05/12/2024
Pembelajaran Bermakna Bersama Para Siswi
Hari ini, saya mendapatkan banyak pembelajaran bermakna dari kegiatan SERUNI bersama para siswi. Salah satu aktivitas yang kami lakukan adalah menulis tentang cita-cita mereka di masa depan. Sebelum menulis, saya memberikan pemahaman bahwa mereka adalah calon individu yang memiliki peran besar dalam mempersiapkan generasi mendatang. Saya mengutip syair dari Ahmad Syauqi:
"Ibu adalah sebuah madrasah. Jika engkau mempersiapkannya dengan baik, maka engkau telah mempersiapkan generasi yang baik akhlaknya."
Setelah memahami makna ini, para siswi diminta menulis beberapa kalimat tentang cita-cita mereka di masa depan, menjawab pertanyaan: Mereka ingin menjadi apa? Ketika cita-cita mereka dibacakan satu per satu, kami sepakat bahwa mereka memiliki cita-cita yang mulia dan besar. Mereka ingin menjadi pribadi-pribadi terbaik di masa depan sesuai dengan versi mereka masing-masing.
Aktivitas berikutnya adalah memberikan pemahaman bahwa cita-cita besar tersebut tidak akan mudah diwujudkan. Banyak usaha dan tantangan yang harus mereka hadapi. Saya meminta para siswi mendeteksi tantangan-tantangan besar yang mungkin menghalangi mereka meraih cita-cita mulia tersebut. Sebelumnya, saya memberikan penguatan bahwa cerita yang hebat membantu kita tidak hanya memahami, tetapi juga merasakan apa yang terjadi.
Kemudian, para siswi diminta untuk menggambarkan tantangan yang mereka hadapi. Mereka bebas menggunakan gambar simbolis atau langsung, disertai beberapa kalimat untuk menjelaskan maksud gambar tersebut. Dari hasil aktivitas ini, saya mendapatkan banyak wawasan baru tentang mereka. Hampir semua siswi menggambar smartphone atau handphone sebagai tantangan utama yang mereka hadapi.
---
Pesan untuk Orang Tua/Wali Siswa
Bapak dan Ibu wali siswa yang dimuliakan Allah,
Mari kita berefleksi. Anak-anak kita memiliki bibit-bibit kebaikan dalam dirinya, yang tercermin dari cita-cita mulia dan harapan-harapan besar yang membanggakan. Sudahkah kita:
1. Mengetahui cita-cita mereka?
2. Mendiskusikannya bersama mereka?
3. Memberikan dukungan sepenuhnya untuk mewujudkannya?
Anak-anak kita adalah generasi akhir zaman yang menghadapi begitu banyak tantangan. Sudahkah kita membantu mereka mengatasi tantangan tersebut? Atau justru, secara langsung atau tidak, kita menjadi bagian dari tantangan itu? Salah satu contohnya adalah smartphone.
Bapak dan Ibu, mari kita memiliki komitmen yang kuat dalam menyikapi masalah ini. Kasihani anak-anak kita. Jangan biarkan mereka bersama smartphone tanpa pendampingan. Hal itu sama saja dengan menjerumuskan mereka. Diskusikan kembali bersama anak-anak tentang cara menggunakan smartphone yang tetap mendukung nilai-nilai positif yang tidak menghambat mereka untuk meraih cita-cita nya, sebaliknya dapat membantu mereka meraih cita-cita dan harapan besar mereka.
Mari terus bersabar untuk terus mendampingi mereka menjadi pribadi terbaik di masa depan. Jangan pernah berhenti belajar, berdoa, dan memohon pertolongan Allah agar Allah memudahkan urusan-urusan kita semua.
Windi Iskandar - Kepala SMP Islam Mafaza.