LPDP Kementerian Keuangan RI

LPDP Kementerian Keuangan RI Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mengarahkan segenap usahanya guna mencetak pemimpin masa depan yang tersebar di berbagai bidang. Misi
1.
(1479)

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Motto
Beasiswa S2, S3, & Pendanaan Riset
-
โ˜Ž๏ธ 134 [Dalam Negeri]
๐Ÿ“ž021-23507011 [Luar Negeri]
๐Ÿ—“ Mon-Fri โฐ 08 -16 WIB
__
Selengkapnya
๐Ÿ”ป Pengelolaan dana abadi pendidikan ini bertujuan menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang sebagai pertanggungjawaban antargenerasi. LPDP berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya man

usia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia. Beberapa di antara prioritas yang menjadi fokus LPDP antara lain; teknik, sains, pertanian, hukum, ekonomi, keuangan, kedokteran, agama, serta sosial-budaya. Di samping itu, LPDP juga mendorong akselarasi riset dan inovasi strategis nasional untuk kemjauan Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif

Visi
Menjadi lembaga pengelola dana bertaraf internasional guna menyiapkan SDM Indonesia yang berdaya saing global serta turut mendorong inovasi bagi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan dana abadi pendidikan yang optimal.
2. Mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan.
3. Mendorong riset strategis dan/atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset. Maklumat Pelayanan:
https://lpdp.kemenkeu.go.id/storage/files/shares/Maklumat%20Pelayanan%20LPDP.pdf

21/08/2026

Layar interaktif baru benar-benar bermakna ketika ada guru yang berani menghidupkannya.

Itulah pelajaran yang dibawa pulang Kak Muliana Mursalim, Alumni LPDP Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada, setelah tiga bulan mengabdi di SDN Cileutik, Sumedang melalui Program Alumni Pejuang Digital.

Di sekolah ini, Papan Interaktif Digital sebenarnya telah tersedia. Namun, seperti yang masih ditemui di banyak sekolah, transformasi pembelajaran tidak berhenti pada hadirnya perangkat. Guru juga membutuhkan ruang untuk belajar, mencoba, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam memanfaatkan teknologi di kelas.

Kak Muliana hadir sebagai teman belajar. Bersama para guru, ia memulai semuanya dari langkah-langkah sederhana, menyalakan perangkat, membuka materi, menulis di layar, hingga mencoba berbagai cara agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Perlahan, keraguan berubah menjadi keberanian. Guru-guru yang semula khawatir menekan tombol yang salah kini mulai percaya diri memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dampaknya pun ikut dirasakan oleh para murid. Kelas menjadi lebih hidup, mereka lebih antusias berdiskusi, berani bertanya, dan menikmati pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Tiga bulan mungkin terasa singkat. Namun bagi Kak Muliana, pengabdian ini meninggalkan pelajaran bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Perubahan tumbuh dari kesabaran mendampingi, ketulusan berbagi, dan keberanian untuk terus belajar bersama.

Pada akhirnya, yang ingin dinyalakan tak berhenti pada layar di depan kelas, melainkan semangat para guru untuk terus bertumbuh dan harapan anak-anak Indonesia agar berani belajar, bermimpi, dan membangun masa depan yang lebih baik.

๐Ÿ’Œ Punya pengalaman menggunakan layanan LPDP? Yuk, ceritakan!Hai,  ! ๐Ÿ‘‹ Ada yang menerima pesan dari LPDP melalui e-mail, ...
21/08/2026

๐Ÿ’Œ Punya pengalaman menggunakan layanan LPDP? Yuk, ceritakan!

Hai, ! ๐Ÿ‘‹

Ada yang menerima pesan dari LPDP melalui e-mail, WhatsApp, atau SMS? Jangan dilewatkan, ya! Kamu mungkin termasuk responden Survei Kepuasan Pengguna Layanan (SKPL) LPDP 2026.

Melalui survei ini, kamu dapat menyampaikan apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih perlu diperbaiki, serta saran untuk meningkatkan kualitas layanan LPDP. Jadi, isi sesuai pengalamanmu dan sampaikan apa adanya, ya.

Surveinya hanya membutuhkan waktu sekitar 5โ€“15 menit, dan seluruh respons akan dijaga kerahasiaannya serta hanya digunakan untuk kepentingan riset.

๐Ÿ—“๏ธ Batas pengisian: 6 September 2026

๐Ÿ“ฉ Cek pesanmu sekarang dan jangan sampai kesempatan untuk ikut memperbaiki layanan LPDP terlewat!

Pengalamanmu berarti. Suaramu membantu LPDP menjadi lebih baik. ๐Ÿ’™

๐ŸŽซ Tiket Bantuan LPDP sudah kembali, LPDPrens! Punya pertanyaan, kendala, kritik, saran, atau ingin melaporkan indikasi p...
20/08/2026

๐ŸŽซ Tiket Bantuan LPDP sudah kembali, LPDPrens!

