10/10/2024
Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang di antaranya melihat guru SD-nya. Murid itu menyalami gurunya dengan penuh hormat, seraya berkata:
"Masih ingat saya, kan, Pak Guru?"
Gurunya menjawab, "Tidak."
Murid itu bertanya dengan keheranan, "Masa sih, Pak Guru tidak ingat saya? Saya kan... murid yang mencuri jam tangan salah seorang teman di kelas. Ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, Pak Guru menyuruh kami semua berdiri karena akan dilakukan penggeledahan saku murid. Saya berpikir, saya akan dipermalukan di depan teman-teman dan para guru, diberi gelar 'pencuri', dan hidup saya hancur.
Engkau menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata. Engkau menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Engkau mengambil jam tangan itu dari saku saya, lalu melanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir. Setelah selesai, Pak Guru menyuruh kami membuka mata dan kembali duduk.
Saya takut engkau akan mempermalukan saya di depan teman-teman. Namun, engkau hanya menunjukkan jam itu kepada pemiliknya tanpa menyebut siapa yang mencurinya.
Selama saya belajar di sekolah itu, Engkau tidak pernah membicarakan kejadian itu, dan tidak ada seorang pun yang tahu siapa pencurinya. Bagaimana bisa engkau tidak mengingatku, Pak Guru? 😢 Saya adalah muridmu. Ceritaku adalah luka yang tak akan terlupakan. 😢😢 Sejak saat itu, saya sangat mengagumimu. Saya berubah menjadi orang yang baik dan benar, mencontoh semua perbuatanmu."
Guru itu menjawab:
Sungguh, saya tidak mengingatmu, karena saat menggeledah, aku sengaja menutup mata juga, agar aku tidak mengenal siapa yang bersalah. Saya tidak mau kecewa dengan murid-muridku, karena saya sangat mencintai kalian semua.
Hikmah yang bisa diambil: âš Pendidikan membutuhkan akhlak dalam menutup keburukan orang lain. Seperti kisah di atas, lihatlah bagaimana adab seorang guru terhadap muridnya, dan sebaliknya. Karena pada hakikatnya, setiap kita adalah guru dan juga murid.
Tutuplah aib saudaramu, tahan lisanmu, dan jangan menyebarkannya. Aib yang nyata saja diperintahkan untuk ditutup, apalagi yang belum tentu benar. Menutupi aib saudaramu di dunia, maka Allah SWT akan menutupi aibmu di akhirat.
Memaafkan dan bersikap bijak adalah pilihan yang mulia.
Barokallahu fiikum. Fastabiqul khoirot.
Silakan dishare jika bermanfaat..