Pendidikan Dasar bagi siswa jenjang TK - SMP yang berlokasi di Tomang Jumlahnya boleh dikata cukup banyak dan berasal dari berbagai denominasi gereja. Priatna. H.
Tomang, sebuah daerah baru, di mana pada tahun 1964 telah bermukim beberapa keluarga Kristen. Pada umumnya untuk pergi ke gerejanya masing-masing setiap minggu mereka terbentur dengan masalah transportasi dan juga terbentur dengan keadaan jalan yang selalu becek di musim hujan. Sebagai seorang Kristen yang bertanggungjawab kepada Tuhan dan sesama, serta dirasakan p**a adanya kerinduan kepada Tuhan
, tumbuhlah gagasan untuk mempersatukan umat Kristen dari seluruh jemaat dari berbagai gereja Kristen dengan tidak memonopoli atau melarang akan keharusan untuk pergi ke masing-masing gereja Tuhan dengan mengadakan kebaktian dua minggu sekali. Pada permulaan Oktober 1966, berkumpullah beberapa saudara seiman untuk memprakarsai terbentuknya suatu persekutuan bersama di Tomang, yang disebut Persekutuan Oikoumene. Tahun berganti tahun, dan jumlah keluarga Kristen yang pindah ke Tomang semakin banyak. Demikian juga dengan kebutuhan akan sebuah sekolah Kristen. Karena untuk menyekolahkan anak-anak mereka, haruslah ditempuh jarak yang cukup jauh, serta memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Selengkapnya
Melihat kenyataan ini, maka atas dasar kesadaran dari beberapa umat Kristen di sekitar Tomang ini, mereka merasa terpanggil untuk melayani kebutuhan masyarakat di sekitarnya, khususnya dalam bidang pendidikan. Terlebih lagi setelah terbentuknya Persekutuan Umat Kristen Oikoumene (PUKO) di Tomang ini, sehingga kemudian mendapat dorongan untuk segera melaksanakan gagasan tersebut, dengan membentuk panitia perintis pada awal tahun 1971 untuk mendirikan Sekolah Taman Kanak-kanak Kristen PUKO. Dengan memanjatkan puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan, atas berkat yang telah dilimpahkanNya maka pada tanggal 6 Januari 1971 Sekolah TK Kristen PUKO Tomang diresmikan. Sekolah baru dibuka pada tanggal 9 Januari 1971, dengan "meminjam" tempat di rumah keluarga Drs. Irzan Tanjung di Jln. Sumber Cipta I (sekarang Gelong Baru Timur) dengan jumlah murid 8 anak. Tenaga pengajar sementara waktu itu adalah Ibu Brenda Tumiwa dengan pimpinan tehnis sekolah Ibu G.M. Tanggal 11 Januari 1971 sekolah mendapatkan seorang guru tetap yaitu Ibu Wuri Sumini, menggantikan Ibu Brenda Tumiwa, Ibu Wuri Sumini berasal dari Sekolah Baptis. Perkembangan sekolah selanjutnya dapat dikatakan agak lancar, walaupun sebenarnya dirasakan terdapat beberapa kekurangan. Hal ini dapat kita sadari, mengingat segala sesuatunya masih merupakan tahap persiapan, termasuk untuk mendapatkan izin, sekolah harus bernaung di bawah sebuah yayasan yang berbadan hukum. Pada tanggal 20 September 1971, berhasil disusun dan dibentuk suatu Badan Pengurus yayasan yang pertama untuk disahkan di depan Notaris. Setelah lima bulan berjalan, kemudian sekolah dipindahkan ke rumah Bpk. Eddy Tjan di Jln. Sumber Binamasa III No. 5 (sekarang Gelong Baru Barat). Di tempat ini jumlah murid bertambah menjadi 23 anak. Bersamaan dengan itu dimulailah pemisahan kelas TK B dan TK C. Walaupun pada waktu itu perkembangan jumlah murid terus bertambah, namun tetap dikatakan sedikit. Karena