Punya pertanyaan, kendala, kritik, saran, atau ingin melaporkan indikasi pelanggaran penerima manfaat LPDP? Kini kamu bisa kembali menyampaikannya melalui Kanal Komunikasi Tiket Bantuan LPDP. ๐Ÿ’™

Ada satu hal penting, karena Portal Bantuan LPDP kini menggunakan sistem baru, akun pada portal sebelumnya tidak dapat digunakan kembali. Jadi, kamu perlu melakukan registrasi ulang dengan email, aktivasi akun melalui email, lalu login kembali. ๐Ÿ‘€

Yuk, akses dan sampaikan kebutuhanmu melalui:
๐ŸŒ bantuanlpdp.kemenkeu.go.id

Jangan ragu menghubungi kami, LPDPrens. Kami siap mendengarkan dan membantu! โœจ

*Fitur FAQ pada portal masih dalam tahap pengembangan.

Tidak semua dari kita bisa datang ke Flores, tapi kita semua bisa memilih untuk peduli.  Gempa yang mengguncang Flores p...
19/08/2026

Tidak semua dari kita bisa datang ke Flores, tapi kita semua bisa memilih untuk peduli.

Gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, meninggalkan duka bagi banyak basodara kita di Nusa Tenggara Timur. Di tengah kehilangan, mereka membutuhkan lebih dari sekadar doa. Mereka membutuhkan dukungan untuk melewati hari ini dan perlahan menata kembali kehidupan yang terdampak. Maka, dari tempat kita berdiri, mari hadir dengan cara yang kita bisa.

LPDP bersama Mata Garuda NTT mengajak keluarga besar LPDP dan seluruh untuk baku bantu melalui donasi.

Sekecil apa pun yang kita sisihkan, ketika dilakukan bersama, dapat menjadi tangan yang membantu, menjadi kebutuhan yang terpenuhi, dan menjadi pengingat bahwa basodara kita di Flores tidak berjalan sendiri.

๐Ÿ’Œ Salurkan donasi melalui:
Bank BRI
A.n. MATA GARUDA NTT
3488-01-046235-53-7

Untuk donasi dari organisasi/komunitas, silakan konfirmasi kepada:
Nining: +62 813-9249-9846
Nike: +62 852-4248-8257

Mari katong baku bantu. Mari saling jaga.
Untuk Flores, untuk basodara, untuk kemanusiaan yang menyatukan kita. ๐Ÿค

17/08/2026

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah warisan perjuangan. Dan setiap warisan membawa tanggung jawab.

Lalu, sudahkah kemerdekaan benar-benar hidup dalam hati dan laku kita sebagai ahli warisnya?

Ketika ketimpangan masih terasa. Ketika ketidakadilan masih terjadi. Ketika sebagian anak bangsa masih berjuang mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak.

Negeri ini memang belum sepenuhnya sampai pada cita-cita kemerdekaan yang dahulu diperjuangkan. Namun, menyadari kekurangan bangsa bukan alasan untuk berpangku tangan. Apalagi menjadikannya alasan untuk merendahkan negeri sendiri.

Kita boleh kecewa. Kita boleh kritis. Kita boleh menuntut perubahan.

Sebab mencintai Indonesia bukan berarti menutup mata dari kekurangannya. Mencintai Indonesia berarti cukup peduli untuk mengakui lukanya, cukup berani untuk mengkritisinya, dan cukup bertanggung jawab untuk ikut menyembuhkannya.

Terlebih bagi kita yang pernah menerima kesempatan belajar melalui beasiswa yang didanai negara. Di balik pendidikan yang kita terima, ada kontribusi dan kerja keras jutaan rakyat Indonesia. Ada mereka yang mungkin tidak pernah berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, tetapi secara tidak langsung turut menitipkan harapan kepada generasi yang diberi kesempatan untuk belajar lebih jauh.

Maka ilmu tidak seharusnya berhenti sebagai gelar. Keahlian tidak semestinya hanya menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri. Ada negeri yang menunggu kita berbuat sesuatu dengannya.

Obor estafet itu kini telah sampai di tangan kita, generasi yang menikmati kemerdekaan sekaligus mewarisi pekerjaan rumahnya.

Maka gunakanlah pendidikan untuk membuka lebih banyak kesempatan. Gunakan ilmu untuk menjawab persoalan. Gunakan inovasi untuk menghadirkan perubahan. Gunakan keahlian untuk memperbaiki apa yang masih belum baik.

81 tahun Indonesia merdeka. Cita-cita bangsa belum selesai. Dan sebagian dari cita-cita itu kini sedang menunggu kita untuk menyelesaikannya.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dari mereka yang memperjuangkan kemerdekaan, kepada kita yang meneruskan perjuangan.

