19/03/2016
FK3I DKI Jakarta
Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korda Jakarta
19/03/2016
26/10/2015
Rapat Kerja Daerah..
14/09/2015
Salam Lestari
Acara Opsi bersama treshbag
Smoga semangat kalian tetap ya..
Menjaga alam ini tetap lestari.
Kalau bukan kita yg menjaga alam ini siapa lagi.
GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH
Bahaya Styrofoam Bagi Kesehatan
Beberapa tahun lalu, penyedia
makanan siap saji dari Amerika
mengumumkan akan mengganti
wadah styrofoam dengan
kertas. Para ahli lingkungan
menyebutkan keputusan itu
sebagai ”kemenangan lingkungan” karena styrofoam
sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Keputusan ini menyusul hal serupa oleh perusahaan-
perusahaan makanan siap saji lainnya.
Namun bukan berati styrofoam (polystyrene) jadi
berkurang dan hilang. Malahan di Indonesia,
penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan makin
menjamur. Sangat mudah menemukannya dimana-
mana, mulai dari restoran siap saji sampai ketukang-
tukang makanan di pinggir jalan, menggunakan bahan
ini untuk membungkus makanan mereka. Alasannya,
ingin praktis dan tampil lebih baik. Padahal di balik
kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya besar yang
mengancam.
Dalam industri, styrofoam sebenarnya hanya digunakan
sebagai bahan insulasi. Bahan ini memang bisa
menahan suhu, sehingga benda didalamnya tetap dingin
atau hangat lebih lama dari pada kertas atau bahan
lainnya. Karena bisa menahan suhu itulah, akhirnya
banyak yang ’salah kaprah’ menggunakannya sebagai
gelas minuman dan wadah makanan.
Berbahaya Bagi Kesehatan
Mengapa styrofoam berbahaya? Styrofoam jadi
berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran styrene,
yang diprosese dengan menggunakan benzana (alias
benzene). Padahal benzana termasuk zat yang bisa
menimbulkan banyak penyakit.
Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar
tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga
menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung,
sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi
mudah gelisah. Dibeberapa kasus, benzana bahkan bisa
mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat
benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan
lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang.
Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan
timbullah penyakit anemia. Efek lainnya, sistem imun
akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada
wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus
menstruasi dan mengancam kehamilan. Dan yang paling
berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara
dan kanker prostat.
Beberapa lembaga dunia seperti World Health
Organization’ s International Agency for Research on
Cancer dan EPA (Enviromental Protection Agency)
styrofoam telah dikategorikan sebagai bahan karsinogen
(bahan yang dapat menyebabkan kanker)
Makin Berlemak Makin Cepat
Saat makanan atau minuman ada dalam wadah
styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam
styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahannya
akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu
makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu,
makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti
lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan.
Penelitian juga membuktikan, bahwa semakin panas
suatu makanan, semakin cepat p**a migrasi bahan
kimia styrofoam ke dalam makanan.
Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-
tukang makanan di pinggir jalan, styrofoam digunakan
untuk membungkus makanan yang baru masak..
Malahan ada gerai makanan cepat saji yang
memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus
styrofoam di dalam microwave. Terbayang’kan, betapa
banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan kita dan
akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.
Buruk Bagi Lingkungan
Selain berefek negatif bagi kesehatan, styrofoam juga
tak ramah lingkungan. Karena tidak bisa diuraikan oleh
alam, styrofoam akan menumpuk begitu saja dan
mencemari lingkungan. Styrofoam yang terbawa ke laut,
akan dapat merusak ekosistem dan biota laut. Beberapa
perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. Namun
sebenarnya, yang dilakukan hanya menghancurkan
styrofoam lama, membentuknya menjadi styrofoam baru
dan menggunakannya kembali menjadi wadah makanan
dan minuman.
Proses pembuatan styrofoam juga bisa mencemari
lingkungan.
Data EPA (Enviromental Protection Agency) di tahun
1986 menyebutkan, limbah berbahaya yang dihasilkan
dari proses pembuatan styrofoam sangat banyak. Hal
itu menyebabkan EPA mengategorikan proses
pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah
berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu, proses
pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap
yang mengganggu pernapasan dan melepaskan 57 zat
berbahaya ke udara.
Melihat sedemikian besar dampak negatif bagi
kesehatan dan lingkungan, beberapa kota di Amerika
seperti Berkeley dan Ohio telah melarang penggunaan
styrofoam sebagai kemasan makanan. Bagaimana
dengan kita di Indonesia, masih tetap mau memakai
styrofoam??
10/08/2015
Selamat Hari Konservasi Alam Nasional
21/12/2014
GERAKAN PENANAMAN 1 MIYAR POHON
28/09/2014
Festival kemah bhakti konservasi 2014 bersama siswa/i SMP citra alam dan Balai Ksda Dki Jakarta
22/09/2014
18/09/2014
Gabung yuk,,
Acara PAWAI IKLIM MASSAL
Tanggal 21-September-2014
Tempat di bundaran HI Free Day
Waktu 06.00 sd 10.00 wib
16/09/2014
Tehnical meeting untuk acara Pawai IKLIM Massal.acara akan dilaksanakan hari minggu tanggal 21-9-2014,pukul 6.30 wib.tempat di depan UOB thamrin.
27/06/2014
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jakarta
10330