17/07/2017
Manfaatnya Anak Usia Dini Bermain dengan Rancang Bangun menggunakan Balok-Balok ( Block Building)
Oleh Dharmayuwati Pane
Kali ini kegiatan PAUD adalah bermain dengan rancang bangun dengan menggunakakn balok-balok,karena melihat betapa pentingnya bermain balok bagi anak usia dini. Di lembaga-PAUD KB & TK Pestalozzi Ceria (Bilingual) Cibubur sudah menjadi sebuah ciri tersendiri, karena kegiatan bermain balok itu merupakan salah satu kegiatan pokok untuk lembaga kami yang berbasis sentra maupun kelompok. Balok itu mempunyai tempat tersendiri di hati anak serta menjadi pilihan favorit untuk sarana bermain. Ketika anak bermain balok banyak temuan-temuan terjadi. Demikian p**a pemecahan masalah yang terjadi secara alamiah. Bentuk konstruksi balok itu mulai dari yang sederhana sampai yang rumit dapat menunjukan adanya peningkatan perkembangan logika dan berpikir anak secara bertahap dan terus menerus.
Ada beberapa fungsi dan manfaat bermain balok untuk ini antara lain :
1. Pada kegiatan bermain balok, anak belajar melakukan aktivitas dengan prosedur dan tahapan kerja, Sistematika berfikir anak tentang bangun dan ruang anak terbentuk dengan lebih cepat dan lebih baik.
2. Anak dapat belajar dan memiliki kemampuan untuk menyatukan sebuah perencanaan.
3. Anak dapat terdorong dengan positif untuk bekerja dalam sebuah struktur bersama
4. Kemampuan anak melakukan pemetaan (mapping) mendorong tumbuhnya kemampuan berpikir simbolik, sehingga mengembangkan juga kemampuan berbahasa anak menjadi lebih meningkat dan semakin terstruktur.
5. Meningkatkan kemampuan anak dalam penyusunan pola (making patten), ini terjadi ketika anak dapat mengungkapkan berbagai jenis perbedaan pola-pola balok yang dibuat.
6. Meningkatkan kemampuan kerjasama dan proses sosial ketika anak bersama-sama bekerja dalam satu tim untuk menyusun balok tersebut.
7. Meningkatkan dan mempertajam kemampuan konsentrasi anak pada setiap kegiatan dan tugas yang dilakukannya.
8. Mengembangkan kemampuan motorik halus anak pada tingkatan yang semakin baik, anak dapat mempergunakan hampir semua anggota tubuhnya ketika menyusun sebuah pola, bentuk dan ruangan yang sulit dalam rangkaian penyusunan balok yang lebih rumit.
Apakah yang terjadi, ketika anak usia dini bermain rancang-bangun dengan menggunakan balok-balok?? :
- Daya penalaran anak akan bekerja aktif dan berkembang lebih cepat
- Anak akan menemukan konsep Mathematika saat bermain balok
- Selain itu anak bisa mengekplorasi dan menemukan konsep baru dan yang terkini
- Melalui bermain dengan balok-balok anak akan menemukan dan mengenal nama-nama bentuk
- Juga anak akn belajar nama-nama ukuran,warna, definisi sederhana, menggolongkan benda-benda, mengenal konsep sama dan tidak sama, eimbang, sama berat dsb nya
- Anak juga belajar bersosialisasi dengan lainnya, belajar berbagi, tenggang rasa, dan berkomunikasi dengan baik
- Pengetahuan sosial anak dapat timbul ketika bermain balok tsb, misalnya ketika anak merancang bangun bandara udara, gedung-gedung bertingkat,rumah bertingkat,stasiun bis dan kereta,gedung sekolah, Rumah Sakit dan secara berkhayal membangun sebuah kota dengan kebisingan di waktu jam-jam pergi dan p**ang kantor yang macet dsb nya.
- Begitu juga kemampuan bahasa anak akan terasah saat menyebutkan dan melafal nama-nama hasil kreasinya tsb.
- Dengan bermain balok jiwa sosial anak dan kemampuan berkomunikasi anak dengan teman seusianya atau dengan guru akan terbangun p**a.
Kegiatan bermain rancang bangun dengan menggunakan balok-balok ini sangat disukai anak usia dini, terkadang sampai lupa waktu karena asyik bermain.Gunakan saat ini untuk mengembangkan dan menggali potensi anak dengan menstimulus mereka sesuai perkembangan usianya, karena dalm bermain balok-balok ini berbagai aspek seperti aspek kognitif, affektif dan motoriknya terbangun dengan baik.Anak akan berkembang menjadi anak yang cerdas dan terampil menggunakan tangannya, sehingga motorik halusnya juga terasah bila didukung dengan permainan bermutu seperti bermain dengan balok-balok ini, tentunya lebih baik bila diarahkan oleh pendidik/guru/orangtuanya.. (Dari berbagai sumber; Jakarta, 10 Oktober 2014 dan diperbaharui pada 17 Juli 2017).