12/08/2026

Tiga bulan mungkin terasa singkat. Namun, bagi anak-anak di SD GMIH Ruko, Halmahera Utara, tiga bulan bisa menjadi awal lahirnya mimpi-mimpi baru.

Sebagai Alumni LPDP sekaligus bagian dari Program Alumni Pejuang Digital, Ramdani Rachmat hadir tak sekadar untuk mengenalkan teknologi di ruang kelas. Ia menjadi teman belajar bagi para guru dalam memanfaatkan Papan Interaktif Digital, membantu mengembangkan bahan ajar yang lebih menarik, serta menumbuhkan budaya pembelajaran digital yang dapat terus berjalan bahkan setelah program berakhir.

Namun, menurut Ramdani, tantangan terbesarnya justru bukan saat mengajar. Melainkan ketika tiba waktunya berpamitan.

Ada pelukan, air mata, dan harapan yang tertinggal. Sebab selama tiga bulan itu, yang dibangun bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga kedekatan, kepercayaan, dan keyakinan bahwa anak-anak di Halmahera Utara memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi setinggi mungkin.

Bagi Ramdani, kesempatan mengabdi melalui program Alumni Pejuang Digitial ini tak berhenti tentang meninggalkan jejak dirinya, melainkan tentang menyalakan semangat agar semakin banyak anak berani bercita-cita, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, lalu kembali membangun tanah kelahirannya.

Teknologi sekadar alat. Dampak sesungguhnya lahir ketika ilmu, harapan, dan kepedulian bertemu di ruang-ruang kelas yang mungkin jauh dari pusat kota, tetapi begitu dekat dengan masa depan Indonesia.

Ada Alumni Pejuang Digital juga di sini? Yuk ceritakan kisahmu juga di komentar~

Tepat hari ini, 31 tahun lalu, langit Bandung menjadi saksi atas terbangnya pesawat hasil karya anak bangsa kita sendiri...
10/08/2026

Tepat hari ini, 31 tahun lalu, langit Bandung menjadi saksi atas terbangnya pesawat hasil karya anak bangsa kita sendiri. N-250 Gatotkaca yang melangit hari itu kemudian menjadi tonggak lahirnya Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS).

Tiga dekade lebih berlalu, teknologi terus berubah, tantangan semakin kompleks, dan standar inovasi dunia semakin tinggi. Namun, semangatnya tetap sama, yakni menciptakan teknologi melalui kemampuan dan pengetahuan anak bangsa. Hari ini, salah satu fondasinya adalah riset.

Negara-negara dengan ekosistem inovasi yang kuat menempatkan riset sebagai investasi jangka panjang. Indonesia pun terus bergerak. Dalam enam tahun, peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) meningkat 30 posisi, dari 85 pada 2020 menjadi 55 pada 2025. ๐Ÿ“ˆ

Namun, perjalanan kita belum selesai. Di tingkat ASEAN, Indonesia masih berada di peringkat ke-6, di bawah Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Artinya, masih ada ruang besar untuk memperkuat riset dan inovasi agar Indonesia dapat terus mengejar dan melangkah lebih jauh.

Di balik setiap kemajuan itu, ada peneliti yang bekerja, riset yang dikembangkan, dan inovasi yang perlahan menemukan jalannya dari laboratorium menuju kehidupan nyata. LPDP turut mengambil bagian dalam perjalanan itu. Melalui Dana Abadi Penelitian, dukungan bagi riset terus diupayakan secara berkelanjutan, dari pendanaan penelitian, pengembangan inovasi, publikasi dan kekayaan intelektual, hingga apresiasi bagi talenta riset terbaik bangsa.

Dukungan pendanaan riset LPDP diarahkan untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dan menghasilkan inovasi yang dapat diaplikasikan, dikembangkan, hingga dikomersialisasikan. Karena itu, riset yang didukung tidak berhenti pada temuan ilmiah. Ada mitra yang disiapkan untuk membawa hasil riset menuju skala yang lebih besar, mendorong hilirisasi, pemanfaatan, dan komersialisasi agar inovasi benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Kalau kamu diberi kesempatan memilih, teknologi apa yang paling ingin kamu lihat lahir dari Indonesia? ๐Ÿ‘‡

Satu novel bisa menggerakkan jutaan pembaca, satu film bisa menyatukan jutaan penonton, satu festival bisa mempertemukan...
04/08/2026

Satu novel bisa menggerakkan jutaan pembaca, satu film bisa menyatukan jutaan penonton, satu festival bisa mempertemukan seluruh ekosistem kreatif Asia. Industri kreatif bangsa kini menggeliat menjadi sektor strategis yang menggerakkan ekonomi.

Tahukah kamu?

Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman menjadi salah satu novel Indonesia paling fenomenal pada era 2000-an. Hanya dalam tiga tahun, novel tersebut telah mencapai 30 kali cetak dan terjual rata-rata lebih dari 7.000 eksemplar setiap bulan. Ayat-ayat Cinta kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar yang juga menandai era kebangkitan perfilman Indonesia dengan lebih dari 3,6 juta penonton bioskop, menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris di tahun 2008.

Sementara itu, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang turut dibangun oleh Dyna Herlina Suwarto kini telah berkembang menjadi salah satu festival film terbesar di Asia Tenggara. Pada penyelenggaraan 2025, JAFF menghadirkan 227 film dari 43 negara, menarik lebih dari 30.000 penonton, melibatkan lebih dari 100 media, serta puluhan sesi diskusi dan jejaring industri.

Semua karya besar itu berawal dari satu hal yang sama, pengetahuan yang diolah menjadi karya, lalu tumbuh menjadi dampak.

Nah, bagaimana prosesnya?

Temukan jawabannya di Community of Practice in Creative Industry dengan tema:

โœจ Creative Innovation: dari Pengetahuan Menjadi Karya Berdampak

Bersama para alumni LPDP yang telah membuktikan bahwa ilmu dapat hidup melalui karya:

๐ŸŽ™๏ธ Habiburahman El Shirazy
Alumni LPDP PK-115 โ€ข Universitรคt Leipzig
Novelis Indonesia, penulis Ayat-Ayat Cinta

๐ŸŽ™๏ธ Aliurridha
Alumni LPDP PK-84 โ€ข Universitas Negeri Yogyakarta
Dosen dan Penulis

๐ŸŽ™๏ธ Dyna Herlina Suwarto
Alumni LPDP PK-136 โ€ข University of Nottingham
Dosen, Co-Founder JAFF, JAPELIDI, dan KAFEIN

๐ŸŽค Moderator:
Avia Maulidina
Awardee LPDP PK-269 โ€ข Kingโ€™s College London Singhasari Program

๐Ÿ—“ Kamis, 6 Agustus 2026
๐Ÿ•ž 15.30โ€“17.30 WIB
๐Ÿ“ Zoom & YouTube LPDP RI

๐Ÿ”— Daftar sekarang melalui:
s.kemenkeu.go.id/DaftarCoPBIK2026

Jangan sampai ketinggalan yah!

๐Ÿ“ข Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026! Masih mengalami kendala saat melakukan pen...
31/07/2026

๐Ÿ“ข Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026!

Masih mengalami kendala saat melakukan pendaftaran? Tenang, kami siap membantu.
Khusus hari ini, Jumat, 31 Juli 2026, kamu dapat menyampaikan pertanyaan maupun kendala teknis terkait aplikasi dan website pendaftaran melalui:

๐Ÿ“ง [email protected]

Layanan e-mail ini dibuka hingga pukul 23.59 WIB agar kamu tetap mendapatkan bantuan pada hari terakhir pendaftaran.

Jangan menunggu hingga menit-menit terakhir. Pastikan seluruh persyaratan dan dokumen
telah diunggah dengan benar sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.

Semoga lancar, dan sampai bertemu di tahapan seleksi berikutnya! ๐Ÿ€

โฐ H-1 Penutupan Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026!  Sudah menyiapkan semua dokumen pendaftaran? Kalau kamu be...
30/07/2026

โฐ H-1 Penutupan Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026!

Sudah menyiapkan semua dokumen pendaftaran? Kalau kamu berencana mendaftar menggunakan LoA Unconditional, pastikan LoA yang kamu miliki sudah sesuai dengan ketentuan LPDP ya!

Jangan sampai mengira semua LoA otomatis memenuhi syarat. Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan, mulai dari isi LoA, waktu intake perkuliahan, hingga persyaratan khusus bagi pendaftar yang memilih perguruan tinggi atau program studi di luar daftar LPDP.

Kabar baiknya, jika LoA Unconditional-mu memenuhi ketentuan, kamu dapat langsung mengikuti Seleksi Substansi tanpa melalui Seleksi Bakat Skolastik. Namun ingat, keuntungan tersebut tetap harus diiringi dengan ketelitian dalam melengkapi seluruh persyaratan administrasi.

๐Ÿ‘‰ Pahami ketentuannya, lalu pastikan tidak ada dokumen yang terlewat sebelum masa pendaftaran berakhir.

Semoga sukses, Pejuang Beasiswa! ๐Ÿ’™
Sudah sampai mana progres aplikasimu? Share di komentar ya~

Address

Gedung Danadyaksa Cikini Jalan Cikini Raya No. 91 A-D 2 No. RT. 1, RT. 1/RW. 2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330
Jakarta
10710

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LPDP Kementerian Keuangan RI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to LPDP Kementerian Keuangan RI:

Shortcuts

Share