30/05/2026
Pada Pertemuan 3 Modul 3, peserta akan mengikuti Lokakarya Waktu untuk Berkawan.
Kelas ini akan dipandu oleh Kartika Solapung dan menghadirkan refleksi dari pelaksanaan Waktu untuk Berkawan 2024 di tiga wilayah: UK/EU bersama Christine Toelle, Indonesia Timur bersama Kartika Solapung, dan Indonesia Barat bersama Astrid Reza.
Melalui sesi ini, peserta diajak mengenal Waktu untuk Berkawan sebagai inisiatif pertemuan yang membuka lebih banyak kemungkinan perkawanan dalam jaringan Sekolah Pemikiran Perempuan dan Etalase.
Peserta juga akan membayangkan kembali bagaimana pengetahuan dapat beredar di dalam jaringan SPP, baik melalui Kelas SPP, Lab Perspektif, Etalase publik, Mimbar, maupun forum pertukaran pengetahuan lainnya.
22/05/2026
Pada Pertemuan 2 Modul 3, peserta akan mempelajari Etalase Pemikiran Perempuan sebagai ruang belajar, arsip, dan praktik feminis dalam seni dan budaya.
Kelas ini akan dipandu oleh Naomi Srikandi serta menghadirkan Lisabona Rahman dan Christine Toelle dari Tim Kurator Festival Etalase Pemikiran Perempuan sebagai pembicara tamu.
Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bagaimana panggung-panggung Etalase menghadirkan keragaman pengalaman puan, ragam format pemanggungan, penggunaan teknologi, serta pentingnya dokumentasi sebagai repositori pengetahuan feminis yang dapat diakses publik.
Pertemuan ini juga akan menjadi ruang refleksi bersama untuk membaca ulang praktik seni dan budaya sebagai bagian dari kerja feminis: membongkar, merawat, mengarsipkan, dan membagikan pengetahuan dari berbagai pengalaman perempuan.
15/05/2026
Minggu ini kelas Sekolah Pemikiran Perempuan mengawali pertemuan modul 3. Adapun pembahasan pada modul ini menyoal Aktivisme Kultural Feminis. Peserta akan diajak untuk belajar proses kuratorial dan pengorganisasian feminis melalui praktik pengolahan gagasan.
Pada pertemuan pertama kelas akan dipandu oleh kak Astrid Reza. Hadir p**a pembicara tamu dari Magdalene.id bersama kak Purnama Ayu Rizky dan Marsinah.id bersama Dian Septi Trisnanti.
Peserta akan mempelajari pengalaman pengorganisiran feminis melalui kerja media, tulisan, dan produksi pengetahuan perempuan. Baik dari sejarah gerakan perempuan masa reformasi, media cetak awal hingga media feminis hari ini.
15/05/2026
Terima kasih kepada teman-teman serta rekan kerja yang telah berpartisipasi dalam program-program Sekolah Pemikiran Perempuan sepanjang periode ini:
1. Workshop Komite Kerja SPP Feb - Mei 2024
2. Etalase Panggung Menghadap ke Dalam: Waktu untuk Berkawan (UK/EU: 4-6 Okt 2024, Indonesia Timur: 10-12 Okt 2024, Indonesia Barat: 28 Nov - 1 Des 2024) di London, Larantuka dan Yogyakarta
2. Diskusi Klub Cerap: 19 Oktober 2024
Menutup periode 2024–2025, segenap tim Sekolah Pemikiran Perempuan menyampaikan terima kasih kepada Komite Kerja SPP 2024–2025 yang telah mengelola bersama program-program SPP sepanjang periode tersebut. Anggota Komite Kerja bekerja secara kolektif mengolah gagasan kegiatan, memastikan bahwa pengetahuan yang beredar tetap beragam, ruang aman meluas, saling mendukung tugas-tugas komunikasi dan pencatatan, aktif mendengarkan, mengajukan pertanyaan, berbagi referensi serta jaringan, dan mengemukakan kritik dengan penuh empati.
Di unggahan ini, kami memperkenalkan tiap anggota komite. Profil lengkap Komite Kerja SPP 2024–2025 dapat dibaca di website (link di bio).
Terima kasih atas waktu, energi, dan kontribusinya.
Salam harapan!
14/05/2026
Kelas “Perlawanan Bunyi ” bersama Nyak Ina Raseuki (Ubiet) membahas suara dan nyanyian perempuan di Nusantara sebagai ruang ekspresi, pengetahuan, ingatan, dan perlawanan. Melalui pembahasan tentang tubuh, afeksi, ritual, ornamentasi vokal, dekolonisasi telinga, serta contoh dari Tanya Tagaq dan Nai Barghouti, kelas ini mengajak peserta memahami bahwa suara bukan sekadar bunyi musikal, melainkan cara perempuan menyampaikan subjektivitas, merawat memori kultural, dan menantang batas-batas yang dibentuk oleh patriarki, kolonialitas, dan industri musik.
13/05/2026
Sekolah Pemikiran Perempuan berdiri bersama korban, penyintas, keluarga korban, dan komunitas yang selama puluhan tahun menjaga ingatan atas tragedi Mei 1998.
Kami menolak lupa.
Kami menolak penyangkalan.
Kami menolak impunitas.
Kami menuntut keadilan bersama korban dan komunitasnya.
10/05/2026
Pertemuan ini mengajarkan praktik kritik yang penuh kasih. Kita penting untuk belajar merespons karya untuk mengenali, mendukung, dan merayakan karya kawan sambil berhati-hati atas kemungkinan praktik yang menginvalidasi atau memarjinalkan pengalaman yang berbeda.
02/05/2026
Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari mengenal kembali sosok R.A. Sutartinah atau Nyi Hajar Dewantara, salah satu tokoh penting dalam sejarah pendidikan dan gerakan perempuan di Indonesia.
SebutNamaPuan
01/05/2026
Kalau bunyi bisa melawan, seperti apa bentuknya?
Pertemuan ini mengajak peserta untuk menjelajahi perlawanan bunyi dalam tradisi nyanyian Nusantara.
Sampai berjumpa di kelas.
sebutnamapuan
01/05/2026
Mari membaca hari buruh dari pengalaman pekerja perempuan, termasuk mereka yang bekerja dalam kerja perawatan, kerja domestik, kerja migran, kerja informal, dan kerja-kerja lain yang selama ini kerap tidak terlihat.
Dalam tulisan “Hari Buruh 2026: Tanpa Feminisme, Gerakan Buruh Setengah Jalan”, Yuli Riswati membahas mengapa perspektif feminis penting dalam gerakan buruh hari ini.
Baca selengkapnya di website SPP. (tautan di bio)