itu sekolah tetap dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah pendapatan dibanding jumlah pengeluaran amatlah tidak seimbang. Untuk mengatasi masalah tersebut, terpaksa pengurus mengambil keputusan untuk mencari donatur tetap yang jumlahnya kurang-lebih 10 orang. Donatur-donatur tetap ini terdiri dari Badan Pengurus Sekolah sendiri, ditambah beberapa orangtua murid yang menghayati dan mengerti masalah yang dihadapi terlebih lagi adalah tekad bersama bahwa sekolah ini harus tetap berjalan. Setelah berjalan sekitar satu tahun sekolah mulai dapat berdiri sendiri, maka kemudian sumbangan-sumbangan tersebut dihentikan. Tidak lama kemudian timbul masalah baru karena rumah di Jln. Sumber Binamasa akan dijual oleh pemiliknya. Untuk mengatasi masalah ini Pengurus kemudian berusaha mulai mendirikan bangunan sekolah baru di Jln. Siaga Raya No. 46 (sekarang Mandala Selatan). Karena tidak ada pilihan lain maka untuk sementara murid-murid terpaksa menempati bangunan yang sedang dibangun, dengan timbunan sampah di jalan-jalan yang harus dilalui oleh para murid. Sedangkan pada musim hujan anak-anak harus meniti tepian jalan untuk menghindari becek dan genangan air. Meskipun tempat ini masih jauh dari memenuhi persyaratan sebagai gedung sekolah, namun atas berkat dan rahmat Tuhan sekolah ini kian hari kian berkembang dan bertambah maju. Sumbangan bahan bangunan, puing dan uang terus mengalir sehingga bangunan sementara yang belum selesai tersebut dapat diselesaikan oleh Bpk. David Soenardi yang pada waktu itu dipercaya oleh Pengurus Yayasan untuk menangani pembangunannya. Mulai tahun ajaran 1972 dibukalah Sekolah Dasar Kristen PUKO yang dimulai dengan kelas satu sebagai tempat penyaluran dari murid-murid TK dengan jumlah murid yang pertama sebanyak 20 anak. Ibu Wuri kemudian dimutasikan sebagai guru SD, dan seorang tenaga pengajar baru diangkat sebagai guru TK yaitu Ibu Yunimar Nazar. Pada tahun kedua setelah SD berdiri, mulailah sekolah mendapat banyak perhatian dari masyarakat kristen khususnya dan golongan lain pada umumnya. Tiap tahun ajaran baru perkembangan sekolah bertambah satu kelas baru. Dengan demikian berarti terjadi penambahan tenaga pengajar. Pada tahun ajaran 1973, pengurus menambah 2 tenaga pengajar yaitu Ibu S. Pranata yang ditugaskan mengajar kelas II, dan Ibu Soepeni diperbantukan sebagai tenaga pengajar TK. Pada tahun ajaran ketiga pengurus mengangkat Bpk. Ir. Khumara sebagai pelaksana untuk memperbaiki dan memperluas bangunan sekolah yang sudah ada. Dan sesuai dengan daftar statistik jumlah murid maka pengurus mengambil kebijakan untuk memisahkan bangunan sekolah TK dengan bangunan sekolah SD. Untuk gedung TK dibangun di Jln. Siaga VIII (sekarang Mandala Selatan), dan pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Bpk. A. Fred Tumiwa. Sebuah kejadian yang cukup menyakitkan pada tahun 1973 adalah ketika Yayasan membeli sebuah tanah garapan di Jln. Siaga IX dan mengelola tanah tersebut sampai tanah itu menjadi layak dibangun, tetapi ternyata kemudian tanah tersebut digunakan oleh pemerintah untuk bangunan SD Negeri dan mereka sama sekali tidak memberikan ganti rugi apapun. Dana yang sempat dikeluarkan adalah Rp. 13 juta, sebuah nilai yang sangat besar untuk ukuran