Siap menyambut Uang Rupiah denominasi Baru??? Gaya Anak Gaul (AnakDigital) nyebut angka uang Rupiah denominasi baru :
Rp1 = Cetun
Rp5 = Gotun
Rp10 = Captun
Rp15 = CapGo Tun
Rp20 = Ji Cap Tun
Rp25 = Ji Go Tun
Rp30 = Sa Cap Tun
Rp35 = Sa Cap Go Tun
Rp40 = Si Cap Tun
Rp45 = Si Cap Go Tun
Rp50 = Go Cap Tun
Rp55 = Go Cap Go Tun
Rp60 = Lak Cap Tun
Rp65 = Lak Cap Go Tun
Rp70 = Cit Cap Tun
Rp75 = Cit Cap Go Tun
Rp80 = Pek Cap Tun
Rp85 = Pek Cap Go Tun
Rp90 = Kwee (baca: kiu) Cap Tun
Rp95 = Kiu Cap Go Tun
Rp100 = Ce Pek Tun
Mau lanjut? -->> kirim "Stars" aja ya bro..
Study Bahasa Indonesia
This page is created for those foreigners Study Bahasa Indonesia. We also doing Books' Translation services from English to Bahasa and ViceVersa.
Portfolio: FB @99 Saat Hening Goenawan
perbedaan cara belajar bhs inggris antara masyarakat indonesia dg masyarakat india adalah: jika masyarakat indonesia belajar bhs inggris via kursus2 & sekolah (singkatnya: via buku), maka masyarakat india belajar langsung via percakapan.
itu bisa dinilai diamati ketika org indonesia chat (via ketikan WA ataupun Messenger) dgn org india, mk akan terlihat apa yg mrk (org india) biasa ucapkn scr lisan akan terbaca error bunyi (fonetiknya) disaat diketikkan.
14/01/2020
Tips Menjawab Pertanyaan Interview Dalam Bahasa Inggris yang Baik Dijamin bikin kamu keterima kerja!
content Bagus copas dari grup sebelah >
DARI TEMAN DI WA GRUP...... TTG BBRP UCAPAN DLM BHS. ARAB spy TDK SALAH PENGGUNAANNYA
Kenapa saya ga pernah mengucapkan Syafakillah?
Di grup kelas sekolah anak, hampir tiap pagi ada yang ijin tidak masuk. Karena sakit seperti demam, batuk pilek, dan sebagainya. Kadang satu anak, dua atau lebih dari tiga.
Lalu dalam beberapa menit Ibu-ibu lain menjawab dengan ucapan "Syafakillah ya si A, si B, si C dan D." Secepatnya juga si Ibu yang minta ijin menjawab, "Jazakillah ya ibu-ibu semua atas doanya."
Kemudian kalo ada yang ijin, ga berangkat karena sedang perjalanan, yang lain bersahutan komen, "Fi amanillah ya."
Di tengah tren ucapan ke arab-araban semacam syafakillah, jazakillah, fi amanillah, qodarullah dll saya memilih tetap memberi ucapan dalam Bahasa Indonesia yang sebisa mungkin sesuai ejaan yang disempurnakan.
Ini bukan karena saya menolak pemakaian istilah asing ke dalam percakapan sehari-hari. Apalagi alergi Arab atau anti Islam. Naudzubillah ya. (nih, kan saya tetap pakai Naudzubillah, karena ini susah ngucapnya kalo pake bahasa Indonesia). Bukan juga sekedar, ga mau latah.
Jadi kenapa?
Belajar berbahasa Indonesia yang benar saja sejujurnya saya masih merasa kesulitan. Bagaimana saya bisa ikut-ikutan memakai bahasa lain?
Saya belajar tata bahasa arab sejak usia 9 tahun di madrasah diniyah. Saya menghafal kitab nahwu paling dasar, "Jurumiyah" dan sharaf "Amtsilatut Tashrifiyah". Di sana, saya mengenal istilah dhomir atau kata ganti untuk menyebut orang. Yang dalam bahasa Indonesia ada " Saya, anda dan dia".
