23/07/2026
Menelusuri kembali jejak bersejarah Pemerintahan Hindia Belanda di bumi Papua.
Leiden in Indonesia bersama Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia menyelenggarakan Kuliah Umum yang berjudul Technocracy and Dutch Policy in Netherlands New Guinea (Papua) 1949-1963. Prof. Wim van den Doel, Guru Besar Sejarah Kolonial Universitas Leiden mengulas berbagai program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada periode 1949-1963. Riset tersebut mendalami peran para ilmuwan, teknokrat, dan para pekerja sosial dari Hindia Belanda yang berharap terjadi peningkatan kualitas hidup di tanah Papua. Hasilnya menunjukkan pentingnya pelibatan masyarakat dan bahaya yang timbulkan dari pendekatan kebijakan secara top-down. Ia secara spesifik memberikan contoh kebijakan yang tidak berhasil seperti program pertanian, perkebunan, koperasi, dan peternakan. Sedangkan program imunisasi, pendidikan, dan pendataan penduduk dianggap berhasil karena masyarakat Papua melihat adanya kepentingan yang sama untuk mengatasi persoalan tersebut.
Dr. Adriana Elisabeth (Papua Peace Network) hadir sebagai pembahas. Ia memberikan tanggapan kritis dengan cara menghubungkan sejarah masa lalu dengan dinamika Papua hari ini.
Kuliah umum ini dipandu oleh pendiri Pusat Studi Papua UI, Prof. Bambang Shergi Laksomo, dan diselenggarakan pada tanggal 2 Juli 2026 di Gedung Mochtar Riady, FISIP UI. Tak hanya dihadiri oleh mahasiswa UI, kuliah ini juga menarik minat peserta dari UIN Jakarta, Leiden University, University of Michigan, Nanyang Technological University, dan University of New South Wales.