tahun 1973. Memasuki tahun ajaran 1975 diadakan pemisahan antara pimpinan TK dan SD. Maka untuk itu diangkatlah Ibu S. Pranata sebagai pimpinan SD, sedangkan Ibu G.M. Priatna tetap sebagai pimpinan TK. Waktu terus berjalan, perkembangan sekolah makin meningkat, dan tahun ajaran baru 1977 SD telah mencapai kelas VI, dan anak-anak kelas VI tersebut akan mengakhiri pelajarannya dengan menempuh EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir). Mengingat sekolah ini masih baru dan belum dipercaya untuk mengadakan EBTA sendiri, maka pengurus mengambil kebijakan untuk menggabungkan pelaksanaan EBTA kelas VI tersebut dengan SD Baptis Elim Susilo, yang waktu itu dipimpin oleh Ibu Lina S. Kerjasama ini berlangsung dengan sukses dan selama dua tahun berturut-turut SD Kristen PUKO berhasil meluluskan 100% muridnya. Pada tahun ajaran 1978 Ibu Soepeni diangkat menjadi pimpinan TK, dan pada tahun itu juga diresmikanlah kelas pertama dari SMP kristen PUKO. Pada tahun tersebut terjadi p**a perpanjangan masa sekolah selama 6 bulan untuk merubah pergantian tahun ajaran baru dari bulan Januari menjadi bulan Juli sesuai dengan instruksi Departemen P & K. Memasuki awal tahun 1979, gedung di Jln. Siaga Raya No. 46 dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan jumlah murid, maka perlu diadakan rehabilitasi gedung. Untuk kebutuhan tersebut dibentuklah panitia pembangunan gedung sekolah yang diketuai Bpk. F.H. Dharmawidjaja dengan anggota Ibu Binti, Bpk. Fred Tumiwa dan Bpk. Alfons Subianto. Sedang pelaksana pembangunan gedung tersebut adalah Bpk. Tabrani F. Walaupun keuangan masih sangat minim bagi pembangunan gedung tersebut, namun tekad bulat telah diambil oleh pengurus. Semula direncanakan hanya membangun gedung di Jln. Siaga Raya No. 46 saja, tetapi melihat kenyataan bahwa gedung TK di Jln. Siaga VIII sudah banyak yang rusak dan juga bangunan yang lebih rendah dari jalan akibat peninggian jalan sehingga sering dilanda banjir, pengurus menganggap perlu untuk melanjutkan pembangunan total gedung TK sekaligus menjadikannya gedung bertingkat dua untuk dapat menampung 8 ruangan kelas. Untuk menambah biaya pembangunan tersebut, pengurus membuat surat pinjaman (obligasi) kepada para orang tua murid. Ternyata banyak orang tua murid bersedia membantu hingga kedua bangunan tersebut dapat diselesaikan. Pencarian dana untuk pembangunan juga diadakan berupa pemutaran film, penyelenggaraan Sinterklaas setiap menjelang akhir tahun. Perlu dicatat bahwa terdapat sebuah pinjaman senilai Rp. 2 juta telah disumbangkan kembali oleh pemberi pinjamannya. Selama gedung sekolah dibangun, maka pengurus mendapatkan pinjaman gedung sekolah SDN 013 Tomang Rawa Kepa untuk dijadikan tempat belajar mengajar yang pada saat itu harus tetap berlangsung. Tahun ajaran baru 1979/1980 dimulai pada bulan Juli dan sebagian besar murid TK dan SD sampai kelas III, sudah dapat menempati gedung baru di Jln. Siaga Raya No. 46, sedangkan sore hari dapat digunakan untuk murid-murid SMP. Sementara menunggu penyelesaian gedung TK, maka sebagian murid SD kelas IV-VI masih menumpang di SDN 013 Rawa Kepa. Setelah pembangunan gedung TK selesai maka murid-murid TK yang menempati gedung di Jln. Siaga Raya No. 46 dipindahkan ke gedung TK yang