Kata ganti orang dalam bahasa Arab itu cukup rumit untuk yang belum pernah belajar.
Diletakkan di depan kalimat dan di belakang bentuknya beda.
Contoh:
- Buku Saya (Bahasa Indonesia)
- Kitaabii (Bahasa Arab).
Kenapa buku saya bahasa arabnya bukan "kitaab ana"?
Belum lagi ada bentuk mufrod (tunggal), tasniyah (dua) dan jamak (banyak, lebih dari dua). Bahasa arab juga membedakan gender, muanats (perempuan) dan mudzakar (laki-laki).
Contoh:
Jika seseorang perempuan satu, bercerita bahwa dia sakit. Kita ingin mengucapkan "lekas sembuh ya" secara langsung kepadanya, kita bilang "Syafakillah" yang artinya semoga Allah menyembuhkanmu (wahai perempuan satu).
Tapi kalo yang sakit adalah anaknya, sementara yang di grup adalah ibunya, benarkah kalau kita mengucapkan "Syafakillah"? Kan yang kita doakan anaknya, orang ketiga. Maka seharusnya, " Syafahallah". Semoga allah menyembuhkannya, bukan menyembuhkanmu kan?
Nah kalau yang sakit dua orang perempuan, bolehkah kita menyebut, "Syafahallah ya si A dan si B"?
Tentu saja tidak bisa. Harus "Syafahumallah" yang artinya, semoga Allah menyembuhkan keduanya perempuan.
Kalau yang sakit 3 orang anak perempuan, ucapannya beda lagi.
Kalau yang sakit laki-laki, ucapannya pun harus berubah lagi. Ribet kan?
Itu juga berlaku untuk ucapan lain, semisal "Jazakillah ya ibu-ibu semua" seharusnya gimana? Jazakunnallah.
Kump**an ibu-ibu semua pun jadi berubah kalo kemasukan sesebapak satu saja. Jadi Jazakumullah.
Jangan tanggung kalau memang ingin kearab-araban. Belajarlah bahasa arab secara kaffah. Bukan sekedar mengganti saya dengan Ana, kamu dengan Anta dll...
Ini baru urusan dhomir (kata ganti) belum urusan lain...
~(RMH).
kafir / kafara [arabian] > cover [english] > menutup (hati) [bahasa Indonesia] = kafir artinya menutup hati (covering your heart {from the truth}). Contoh kalimat > Anda menutup meja dengan taplak meja (agar permukaan meja yg belang-belang tidak terlihat) > You covering the table with the clothe (to let the bad color of the table surface unseen).
Terimakasih kepada semua yang telah "Like" page ini, jika Anda merasa page ini bermanfaat silakan share kepada teman2 Anda yang kira-kira membutuhkan info page ini, terutama teman2 Anda di mancanegara. Tks.
Study Bahasa Indonesia This page is created for those foreigners Study Bahasa Indonesia. We also doing Books' Translation services from English to Bahasa and ViceVersa. Portfolio: FB @99 Saat Hening Goenawan
Pidato | Public Speech
Audiensi, atau pidato atau sambutan termasuk salah satu sarana komunikasi efektif dalam menunjang kelancaran suatu kegiatan. Setidaknya ada empat tujuan dari sebuah pidato, yaitu (a) menyampaikan informasi, (b) menghibur pendengar, (c) meyakinkan sesuatu, dan (d) mempengaruhi pendengar.
Agar penyajian pidato sesuai dengan apa yang diharapkan, orang yang melakukan pidato hendaklah (a) memiliki sikap positif dan memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia, (b) memiliki pengetahuan mengenai teknik penyusunan pidato, dan (c) menguasai topik pembicaraan dan prinsip dasar retorika.
Ada empat jenis metode berpidato, yaitu (a) pidato dadakan (impromptu): tidak direncanakan, untuk keperluan atau kebutuhan sesaat; (b) pidato hafalan, kebalikan dari pidato dadakan, teks pidato dipersiapkan sebelumnya, kemudian dihafal kata demi kata; (c) pidato berdasarkan naskah, dipersiapkan, biasanya digunakan pada pertemuan resmi atau media elektronik dan media cetak; (d) pidato tanpa naskah (ekstemporan): direncanakan, sebelumnya dipersiapkan kerangka pidatonya.
