda melihat ini dari sisi yang berbeda. Di dunia ini, banyak perusahaan-perusahaan kelas atas yang kesulitan mencari tenaga kerja terampil. Akan tetapi, hal ini justru terbalik jika dibandingkan dengan Indonesia yang justru kesulitan mencari lapangan pekerjaan. mencengangkan bukan ? pertanyaannya ialah, apakah di indonesia memang hanya memiliki sedikit tenaga kerja ? jawabannya ialah "tidak". yah, di Indonesia sebenernya banyak tenaga kerja. Tapi sayangnya kebanyakan tenaga kerja yang ada di Indonesia berupa tenaga kerja kasar. Sedangkan, perusahaan-perusahaan kelas atas membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan professional. Bagaimana kita menyelesaikan simpul yang rumit ini ? Sebenernya sih gampang aja. Kita sebagai rakyat biasa hanya dituntut untuk memiliki skill. Kalo sudah ada kemampuan khusus, kita sudah dipastikan dapat bernapas lega. Lalu setelah memiliki kemampuan/skill tersebut, kita harus mencari perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuan kita. lalu, apakah cukup bagi kita untuk hanya menjadi seorang pekerja saja ? tentu jawabannya ialah "tidak". di zaman sekarang ini kita dituntut untuk menjadi sosok yang mandiri, yaitu ialah seseorang yang berjiwa entrepreneurship. Sebagai seorang pribadi yang berpotensi, jiwa entrepreneur perlu kita kembangkan. Mengembangkan bisnis sendiri sekaligus meniti karier di perusahaan bisa dijalankan bersamaan, asalkan kita smart memaksimalkan potensi. kita harus menentukan goal perjalanan karier kita. Namun, kita juga bisa menggali jiwa entrepreneur dalam diri kita. Mengelola bisnis sendiri sekarang sudah lumrah. Kalau itu untuk memaksimalkan potensi diri, kenapa tidak ? Namun sebagai calon wirausahawan, hal yang perlu kita perhatikan tidak hanya modal finansial, tetapi juga modal non-finansial. Yang dimaksud dengan modal non-finansial adalah jiwa enterpreneur dalam diri kita. ya, untuk itulah kita harus bisa menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini. tahukah anda, Jika dibandingkan dengan beberapa negara maju di dunia, jumlah entrepreneur atau wirausahawan di Indonesia masih rendah. Terbukti, dari 231,83 juta jiwa penduduk Indonesia, baru 4,6 juta saja yang berwirausaha. "Jumlah itu masih cukup rendah atau jika diprosentasekan baru 2 persen dari total jumlah penduduk," ujar Menteri Koperasi dan UKM Dr Syarief Hasan di Surabaya, sumber - KOMPAS.COM, Sabtu (13/2/2010). lalu, harus kah kita berdiam diri atas fakta tersebut ? jadi, marilah sama - sama kita mulai untuk menumbuhkan serta mengembangkan potensi dan jiwa entrepreneurship kita. berbondong - bondong kita majukan bangsa ini. dengan menjadi wirausahawan, kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan memadai bagi saudara - saudara kita yang kurang beruntung. kita dapat membantu perekonomian bangsa, meningkatkan kualitas hidup antar sesama, dan sebagainya
ayo, tunggu apa lagi, mari bergabung !!