baru. Sedangkan murid-murid SD yang menumpang di SD Negeri kemudian dipindahkan ke gedung di Jln. Siaga Raya No. 46, kecuali murid-murid kelas VI yang untuk sementara waktu menempati gedung TK di Jln. Siaga VIII. Atas pimpinan dan karena kasih karunia Tuhanlah maka dalam waktu singkat sekolah ini dapat memiliki 2 buah gedung yaitu TK dan SD. Tetapi itu bukan berarti bahwa segala masalah dan persoalan berhenti sampai di sini, melainkan masih banyak problema yang harus dihadapi. Banyak masalah yang telah terjadi, banyak s**a dan duka telah dialami, namun tujuannya hanya satu: Memuliakan Kebesaran Nama Tuhan, memperkenalkan kasih Tuhan kepada anak-anak melalui bidang pendidikan. Patut p**a kita berterimakasih kepada komisi-komisi lainnya di lingkungan POUK Tomang yang telah banyak p**a membantu dan ikut berpartisipasi membuat iklim Persekutuan dan Komisi Pendidikan semakin berbobot dalam iman, pengharapan dan kasih. Akhir tahun ajaran 1979/1980 ditandai dengan peristiwa yang sangat penting yaitu diberinya kepercayaan oleh Departemen P & K kepada sekolah, khususnya SD untuk menyelenggarakan EBTA sendiri. Dan pada saat itu juga dicapai tingkat kelulusan 100%. Hai ini adalah berkat adanya kerjasama yang baik antara pimpinan sekolah dengan guru-guru dan karyawan, serta dengan pengurus Yayasan maupun dengan Kepala Kantor Departemen P & K. Memasuki tahun ajaran 1980/1981, Yayasan kemudian berhasil membeli sebidang tanah di belakang gedung TK di Jln. Siaga X. Mulai tahun ajaran 1984/1985 nama Sekolah PUKO diganti nama menjadi Sekolah SAMARIA. Dan nama PUKO kemudian berubah menjadi POUK (Persekutuan Oikoumene Umat Kristen). Tuhan memberkati, melalui penjualan obligasi dan bantuan dari negeri Belanda (Unie School) melalui MPPK (Majelis Pusat Pendidikan Kristen) sejumlah Rp. 35 juta, Yayasan Pendidikan POUK Tomang akhirnya dapat membangun gedung sekolah TK dan gedung sekolah SMP yang letaknya bersebelahan yaitu di jalan Rawa Kepa VII No. 748 dan No. 749. Dengan dibangunnya gedung tersebut, maka masing-masing TK, SD dan SMP Kristen Samaria sudah memiliki gedung sendiri, sehingga gedung POUK Tomang di Jln. Siaga Raya No. 46 dapat digunakan khusus untuk kebaktian. Sebuah catatan kecil juga perlu ditambahkan, yaitu bahwa sekolah TK juga telah dilengkapi dengan kelas-kelas Twinkle dan Kelompok Bermain.
30/04/2026
Mari melayani siswa dengan hati.
05/04/2026
Haleluya.. KebangkitanNya memberi kita kehidupan yang penuh harapan. Selamat merayakan Paskah.
03/04/2026
Bersyukur atas pengorbanan Kristus untuk penebusan dosa kita semua. Selamat merenungkan Karya Terbesar dalam hidup kita.
06/02/2026
Ketika nama sekolah menjadi Sekolah Samaria dan memiliki lagu mars Samaria.
06/02/2026
Dekade empat yang penuh semangat
04/02/2026
Mari berkumpul para alumni dsn gutu-guru yang mengajar di masanya.
04/02/2026
Dekade ketiga yang penuh warna
03/02/2026
Dekade kedua diwarnai dengan prestasi Sekolah Samaria di TVRI.
30/01/2026
Bersiap untuk acara istimewa bagi keluarga Samaria: murid, orang tua murid, guru dan alumni.
Bersiap untuk Sabtu Seru
30/01/2026
Bersyukur kepada Tuhan atas prestasi yang dicapai oleh siswa Samaria pada dekade ke -2. Semakin banyak yang kenal SD PUKO Tomang yang sekarang dikenal sebagai Sekolah Samaria.