Pada umumnya dalam menyajikan pidato, ada tujuh langkah yang perlu diperhatikan oleh orang yang berpidato: (a) menentukan tujuan berpidato, (b) menjajaki situasi dan latar belakang calon pendengar, (c) memilih topik (jika diperlukan), (d) mengumpulkan bahan, (e) menyusun dan mengembangkan kerangka pidato, dan (f) melatih diri (oral).
Keberhasilan sebuah pidato banyak bergantung pada penguasaan orang yang berpidato terhadap tempo, dinamik, dan warna suara. Tempo adalah cepat lambatnya pengucapan, tidak berbicara terlalu cepat ataupun sebaliknya. Dinamik berkaitan dengan keras lembutnya suara. Artinya, suara tidak datar dan perlu diupayakan ada penekanan terhadap suatu kata atau kalimat tertentu yang dibutuhkan. Warna suara adalah kaitan antara kata yang diucapkan dengan suasana mood yang ingin digambarkan, misalnya gembira, sendu, sedih, atau khidmat, sesuai dengan tujuan dari maksud yang ingin digambarkan.
Selain kalimat yang digunakan sesuai dengan kaidah yang berlaku, vokal dan konsonan untuk setiap kata hendaklah diucapkan secara tepat dadn wajar serta dapat didengar dengan jelas oleh khalayak pendengar. Dalam hal ini, perlu dihindari agar kata tidak sampai terlesap (hilang), ditambah, atau diubah satu huruf(vokal atau konsonan) pun.
Contoh:
Silakan (bukan silahkan) Jangan dibaca [silaken]
positif Jangan dibaca [positip]
generasi Jangan dibaca [henerasi]
ekspor Jangan dibaca [espor]
instansi Jangan dibaca [intansi]
frustrasi Jangan dibaca [frustasi]
agensi Jangan dibaca [ahensi]
negosiasi Jangan dibaca [negoisasi]
jenazah Jangan dibaca [jenajah]
Indonesia Jangan dibaca [endonesia]
------------------------------------------------------
Public Speech
Audiencies or public speech or opening speech was one of effective communication effort to be an event complement or supporting activity. At least, there are four objectives of a public speech, i.e. (a) As an information delivery, (b) Audience entertaining, (c) To convince the audience for a definitive communication goal, and (d) To influence the audience for a definitive communication goal.
To make it proper to the speaker's expectation, he/ she should (a) perform a positive attitude while giving speech and capable of speaking Bahasa Indonesia, (b) having proper knowledge on technical skill of speech compositioning, and (c) mastering on the topics and retoric basic principles.
There are four methods on speech, i.e.: (a) instant speech (impromptu): not on the plan speech, for instant request; (b) memorized speech, contrary to instant speech (impromptu), the texts were well prepared, then memorized words by words; (c) reading speech based on well prepared notes, commonly use for official speech or media release; (d) noteless speech (extemporant): but had been well prepared before on the compositions and structures of the speech.
There are seven steps on speech preparation: (a) the purpose of the speech, (b) understanding the audience background, (c) choose the topic of the speech [if necessary], (d) prepare the reference resources, (e) developing the speech composition and structures, and (f) examining your oral speech.
The success of the speech should be depend on your mastering on tempo, dynamic, and timbre of the speech. Tempo is all about your voice increasement and decreasement. Dynamics is the loud and soft of the voices, so you can put some tonal stressing on your utterance whenever necessary. The timbre in speech is a co-relation between tonal sounds and mood of sentences, i.e.: happy, moody, sad, or serious mood, they all should be harmonized between the content of your speech and your sounds of timbre.
Other than sentences should be correct in grammatical structure, your sounds of vocals and consonants of every words should be spoken out clearly to the audience, dont let your words sounds got distorted.
