15/03/2026
Awalnya sederhana.
Kami melihat fenomena janggal yang berulang di setiap Ramadhan
Seperti, puasa yang diartikan hanya sekedar nahan lapar, bukber yang dijadikan ajang validasi sosial sampai perbuatan mokel yang dinormalisasikan dan masih banyak lagi.
Rasa-rasanya puasa tetap berjalan, masjid tetap ramai dan acara tetap banyak
tapi makna atau valuenya perlahan seolah hilang.
Dari situ kami mencoba menghadirkan konten RASA.
Kami mencoba mengingatkan kembali nilai-nilai yang mungkin sering terlewat atau bahkan terlupakan dan melalui projek ini juga kami belajar mendakwahkan ilmu yang telah kami pelajari selama enam tahun belajar di pondok pesantren Albinaa Islamic Boarding School.
Menariknya, selama proses pembuatannya jadwal kami bertabrakan dengan pelaksaan penilaian sumatif akhir jenjang (PSAJ) tetapi justru karena itulah kami banyak mengambil pelajaran terkhusus diluar kelas.
Mulai dari merancang konsep, menulis naskah, merekam video berkali-kali sampai akhirnya mengupload semua video yang telah kami buat
setiap tahap yang kami lalui seperti mengingatkan kembali bahwa Ramadhan bukan hanya untuk dijalani, tapi untuk dirasakan dan diambil value sebanyak-banyaknya
Dan mungkin di situlah value Ramadhan dari RASA :
Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih jujur pada diri sendiri,
lebih sadar dalam setiap ibadah,
dan lebih dekat kepada Allah tentunya bukan hanya di bulan ini, tetapi juga setelahnya.
Jika dari semua video ini ada satu momen yang membuat kita berhenti sejenak dan berpikir,
mungkin di situlah RASA menemukan maknanya.
Karena pada akhirnya, tujuan sederhana dari project ini hanya satu:
membuat Ramadhan kembali terasa,
seperti rasa Ramadhan yang seharusnya ada dan kalaupun langkah kita masih tertatih,
setidaknya kita tetap mencoba berjalan ke arah yang benar.
Karena pada akhirnya:
lebih baik terpaksa mengerjakan kebaikan, daripada terbiasa mengerjakan keburukan.
Presented by :
Santri Al Binaa IBS Kelas 12
Angkatan 2025/2026
Video By :
_