26/02/2016
Dhammasena STP Trisakti
" Let's Join Us In Middle Way "
Kebaktian rutin setiap hari Jumat pukul 12.00 - 13.30 di ruang 411A Kampus Pesona STP Trisakti
26/02/2016
24/02/2016
Masalah di dunia tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja, dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang untuk dapat menyelesaikan.
-Master Shih Cheng Yen-
22/02/2016
Hari suci Magha Puja memperingati empat peristiwa penting, yaitu :
1. Seribu dua ratus lima puluh orang bhikkhu datang berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
2. Mereka semuanya telah mencapai tingkat kesucian arahat.
3. Mereka semuanya memiliki enam abhinna.
4. Mereka semua ditasbihkan oleh Sang Buddha dengan ucapan “Ehi Bhikkhu”.
Peristiwa penting ini dinamakan Caturangga-sannipata, yang berarti pertemuan besar para arahat yang diberkahi dengan empat faktor, yaitu seperti tersebut di atas. Peristiwa penting ini terjadi hanya satu kali dalam kehidupan Sang Buddha Gotama, yaitu pada saat purnama penuh di bulan Magha (Februari), tahun 587 Sebelum Masehi ( sembilan bulan setelah Sang Buddha mencapai Bodhi). Pada waktu itu, seribu dua ratus lima puluh orang bhikkhu datang secara serempak pada waktu yang bersamaan, tanpa adanya undangan dan perjanjian sebelumnya ke tempat kediaman Sang Buddha di vihara Veluvana (Veluvanarama, yang berarti hutan pohon bambu) di kota Rajagaha. Mereka datang dengan tujuan untuk memberi hormat kepada Sang Buddha sekembalinya mereka dari tugas menyebarkan Dhamma dan melaporkan hasil penyebaran Dhamma yang telah mereka lakukan tersebut.
Pada kesempatan agung itu, Sang Buddha menerangkan prinsip-prinsip ajaran yang disebut Ovada Patimokkha. Isi dari Ovada Patimokkha itu sama dengan syair yang tercantum dalam kitab suci Dhammapada bab XIV ayat 183, 184, dan 185 yaitu sebagai berikut :
Janganlah berbuat kejahatan,
Perbanyaklah perbuatan baik,
Sucikan hati dan pikiran,
Inilah ajaran para Buddha.
Kesabaran adalah praktik bertapa yang paling tinggi.
“ Nibbana adalah yang tertinggi,” begitulah sabda para Buddha.
Dia yang masih menyakiti orang lain,
Sesungguhnya bukanlah seorang pertapa (samana).
Tidak menghina, tidak menyakiti,
Mengendalikan diri sesuai dengan peraturan,
Makanlah secukupnya,
Hidup di tempat yang sunyi,
Dan giat mengembangkan batin nan luhur,
Inilah ajaran para Buddha.
Pada peristiwa Suci Magha Puja itu, Sang Buddha juga memberitahukan pengangkatan Arahat Sariputta dan Arahat Moggallana sebagai siswa Utama Beliau (Aggasavaka) dalam Sangha Bhikkhu.
Sumber : http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/makna-hari-hari-suci-agama-buddha/
22/02/2016
Ucapannya benar, ucapannya penuh arti, berguna, dan lemah lembut. Dengan ucapannya ia tidak menyerang orang lain. Ia juga tidak menghasut orang lain dengan ucapannya. Orang seperti itu Aku sebut sebagai brahmana sejati.
(Dhammapada XXVI, 408)
21/02/2016
Pada siapa yang selalu menghormat kepada orang lebih tua, akan bertambah empat hal : panjang umur, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan
Dhammapada 109
20/02/2016
Seseorang yang bangkit dan dapat mengatasi perbuatan baik dan jahat dengan kehidupan suci, selalu merenungkan tentang kebenaran, orang seperti itu layak disebut sebagai seorang bhikkhu.
(Dhammapada XIX, 109)
17/02/2016
Rumput liar merusak kesuburan sawah atau ladang; nafsu merupakan bencana bagi orang biasa; karena itu memberikan persembahan kepada mereka yang terbebas dari nafsu akan memberikan buah yang berlimpah.
(Dhammapada XXIV, 356)
Oleh dirimu sendiri kamu didesak untuk berjuang, oleh dirimu sendiri kamu berusaha untuk mengendalikan diri, selalu sadar dan juga waspada, dengan cara demikian, bhikkhu, kamu akan hidup dalam kebahagiaan.
(Dhammapada XXV, 379)
09/02/2016
Orang-orang memberi sesuai dengan keyakinan dan menurut kesenangan hati mereka. Karena itu barang siapa yang merasa iri atas makanan dan minuman orang lain, ia tidak akan memperoleh kedamaian batin, baik siang ataupun malam.
[Dhammapada XVIII : 249]
08/02/2016
Segenap jajaran badan pengurus harian Dhammasena STP Trisakti mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2567BE/2016
Gong Xi Fa Chai
新年快樂
Semoga di tahun yang baru, rezeki semakin berlimpah, kesehatan terus membaik, dan Dhammasena STP Trisakti bisa menjadi lebih maju lagi. Saddhu3x
06/02/2016
Dari perbedaanlah kita bisa belajar untuk menghargai dan melengkapi persabatan dalam perbedaan.
Bunga berbagai warna dan jenis akan tampak indah di taman daripada hanya satu jenis.
Bukankah perbedaan itu tampak lebih indah?
06/02/2016
Ia telah mengetahui bagaimana mahluk hidup meninggal dunia; kemudian terlahir kembali dengan melalui banyak cara; ia tidak lagi melekat pada kelahiran dan kematian; ia telah sadar, telah mencapai Penerangan Sempurna. Orang seperti itu Aku sebut sebagai brahmana sejati.
(Dhammapada XXVI, 419)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jakarta
12330
Opening Hours
| 00:00 - 13:30 |