Examples:
Silakan (NOT silahkan) Do NOT pronounced as [silaken]
positif Do NOT pronounced as [positip]
generasi Do NOT pronounced as [henerasi]
ekspor Do NOT pronounced as [espor]
instansi Do NOT pronounced as [intansi]
frustrasi Do NOT pronounced as [frustasi]
agensi Do NOT pronounced as [ahensi]
negosiasi Do NOT pronounced as [negoisasi]
jenazah Do NOT pronounced as [jenajah]
Indonesia Do NOT pronounced as [endonesia]
Bahasa Prokem | Preman (Naughty streetboys)'s slang Language
Bahasa Prokem adalah bahasa sandi, yang dipakai dan digemari oleh kalangan remaja tertentu. Bahasa ini konon berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem itu digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Bahasa prokem itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya. Hal itu merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal.
Kosakata bahasa prokem di Indonesia diambil dari kosakata bahasa yang hidup di lingkungan kelompok remaja tertentu di kota metropolitan Jakarta. Pembentukan kata dan maknanya sangat beragam dan bergantung pada kreativitas pemakainya. Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa prokem, mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat yang lain.
Kehadiran bahasa prokem itu dapat dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa hidupnya terbatas sesuai dengan perkembangan usia remaja. Selain itu, pemakaiannya pun terbatas p**a di kalangan remaja kelompok usia tertentu dan bersifat tidak resmi. Jika berada di luar lingkungan kelompoknya, bahasa yang digunakannya beralih ke bahasa lain yang berlaku sehari-hari di lingkungan masyarakat tempat mereka berada. Jadi, kehadirannya di dalam pertumbuhan bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah tidak perlu dirisaukan karena bahasa itu masing-masing akan tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan fungsi dan keperluannya masing-masing.
Berikut ini beberapa contoh kata bahasa prokem:
bahasa prokem | kata asal | maksud arti
-bokap | -bapak | -ayah
-nyokap | -enyak (betawi) | -ibu
-cuek | -acuh | -tak perhatian/peduli
-do'i | -dia | -dia (laki/perempuan)
-doku | -duit (betawi) | -uang
-hebring | -hebat | -luar biasa
-nglinting | -memilin g***a | -menghisap g***a
-gele' | -g***a | -narkoba
-gokil | -gila | -gila/ sinting
-----------------------------------------------------------------------------
Bahasa Prokem is a secret lingual, which is use and faved by Indonesian urban teens. This lingual were created by streetboys. The prokem lingual is a communication tool for those young urban guys within their gang and community. Communication tool were needed by those young urban guys to communicate those secrecy stuffs between themselves to let the outsiders remain uninformed and blind of what is they talking about. This prokem lingual were developed and grow following the urban community socio culture, as is common happen on any happening lingual culture anywhere in the world.
The prokem language glossary were taken from happening daily chit chat glossary within urban culture of Jakarta teens. The words semantics and meaning were varied and depending on the users of those urban teens creativity. The prokem language is sort of togetherness sharing expressions of those urban guys. Other than, using this prokem language, those guys wish to show off they are members of community that is different from others those of old days society.
The prokem language arose and existence were acceptable following the growing culture of dynamic of Jakarta urban teens. This prokem language life cycle periode of usage were short in everybody's life of Indonesian young generation. Besides, the usage is limited within teens colleagues in an informal conversation. And if they went out of their circle colleagues, they use their local ethnic language. So, this prokem language existence among lingual development of Indonesian language and local ethnic languages were never worried about to interferes each others because those languages will developed and grows their own according their functions.
Following some examples of prokem words:
Prokem words | arise of (semantic) | the meaning
-bokap | -bapak | -father
-nyokap | -enyak (batavia) | -mother
-cuek | -acuh | -ignorance
-do'i | -dia | -he/ she
-doku | -duit (batavia) | -money
-hebring | -hebat | -extra ordinary
-nglinting | -nggulung (g***a) | -drug serving
-gele' | -g***a | -drugs/ morphine
-gokil | -gila | -crazy/ insane
[Totodigi]
Ketentuan tentang Penulisan Nama Kota | City Name writing rules
Nama kota/ wilayah di Indonesia, ada yang ditulis dalam dua bentuk: ada yang dipisah dan ada p**a yang dirangkai.
