28/04/2016
.
Tukang Batu Terbiasa Menyusun bata kotak-kotak dengan cara menumpuk ke atas satu-per-satu ke atas. Tanpa memerlukan pemikiran yang rumit.
LALAT DAN CARA BERPIKIR YANG MONOTON
Di awal semester, seorang guru bertanya kepada muridnya. Apakah kalian pernah memperhatikan lalat atau capung yang terperangkap di jendela kaca ? siswa pun menjawab: pernah pak guru, lalat itu berusaha keras untuk keluar, ia terbang kesana kemari disepanjang jendela, sesekali ia menabrakkan kepalanya ke kaca jendela yang keras. Sang gurupun bertanya lagi, apakah ia berhasil ? tidak pak, jawab si murid. Kemudian sang guru bertanya lagi, apakah ia sudah berusaha untuk keluar ? tentu saja pak guru, bahkan ia sudah berusaha dengan sangat keras.
“Anakku”, kata sang guru. Itulah si lalat, ia berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari masalah yang ia hadapi, namun ia tidak mampu melihat permasalahan yang ia hadapi secara utuh, ia berpikir monoton.
Ia berpikir bahwa ia harus menembus kaca yang tebal itu, karena menurutnya satu-satunya jalan keluar dari masalah yang dihadapinya adalah menuju cahaya yang datang dari balik jendela tersebut.
Ia terlalu fokus pada satu jalan keluar, padahal ia telah mencoba jalan itu berulang kali untuk permasalahan yang sama dan terbukti tidak berhasil. Ia tidak pernah belajar dari kesalahan terdahulu, ia tidak pernah mengevaluasi apakah usahanya telah efektif atau tidak, justru malah ia melakukan kesalahan yang sama berulangkali.
Dengan pola pikir seperti itu, hanya keberuntungan yang akan membawa ia keluar dari permasalahan tersebut atau ia akan kehabisan tenaga dan putus asa hingga akhirnya mati dipinggir jendela.
Ingin membeli atau menjadi agen mainan edukatif Thinking Blocks ini,
Add Facebook Debora Setiawan
https://web.facebook.com/profile.php?id=100006623687796
atau
Telp 081-65432-649
WhatsApp 081-65432-649
BB Pin 7566860F