Untuk keseragaman penulisan nama kota tersebut, Pusat Bahasa (Sub Divisi Pusat Kajian Bahasa Depdiknas) bekerjasama dengan Bakosurtanal, telah menetapkan pembakuannya.
Pada prinsipnya nama kota ditulis dalam satu kata atau serangkai, kecuali (1) yang terdiri atas tiga untai kata atau lebih dan (2) yang berupa arah mata angin. Dengan demikian, nama kota yang hanya terdiri atas dua untai kata ditulis serangkai.
Contoh:
Karangasem, Rejanglebong, Tebingtinggi, Bandaaceh, Acehbesar, Kulonprogo, Fakfak, Jayapura, Manokwari, Kotabaru, Batanghari, Indramayu, Majalengka, Sukabumi, Tasikmalaya, Nusakambangan, Bojonegoro, Situbondo, Tulungagung, Kualatungkal, Tanahlaut, Bandarlampung, Parepare, Sangihetalaud, Ujungpandang, Pangkalpinang, Bukittinggi, Padangpariaman, Pangkalpinang, Sawahlunto, Musibanyuasin, Muaraenim, Pematangsiantar, Deliserdang, Labuhanbatu, dst.
Sementara nama kota yang terdiri atas tiga untai kata atau lebih, tetap ditulis terpisah.
Contoh: Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, dst.
Sedangkan nama kota yang menggunakan kata yang menjelaskan arah mata angin, tetap ditulis terpisah meskipun nama kota tersebut hanya terdiri dari dua untai kata.
Contoh: Jakarta Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dst.
Nama kota yang masih ditulis dalam bunyi bahasa daerah tetap ditulis sesuai dengan nama aslinya, tidak diindonesiakan atas pertimbangan tertentu, seperti pertimbangan sejarah, asal-usul daerah, atau budaya khas daerah setempat.
Contoh: Banyuasin (bukan Airasin), Kalianyar (bukan Sungaibaru), Tanahabang (bukan Tanahmerah).
-----------------------------------------
City Name writing rules in Indonesian Language
City/ region names in Indonesia, commonly wrote in two ways: firstly, it wrotes in one unity and, secondly, it wrotes separatedly. To be convention, Indonesian Language Center in collaboration with National Coordination of Survey Department had launched the standardization on this matter.
Basically, city name wrote down in one unity phrase (word), except (1) those phrase that has three or more words and (2) those words conotes direction. Thus, city name which only has two words should be wrote in an unity word.
Example:
Karangasem, Rejanglebong, Tebingtinggi, Bandaaceh, Acehbesar, Kulonprogo, Fakfak, Jayapura, Manokwari, Kotabaru, Batanghari, Indramayu, Majalengka, Sukabumi, Tasikmalaya, Nusakambangan, Bojonegoro, Situbondo, Tulungagung, Kualatungkal, Tanahlaut, Bandarlampung, Parepare, Sangihetalaud, Ujungpandang, Pangkalpinang, Bukittinggi, Padangpariaman, Pangkalpinang, Sawahlunto, Musibanyuasin, Muaraenim, Pematangsiantar, Deliserdang, Labuhanbatu, etc.
Meanwhile city name contains three or more words, remain wrote separatedly.
Example: Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, etc.
In the meantime, city name which is derived of words that explain geographical directions, remain wrote separatedly, even though the city name has two words.
Example: Jakarta Barat (West Jakarta), Sumatera Utara (North Sumatera), Kalimantan Timur (East Kalimantan), Jawa Barat (West Java), etc.
Finally, city name which is wrote in their local language, would remain wrote accordingly to their original words, and should not translate into Indonesian national language because of certain reasons, such as historical reason, local historical value, or local cultural unique reason.
Example: Banyuasin (Not Airasin [Salty Water]), Kalianyar (Not Sungaibaru [New River]), Tanahabang (Not Tanahmerah [Red Land]).
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jakarta
12820